redesain-navbar Portlet

null

Blog

Dari Jurusan Ilmu Hukum: Ini 7 Profesi Idaman Para Alumninya

Beberapa profesi tertentu menjadi pilihan populer alumni Jurusan Ilmu Hukum.

Jurusan Ilmu Hukum, photo by Sora Shimazaki on pexels

"Kalau kuliahnya di Jurusan Ilmu Hukum, entar kerjanya jadi pengacara." Jujur aja deh, Sobat. Apakah pemikiran seperti ini pernah muncul di benakmu? Nggak salah, kok. Memang salah satu prospek karier Sarjana Hukum itu adalah pengacara. Tapi jadi pengacara itu hanyalah salah satu kemungkinan profesi yang dijalani alumni Jurusan Ilmu Hukum.

Masih adakah profesi-profesi lain yang bisa dilakoni oleh Sarjana Hukum? Tentu saja, Sobat! Setelah lulus dari Jurusan Ilmu Hukum nanti, Sobat Pintar berpeluang menekuni profesi-profesi berikut ini.

 

1. Pengacara

Lawyer is probably the most familiar kind of job for a graduate of law school. Seorang pengacara atau advokat dapat bekerja secara perseorangan maupun pada lembaga hukum. Bekerja pada firma hukum biasanya menjadi pilihan fresh graduate yang ingin mengawali dan membangun kariernya.

Terlepas dari tempatnya bekerja, peran pengacara bagi kliennya sangat penting. Pengacaralah yang melayani konsultasi dan membela hak klien, sekaligus melakukan negosiasi dan mengajukan tuntutan secara hukum pada pihak terkait. Klien, dalam hal ini, bisa berupa perusahaan maupun perorangan.

 

2. Jaksa

Jika pengacara adalah profesi di sektor swasta, jaksa adalah profesi dengan status Aparatur Sipil Negara (ASN). Jika seorang pengacara membela kliennya di ruang sidang, jaksa bertindak sebagai pihak penuntut dan menyampaikan dakwaan.

Tapi tugas jaksa tak sebatas berhadapan dengan pengacara saja, Sobat. Pada keadaan dimana seseorang tidak mampu membayar pengacara, jaksa dapat bertindak seperti pengacara sebagai Jaksa Pengacara Negara.

 

3. Hakim

Tak asing dengan profesi hakim bukan, Sobat? Entah melalui siaran persidangan di televisi atau setting ruang sidang di film dan serial, kita dapat dengan mudah menunjukkan di mana posisi hakim. Yes, judges are those who sit in the front part of a court room.

Dari posisinya saja kita sudah bisa melihat peran hakim sebagai pemimpin jalannya persidangan. Hakim juga bertugas membuat keputusan akhir atas kasus yang disidangkan. Begitu pentingnya peran hakim dalam penerapan hukum, dibutuhkan kredibilitas dan integritas yang tinggi untuk menjalani profesi ini.

 

4. Notaris

Setelah lulus kuliah dari Jurusan Ilmu Hukum, Sobat Pintar harus melanjutkan kuliah S2 Kenotariatan agar bisa menjadi seorang notaris. Bagi Sobat yang lebih suka bekerja secara mandiri, profesi ini cukup menarik karena memungkinkanmu untuk membuka praktik sendiri. Saat ini sudah banyak notaris yang membuka kantor pribadi di rumah, bukan?

Jika Sobat Pintar tertarik dengan profesi ini, tugasmu nanti adalah membuat dokumen atau akta tentang suatu ketetapan tertentu seperti pendirian yayasan, kepemilikan tanah, dan lain-lain. Selain membuat akta, seorang notaris juga bertanggung jawab dalam memastikan tanggal akta dibuat hingga menyimpan akta, salinan, dan kutipannya.

 

5. Staf Legal

Staf legal (legal officer) dibutuhkan oleh perusahaan, bank, rumah sakit, start up, maupun lembaga-lembaga yang lain. Pekerjaan staf legal berkaitan dengan persoalan-persoalan hukum maupun kepengurusan berbagai berkas penting seperti surat perjanjian, dokumen aset, kontrak kerja, dan lain-lain.

Peran staf legal sangat penting. Pasalnya, kegiatan perusahaan atau lembaga harus sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku agar kegiatannya dapat berjalan tanpa kendala.

 

6. Staf Kementerian

Ingin bekerja di Kementerian, Sobat? Tak hanya Kemenkumham, tapi BUMN juga membutuhkan staf dengan latar belakang Ilmu Hukum. Manfaatkan kesempatan seleksi atau tes CPNS jika Sobat Pintar tertarik dengan jenjang karier di lembaga pemerintah ini.

 

7. Staf HRD

Ternyata bagian personalia atau HRD tak hanya berisikan lulusan Psikologi, Sobat. Alumni Jurusan Ilmu Hukum juga dibutuhkan di HRD, apapun perusahaannya. Peran mereka dibutuhkan terutama dalam membuat dan melakukan evaluasi peraturan ketenagakerjaan hingga kontrak kerja karyawan.

Sarjana Hukum di bagian HRD juga berperan dalam menguraikan ketentuan hukum yang menyangkut karyawan, seperti asuransi ketenagakerjaan dan kesehatan. Karena berbagai ketentuan yang menyangkut ketenagakerjaan seperti ini diatur dalam undang-undang, staf HRD dengan pengetahuan tentang Hukum yang baik dapat menghindarkan perusahaan dari potensi masalah di kemudian hari.

 

All in all, ternyata prospek kerja Sarjana Hukum memang tak terbatas pada profesi pengacara saja, ya! Dari ketujuh profesi di atas, adakah salah satu yang menarik buatmu, Sobat? Or else, your dream is to become a lawyer someday?

40

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

CssBlog

metablog-web Portlet