PinpointBlog

website-baru-feed-banner Portlet

Informasi Terkini Seputar Dunia Pendidikan

Informasi terbaru

website-baru-navbar Portlet

Blog

photo via galileeprehistoryproject.org

Calon Mahasiswa Arkeologi Perlu Tahu Tentang Ini

Jurusan Arkeologi

Setahun silam, dua makam misterius diekskavasi di tepi sisi barat Sungai Nil, di kawasan Thebes, Kota Luxor, Mesir. Dua makam tersebut diperkirakan berusia 3.500 tahun, berisikan harta karun khas kuburan Mesir – termasuk mumi. Pernah nggak, kamu penasaran bagaimana cara para ahli menemukan angka 3.500 tahun tersebut? Bagaimana mereka menentukan usia sebuah mumi, atau sebuah candi, atau sebuah perkakas tembikar, atau benda purbakala lain yang diekskavasi?

 

Absolute Dating

Alih-alih menggunakan istilah absolute dating, sebagian ahli Geologi dan Arkeologi lebih menyukai calendar dating atau chronometric untuk merujuk pada proses penentuan umur suatu benda purbakala dengan cara ini. Meskipun urusan menentukan umur benda prubakala ini berada dalam ranah Ilmu Arkeologi, Ilmu Kimia juga diperlukan, lho.

Penentuan umur benda purbakala yang menggabungkan Ilmu Arkeologi dan Ilmu Kimia ini bisa dilakukan dengan beberapa metode, antara lain radiocarbon dating, potassium-argon dan rubidium-strontium dating, uranium-lead dating, half-life, radioactive decay, atau radiometric dating. Nah, udah jelas keliatan kan, kalau nama-nama metodenya kimia banget?

Trus, gimana persisnya cara menentukan umur suatu benda purbakala? Misalnya kamu menggunakan metode radiocarbon dating untuk mengetahui umur sebuah tembikar. Dengan pilihan metode ini, kamu harus menghitung jumlah Carbon-14 dan Carbon-12 yang menempel pada tembikar tersebut kemudian membandingkan kedua atom karbonnya.

Menghitungnya nggak manual lho, ya! Para ahli biasanya menggunakan alat Mass Spectometry (MS) agar diperoleh jumlah karbon yang tepat.

 

Relative Dating

Perlu dicatat, relative dating tidak menghasilkan angka pasti tentang umur suatu benda purbakala. Jadi, menurut sains relative dating, bagaimana lapisan tanah (strata) tersusun menunjukkan runtutuan peristiwa geologis dimasa silam. Dengan membaca strata yang ada (stratigrafi), atau di lapisan mana suatu benda purbakala berada, maka usia benda tersebut bisa diperkirakan.

Relative dating sendiri sekedar membandingkan lapisan tanah mana yang lebih tua atau lebih muda dibanding yang lain. Jadi, metode ini memang tidak bisa menghasilkan angka pasti – berbeda dari numerical dating yang dapat menentukan umur lapisan tanah secara pasti karena meneliti pembusukan radioaktifnya.

Pada prinsipnya, dalam relative dating,lapisan tanah yang paling bawah adalah lapisan tertua. Meskipun demikian, bukan berarti kamu langsung bisa memutuskan suatu benda purbakala berusia lebih tua dari benda purbakala lain hanya karena letak kedalaman ekskavasinya.

Relative dating dilakukan dengan menerapkan prinsip-prinsip ilmiah supaya umur lapisan tanah dan benda purbakala di dalamnya dapat ditentukan secara akurat. Apa saja prinsip-prinsip relative dating? Nah, kamu akan mempelajarinya saat menjadi mahasiswa di Jurusan Arkelogi.

Lebih masukan Blog

Bikin Betah: 10 Perpustakaan Indah di Dunia

Seberapa sering kamu membaca buku saat ini? Bagi sebagian orang, buku memang kehilangan daya...

Paleontologi, Ilmu yang Laris Manis di Luar Negeri

Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald adalah seorang pakar Paleontologi dari Jerman yang...

metablog-web Portlet

popular-post-web Portlet

Terpopuler

Terbaru