PinpointBlog

website-baru-feed-banner Portlet

Informasi Terkini Seputar Dunia Pendidikan

Informasi terbaru

website-baru-navbar Portlet

Blog

photo via blog.ivyadvisors.com

6 Mitos tentang Kuliah yang Kamu Perlu Tahu

Tips Kuliah

Mitos dalam Bahasa Latin (mythos) berarti perkataan atau cerita. Yang namanya cerita – kata orang – seringnya sih, dilebih-lebihkan dari kenyataannya. Nah, apa yang jadi mitos seputar dunia kampus dan perkuliahan? Yuk, cari tahu!

 

1. Ada Jurusan Kuliah yang Gampang, Ada yang Sulit

Mau kuliah nyantai? Di Jurusan Seni Rupa aja! Kalau kuliah Kedokteran tuh, banyak stresnya!

Coba deh, mahasiswa Kedokteran disuruh ngerjain tugasnya anak Seni Rupa. Pasti pusing juga. Seni Rupa sama Kedokteran tuh dua jurusan yang berbeda, sama seperti Sastra dan Ilmu Komputer. Catet, ya: nggak ada jurusan yang lebih gampang atau lebih sulit – hanya berbeda.

 

2. Jurusan Kuliah Menentukan Karirmu Kelak

Jika kuliah Hukum, Teknik, Akuntansi, Perawat, atau bidang-bidang semacamnya, besar kemungkinan memang kamu nggak akan punya pilihan karir diluar bidang tersebut. Misalnya, lowongan pekerjaan Akuntan nggak akan bisa diisi oleh Sarjana Hukum.

Tapi pada kenyataannya, tak ada aturan baku yang mengharuskanmu melamar dan memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan latarbelakang pendidikan. Apalagi, kalau kamu punya keterampilan atau keahlian lain diluar pendidikan formal, maka kamu punya peluang lebih besar untuk memiliki profesi selain yang sesuai dengan jurusan kuliahmu.

 

3. Salah Jurusan Harus Ditanggung Seumur Hidup

Mungkin kamu merasa telah memilih jurusan yang tepat. Tapi ternyata setelah menjalaninya selama beberapa waktu, rasa-rasanya kamu salah jurusan. Seandainya waktu bisa berputar kebelakang...

Jangan terlalu sedih. Kamu masih bisa pindah jurusan, kok. Bahkan, ada perguruan tinggi yang memperbolehkan mahasiswanya pindah jurusan setelah kuliah berjalan beberapa semester. Pertimbangkan saja baik-baik, waktu yang terlewat dijurusan yang telah terlanjur kamu pilih dibanding dengan belajar dari awal tentang ilmu baru dijurusan lain bersama mahasiswa angkatan baru – termasuk prospek kedepannya. Bagaimanapun juga, pindah jurusan – bahkan pindah kampus – adalah keputusan yang memerlukan pertimbangan matang.

 

4. Perguruan Tinggi Terkenal Berarti Masa Depan yang Baik

Perguruan tinggi dengan reputasi baik memang bisa memberimu nilai lebih saat bersaing dibursa kerja. Tapi kalau kamunya sendiri yang nggak punya kemampuan dan karakter yang dibutuhkan, apa ya musti menyalahkan kampus almamatermu?

Saat kamu punya hard skill dan soft skill yang bagus, nama kampusmu dapat mendukungmu untuk memperoleh pekerjaan impian. Jadi, penentu masa depanmu sebenarnya lebih terletak pada kualitas dirimu sendiri, alih-alih sepenuhnya ditentukan oleh predikat perguruan tinggi.

 

5. Jadi Mahasiswa Bebas Masuk Kelas

Udah sering denger tentang bebasnya hidup sebagai mahasiswa? Baju bebas tanpa seragam, sepatu nggak wajib, keluar masuk kelas sesuka hati, bahkan bolos kuliah juga tak dilarang. Sayangnya, nggak semuanya benar.

Meskipun tak ada kewajiban berseragam, berpakaian rapi dan sopan itu tetep perlu. Kamu sendiri lebih nyaman saat berhadapan dengan orang yang berpenampilan rapi, bersih, dan sopan bukan? Apalagi kalau kamu kuliah dijurusan kependidikan, pakaian rapi dan bersepatu akan dibiasakan sejak kuliah supaya setelah bekerja menjadi guru kamu nggak pakai mikir caranya berpakaian layaknya guru. Hal yang sama biasanya diberlakukan pada sekolah ikatan dinas maupun profesi kesehatan.  

Bagaimana tentang kehadiran? Beberapa dosen memang ada yang karakternya santai, atau cuek, pada kebiasaan mahasiswa yang datang terlambat atau bahkan membolos. Jangan salah mengartikan kelonggaran ini sebagai berkah, ya. Justru pada jebakan betmen inilah kamu harus hati-hati karena jumlah kehadiran atau presensi juga terhitung dalam komposisi nilai akhir semester. Dan kamunya sendiri yang rugi saat datang terlambat atau bolos kuliah karena melewatkan informasi atau pengetahuan penting yang dibagikan di ruang kuliah saat kamu tak ada.

 

6. Dosen yang Paling Tahu tentang Segalanya

Bayangkan kamu belajar membuat origami bangau, kemudian mengajarkan origami bangau tersebut pada orang lain, dan kamu melakukannya selama bertahun-tahun. Tentulah, kamu ahli dalam melipat kertas menjadi bangau yang cantik – bahkan mungkin dengan menutup mata sekalipun. Begitulah ibaratnya seorang dosen. Beliau telah mendalami keilmuan tertentu dan mengajarkannya sejak bertahun-tahun lampau, saat kamu masih sibuk melakukan penjumlahan matematika sederhana. Tentulah, beliau adalah pengampu matakuliah yang tak perlu dipertanyakan lagi kepakarannya.

Tapi bukan berarti dosen selalu tahu dan selalu benar. Dosen yang baik dapat bersikap terbuka untuk bertukar pikiran dengan mahasiswanya – asalkan dilakukan dengan sikap saling menghargai. Jadi, saat kamu punya data dan pendapat yang berbeda dari dosenmu, jangan segan menyampaikan dan meminta pendapat beliau dengan cara yang baik.

 

Terlepas dari mitos atau omongan orang tentang kampus dan kuliah, kamu sendirilah yang menjalaninya. Bisa jadi kamu punya sudut pandang yang berbeda dari cerita yang beredar. Yang terpenting, tetaplah bersikap terbuka pada hal-hal baru dan jangan terburu-buru dalam menentukan sesuatu.

Lebih masukan Blog

5 Cara Membangun Soft Skill-mu

Apa sih, tujuanmu setelah selesai sekolah dan kuliah? Dapat pekerjaan, mengembangkan usaha...

Hukum Internasional, Konsentrasi Ilmu Hukum untuk Calon Diplomat

Mau jadi Diplomat yang sering jalan-jalan ke berbagai negara di dunia? Kamu bisa bertugas ke...

Menambah Komentar

MM
memanglagitampan@gmail.com memanglagitampan@gmail.com 10 Bulan Lalu
punya aku Pribadiggk Bro?
Harap sign in untuk melanjutkan.
MM
memanglagitampan@gmail.com memanglagitampan@gmail.com 10 Bulan Lalu
akun maksdx bro
Harap sign in untuk melanjutkan.

metablog-web Portlet

popular-post-web Portlet

Terpopuler

Terbaru