APSiswaNavbarV2

CssBlog

redesain-navbar Portlet

metablog-web Portlet

CssBlog

Blog

D3 atau S1 – Ini 4 Perbedaannya

Setiap pilihan jenjang kuliah memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

D3 atau S1, image via ec.europa.e

Saat ditanya ingin kuliah apa, kita dapat dengan mudah menjawabnya – iyaa, setelah melalui proses yang tak mudah dan tak pendek, kok. Tapi saat ditanya ingin kuliah pada jenjang D3 atau S1, kita masih tercenung mencari-cari jawaban. Apakah jawaban yang dicari sedang bersembunyi dibalik sel-sel otak kita?

Ehm... setelah lokasi penyimpanan dibuka satu demi satu, ternyata jawaban yang dicari masih belum ditemukan. Jadi, sebenarnya ingin kuliah pada jenjang D3 atau S1? Apa bedanya dari dua jenjang ini?

 

1. Lama Masa Studi

Program pendidikan vokasi pada jenjang Diploma 3 memerlukan masa tempuh studi yang lebih pendek daripada Sarjana. Biasanya ada 112 SKS yang harus dituntaskan oleh seorang mahasiswa D3, sedangkan seorang calon Sarjana harus menempuh sekitar 144 SKS – setiap kampus dan program studi memiliki angka kredit yang berbeda.

Bila dikonversi pada masa studi, program D3 dapat diselesaikan dalam kurun waktu tiga tahun, sedangkan program S1 memerlukan waktu empat tahun. Perlu dicatat, kita juga punya kendali dalam menentukan lama masa studi. Misalnya, bila harus mengulang beberapa matakuliah karena tidak lulus atau ingin memperbaiki nilai, tentu dibutuhkan waktu studi yang lebih lama.

 

2. Materi Perkuliahan

Program perkuliahan D3 lebih banyak bermuatan praktek, fokus pada keterampilan-keterampilan tertentu. Berkebalikan dengan perkuliahan S1, lebih banyak teori dan pemikiran ilmiah yang dipelajari dan dikembangkan disini.

Itulah sebabnya kenapa membaca dan kesanggupan untuk duduk belajar berlama-lama menjadi keterampilan penting bagi mahasiswa S1. Apalagi, mahasiswa S1 harus menulis skripsi diakhir masa studinya – yang membutuhkan literacy skill yang cukup baik.

Apakah mahasiswa D3 tidak harus banyak membaca? Well, it's not exactly the case. Sebelum masa studinya selesai, mahasiswa D3 juga harus menulis laporan tugas akhir – yang tidak sekompleks skripsi.

 

3. Pengajar atau Dosen

Meskipun sama-sama disebut dosen oleh mahasiswanya, para pengajar pada jenjang D3 dan S1 sebenarnya memiliki perbedaan – meskipun tidak bersifat mutlak. Pada umumnya pengajar pada jenjang D3 adalah praktisi yang terlibat langsung pada bidang yang diajarnya. Misalnya, dosen Broadcasting biasanya juga merupakan wartawan aktif.

Bagaimana dengan dosen S1? Kegiatan utama dosen S1 adalah melakukan penelitian, selain mengajar. Tak seluruh dosen S1 memiliki persinggungan langsung dengan bidang yang diajarnya. Misalnya, dosen DKV tidak selalu memiliki pengalaman bekerja dibidang desain.

 

4. Gelar Akademis

Gelar lulusan D3 adalah Ahli Madya (A.Md.) diikuti dengan bidang keahliannya. Misalnya, alumni jurusan keperawatan bergelar A.Md.Per. Sementara itu, gelar lulusan S1 adalah Sarjana, diikuti dengan bidang keahliannya. Misalnya, alumni bidang sains bergelar S.Si.

 

Lantas harus memilih yang mana, Sobat? Bila masih memerlukan waktu untuk menentukan fokus, ada baiknya memilih jenjang S1 yang memerlukan waktu studi lebih lama. Karena sambil belajar, kita masih punya waktu untuk terus mengeksplor apa yang ingin dilakukan kedepannya.

Sebaliknya, bila sudah tahu betul tentang passion kita, jenjang D3 bukan opsi buruk yang tak layak dipertimbangkan. Apalagi, bila bidang minat tersebut lebih terkait dengan skill, seperti fotografi.

But of course, it's not a final thought. Masing-masing kita tentu memiliki alasan yang kuat untuk memilih jenjang kuliah, termasuk finansial salah satunya.

3
300

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar
text
00
text
00
bismilah bisa kuliah
00

ArtikelTerkaitV3

Artikel Terkait

download aku pintar sekarang

BannerPromoBlog