redesain-navbar Portlet

null

Blog

Cara Membuat RPP di Masa Pandemi 2021

Prinsip-prinsip pembuatan RPP dan komponen RPP

Gambar oleh Firmbee oleh Pixabay

RPP adalah kependekan dari rencana pelaksanaan pembelajaran. Rpp merupakan sebuah perancanangan pembelajaran. Dalam pembelajaran daring maupun luring, RPP menjadi kompas yang akan memandu keseluruhan proses pembelajaran sehingga dapat mencapai target yang telah ditetapkan. Dalam Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dijelaskan bahwa, RPP merupakan penjabaran dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. RPP harus dibuat secara lengkap dan sistematis supaya pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang. Dengan demikian, peserta didik akan termotivasi untuk berpartisipasi aktif dan memberikan kesempatan peserta didik untuk menumbuhkan inisiatif dan juga kreativitasnya.

Prinsip-Prinsip Pembuatan RPP

Mengingat pentingnya RPP, Guru Pintar hendaknya tidak membuat RPP secara sembarangan atau hanya untuk melengkapi administrasi saja. Terlebih di masa pandemi seperti sekarang ini, cara membuat silabus dan rpp harus benar-benar diperhatikan dengan seksama. Bagaimanakah cara membuat rpp yang baik? Hal pertama yang harus Guru Pintar perhatikan adalah prinsip-prinsip pembuatan RPP.

 1. Memperhatikan keragaman individu peserta didik

RPP seyogyanya dibuat dengan memperhatikan keragaman peserta didik yang meliputi: perbedaan jenis kelamin, kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan. Lebih-lebih pada saat kondisi pandemi seperti sekarang ini, Guru Pintar harus benar-benar mempertimbangkan kesiapan siswa dan juga orang tua dalam penyusunan RPP.

2. Memotivasi partisipasi aktif peserta didik

Perencanaan pembelajaran harus dirancang secara student centered atau berpusat pada peserta didik. Hal ini penting untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar peserta didik.

3. Meningkatkan kemampuan literasi

Dalam RPP yang Guru Pintar buat hendaknya memuat rancangan pembelajaran yang dapat  mengembangkan kegemaran peserta didik dalam membaca, meningkatkan pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.

4. Memberikan feedback dan follow up

Feedback (umpan balik) dan tindak lanjut (follow up) hendaknya tercantum dengan jelas di dalam RPP. Pemberian umpan balik harus dilakukan secara positif dan konstruktif. Sedangkan tindak lanjut dapat berupa penguatan, pengayaan, dan remedial.

5. Keterkaitan dan keterpaduan

Dalam menyusun RPP, Guru Pintar wajib memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan cara mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.

6. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi

Dalam mendidik dan mengajar peserta didik, Guru Pintar harus mempertimbangkan keterlibatan teknologi informasi dan komunikasi. Apalagi pada pembelajaran daring teknologi informasi dan komunikasi memegang peranan yang penting dalam keberhasilan pembelajaran. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi yang dituangkan dalam RPP akan memudahkan Guru Pintar saat pembelajaran berlangsung.

Komponen RPP

Komponen apa saja yang harus tertera dalam RPP wajib Guru Pintar ketahui. Cara membuat rpp k13 maupun RPP darurat yang diterapkan saat ini harus memuat komponen-komponen penting RPP supaya RPP yang dibuat realistis dan aplikatif. Berikut ini adalah komponen RPP yang umum terdapat pada RPP k13 maupun KTSP.

1.            Identitas mata pelajaran, yang meliputi:

a.            Satuan pendidikan

b.            Kelas,

c.             Semester

d.            Program studi,

e.            Mata pelajaran atau tema pelajaran,

f.             Jumlah pertemuan.

2.            Standar kompetensi

3.            Kompetensi dasar,

4.            Indikator pencapaian kompetensi

5.            Tujuan pembelajaran

6.            Materi ajar,

7.            Alokasi waktu

8.            Metode pembelajaran

9.            Kegiatan pembelajaran

10.          Penilaian hasil belajar

11.          Sumber belajar

Saat ini Guru Pintar mengenal adanya RPP 1 lembar. Munculnya RPP 1 lembar diinisiasi oleh Mendikbud Indonesia, Nadiem Anwar Makarim, supaya bentuk RPP tidak hanya ringkas tapi juga lebih efektif dan efisien, serta dapat meringankan beban administrasi guru. Dalam RPP ini ada 3 komponen utama yang harus dicantumkan, yaitu tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan assesmen atau penilaian. Komponen lainnya tetap boleh dicantumkan sebagai pelengkap.

Jika Guru Pintar sudah mengkaji kurikulum dan silabus yang berlaku, memahami prinsip-prinsip pembuatan RPP dan komponen apa saja yang harus termaktub di dalamnya, maka tidak akan sulit bagi Guru Pintar untu membuat RPP.

Contoh rpp yang baik dan benar  berdasarkan komponen K13 adalah sebagai berikut:

Cara membuat RPP di masa pandemi 2021
 

Contoh RPP 1 lembar adalah sebagai Berikut:


 

Nah, Guru Pintar demikianlah cara membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Baik dalam kondisi pandemi maupun kondisi normal prinsip-prinsip pembuatan RPP harus diperhatikan. Yang harus Guru Pintar ingat dalam membuat RPP adalah menyesuaikan dengan situasi, kondisi, kebutuhan peserta didik, dan juga kesiapan peserta didik.

00

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

CssBlog

metablog-web Portlet