APSiswaNavbarV2

CssBlog

redesain-navbar Portlet

metablog-web Portlet

CssBlog

Blog

Memahami Explanation Text: Pengertian, Ciri-ciri, Struktur, dan Contohnya

Explanation text menjelaskan tentang rangkaian proses atau sebab akibat.

Photo by Pixabay on Pexels

Explanation text, atau teks eksplanasi dalam bahasa Indonesia, punya ciri khas jelas, ringkas, dan mudah dipahami. Baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, text explanation memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi secara jelas dan logis kepada pembaca, tanpa perlu sisipan pendapat pribadi atau emosi.

Namun bagaimana sebenarnya cara menyusun explanation text agar tetap ringkas tanpa tambahan yang tidak perlu, Sobat Pintar? Agar dapat menulis teks eksplanasi dengan efektif, ayo kita bahas mengenai pengertian, ciri-ciri kebahasaan, struktur, dan contoh dari explanation text!

 

Pengertian Explanation text 

contoh explanation text
Photo by Roshni Menon on Unsplash

Explanation text adalah jenis teks yang dirancang untuk menjelaskan suatu konsep, proses, fenomena, atau informasi tertentu kepada pembaca dengan cara yang jelas, logis, dan mudah dipahami. Mungkin kamu berpikir, kalau begitu explanation text sama dengan procedure text, dong?

Eitts! Perlu di garis bawahi, Sobat. Walaupun explanation text dengan procedure text sama-sama menjelaskan tentang suatu proses atau konsep, kedua teks tersebut berbeda. Apa nih, perbedaanya?

  • Procedure text menjelaskan cara melakukan sesuatu (proses). Teks ini menjelaskan tentang  bagaimana suatu proses terjadi.
  • Explanation text berfungsi untuk memberikan informasi lewat penjelasan secara rinci dari sebuah fenomena yang terjadi. Tujuan explanation text adalah untuk memberitahu pembaca tentang bagaimana sesuatu bekerja atau mengapa sesuatu terjadi.

 

Ciri-ciri Kebahasaan Explanation text

struktur explanation text
Photo by Axel Ruffini on Unsplash

Untuk mengenali explanation text, kita perlu mengetahui ciri-cirinya. Sebagaimana telah disebutkan di awal, ciri khas explanation text itu jelas, ringkas, dan mudah dipahami. Berikut uraian lengkapnya.

  • Karena materi explanation text berisi fakta, maka tense yang digunakan adalah simple present tense.


Image source: Aku Pintar


Image source: Aku Pintar

  • Menggunakan action verbs, seperti bring, drive, walk, dll., yang merupakan kata kerja untuk menjelakan aksi.
  • Bentuk tulisan dalam jenis teks ini menggunakan passive voice untuk menekankan fokus utama pada kejadian yang berlangsung ketimbang subjeknya.
  • Menggunakan noun phrases, yang merupakan frasa hasil penggabungan kata benda (noun), kata ganti benda (pronoun), atau number. Contohnya: A nice man, my luggage, the kids, three people.
  • Menggunakan technical terms, yakni istilah-istilah teknis yang sesuai dengan isi tulisan yang dibahas. 
  • Menggunakan sequential connectives words, seperti then, after that, however, although, dll., yaitu kata hubung berdasarkan urutan atau waktu.

 

Generic Structures/Struktur Explanation Text

tujuan explanation text
Photo by Kelly Sikkema on Unsplash

Setelah mengetahui garis besar penulisannya, yuk kita lanjut belajar bagaimana menulis sebuah explanation text. Pertama-tama, kita harus mengetahui struktur explanation text, yang terdiri dari title, general statement, explanation, dan conclusion. 

Title

Nah, struktur yang pertama dalam menulis explanation text adalah title, yang berarti judul. Judul berfungsi sebagai gambaran tentang isi teks. 

Contoh: How Does Rain Happen

General Statement

Di bagian yang kedua, kita harus menulis general statement. Bagian ini menjelaskan gambaran umum mengenai apa yang dijelaskan dalam sebuah explanation text

Explanation

Selanjutnya yaitu explanation. Bagian ini menjelaskan rangkaian proses tentang bagaimana dan mengapa sesuatu terjadi atau sebab akibat yang dijelaskan melalui urutan kejadian. Bagian explanation ini bisa terdiri lebih dari satu paragraf loh, Sobat! 

Conclusion 

Bagian terakhir pada struktur explanation text adalah conclusion. Bagian ini berisi kesimpulan dari seluruh proses yang sudah dijelaskan sebelumnya.

 

Contoh Explanation Text

Setelah mengetahui struktur explanation text di atas, kira-kira dapatkah kamu menyusunnya sendiri, Sobat? Oke, sebelum itu, kita pelajari dahulu contoh explanation text di bawah ini.

How Do Touchscreens Work

Touchscreens have become ubiquitous in our daily lives, from smartphones and tablets to ATMs and interactive kiosks. But have you ever wondered how these sleek surfaces detect our touch and respond to our commands? The explanation lies in the underlying technology.

At the heart of a touchscreen is a grid of touch sensors, typically made of a transparent material like indium tin oxide (ITO). These sensors are arranged in rows and columns, forming a grid that covers the screen. When you touch the screen, your finger disrupts the electrical field of these sensors.

As your fingertip makes contact with the screen, it creates a point of contact that changes the capacitance at that specific location on the grid. The touch sensor grid continuously monitors the capacitance of each sensor. When a sensor detects a change in capacitance, it registers a touch event.

To determine the exact location of the touch, the touchscreen controller calculates the coordinates based on which row and column sensors detected the change in capacitance. This calculation allows the device to pinpoint where the touch occurred with high accuracy.

There are various types of touchscreens, including resistive, capacitive, and infrared. Resistive touchscreens work by physically pressing two layers together, while capacitive touchscreens, the most common type in smartphones, rely on the conductive properties of your finger. Infrared touch screens use an array of infrared sensors to detect touch.

Once the touchscreen determines the touch location, it sends this information to the device's processor. The processor then interprets the touch as a specific action, such as opening an app, moving an object, or typing a letter.

In conclusion, touchscreens work through the interaction of touch sensors and a touch controller. When you touch the screen, the disruption in capacitance is detected, and the precise touch location is calculated. This technology has revolutionized how we interact with electronic devices, making them more intuitive and user-friendly.

Sampai sini dahulu kita belajar mengenai explanation text, Sobat Pintar. Apakah masih kurang materinya? Download saja aplikasi Aku Pintar biar kamu bisa mendalami materi Explanation Text selengkapnya!





Penulis: Nur Hamidatul Mauidloh
Penyunting: Deni Purbowati

20

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

ArtikelTerkaitV3

Artikel Terkait

download aku pintar sekarang

BannerPromoBlog