Mau Jadi Apoteker? Seperti Ini Karir dan Pendidikannya
APSiswaNavbarV2
Tesssss Tesssss
CssBlog
redesain-navbar Portlet
metablog-web Portlet
Blog
Photo by Edward Jenner on Pexels
Jurusan Farmasi itu salah satu jurusan favoritnya anak IPA. Udah fiks no debat lah ya, Sobat Pintar. Namun jika ditanya kenapa kamu pengin kuliah Farmasi, jawabanmu apa, sih?
Apakah kamu pengin kuliah Farmasi karena teman-temanmu juga mau kuliah di situ? Atau kamu pengin jadi apoteker? Tunggu dulu, emangnya cara menjadi apoteker itu adalah dengan kuliah Farmasi?
Â
Photo by Gustavo Fring on Pexels
Kalau pernah disuruh Mamah ke apotek, mungkin kamu pernah bertemu dengan seorang apoteker. Iya dong, apoteker adalah orang yang bekerja di apotek. Eh, bener gitu ga, sih?
Kalau dari pengertiannya menurut KBBI, apoteker adalah seorang ahli dalam ilmu obat-obatan ataupun orang yang berwenang membuat obat untuk dijual. Pekerjaan apoteker meliputi menyimpan, menyediakan, dan menggunakan obat. Menjelaskan kepada pasien tentang efek samping obat juga menjadi bagian dari tugas apoteker.
Lebih dari itu, seseorang dengan profesi apoteker memiliki kewenangan untuk membuat resep obat berdasarkan saran dokter. Apoteker juga dapat mengganti resep obat paten dari dokter dengan obat generik yang memiliki komponen aktif sama. Tentunya peggantian tersebut dilakukan dengan persetujuan dokter dan/atau pasien.
Penting banget kan, peran seorang apoteker? Bahkan seandainya terdapat kekeliruan penulisan resep, adalah tugas apoteker untuk mengklarifikasinya kepada dokter. Tindakan ini terhitung menyelamatkan hidup pasien loh, Sobat.
Dengan pengetahuan dan keahliannya, apoteker memiliki peran besar dalam pencegahan penyalahgunaan obat. Sudah menjadi tugas apoteker untuk menganjurkan agar seseorang urung membeli antibiotik dalam jumlah banyak tanpa resep dokter, misalnya.
Bukan pekerjaan kaleng-kaleng nih, Sobat. Lantas, berapa gaji seorang apoteker? Untuk beban dan tanggung jawab pekerjaan tersebut, kisaran gaji apoteker saat ini dimulai dari angka Rp2 jutaan sampai Rp7 jutaan per bulan.
Kisaran gaji apoteker di atas tentu terkait dengan pengalaman, jenjang karier, dan tempat kerja. Pada umumnya, karier profesi apoteker diawali dengan menjadi product specialist, kemudian menjadi logistic executive. Pada jenjang berikutnya, seorang apoteker bisa menjadi tax and treasure manager, retail key account manager, area sales manager, atau product manager. Jenjang karier ini tentu tergantung dari besar kecilnya perusahaan tempatnya bekerja.
Beda lagi dengan jenjang karier profesi apoteker yang berstatus ASN, Sobat Pintar. Pelaksanaan tugas jabatan apoteker ASN diatur dalam Permenpan RB Nomor 13 Tahun 2021. Secara garis besar, urutan jenjang jabatan fungsional apoteker ASN adalah Apoteker Pertama, Apoteker Muda, Apoteker Madya, dan Apoteker Utama. Apoteker rumah sakit pemerintah daerah biasanya berstatus ASN.
Selain di rumah sakit, apoteker biasanya bekerja dimana? Berbagai jenjang karier profesi apoteker di atas dapat dijumpai di apotek, puskesmas, hingga klinik kecantikan. Bahkan, Sarjana Farmasi Apoteker juga bisa menjadi entrepreneur, Sobat Pintar! Kamu bisa sebut nama? Iya, salah satunya adalah Nurhayati Subakat, pendiri dan Komisaris Utama PT Paragon Technology and Innovation. Kamu mungkin sudah kenal beberapa produknya, seperti Emina atau Wardah.
Photo by RODNAE Productions on Pexels
Kesuksesan Nurhayati Subakat membesarkan usahanya memang sangat inspiratif. Apalagi dengan latar belakang pendidikan beliau, kita mendapatkan contoh dan jawaban real bila ada yang nanyea, "Jurusan apoteker bisa jadi apa?"
Nah, buat kalian yang memang ingin kuliah di jurusan apoteker – disclaimer, enggak ada jurusan apoteker, ya – persiapkan diri sebaik-baiknya. Ada beberapa tahap cara menjadi apoteker yang harus kamu ikuti. Pertama-tama, kuliahnya pilih di Jurusan Farmasi – yang terkenal dengan keketatan masuk cukup tinggi. Kamu juga bisa memilih kuliah Farmasi pada Program D3 atau D4, kemudian melakukan alih jenjang ke S1 bila memungkinkan.
Setelah lulus kuliah kamu akan mendapatkan gelar Sarjana Farmasi (S.Farm) atau Sarjana Sains (S.Si). Eitts, kamu enggak bisa serta-merta menjadi apoteker setelah lulus kuliah, loh! Kamu harus mengikuti Program atau Pendidikan Profesi Apoteker terlebih dahulu selama satu tahun. Setelah mendapatkan gelar Apt. di belakang namamu, baru deh kamu bisa menjalani profesi apoteker.
ArtikelTerkaitV3
Misteri Banjir di Dataran Tinggi: Kok Bisa Ya, Sobat Pintar?
Belakangan ini, Kota Malang yang terkenal dengan udara sejuk dan pemandangan pegunungannya justru dilanda banjir. Wah, padahal kan Malang itu dataran tinggi, kok bisa kebanjiran? Nah, biar nggak penasaran, yuk kita kupas tuntas alasan di balik fenomena in...
Baca Selengkapnya
LPG vs DME: Kompor di Rumah Harus Dimodifikasi atau Bisa Lan
Wacana Pemerintah: LPG Bakal Diganti DME, Apa Bedanya? Sobat Pintar, pemerintah sedang gencar mendorong penggunaan Dimethyl Ether (DME) sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk mengurangi impor energi. Tapi, apa benar kompor LPG di rumah bis...
China Bangun Pabrik Kelapa di Morowali: Ini Peluang Emas bua
Sobat Pintar, baru-baru ini viral kabar tentang rencana pembangunan pabrik kelapa oleh investor asal China di Morowali. Kabar ini bukan cuma penting buat dunia bisnis, tapi juga buat kita yang masih duduk di bangku sekolah atau kuliah. Kenapa? Karena ini ...
Hai Sobat Pintar,
Yuk Cobain Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!
Jutaan siswa sudah menemukan minat, bakat dan kampus impian bersama Aku Pintar. Sekarang giliran kamu Sobat!
BannerPromoBlog