redesain-navbar Portlet

Blog

5 Faktor Penyebab Munculnya Rasa Bosan Pada Siswa Saat Belajar

Solusi Mengatasi rasa bosan saat belajar yang harus guru tahu

Foto oleh Thirdman dari Pexels

Pernah melihat siswa lesu, tidak bersemangat, sering membuat ulah di kelas, atau prestasi terus menerus mengalami penurunan? Bisa jadi ini adalah gejala-gejala siswa sedang merasa bosan saat belajar. Hal seperti ini jangan dibiarkan ya Guru Pintar! Kebosanan atau kejenuhan saat belajar dapat menyebabkan siswa mengalami kesulitan belajar, lho.

Di dalam kamus besar Bahasa Indonesia, kata bosan diartikan sebagai sudah tidak suka lagi karena sudah terlalu sering atau banyak. Kata bosan memiliki sinonim yaitu jenuh atau jemu. Jenuh secara harfiah artinya padat atau penuh sehingga tidak mampu lagi memuat apapun. Di saat seorang siswa merasa bosan atau jenuh dalam belajar, ia akan merasa telah menya-nyiakan waktunya. Mengapa? Karena ia telah menghabiskan waktu tertentu untuk mempelajari sesuatu, tetapi tidak mendapatkan hasil yang maksimal. Siswa yang sedang dalam keadaan bosan atau jenuh, sistem akalnya tak dapat bekerja sebagaimana yang diharapkan dalam memproses informasi-informasi atau pengalaman baru. Akibatnya mereka tidak menunjukkan kemajuan belajar yang signifikan alias “jalan di tempat”.

Kejenuhan dalam belajar dapat menyebabkan siswa kehilangan motivasi belajar. Berbahaya sekali, bukan? Oleh karena itu Guru Pintar harus jeli melihat gejala-gejala kejenuhan belajar yang melanda siswa. Setelah itu coba cari tahu penyebab bosan belajar yang sedang dialami siswa sehingga dan segera temukan jalan keluarnya. Berikut ini adalah faktor penyebab malas belajar yang kerap terjadi pada siswa:

1. Kegiatan belajar yang monoton

Faktor Penyebab Munculnya Rasa Bosan Pada Siswa Saat Belajar
Foto oleh Pavel Danilyuk dari Pexels

Faktor malas belajar yang menjadikan siswa kehilangan semangat adalah kegiatan belajar yang monoton. Jika Guru Pintar hanya mengaplikan strategi belajar yang sama, metode belajar yang sama, atau media pembelajaran yang sama dalam kurun waktu yang lama, maka siswa akan cepat merasa bosan. Tidak ada lagi rasa penasaran yang membuat siswa antusias belajar.

Bagaimana solusinya? Tentu saja Guru Pintar harus merancang kegiatan pembelajaran yang bervariasi. Jangan menggunakan satu hal secara beruntun dalam waktu yang lama. Sisipkan games-games yang menyenangkan dan dapat membangkitkan gairah belajar siswa. Jika siswa merasa senang, mereka akan memproduksi hormone dopamine yang membuat siswa senang dan ketagihan untuk belajar.

2. Tidak mengetahui tujuan belajar

Bosan belajar di kelas dapat terjadi jika siswa tidak mengetahui tujuannya belajar. Banyak siswa pergi sekolah adalah sebuah rutinitas tanpa memiliki tujuan yang jelas mengapa mereka harus pergi ke sekolah. Hal ini membuat siswa ke sekolah hanya raganya saja. Tidak ada makna dari pembelajaran di kelas yang membekas dalam sanubarinya. Lama kelamaan hal ini membuat anak mengalami kendala dalam belajar atau bahkan tidak mau belajar sama sekali.

Supaya siswa bersemangat dan memiliki motivasi dalam belajar, Guru Pintar dapat memberitahukan pada siswa tujuan mempelajari materi yang diajarkan. Kaitkan hal-hal yang dipelajari di kelas dengan kehidupan nyata sehingga siswa tidak hanya memiliki gambaran abstrak mengenai pembelajaran. Berikan motivasi yang membuat siswa merasa membutuhkan belajar dengan menceritakan kisah-kisah orang sukses atau kisah inspiratif yang dapat membangkitkan keinginan siswa untuk belajar dan mencapai kesuksesan dalam hidupnya dengan belajar giat.

3. Kurangnya Tantangan


Foto oleh Vanessa Loring dari Pexels

Penyebab kejenuhan dalam belajar lainnya adalah kurangnya atau tidak adanya tantangan dalam belajar. Misalnya Siswa hanya mendengarkan ceramah atau menjawab soal-soal yang jawabannya ada di dalam buku.  Hal ini membuat siswa tidak memiliki target pencapaian yang dapat membuat mereka melakukan effort khusus.

Cara mengatasi kejenuhan dalam belajar yang ampuh untuk kasus ini adalah dengan selalu memberikan kegiatan belajar yang menantang siswa.  Tahukah Guru Pintar bahwa siswa akan lebih fokus ketika merasa tertantang? Hal ini disebabkan hormone Noradrenaline yang akan diproduksi saat  seseorang merasa terancam atau tertantang. Berikan kegiatan belajar yang berjenjang sehingga siswa tidak merasa kegiatan belajar yang dialaminya datar-datar saja.

4. Kelelahan/keletihan yang berlebihan

Dalam bukunya The Psychology of Learning, Cross (1974) menuliskan ada tiga macam kelelahan/keletihan yang membuat siswa merasa malas/bosan belajar. Tiga macam keletihan yang mungkin dialami siswa adalah keletihan indera siswa, keletihan fisik siswa, dan keletihan mental siswa.

kelelahan fisik dan kelelahan indera lebih mudah diatasi daripada kelelahan mental. Kelelahan fisik dan indera dapat diatasi dengan memberikan waktu kepada siswa untuk beristirahat cukup dan menganjurkan mereka untuk mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi. Kelelahan mental membutuhkan pendekatan-pendekatan khusus supaya dapat teratasi. Guru Pintar dapat berkolaborasi dengan orang tua dan juga guru BK untuk membantu siswa yang mengalami kelelahan mental. Hal ini jangan dibiarkan berlarut-larut. Jika gejala kelelahan mental terlihat, segera lakukan tindakan supaya tidak terjadi hal fatal yang tidak diinginkan.

5. Lingkungan belajar yang tidak kondusif


Foto oleh Max Fischer dari Pexels

Faktor lingkungan ternyata juga sangaat mempengaruhi motivasi siswa dalam belajar. Lingkungan yang tidak kondusif misalnya tata ruang kelas yang monoton, tidak memiliki hiasan-hiasan atau dekorasi yang menarik, pencahayaan kurang, sirkulasi udara tidak baik, atau berisik.

Solusi untuk masalah ini adalah dengan selalu berusaha membuat lingkungan siswa belajar di sekolah nyaman dan menyenangkan. Ubah tata letak benda-benda di kelas secara berkala. Libatkan siswa dalam mendekorasi ruangan misalnya dengan menempelkan karya-karya yang telah dibuatnya di kelas. Pastikan sirkulasi udara dan tata cahaya dalam ruangan kelas cukup baik untuk belajar. Jauhkan sumber-sumber suara yang dapat membuat kegiatan belajar mengajar terganggu dengan membuat kesepakatan bersama siswa.

Jika siswa memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar, maka tidak akan sulit untuk mewujudkan tujuan pembelajaran. Begitu pula sebaliknya, jika siswa merasa bosan atau jenuh dalam belajar, maka kegiatan belajar akan mengalami kendala dan tujuan belajar akan sangat sulit dicapai. Yuk Guru Pintar, pastikan selalu siswa senang dalam belajar, ya!

20

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

CssBlog

metablog-web Portlet