redesain-navbar Portlet

null

Blog

Ada Jurusan Psikologi Binus di Battle Pintar – Cari Tau, Yuk!

Psikolog hadir dalam diskusi perencanaan masa depan.

Jurusan Psikologi Binus, photo by Feedyourvision on pexels

Didukung oleh popmama.com, hari ini pada pukul 20.00 WIB berlangsung Battle Pintar di IG Live Aku Pintar (@akupintar.id) bersama Psikologi Binus. Battle Pintar kali ini mendiskusikan tentang karier, apakah berdasar pada hobi atau ijazah.

Kalau buat Sobat Pintar sendiri, apakah pilihan karier itu sebaiknya lebih dekat dengan hobi atau lebih banyak ditentukan oleh ijazah kuliah? Nah, Sobat Pintar yang masih galau tentang pilihan karier dan kuliah, diskusi ini mungkin dapat memberikan sudut pandang yang segar.

 

Karier Kata Mama vs. Karier Buat Aku

Battle Pintar kali ini dipandu oleh CEO Aku Pintar, Kak Lutvianto Pebri Handoko. Mengawali diskusi, Kak Pebri mengutip sebuah statement bahwa hobi bisa menjadi pekerjaan profesional. Ehm... pernyataan yang menarik ya, Sobat?

Seperti pada Battle Pintar sebelumnya, diskusi kali ini nge-battle-in suara yang mewakili Ortu Pintar dan Sobat Pintar. Siapa yang menyuarakan sudut pandang Ortu Pintar dan Sobat Pintar kali ini?

Adalah Ibu Susy, seorang ibu dengan tiga putra dan putri berusia 20, 17, dan 14 tahun. Beliau berbagi pengalaman dalam membesarkan ketiga buah hati dengan passion dan hobi yang berbeda. Bahkan, salah satu putra Ibu Susy ada yang ingin jadi gamer, Sobat! Relatable banget ngga, sih?

Ada pula Cynthia, seorang siswi kelas XII yang percaya diri dengan bakat dan minatnya. Cynthia berpendapat bahwa karier dan pekerjaan yang dijalani sesuai dengan hobi akan membuat kita menjadi lebih kreatif. Bagi Cynthia, memahami bakat dan minat diri sendiri membuat kita tak mudah terombang-ambing ketika pilihan yang diambil berbeda dari orang lain.

Diskusi antara Ibu Susy dan Cyntia terus berlangsung seiring dengan pertanyaan-pertanyaan menarik yang dilontarkan oleh Kak Pebri. Misalnya, apakah pekerjaan yang sesuai dengan ijazah akan menghasilkan karier yang baik?

Dengan pengalaman beliau, Ibu Susy menjabarkan bahwa ada banyak faktor yang mempengaruhi karier seseorang. Ijazah memang penting, khususnya terkait dengan pendapatan, tapi tidak menjadi penentu utama kesuksesan seseorang dalam pekerjaannya.

Cynthia pun berpendapat bahwa suatu karier, selama dikerjakan dengan konsisten dan sepenuh hati, maka hasilnya pun akan baik. Bagi Cynthia, realistis dalam merencanakan karier juga penting.

Setelah mengupas tuntas pendapat Ibu Susy dan Cynthia, Kak Pebri mengajak kita untuk menyimak ulasan dari psikolog. Psstt... ada yang penting nih, Sobat. Ternyata karier yang bagus itu butuh perencanaan 10 tahun sebelumnya! Lantas, bagaimana cara menggali dan membidik karier yang tepat bagi Sobat Pintar?

Pada satu sisi, orang tua dengan pengalaman dan kebijakannya dapat melihat potensi bakat dan minat anak sejak dini. Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik bagi buah hatinya, termasuk pula dalam pilihan karier. Ketika anak terus berubah minat, orang tua dapat terus menggali dan mendampingi dalam setiap keputusan yang dibuat.

Di sisi lain, kita dapat menggunakan pengukuran yang tepat untuk mengetahui bakat dan minat diri. Jadi, nggak asal aja ngikut pilihan kuliah dan karier orang lain, Sobat. Boleh jadi sesuatu itu berhasil bagi orang lain karena faktor-faktor yang tak kita ketahui, tapi kita berasumsi bahwa itu akan berhasil pula untuk kita.

Nah, berbekal informasi dan data yang memadai, baru deh, kita lanjut diskusi dengan Ortu. Dengan komunikasi yang baik, bersama Ortu kita bisa merencanakan karier yang mampu menopang hidup selama puluhan tahun ke depan tanpa harus kehilangan hobi atau mengorbankan passion kita.

 

Diskusi bersama Psikolog dari Binus University

Diskusinya seru, nggak cuma nge-battle-in antara sudut pandang orang tua dan anak. Yang lebih penting lagi, kita juga menyimak sudut pandang dari psikolog. Siapakah psikolog yang hadir dalam Battle Pintar ini? Beliau adalah Ibu Dr. Esther Widhi Andangsari M. Si.,Psi, dosen dan Deputy Head of Psychology Department Binus University.

Sobat Pintar sudah mengenal tentang Jurusan atau Departemen Psikologi di Binus University? Di Binus Psikologi merupakan salah satu jurusan favorit. Kuliah Psikologi online maupun tatap muka di Binus University seluruhnya disusun berdasarkan Kurikulum Nasional dan kesepakatan Forum Kolokium Psikologi Indonesia.

Bahkan, Departemen Psikologi Binus menyertakan sepuluh bidang perkembangan psikologi American Psychological Associations dalam kurikulumnya. Itulah sebabnya, perkuliahan mahasiswa Psikologi Binus University mencakup baik masalah mental individu dan kehidupan masyarakat maupun penggunaan teknologi.

Psikologi Binus University memiliki tiga peminatan, yaitu (1) Psikologi Pendidikan, (2) Psikologi Komunitas, serta (3) Psikologi Industri dan Organisasi. Alumni jurusan ini di kemudian hari menekuni berbagai profesi seperti tenaga pendidik, personalia HRD, asisten psikolog, konsultan, konselor, peneliti, hingga content creator maupun influencer.

Apa lagi yang ingin Sobat ketahui? Apakah tentang kuliah online Psikologi di Binus University? Atau, di Psikologi Binus biaya kuliahnya berapa? Jangan ragu cari tahu lebih banyak dan kunjungi laman Departemen Psikologi-nya Binus University ya, Sobat!

0
70

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

CssBlog

metablog-web Portlet