redesain-navbar Portlet

null

Blog

Contoh Analytical Exposition Text Lengkap dengan Tujuan dan Generic Structure-nya

Salah satu contoh dari analytical exposition adalah pembahasan mengenai pentingnya mendapatkan vaksin COVID-19.

Analytical exposition adalah salah satu jenis teks yang berfungsi menginformasikan kepada pembaca tentang bahasan yang berkaitan dengan fenomena atau isu yang ada. Kita langsung aja yuk, sekarang ke pembahasan lengkapnya di bawah ini, Sobat Pintar!

Pengertian Analytical Exposition 


Photo by Lukas on Pexels

Apa sih analytical exposition itu? Analytical exposition adalah salah satu jenis teks yang akan menjelaskan secara rinci pendapat penulis terhadap fenomena atau isu yang terjadi tanpa bermaksud mempengaruhi pembaca untuk setuju atau melakukan sesuatu. 

Lalu, tujuan analytical exposition text itu apa? Teks ini lebih memberi keyakinan ke pembaca bahwa topik yang dibahas memang penting untuk menjadi diskusi bersama, Sobat. Maka dari itu, terkadang penulis menambahkan pertanyaan di akhir tulisan, seperti “Do you agree with this decision?” atau “What do you think about this topic?”

 

Language Features/Ciri-ciri Kebahasaan Analytical Exposition


Photo by Dmitry Ratushny on Unsplash

Sobat, untuk mengenali analytical exposition text kita perlu mengetahui ciri-cirinya, seperti halnya jika kita bertemu seseorang pertama kali. Berikut beberapa ciri kebahasaan dari analytical exposition:

1. Teks ini membahas fakta atau hal yang terjadi di masa kini, sehingga kita perlu menggunakan simple present tense.

2. Karena kita perlu mengutarakan opini kita, kita juga perlu menggunakan kata-kata yang dapat digunakan untuk mengekspresikan apa yang kita rasa atau fikirkan, seperti experience, seem, feel, know, think, realize, sense, dsb.

3. Dalam proses menjabarkan pendapat kita, adakalanya kita perlu menghubungkan satu kalimat dengan klausa yang lain. Maka dari itu, kita perlu kata penghubung/conjunction. Berikut ini kelompok kata penghubungnya.
3.a. Untuk menambahkan ide atau pendapat: in addition to, besides, furthermore.
3.b. Untuk membandingkan beberapa ide atau pendapat: but, while, vice versa, whereas, meanwhile, on the other hand.
3.c. Untuk menunjukkan urutan atau waktu: first, then, next.
3.d. Untuk menunjukkan sebab-akibat: as a result, because, by, consequently, despite, due to, for that reason.

 

Struktur Analytical Exposition


Photo by Mark Fletcher-Brown on Unsplash

Berikutnya, jika sudah mengetahui garis besar penulisan analytical exposition, yuk lanjut kita belajar bersama bagaimana menulis sebuah analytical exposition text. Generic structure sebuah analytical exposition terdiri dari thesis, arguments, dan reiteration/conclusion.

Thesis

Mulai yuk, di bagian pertama dalam menulis analytical exposition, yaitu thesis. Sobat Pintar dapat menuliskan apa yang akan kita diskusikan atau sampaikan di bagian thesis ini. Bisa juga ditambahkan nih, apa saja alasan yang menyebabkan fenomena atau sebuah isu tersebut terjadi agar para pembaca bisa memprediksi mengapa kita menjelaskan pendapat kita terhadap topik yang dipilih. 

Bagian thesis pada umumnya terletak di paragraf pertama, ya. Ingat, jelaskan dengan baik pendapat kita di bagian thesis agar pesan dapat tersampaikan dan dipahami pembaca dengan baik.

Arguments

Kita melanjutkan perjalanan dalam menulis analytical exposition di bagian kedua, nih. Di bagian ini, Sobat Pintar sudah bisa menjabarkan lebih rinci lagi berkaitan dengan topik yang sedang dibahas. Kita bisa juga lho, menyebutkan lebih dari satu pendapat atau perspektif. Hal ini juga bertujuan agar pembaca lebih mempercayai bahwa hal yang sedang kita bahas itu matter dan perlu mendapat perhatian lebih.

Ingat juga ya, Sobat. Pendapat-pendapat yang dijabarkan dalam bagian arguments ini wajib berhubungan dengan apa yang disebutkan di bagian sebelumnya, yakni thesis. Sehingga, kita perlu fokus dan menghindari pembahasan yang terlalu luas.

Reiteration/Conclusion

Cihuy! Sampai juga kita di bagian akhir dalam proses penulisan analytical exposition. Bagian ini pastinya terletak sebagai paragraf terakhir, yang bisa kita sebut conclusion atau kesimpulan. Di paragraf ini biasanya kita memberikan sebuah penegasan kembali perspektif atau posisi kita terhadap topik yang diangkat dalam tulisan kita.

Contoh Analytical Exposition

Di bawah ini merupakan contoh analytical exposition dengan bagian-bagiannya.

Example #1


Photo by Aku Pintar

Contoh lain analytical exposition ada di bawah ini:

Example #2

The Importance of Reading

I personally think that reading is an important activity in our life. Why do I say so?

Firstly, by reading we can get a lot of information about many things in the world such as science, technology, sports, arts and culture.

Secondly, by reading we can get a lot of news and knowledge about something happening in any part of the world which we can see directly.

Thirdly, reading can give us pleasure. When we are tired, we can read books, newspapers or magazines on the entertainment column such as short stories, comedies or quizzes to make us relax.

Fourthly, reading can also take us to other parts of the world. By reading a book about Irian Jaya we may feel that we’re really sitting in the jungles, not at home in our rooms.

Based on the facts above, it is obvious that everyone needs to read books, newspapers, magazines or others to get knowledge, news, information and also entertainment. In other words, we can say reading is truly important in our life.
(Source: englishadmin.com)

Example #3

Why We are not Allowed to Text while Driving

The popularity of mobile devices has had some dangerous consequences. We know that mobile communications are linked to a significant increase in distracted driving which results in injury and loss of life.

The National Highway Traffic Safety Administration reported that in 2010 driver distraction was the cause of 18 percent of all fatal crashes – with 3,092 people killed – and crashes resulting in an injury – with 416,000 people wounded.

The Virginia Tech Transportation Institute found that text messaging creates a crash risk 23 times worse than driving while not distracted.

Eleven percent of drivers aged 18 to 20 who were involved in an automobile accident and survived admitted they were sending or receiving texts when they crashed.

Distracted driving endangers life and property and the current levels of injury and loss are unacceptable.
(Source: books.google.co.id)

 

Writer: Qorin Rahmaniyah
Editor: Deni Purbowanti

20

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

CssBlog

metablog-web Portlet