redesain-navbar Portlet

null

Blog

5 Cara mengatasi Siswa yang Suka Melawan di Kelas

Foto oleh cottonbro dari Pexels

Menjadi seorang guru tidak cukup hanya dengan mentransfer pengetahuan terkait pelajaran yang diampu saja. Selain mengajar, Guru Pintar juga harus mendidik siswa-siswanya supaya memiliki akhlak yang terpuji. Tidak mudah memang, Guru Pintar terkadang membutuhkan waktu dan tenaga ekstra untuk menghadapi bermacam-macam karakter siswa. Ada siswa yang patuh, ada yang kalem, biasa-biasa saja, pemberontak, bahkan pembuat masalah.  Nah, siswa-siswa yang sering bermasalah dengan teman, tidak patuh pada peraturan, dan suka melawan ini sering menjadi sumber keresahan para guru.

Akibat yang ditimbulkan oleh siswa yang “bermasalah” ini tidak hanya berimbas pada hubungan antar siswa saja, tetapi juga sangat mempengaruhi kondisi kelas saat proses belajar mengajar terjadi. Kelas menjadi gaduh dan tidak kondusif sehingga siswa lain merasa tidak nyaman dan terganggu. Hal ini merupakan masalah yang harus segera dicari solusi. Jangan sampai hanya karena ulah beberapa siswa, tujuan pembelajaran tidak dapat dicapai.

Dalam mendidik anak, Guru Pintar sangat tidak dianjurkan untuk memberi label pada siswa. Misalnya menyebut anak nakal, anak bandel, apalagi anak pembangkang. Guru Pintar sebagai pengganti orang tua di sekolah wajib turut serta berkontribusi dalam membentuk karakter siswa supaya menjadi lebih baik. Cara mengatasi siswa “nakal” harus dilakukan dengan cara cerdas sehingga tidak menyakiti perasaan siswa. Bagaimana caranya?

1. Menjadi Pendengar yang Baik


Foto oleh Yaroslav Shuraev dari Pexels

Cara menghadapi anak remaja yang keras kepala dan pemarah tidak boleh dengan cara yang keras atau marah-marah. Justru pada saat seperti ini Guru Pintar harus menjaga perasaan supaya tetap tenang dan tidak terbawa emosi. Banyak kasus kenakalan siswa di kelas terjadi hanya karena siswa tersebut ingin mendapat perhatian. Sayangnya, caranya untuk menarik perhatian baik dari guru maupun teman-temannya kurang tepat.

Coba Guru Pintar sisihkan waktu untuk mendengarkan keluhan-keluhan mereka. Dengan cara seperti ini, Guru Pintar dapat mengetahui apa kebutuhan siswa tersebut dan juga penyebab-penyebab yang membuat siswa membuat masalah di kelas.

2. Personal Approach


Foto oleh Yaroslav Shuraev dari Pexels

Guru Pintar merupakan garda terdepan yang selalu berhubungan dan berinteraksi dengan para siswa. Hal ini membuat Guru Pintar harus memiliki kemampuan membaca atau mengidentifikasi tanda-tanda yang ditunjukkan siswa di kelas. Guru Pintar juga harus mampu menangkap hal-hal luar biasa yang ditunjukkan dari gelagat atau tindak tanduk siswa selama berada di sekolah. Siswa yang dianggap nakal, bandel, atau bermasalah sebenarnya memiliki masalah di rumah, lingkungan, dan sekitarnya yang tidak dapat mereka selesaikan. Hal ini sering membuat mereka merasa depresi, hampa, depresi, tidak berguna, bahkan ada yang sampai berniat mengakhiri hidupnya.

Cara menasehati anak yang keras kepala seperti ini, Guru Pintar dapat menggunakan pendekatan pribadi terhadap siswa tersebut supaya mereka mau terbuka dan menyampaikan masalahnya. Beri perhatian lebih supaya siswa-siswa ini tidak merasa sendiri. Jika mereka merasa aman, dekat, dan percaya dengan Guru Pintar, tidak akan sulit menemukan pokok permasalahan dan cara menyelesaikannya. Hal ini membutuhkan kesabaran dan ketulusan dari Guru Pintar.

3. Kolaborasi dan Koordinasi

Seringkali informasi dari siswa yang bermasalah ini tidak cukup dijadikan pijakan untuk mencari jalan keluar. Guru Pintar terkadang harus menggali informasi tidak hanya dengan guru lain yang mengajar siswa tersebut, tetapi juga dari teman dan orang tua juga. Hal ini sedikit riskan karena jangan sampai siswa yang sedang kita tangani merasa aibnya diumbar dan ia menjadi menarik diri karena kehilangan kepercayaan pada Guru Pintar. Gunakan cara yang baik yang tidak menyudutkan sehingga orang tua, guru, teman, atau pihak yang sedang diwawancarai tidak memiliki pikiran negatif terhadap siswa tersebut.

Koordinasi dengan orang tua sangat penting karena siswa memiliki waktu lebih banyak bersama keluarga. Informasikan perkembangan sekecil apapun sehingga orang tua juga dapat memberikan apresiasi pada anaknya. Dengan koordinasi dan kolaborasi yang baik dengan banyak pihak, maka permasalahan siswa dapat segera terpecahkan.

4. Ubah Cara Menegur atau Menasehati

Anak yang suka melawan orang tua biasanya terbawa sampai ke sekolah. Dari banyak kasus seperti ini diketahui siswa-siswa suka yang memberontak biasanya ingin diperhatikan atau menyembunyikan perasaan insecure karena diremehkan atau merasa dipandang sebelah mata.

Cara menasehati anak yang keras kepala tidak boleh membuat anak merasa makin terpojok. Lakukan dengan lemah lembut dan tunjukkan bahwa Guru Pintar mengakui keberadaan dan menghargai mereka. Beri kesan tegas bukan galak. Sampaikan dengan kalimat-kalimat positif dan tunjukkan bahwa Guru Pintar tidak melabeli mereka sebagai anak bandel/nakal. Gunakan sudut pandang siswa dalam melihat permasalahan. Kalau perlu beritahu siswa bahwa Guru Pintar mengerti apa yang mereka rasakan karena juga pernah mengalami masa remaja. Berikan contoh cara menghormati guru di sekolah, teman-teman, dan juga orang tua di rumah. Diharapkan siswa akan merasa tersentuh secara perlahan  akan memahami bagaimana harus bersikap terhadap orang-orang di sekelilingnya.

5. Beri Kepercayaan

cara mengatasi anak yang suka melawan
Foto oleh Julia M Cameron dari Pexels

Cara lain untuk dapat mengatasi anak yang ngeyel, suka melawan adalah dengan memberikan siswa tersebut sebuah tanggung jawab dan tunjukkan bahwa Guru Pintar percaya padanya. Bentuk tanggungjawab yang diberikan tidak harus dalam bentuk menjadi ketua kelas. Guru Pintar dapat memulai dari hal-hal kecil seperti meminta bantuannya membawakan buku-buku ke ruang guru, menjadikan ia pemimpin dalam kelompok, dan sebagainya. Jangan lupa memberikan apresiasi atau pujian ketika ia melakukan tanggung jawabnya dengan baik, dan memberikan motivasi ketika mengalami kesulitan.

Hal-hal seperti ini akan membuat mereka merasa lebih percaya diri. Kebutuhan mereka akan pengakuan akan eksistensi juga akan terpenuhi sehingga siswa tidak perlu mencari bentuk-bentuk perhatian dengan cara-cara yang kurang baik.

Demikianlah 5 cara mengatasi siswa yang suka melawan di kelas. Cara-cara yang diulas di atas memerlukan komitmen penuh dan introspeksi. Guru Pintar jangan segan melakukan refleksi dengan melihat lagi ke dalam diri, bagaimana cara berkomunikasi, cara mengajar, dan lain sebagainya. Pastikan apakah siswa merasa nyaman atau nyaman saat berada di sekolah

0
00

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

CssBlog

metablog-web Portlet