redesain-navbar Portlet

Blog

Contoh Resensi Buku Terbaru 2021: mulai Fiksi sampai Pengetahuan

Contoh-contoh resensi buku bisa menjadi referensi belajar cara menyusun resensi buku seendiri.

Contoh Resensi Buku, photo by freestocks on Unsplash

Sudah pernahkah Sobat Pintar merensi buku? Atau, sudah pernahkah Sobat belajar cara membuat resensi buku – di kelas Bahasa Indonesia, misalnya?

Anyway, meresensi buku itu seru dan menarik – especially for you who enjoys reading and writing. Melalui resensi buku, kita bisa menumpahkan isi pikiran setelah membaca sebuah buku, baik fiksi maupun nonfiksi. Eitts, tapi menulis resensi buku non-fiksi dan fiksi itu nggak boleh ngasal loh, Sobat. Mau tahu caranya? Belajar barengan sini, yuk!

 

Apa itu Resensi Buku?

Photo by Florencia Viadana on Unsplash

Kita mulai belajarnya dari pengertian resensi buku ya, Sobat. Resensi adalah tulisan yang mengulas tentang sebuah karya, entah buku, drama, hingga film. Jika karya yang diulas adalah sebuah buku, maka resensi itu adalah resensi buku.

Pada dasarnya, resensi adalah penilaian kita terhadap suatu karya. Begitu bula dengan resensi buku. Ketika merensi buku, kita memberikan penilaian terhadap buku tersebut – apa kekurangannya, apa kelebihannya, hingga informasi apa yang kita peroleh dari buku tersebut dan perlu kita share dengan orang lain.

 

Contoh Resensi Buku yang Baik dan Benar

Photo by Radu Marcusu on Unsplash

As it's mentioned earlier, menulis resensi buku itu nggak boleh ngasal. Struktur resensi buku, terutama resensi buku non-fiksi, mencakup unsur-unsur penting yang harus dicantumkan, yaitu:

1. Judul resensi buku

2. Data/identitas buku

Terdiri dari:

- Judul buku

- Nama penulis, serta penyunting atau penerjemah bila ada

- Nama penerbit buku

- Tahun terbit buku, serta cetakan ke-sekian atau nomor edisi bila ada

- Dimensi buku, berapa cm ketebalannya atau berapa jumlah halamannya

- Harga buku

3. Pembukaan

Berisi tentang siapa penulis buku, prestasi yang pernah diraihnya, ciri khasnya, keunikan buku yang diulas dibandingkan dengan buku lain yang sejenis, kesan yang dirasakan terhadap buku, membuka dialog dengan pembaca resensi.

4. Isi

Bagian isi resensi mencakup:

- Sinopsis buku

- Ulasan, kutipan-kutipan dari buku

- Keunggulan

- Kelemahan

- Kerangka buku

- Tinjauan bahasa di dalam buku

5. Penutup

Berisi kesimpulan, rekomendasi buku ditujukan bagi siapa, mengapa buku tersebut direkomendasikan.

Nah, setelah mengetahui struktur resensi buku di atas, apakah Sobat Pintar sudah siap meresensi buku? Sebelum menyusun resensi bukumu, kita lihat dulu beberapa contoh teks resensi di bawah ini, yuk!

 

Buku Fiksi

Identitas Buku

Judul Buku: Koala Kumal
Penulis: Raditya Dika
Tebal Buku: 250 halaman
Penerbit: Gagas Media
Tahun Terbit: 2015

Ringkasan Koala Kumal

Raditya Dika adalah salah satu insan kreatif Indonesia yang karyanya selalu sukses diterima masyarakat. Kesuksesannya berawal dari aktivitas isengnya, yaitu nge-blogging.

Tulisan di blognya lalu diadaptasi menjadi sebuah buku fiksi berjudul Kambing Jantan, yang merupakan hasil karya perdana Raditya Dika.

Kelebihan 

Menuangkan kisah cinta yang sangat cocok untuk dibaca para remaja. Konsep temanya berbeda dengan buku-buku sebelumnya yang memang selalu sama. Menggunakan gaya bahasa yang mudah dipahami secara universal. Tata tulisan jauh lebih baik dibanding karya tulis perdananya “Kambing Jantan”.

Kekurangan 

Secara menyeluruh kekurangan hanya pada tebal bukunya saja yang lebih tipis dari karya tulis lainnya.

(Contoh resensi buku disalin dari Saintif)

 

Buku Non Fiksi

Identitas Buku

Judul : Pantai dan Kehidupannya

Pengarang : Edy Karsono

Penerbit : PT. INDAHJAYA Adipratama

Tahun terbit : Cetakan I tahun 1996

                          Cetakan V tahun 2003

Kota terbit : Bandung

Jumlah halaman : 64

Edy Karsono ialah pengarang dari buku berjudul Pantai dan Kehidupannya yang mengungkapkan bahwa pantai itu manfaatnya bukan hanya sebagai tempat berekreasi, banyak sekali manfaat-manfaat pantai yang sangat penting bagi manusia. Contohnya saja dalam bidang ekonomi, pantai sangat bermanfaat bagi penduduk sekitarnya untuk mencari nafkah sebagai nelayan.  Selain sebagai mata pencaharian, pantai juga banyak sekali makhluk hidup yang hidup di sana yang memilki berbagai manfaat yang beragam. Misalnya burung-burung laut yang bisa diambil telur dan dagingnya. Siput, udang, lokan, tiram, dan remis untuk dimakan atau dijual ke pasar. Anjing laut yang bisa dimanfaatkan dagingnya untuk dimakan dan bulunya untuk bahan pakaian orang-orang kaya di kota-kota besar.

Buku ini juga bukan hanya sekedar menjelaskan manfaat-manfaat pantai saja, melainkan buku ini juga menjelaskan tentang bagaimana sejarahnya pantai, apa saja bencana yang dapat terjadi di pantai, mengapa pantai harus dijaga kelestariannya, dan juga contoh-contoh negara yang menyalahgunakan pantai sehingga menyebabkan pantai dan makhluk hidup di sekitarnya menjadi terganggu. Selain itu pula, buku ini juga menceritakan berbagai macam hewan dan tumbuhan yang hidup di pantai, mulai dari kebiasaannya, caranya hidup dan mencari makan, caranya menghindari pemangsanya, dan lain-lain hal yang dapat kalian pelajari dari buku ini.

Buku ini juga menjelaskan dalam bentuk kalimat yang tidak terlalu rumit sehingga mudah dipahami oleh pembacanya. Walaupun disajikan dalam kalimat simpel yang sederhana, buku ini tidak menyajikan gambar-gambar berwarna melainkan hitam-putih saja namun relevan dengan topik yang dibicarakan dan cukup memberi gambaran informasi yang jelas. Itulah yang menyebabkan buku ini terasa sedikit membosankan, namun sangat berguna bagi kita.


Kelebihan

Informatif, lengkap, dan logis

Menggunakan kalimat yang sederhana sehingga memudahkan yang membacanya

Terdapat gambar yang relevan

Kekurangan

Desainnya tidak menarik

Gambar yang disajikan tidak berwarna

(Contoh resensi buku disalin dari Dosen Pendidikan)

 

Novel

Identitas Buku

Judul Buku: Negeri 5 Menara
Penulis: Ahmad Fuadi
Tebal Buku: 423 halaman
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2009

Sinopsis

Novel karya Ahmad Fuadi ini sudah difilmkan. Tokoh utama di dalam novel ini adalah Alif. Ia lahir di Minangkabau. Sejak kecil, Ia mempunyai cita-cita menjadi seperti B. J. Habibie. Oleh karena itu, setelah SMP Ia berencana melanjutkan SMU di Padang. Ia berharap dapat kuliah di jurusan yang diinginkannya.

Amak Alif berkeinginan Ia menjadi penerus Buya Hamka. Hal ini membuat impian Alif kandas. Orang tuanya menawari untuk sekolah agama atau pergi ke pondok pesantren. Alif sempat kesal, namun Ia tidak ingin mengecewakan orang tuanya. Akhirnya, Ia masuk pondok. Pamannya memberi saran untuk masuk ke Pondok Pesantren modern Gontor di Jawa Timur.

Awalnya Alif menjalaninya dengan setengah hati, namun akhirnya Ia tetap ingin melanjutkan di pondok posantren karena mendengar kalimat bahasa Arab “Man Jadda Wajada” yang artinya adalah barang siapa bersungguh-sungguh pasti bisa.

Di pondok, Ia memiliki teman baru yang berasal dari berbagai daerah. Mereka adalah Raja, Dulmajid, Said, Atang dan Baso. Mereka habiskan waktu sehari-hari dengan hafalan Al-Qur’an, belajar bahasa Arab dan bahasa Inggris siang malam. Pada tahun pertama, mereka merasa berat namun tahun-tahun berikutnya mereka jalani dengan penuh warna dan pengalaman.

Suatu hari Baso keluar dari pondok, hal ini menggugah semangat Alif dan teman-temannya untuk segera lulus dan menjadi orang sukses serta mewujudkan impiannya untuk pergi ke benua Eropa dan Amerika.

Akhirnya, impian merekan terwujud. Alif berada di Amerika, Atang di Afrika, Raja di Eropa, Baso di Asia, Said dan Dulmajid di Indonesia. Anda dianjurkan untuk tidak meremehkan suatu impian karena Allah Maha Mendengar.

Kelebihan

Ceritanya menarik dan membuat pembaca penasaran untuk mengetahui lebih lanjut kehidupan di dunia pesantren. Di dalam novel ini banyak dijumpai motivasi.

Kekurangan
Bagian klimaks ceritanya kurang menonjol dan penjelasan mengenai kehidupan beberapa tokoh dalam novel tersebut kurang.

Contoh resensi novel fiksi di atas dapat bermanfaat bagi Anda untuk dijadikan sebagai sumber referensi. Dengan demikian, dapat memudahkan Anda dalam memahami isi dari masing-masing novel best seller yang ada di Indonesia.

(Contoh resensi buku disalin dari Sekolahnesia)

 

Buku Pengetahuan

Identitas Buku

Judul Buku: Satwa Terancam Bahaya
Penulis Buku: Jen Green
Penerbit Buku: Pakar Raya
Cetakan: Tahun 2006
Tebal: 32 Halaman

Ringkasan Satwa Terancam Bahaya

Banyak diantara kita yang sangat menyukai hewan liar. Akan tetapi, sekarang banyak hewan liar yang terancam punah. Bahkan beberapa diantaranya mungkin sudah punah.

Di dalam buku karangan Jen Green ini banyak sekali pengetahuan yang akan mengajak kita untuk lebih mengenal dan mengetahui penyebab satwa menjadi langka dan bagaimana cara menyelamatkannya dari kepunahan. Hewan dan tumbuhan punah merupakan hewan dan tumbuhan yang telah mati secara keseluruhan. Hewan yang sangat langka adalah hewan yang terancam kepunahan atau populasinya akan musnah.

Pada zaman dahulu, sudah banyak spesies yang telah punah. Hal ini dikarenakan hewan tersebut tidak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan.

Pada zaman sekarang ini sedang terjadi pemanasan global yang merupakan perubahan suhu bumi dengan cepat. Banyak sekali penyebab hewan menjadi langka bahkan punah.

Pencemaran, penebangan liar, perburuan secara besar-besaran, penangkapan ikan yang berlebihan, hujan asam, itu semua dapat menyebabkan satwa menjadi langka.

Untungnya masih ada kelompok atau komunitas pecinta alam yang bersedia menyelamatkan satwa langka. Seharusnya tidak hanya pecinta alam saja yang membantu menjaga melestarikan satwa langka. Akan tetapi masyarakat juga harus bertindak, salah satunya dengan mematuhi UU yang berlaku tentang perlindungan satwa langka.

Kelebihan 

Jika dari tata bahasa, buku ini mampu membantu siswa dengan kemampuan baca yang berbeda dan dapat menikmati buku yang sama. Baik itu secara materi di kelas maupun bacaan kelompok sendiri.

Kekurangan 

Masih terdapat beberapa istilah asing yang tidak ada penjelasannya. Sehingga masih menimbulkan tanda tanya untuk para pembacanya.

(Contoh resensi buku disalin dari Saintif)

 

 

 



Sumber:
saintif.com
sekolahnesia.com
dosenpendidikan.co.id
0
30

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

CssBlog

metablog-web Portlet