redesain-navbar Portlet

null

Blog

Memahami Teks Eksplanasi Budaya: Fenomena Korean Wave di Tengah Pandemi Covid-19

Teks eksplanasi tidak hanya digunakan untuk menjelaskan bagaimana terjadinya suatu peristiwa seperti banjir, gempa, atau tanah longsor, tetapi juga tentang fenomena yang ada di sekitar kita termasuk fenomena budaya.

Pada artikel kali ini akan dibahas mengenai konsep, ciri-ciri, struktur, dan contoh dari teks eksplanasi. Oh iya, materi lengkap tentang teks eksplanasi juga bisa kalian dapatkan di fitur Belajar Pintar, ya!

Sebelumnya, kalian masih ingat gak, apa itu teks eksplanasi? Teks eksplanasi adalah teks yang membahas tentang proses ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’ kejadian-kejadian alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya dapat terjadi.

 

Teks Eksplanasi

Eksplanasi berasal dari Bahasa Inggris yang berarti tindakan menerangkan atau menjelaskan. Teks eksplanasi tidak hanya digunakan untuk menjelaskan atau membahas tentang proses kejadian alam seperti bagaimana musibah banjir atau gempa bisa terjadi, tetapi juga bagaimana proses kejadian ilmu pengetahuan, sosial, budaya, dan lain sebagainya terjadi di sekitar kita. Sebab, semua kejadian itu selalu memiliki hubungan sebab akibat dan proses.

Teks eksplanasi berbeda dengan teks lainnya. Hal ini dapat dilihat melalui ciri-ciri yang dimiliki teks eksplanasi.

 

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi

Berikut adalah ciri-ciri yang membedakan teks eksplanasi dengan teks lainnya:

- Informasi yang dimuat berupa fakta

- Hal yang dibahas bersifat keilmuan atau berhubungan dengan ilmu pengetahuan

- Sifatnya informatif, tidak berusaha memengaruhi pembaca untuk percaya terhadap hal yang dibahas

- Menggunakan kata penanda urutan (kronologis).

 

Struktur Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi dibangun atas beberapa struktur yang terdiri dari pernyataan umum, lalu dilanjutkan dengan urutan sebab akibat, dan diakhiri dengan interpretasi. Untuk lebih memahami lagi mengenai struktur tersebut, langsung saja yuk, simak uraian di bawah ini

Pernyataan Umum

Di bagian pernyataan umum ini, sebuah teks eksplanasi menjelaskan tentang gambaran umum fenomena atau peristiwa yang akan dibahas. Poinnya bisa mengangkat tentang proses bagaimana fenomena atau peristiwa tersebut bisa terjadi.

Urutan Sebab akibat

Setelah mengetahui secara umum fenomena yang akan dibahas, pada bagian ini dijelaskan tentang penyebab dan akibat yang ditimbulkan dari fenomena tersebut. Sobat bisa melakukan deskripsi dalam beberapa paragraf terkait sebab dan akibatnya. Bagian ini disebut juga dengan deretan penjelas.

Interpretasi

Interpretasi dalam teks eksplanasi disebut juga dengan penarikan kesimpulan. Sobat bisa memberikan tanggapan atau pernyataan terkait fenomena yang diangkat dalam teks tersebut.

 

Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi

Kaidah kebahasaan adalah aturan bahasa yang digunakan dalam menulis teks eksplanasi.

Fokus Pada Hal Umum (Generik)

Teks eksplanasi menjelaskan suatu hal secara umum dan keseluruhan. Contohnya ketika menjelaskan tentang banjir, maka yang dijabarkan adalah bagaimana proses terjadinya banjir, penyebab, dan akibat dari bencana tersebut.

Kalimat Fakta dan Dimungkinkan Penggunaan Istilah Ilmiah

Informasi yang terkandung dalam teks eksplanasi merupakan peristiwa yang benar-benar terjadi. Fakta berfungsi untuk menguatkan kebenaran dan hubungan kausalitas yang terpapar dalam tulisan. Jika memungkinkan, penulis juga dapat menggunakan istilah ilmiah.

Menggunakan Kalimat Pasif

Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai suatu perbuatan atau aktivitas. Kalimat pasif biasanya diawali oleh awalan ter- atau di-.

Menggunakan Konjungsi Waktu dan Kausal

Konjungsi merupakan kata penghubung untuk kata, frasa, klausa, kalimat, dan paragraf. Teks eksplanasi umumnya menggunakan konjungsi waktu dan kausal. Konjungsi kausal adalah kata hubung yang menunjukkan sebab akibat. Contoh konjungsi kausal adalah maka, kalau, karena, jika, bila, oleh sebab itu, dan sehingga. Sementara itu, contoh konjungsi waktu adalah ketika, sebelum, sesudah, dan masih banyak lagi.

 

Contoh Teks Eksplanasi

Fenomena Korean Wave di Tengah Pandemi Covid-19

Korean Wave adalah sebutan dari Jjurnalis Tiongkok yang diperuntukkan pada popularitas industri kebudayaan Korea Selatan melalui musik dan drama (Korean Culture and Information Service, 2011). Saat ini, Pandemi Covid-19 memaksa sebagian besar orang untuk tetap di rumah dan bepergian keluar seperlunya saja. Tentu saja beragam konten daring akan dijelajahi, termasuk segala hal yang berbau Korea. Apalagi saat ini, masyarakat di dunia, terutama Indonesia, tengah dilanda demam Korea baik dari segi musik ataupun drama.

Saat ini, Korean Wave menjadi produk budaya populer yang masih dinikmati oleh banyak kalangan. Pendapat kelompok feminis dalam hal ini perlu dibenarkan bahwa budaya populer itu merupakan penjahat sekaligus sumber kenikmatan. Budaya populer dikatakan sebagai penjahat karena secara tidak langsung dapat mengikis budaya asli yang dimiliki oleh suatu kelompok. Saat ini mulai banyak masyarakat yang lebih menikmati menonton Drama Korea dibandingkan dengan sinetron Indonesia. Sedangkan budaya populer sebagai sumber kenikmatan telah membawa masyarakat untuk terus berpusat pada hal tersebut.

Di tengah pandemi covid-19 ini, banyak industri yang terpaksa harus mengalami penurunan sebab tidak bisa berjalan hanya dengan work from home saja, seperti industri pariwisata, maskapai penerbangan, perusahaan manufaktur, hingga UMKM. Namun, industri drama dan musik Korea justru semakin melejit dan populer.

Penyebab

Drama Korea dikenal memiliki kekuatan alur cerita yang menarik hingga mampu membuat banyak penonton baper. Kemampuan tokoh dalam membawakan karakternya juga menjadi penggaet utama penikmat drama Korea. Pandemi covid-19 membuat orang menghabiskan hampir seluruh waktunya di rumah sehingga mereka akan mengeksplor apa saja yang terdapat di media online sebagai hiburan, tidak terkecuali drama Korea. Tidak sedikit pula orang yang awalnya tidak begitu tertarik dengan drama Korea, semenjak pandemi justru mencandui drama Korea.

Penyebaran Korean Wave tidak bisa dipisahkan dari peran media sebagai penyebar informasi yang memopulerkan suatu produk budaya, terutama media daring dan media sosial. Dalam hal ini, media sosial memiliki peran yang lebih besar. Contohnya di Twitter, masyarakat saling bertukar informasi mengenai drama Korea yang menarik dan seru untuk ditonton, berdiskusi mengenai kelanjutan dari suatu drama.

Besarnya pengaruh media sosial dalam memopulerkan suatu produk budaya, dimanfaatkan oleh para agensi Idol K-Pop dan para aktor maupun aktris dalam drama Korea untuk memperluas jaringan dan memberikan pengaruh terhadap masyarakat di dunia. Misalnya, mereka memutuskan untuk membuat konten-konten menghibur bagi fans melalui YouTube. Adanya konten-konten tersebut tentu saja akan meraih atensi dari fans yang tidak dapat bertemu langsung dengan para Idol, apalagi dengan adanya pandemi Covid-19 ini.

Interpretasi

Pandemi Covid-19 justru menjadi berkah bagi para aktor dan idol K-Pop sebab mereka tetap bisa bekerja dengan cara Work From Home melalui pemanfaatan media sosial. Besarnya antusias masyarakat di seluruh dunia, terutama Indonesia, akan drama Korea dan K-Pop dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah para aktor dan kemampuannya dalam membawakan karakter yang dimainkan, sehingga membuat para penontonnya seakan turut merasakan emosi seperti halnya dalam drama tersebut.

(diadaptasi dari  Kumparan.com)

 

Nah, itu tadi Sobat, pembahasan tentang teks eksplanasi. Jangan lupa, kelengkapan materi ini juga bisa Sobat dapatkan di fitur Belajar Pintar,  ya!

 

 

 

Writer: Khusnia

Editor: Deni Purbowati

 

00

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

CssBlog

metablog-web Portlet