redesain-navbar Portlet

null

Blog

Kepoin Profesi dan Jurusan: Desain Komunikasi Visual

Dari kuliah sampai kerja, semua tentang DKV dibahas tuntas di Kepoin Profesi dan Jurusan.

Desain Komunikasi Visual, Photo by Neven Krcmarek on Unsplash

Kepoin Profesi dan Jurusan Aku Pintar yang terbaru ngebahas tentang Desain Komunikasi Visual nih, Sobat. Jurusan yang lebih dikenal dengan singkatannya, DKV, ini banyak juga peminatnya, lho. Tapi bakalan kayak apa sih, kuliahnya? Prospek kerjanya juga seperti apa? Nah, kepoin bareng-bareng, kuy!

 

Kuliah DKV Seperti Apa?


Photo by Alice Dietrich on Unsplash

Kak Pebri ngobrolin tentang DKV di IG Live @akupintar.id pada Kamis, 19 Agustus 2021, langsung dengan dosen Prodi Desain Komunikasi Visual Matana University, Bapak FX Damarjati, M.Sn. Beliau menjelaskan, DKV merupakan salah satu cabang seni rupa. Apa yang dipelajari selama kuliah merupakan visualisasi konten, seperti motion graphic ataupun infografis. Konten yang dimuat ditujukan untuk keperluan bisnis, iklan layanan masyarakat, kampanye, maupun kebutuhan masyarakat yang lain di berbagai bidang. Di bidang pendidikan, misalnya, buku tebal disarikan menjadi visual dengan story telling yang menarik sehingga mudah dipahami.

Bagaimana kalau Sobat Pintar merasa tak punya jiwa seni? Apakah jurusan ini bakal cocok buatmu? Nah, Bapak Damarjati menjelaskan bahwa kurikulum Prodi Desain Komunikasi Visual Matana University dirancang untuk membekalimu dengan dasar seni rupa pada semester I sampai semester II. Mahasiswa Prodi DKV Matana University belajar menggambar bentuk, menggambar orang, studi warna, ilustrasi, dan semua dasar seni rupa yang lain. Pada semester berikutnya, mahasiswa DKV dapat memilih konsentrasi yang diinginkan, apakah Desain Grafis, Fotografi dan Videografi, atau Desain Ilustrasi.

Salah satu keunggulan Prodi DKV Matana University adalah kurikulumnya yang menyiapkan mahasiswa untuk bekerja atau membuka usaha sendiri, bahkan sebelum lulus kuliah. Di semester IV, misalnya, mahasiswa DKV sudah bisa bekerja freelance dan mendapatkan penghasilan sendiri. Selain mematangkan diri di bidang desain selama kuliah, mahasiswa DKV juga dapat membangun portofolionya yang kemudian digunakan sebagai alat untuk mempertunjukkan kompetensi dirinya di pasar kerja.

 

Kerja di Bidang DKV Seperti Apa?


Photo by Domenico Loia on Unsplash

Lulusan DKV, Bapak Damarjati menjelaskan, biasanya menjadi desainer grafis junior selama satu hingga dua tahun di agensi. Untuk menjadi desainer grafis senior, biasanya tak butuh waktu lebih dari lima tahun. Jenjang karier di agensi berikutnya adalah menjadi art director, kemudian creative director. Berbeda dengan perusahaan yang membuka lowongan desainer grafis. Kariernya cenderung tetap sebagai desainer grafis, atau belajar banyak hal lagi untuk menjadi marketing director.

Bapak Damarjati berujar, tak sedikit lulusan Prodi DKV Matana University yang kemudian membuka agensi sendiri dengan modal patungan.  Mereka lebih dewasa dalam berkarya karena terlibat langsung sedari mencari klien, brainstorming, hingga hasil akhir.

Kak Kevin Winata, S.Ds., Art & Graphic Director PT Arana Creative, juga berbagi kisah tentang prospek kerja DKV, Kak Kevin menekankan problem solving sebagai inti dari pekerjaan di bidang ini. Dari ide yang disampaikan oleh klien, seperti kampanye anti korupsi atau penanggulangan sampah di laut, Kak Kevin mencari solusi bagaimana agar ajakan, informasi, atau pesan tersebut dapat tersampaikan melalui visualisasi yang dapat diterima oleh khalayak umum. Konsep problem solving ini berlaku di berbagai bidang, seperti IT maupun manajemen.

Dunia desain di masa digital seperti sekarang, menurut Kak Kevin, seperti dua sisi mata uang. Pada satu sisi, semua yang serba digital sebenarnya memudahkan. Di sisi lain, orang cenderung meremehkan desain karena banyaknya platform dan template desain yang tersedia saat ini. Akibatnya, peran desainer grafis menjadi diremehkan. Padahal, menurut Kak Kevin, peran desain grafis sebagai problem solver tak dapat diberikan melalui platform maupun template. Ada pesan yang disampaikan melalui sebuah desain visual, "Bukan sekedar template," ujar beliau.

Kak Kevin sendiri punya cerita menarik, Sobat. Beliau sebenarnya bukan peminum kopi, tak suka bergadang, dan kurang nyaman berkomunikasi dengan orang. Ternyata semua berubah setelah Kak Kevin kuliah DKV. Beliau menghabiskan waktu pagi hingga sore untuk bertemu klien atau brainstorming konsep desain, kemudian mulai mengerjakan desain setelah malam tiba. Perkuliahan yang mengharuskan beliau mengutarakan konsep desain kepada dosen melatih skill berbicara Kak Kevin sehingga sekarang tak canggung lagi setelah berada di dunia kerja.

Sebelum menutup Kepoin Profesi dan Jurusan, Kak Pebri menanyakan pendapat Kak Kevin tentang pentingnya Sobat Pintar menemukan potensi diri sedini mungkin. Selain menemukan potensi diri, Kak Kevin berpesan agar kita dapat membedakan apa yang kita bisa dan apa yang kita mau. Kalau tahu apa yang kita mau, tanpa disuruh belajar pun kita akan belajar sendiri. Setelah masuk kuliah, kita sendiri yang akan menjalani ujian, mengerjakan skripsi, dan bekerja. "Masuk kuliah tandanya dewasa. Apa yang kita pilih, kita harus bertanggung jawab," pesan Kak Kevin.

Pengin nggak sih, Sobat, percaya diri kayak Kak Kevin? Pengin tau gimana Kak Kevin dulu memutuskan untuk kuliah DKV padahal jago Matematika, Fisika, dan Kimia? Sobat Pintar ingin kuliah DKV tapi merasa belum terlalu mahir menggambar? Apa itu art block dan bagaimana mengatasinya? Simak selengkapnya perbincangan Kak Pebri dengan Bapak Damarjati dan Kak Kevin di IG TV Aku Pintar.

30

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

CssBlog

metablog-web Portlet