APSiswaNavbarV2

CssBlog

redesain-navbar Portlet

metablog-web Portlet

CssBlog

Blog

Agar Karakteristik Mengajar Guru Cocok dengan Kebutuhan Siswa

Dengan mengenal diri sendiri dan memahami kebutuhan siswa, guru dapat menyesuaikan cara mengajar agar menjadi lebih efektif dan efisien.

Photo by Christina Morillo on Pexels

Gaya mengajar setiap guru tentu berbeda-beda. Bukankah begitu, Guru Pintar? Misalnya, guru A mungkin dikenal humoris dan santai oleh siswa, sedangkan guru B cenderung lebih serius dan tertib di kelas. Bukan berarti salah satu guru lebih baik daripada yang lain, tetapi tak dapat dipungkiri bahwa kepribadian kita masing-masing turut memengaruhi karakteristik atau gaya mengajar di kelas.

Lantas apakah kita sudah mengenal kepribadian kita masing-masing, Guru Pintar? Sudahkah kita menyadari bagaimana kepribadian berpengaruh terhadap karakteristik atau gaya mengajar kita?

 

Tipe Kepribadian Guru dan Gaya Mengajar

cara mengajar yang cocok
Photo by Antoni Shkraba on Pexels

Kepribadian, menurut KBBI, adalah sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang yang membedakannya dari orang lain. Itulah mengapa ada guru yang dikenal humoris, ada pula yang dikenal serius. Bila ada sebuah tes gaya mengajar guru, kira-kira Guru Pintar masuk kategori guru homuris atau serius?

Apapun jawabannya, kita punya satu tujuan saat masuk kelas, yaitu mengajar. Agar dapat mengajar yang baik dan efektif ke siswa, kita perlu memahami kepribadian diri kita sendiri, Guru Pintar. Dalam teori DISC, misalnya, terdapat empat tipe kepribadian di bawah ini.

Dominance

Tipe Dominance tampak dari kemandiriannya, kecenderungannya untuk mengendalikan dan menggerakkan orang-orang di sekitarnya. Guru bertipe Dominance memiliki karakter yang apa adanya dan tidak senang bertele-tele. Kecenderungan guru Dominance untuk fokus pada hasil tampak pada kebiasaannya untuk menjelaskan bagaimana suatu materi pelajaran bermanfaat bagi siswa. Beberapa cara mengajar yang cocok dengan tipe Dominance antara lain berupa tugas kelompok, permainan, proyek, dan kegiatan-kegiatan lain yang kompetitif.

Guru dengan tipe kepribadian Dominance dapat memaksimalkan cara mengajar dengan bersikap lebih demokratis, misalnya dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih tugas. Guru Dominance juga perlu lebih menjaga ketenangan saat berkomunikasi dengan siswa dan lebih terbuka terhadap perubahan teknologi, metode, maupun pembelajaran yang kreatif.

Influence

Tipe Influence cenderung cekatan dan suka berkolaborasi dengan orang lain. Guru bertipe Influence biasanya suka menghibur, memberi pengaruh, pintar mengambil hati siswa, dan kreatif. Gaya mengajar guru bertipe Influence biasanya melibatkan elemen kreatif seperti cerita, permainan, atau proyek seni. Guru tipe Influence dapat mengeksplorasi kisah-kisah inspiratif, studi kasus, atau pengalaman nyata untuk mengilustrasikan konsep-konsep yang diajarkan. Guru dengan kepriadian Inflience juga tak segan menggunakan gambar, video, hingga multimedia untuk mendapatkan perhatian siswa.

Sosok guru Influence cenderung peduli terhadap perasaan dan emosi siswa, sehingga suasana kelas terasa nyaman dan terbuka. Diskusi kelompok dan proyek kolaboratif turut mewarnai karakteristik mengajar guru bertipe Influence.

Steadiness

Tipe Steadiness dikenal dengan konsistensinya melakukan sesuatu sampai berhasil atau selesai. Tipe Steadiness tidak berorientasi pada kecepatan, tetapi konsistensi. Guru dengan kepribadian Steadiness biasanya memiliki pendekatan yang lebih personal saat mengajar. Menyimak dan menjadi pendengar yang baik adalah ketrampilan guru terbaik yang dimiliki oleh tipe kepribadian ini.

Guru tipe Steadiness cenderung merancang pembelajaran dengan alokasi waktu yang jelas, tujuan yang terstruktur, kegiatan yang rinci, dan ritme yang tenang. Lingkungan yang penuh tekanan membuat guru bertipe Steadiness tidak dapat mengajar yang baik dan efektif ke siswa. Selama siswa merasakan pengalaman belajar yang positif, guru dengan kepribadian Steadiness merasa telah menjalankan tugasnya dengan baik.

Compliance

Compliance adalah sosok guru yang tekun, fokus pada kualitas dan ketepatan, teliti, dan suka berpikir rumit. Saat mengajar, guru dengan kepribadian Compliance biasanya akan menjelaskan materi pelajaran dengan rinci dan lengkap, bahkan menggunakan dukungan data dan fakta demi membangun pemahaman siswa yang kuat. Gaya mengajar guru Compliance cenderung terencana dan terstruktur dalam urutan jelas.

Dengan karakteristik mengajar tersebut, guru Compliance akan menerapkan metode atau teknologi baru setelah menganalisis, mengevaluasi, dan mempertimbangkan risikonya. Guru bertipe Compliance dapat memaksimalkan cara mengajar lantaran semangat dan kemauannya untuk mengeksplorasi materi pelajaran melalui bacaan tambahan, penelitian, maupun diskusi dengan guru lain.

 

Guru yang Ideal Menurut Siswa

tes gaya mengajar guru
Photo by Thirdman on Pexels

Terlepas dari kepribadiannya, ketrampilan guru dalam mengajar turut memengaruhi minat belajar siswa. Dzulkifli dan Inda Puspita Sari menyebutkan beberapa karakteristik mengajar yang disukai oleh siswa sebagai berikut.

Siswa mengharapkan guru yang dapat melihat dan memahami potensi individu siswa. Sebagai guru, kita juga diharapkan untuk dapat menyesuaikan dengan kecepatan dan kemampuan belajar siswa yang berbeda-beda. Memang tak mudah, apalagi dalam kelas besar, tetapi karakteristik guru yang efektif dalam mendidik dan mengajar, menurut siswa, adalah yang dapat menyesuaikan dengan keadaan tiap-tiap siswa tersebut.

Siswa juga berharap guru dapat menjelaskan bagaimana materi yang dipelajarinya bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan secara nyata. Kita, sebagai guru, juga diharapkan untuk memberikan kesempatan agar siswa aktif di kelas, termasuk merumuskan pemahaman materi pelajaran dalam kata-katanya sendiri. Bila selama ini kita merasa cara mengajar yang baik dan efektif ke siswa adalah dengan menggunakan buku teks, ternyata tidak demikian, Guru Pintar. Siswa berharap kita menggunakan bahan ajar yang lebih beragam, termasuk dari internet.

 

Memaksimalkan Potensi Guru dalam Mengajar

gaya mengajar sesuai kepribadian
Photo by LinkedIn Sales Solutions on Unsplash

Pada satu sisi, kita memiliki gaya mengajar sendiri. Di sisi lain, kita dihadapkan pada ekspektasi siswa. Jangan lupa, kita juga dituntut untuk memenuhi tujuan pembelajaran nasional. Bisakah kita menemukan titik tengahnya?

Bukan tidak mungkin, Guru Pintar. Kita bisa menggunakan Tes Kepribadian Guru terlebih dahulu untuk mengetahui tipe kepribadian kita masing-masing, apakah Dominance, Influence, Steadiness, atau Compliance. Kemudian, lanjutkan dengan mengeksplorasi cara mengajar menyesuaikan potensi Guru Pintar.

Sebagaimana telah diuraikan di atas, guru dengan tipe kepribadian Dominance, misalnya, dapat memenuhi ekspektasi siswa dengan langsung menjelaskan manfaat materi yang dipelajarinya. Sementara itu, guru dengan tipe kepribadian Influence dapat menyelipkan manfaat pembelajaran melalui kisah-kisah yang disampaikannya. Dengan terus mengeksplorasi dan memaksimalkan cara mengajar, kita akan menemukan gaya mengajar sesuai kepribadian kita masing-masing, Guru Pintar.

Menemukan cara mengajar yang cocok dengan kepribadian kita dan sekaligus memenuhi ekspektasi siswa memang butuh waktu dan proses. Setiap perubahan pasti tidak mudah, tetapi bila perubahan itu dapat membuat pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien, bukankah kita dan siswa akan sama-sama memetik manfaatnya? Yakinlah, Guru Pintar, pada akhirnya kita akan menemukan cara mengajar terbaik versi diri sendiri.

 

 

 

 

Sumber:

Dzulkifli dan Sari, Inda Puspita. 2015. Karakteristik Guru Ideal. Prosiding Seminar Nasional Psikologi dan Kemanusiaan. Perkembangan Manusia dan Kesejahteraan Psikologis: 89-93. Malang, 13-14 Februari 2015: Psychology Forum UMM. (mpsi.umm.ac.id, diakses pada 18 Agustus 2023)

10

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

ArtikelTerkaitV3

Artikel Terkait

download aku pintar sekarang

BannerPromoBlog