redesain-navbar Portlet

null

Blog

Kepoin Profesi dan Jurusan: Perawat

Ketahui prospek dan nilai profesi pilihan sebelum menentukan jurusan kuliah.

Perawat, photo by Bofu Shaw on Unsplash

Kepoin Profesi dan Jurusan hadir lagi di IG Live akupintar.id. Apa yang kita kepoin kali ini? Profesi perawat, Sobat! Nah, Sobat Pintar yang ingin kuliah Ilmu Keperawatan pasti ingin tahu lebih banyak tentang seluk beluk perkuliahan dan prospek profesi ini, bukan?

Kepoin Profesi dan Jurusan pada 30 Desember 2020 dipandu oleh Kak Lutvianto Pebri, CEO Aku Pintar, dan menghadirkan dua narasumber. Narasumber pertama yaitu Bapak Harif Fadhillah SKp., SH., M.Kep., MH selaku Ketua Umum DPP PPNI (Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia). Narasumber kedua adalah Bapak Kusman Ibrahim, S.Kp., MNS., PhD selaku Kepala Departemen Keperawatan Medikal Bedah Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran.

 

Berawal dari Cita-Cita Mulia

Photo by voltamax on Pixabay

Kepoin Profesi dan Jurusan diawali dengan kisah Bapak Harif yang terinspirasi oleh mantri yang bertugas di tempat asal beliau, di Lampung. Warga yang membutuhkan bantuan mencari mantri ke rumah, dan tak jarang mantri mendatangi pasien ke rumah.

Bagi Bapak Harif, profesi mantri memiliki value dengan kebermanfaatannya bagi banyak orang sehingga beliau pun ingin menjadi mantri. Namun kala itu pendidikan mantri ditempuh pada tingkat SMA – tingkat pendidikan yang tengah dijalani Bapak Harif. Maka setelah lulus SMA, beliau mengikuti Sipenmaru (sekarang SBMPTN) dan mendaftar di PTS untuk kuliah Keperawatan.

Ketika Kak Pebri bertanya tentang prospek kerja perawat, Bapak Harif menjelaskan bahwa profesi perawat sekarang merupakan profesi mandiri, berdiri sendiri dengan judgment dan ilmu sendiri. Meskipun begitu, perawat menghadapi klien yang sama dengan dokter, yaitu pasien.

Lebih lanjut, Bapak Harif menguraikan tentang jalur karier perawat. Perawat dengan status PNS dapat mencapai golongan 4E, sedangkan karier perawat di sektor swasta menyesuaikan dengan keahlian khusus yang dimilikinya.

Misalnya, perawat dengan keahlian ICU dan hemodialisa sangat dibutuhkan saat pandemi seperti sekarang. Di saat pandemi, peran perawat dibutuhkan sedari tahap pendaftaran pasien, masuk UGD, triase, sampai penyuluhan saat pasien bersiap pulang.

Selain di rumah sakit, profesi perawat juga dibutuhkan di puskesmas untuk turut serta melakukan surveillance, pendataan, hingga edukasi masyarakat. Perawat pun dibutuhkan di Kantor Kesehatan Pelabuhan maupun bandara.

Bahkan, prospek karier perawat tidak terbatas di dalam negeri saja. Perawat dari Indonesia saat ini dibutuhkan pula di luar negeri, seperti di Jepang maupun negara-negara di kawasan Timur Tengah. Penghasilannya sangat memadai, mencapai hingga puluhan juta rupiah. Peluang kerja ini menunjukkan bahwa perawat Indonesia memiliki kompetensi yang cukup tinggi.

Kemudian, Kak Pebri menyampaikan pertanyaan yang menarik, "Apakah profesi perawat hanya untuk wanita?" Bapak Harif menjelaskan bahwa tokoh-tokoh perawat dunia memang wanita, seperti Florence Nightingale ataupun Rufaidah Al-Anshariyah. Hal ini didasari oleh mother instinct yang melekat pada wanita.

Padahal, sifat welas asih dan caring sebenarnya ada pada semua gender. Bahkan di Indonesia, persentase perawat laki-laki mencapai 20% lebih ketika negara-negara tetangga hanya berada pada angka 10%-an.

 

Kuliah Ilmu Keperawatan di Universitas Padjadjaran

Photo by Mufid Majnun on Unsplash

Setelah mengupas tuntas tentang profesi perawat, selanjutnya Kak Pebri bertanya tentang perkuliahan Keperawatan kepada Bapak Kusman. Beliau menjelaskan bahwa Keperawatan di tingkat pendidikan tinggi berada pada rumpun Saintek/ IPA.

Keperawatan sendiri merupakan ilmu untuk memahami manusia, tentang apa yang terjadi dalam tubuh, jiwa, dan lingkungan saat sedang sakit dan sehat. Ilmu Keperawatan menggabungkan ilmu eksak/ saintek dasar dengan sosial. Ilmu-ilmu eksak misalnya Biologi, Fisika Dasar, Kimia, dan lain-lain yang berfungsi untuk memahami tubuh. Sedangkan ilmu sosial dibutuhkan untuk memahami bagaimana manusia berperilaku, berinteraksi, berbudaya, dan membentuk komunitas. Kedua ranah ilmu tersebut menopang Ilmu Keperawatan.

Ditanya tentang kompetensi dan karakter calon mahasiswa Ilmu Keperawatan, Bapak Kusman menjawab bahwa profesi perawat akan menghadapi manusia yang sakit, yang cenderung mengalami perubahan fisik dan emosi.

Oleh sebab itulah, perawat dibekali kesiapan untuk memahami pasien. Tak hanya mengandalkan keterampilan tangan (hard skills) seperti memasang infus atau merawat luka denggan baik, tapi perawat juga harus mampu mengolah emosinya sendiri karena harus siap menerima keluh kesah pasien ketika dirinya pribadi sedang menghadapi masalah. Penting bagi perawat untuk memiliki soft skills dalam bekerja, dengan bersikap sabar, telaten, peduli, peka, dapat berkomunikasi dengan baik, bahkan dapat membesarkan hati pasien.

Berkaitan dengan karakter introvert atau ekstrovert, Bapak Kusman menjelaskan bahwa asesmen dapat membantu mengarahkan kerja perawat. Misalnya, perawat di kamar operasi tidak butuh banyak bicara. Sedangkan pasien yang mulai sadar pasca operasi membutuhkan perawat yang komunikatif.

Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Padjadjaran sendiri adalah yang tertua kedua setelah Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Berdiri pada tahun 1994, Ilmu Keperawatan Universitas Padjadjaran telah meluluskan lebih dari 2500 alumni. Mereka saat ini bekerja tak hanya di Indonesia, tapi juga di luar negeri seperti di Jepang maupun negara-negara di Timur Tengah dan Eropa.

Selain jejaring yang begitu luas, prestasi mahasiswa Ilmu Keperawatan Universitas Padjadjaran pun sangat cemerlang. Jurusan ini mendukung mahasiswa berprestasi dan mengembangkan potensi diri sampai di tingkat internasional, misalnya di Model United Nations 2019 dan London International Model United Nations 2020.

Universitas Padjadjaran memang menyiapkan mahasiswa Ilmu Keperawatan untuk menjadi pemimpin dengan mengikuti berbagai kompetisi, seperti konvensi internasional, karya tulis ilmiah, dan lain-lain. Bahkan, prestasi mahasiswa Ilmu Keperawatan menjadi yang terbaik di tingkat fakultas.

Universitas Padjadjaran sendiri merupakan salah satu kampus negeri favorit nasional selama enam tahun berturut-turut. Sementara itu, Peringkat Universitas Padjadjaran di dunia berada pada posisi 600-700.

Baru-baru ini, tepatnya pada tahun 2019-2020, Universitas Padjadjaran berada di urutan ke-5 pada peminat Saintek terbanyak. Bahkan, pendaftar SNMPTN dan SBMPTN di Universitas Padjadjaran mencapai rata-rata 4000 orang.

Jika Program D3 dan D4 dijumpai di Poltekkes, Universitas Padjadjaran memiliki Program S1 Ilmu Keperawatan, Program Profesi Ners (satu tahun setelah S1), dan Program Magister Ilmu Keperawatan (Medikal Bedah, Perawatan Anak, Maternitas, Jiwa, dan Komunitas). Program S3 saat ini masih bergabung dengan Fakultas Kedokteran. Terkini, Universitas Padjadjaran tengah menyiapkan Program Spesialis Keperawatan.

 

Q&A Kepoin Profesi dan Jurusan

Photo by sasint on Pixabay

Pada sesi Q&A, Kak Pebri membacakan tiga pertanyaan dari Sobat Pintar. Pertanyaan pertama, apakah anak IPS bisa kuliah di Jurusan Keperawatan?

Jika Sobat Pintar mengikuti SNMPTN atau SBMPTN, maka harus mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh panitia seleksi (LTMPT). Di PTN, Ilmu Keperawatan berada dalam kelompok Saintek sehingga yang diutamakan adalah lulusan dari kelas IPA.

Bapak Kusman menyampaikan bahwa ada anak SMK yang lolos seleksi setelah mengikuti penyetaraan dari sekolahnya. Saran beliau, ikuti saja SBMPTN dan ketentuannya. Bisa saja Sobat Pintar masuk Ilmu Keperawatan asalkan lolos tesnya (UTBK).

Pertanyaan kedua tentang peluang kerja. Manakah yang lebih besar peluang kerjanya, alumni Program D3 atau S1?

Perlu Sobat ketahui, untuk menjadi perawat kita harus kuliah lagi di Program Profesi Ners setelah lulus S1 Ilmu Keperawatan. Peluang kerja untuk Ners saat ini dibutuhkan di sektor swasta dan negeri (PNS). Beberapa negara di Timur Tengah Seperti Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait telah menaikkan standar pendidikan perawat yang setara dengan Program Profesi Ners di Indonesia.

Sementara itu, alumni Akademi Keperawatan masih tetap dibutuhkan karena pelayanan di rumah sakit masih ada yang berorientasi teknikal. Untuk itu, alumni Sekolah Vokasi tetap dibutuhkan.

Pertanyaan ketiga cukup menarik, Sobat. Jika perawat ingin menjadi dokter, apakah mengulang kuliah di Jurusan Kedokteran atau adakah jalur lain yang bisa ditempuh? Ingin tahu jawabannya? Jika tertinggal mengikuti IG Live Kepoin Profesi dan Jurusan episode Perawat, Sobat Pintar bisa mengikutinya di IG TV @akupintar.id.

 

Kuliah di Jurusan yang Sesuai Minat dan Menjalani Profesi yang Bernilai

Photo by Karolina Grabowska on Pexels

Menutup Kepoin Profesi dan Jurusan, Bapak Harif menyemangati Sobat Pintar agar terus belajar demi masa depan. Masih sangat terbuka kesempatan menjadi perawat karena profesi ini selalu dibutuhkan. Menjadi perawat tak hanya dapat menolong diri sendiri, namun juga bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat. Di situlah value suatu pekerjaan menjadi penting.

Bapak Harif sendiri melayani pasien secara langsung selama 25 tahun. Bagi beliau, yang meninggalkan kesan mendalam dari pekerjaan sebagai perawat adalah ketika pasien menunggu kehadiran beliau untuk tindakan tertentu seperti suntikan, bahkan untuk makan sekalipun. Apresiasi seperti itu menunjukkan tolok ukur keberhasilan profesi perawat.

Akan tetapi, Bapak Harif melanjutkan, jangan kesampingkan minat. Penting untuk mengerti potensi diri sedini mungkin agar merasa yakin dengan apa yang ingin dicapai di masa datang. Jangan sampai setelah kuliah 4-5 tahun, kemudian profesi yang dijalani berbeda. Menurut beliau, sayang bila membuang tahun-tahun kuliah. Jadi, lebih baik bila pilihan kuliah dan profesinya linier.

Bapak Kusman juga berpesan agar Sobat Pintar mempersiapkan masa depan dengan bersungguh-sungguh. Di era teknologi informasi seperti sekarang, kita mudah mengakses berbagai sumber informasi. Persiapkan masa depan dengan pengetahuan yang cukup. Kadang kita tergiur dan silau dengan keberhasilan orang lain. Namun sejatinya kita akan bahagia dengan pilihan diri sendiri.

Kuliah Ilmu Keperawatan berarti kita belajar tentang diri sendiri dan orang lain. Perawat itu pekerjaan yang mulia karena menyelamatkan satu nyawa seperti menyelamatkan banyak orang.

130

More Blog Entries

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

CssBlog

metablog-web Portlet