CssBlog

redesain-navbar Portlet

metablog-web Portlet

CssBlog

Blog

Mengenal Teori Humanistik Dalam Pembelajaran

Pengertian, manfaat, dan penerapannya di kelas

Foto oleh Mikhail Nilov dari Pexels

Teori belajar humanistik merupakan salah satu teori yang dapat Guru Pintar terapkan di kelas. Teori humanistik menyatakan bahwa manusia berhak mengenali dirinya sendiri sebagai langkah untuk belajar, sehingga diharapkan mampu mencapai aktualisasi diri. Tidak heran jika penganut teori humanistik beranggapan bahwa proses belajar dinilai lebih penting daripada hasil belajar itu sendiri.

Pengertian Teori Belajar Humanistik


Foto oleh Pavel Danilyuk dari Pexels

Ada banyak ahli yang memberikan pengertian tentang teori belajar humanistik. Berikut ini adalah beberapa pengertian teori belajar humanistik menurut para ahli.

Menurut Arthur Combs yang merupakan seorang pendidik sekaligus psikolog asal Ohio, belajar merupakan kegiatan yang bisa dilakukan di mana saja dan menghasilkan sesuatu bagi dirinya. Combs yang merupakan salah satu tokoh yang ikut berperan pada sejarah teori belajar humanistik mengatakan bahwa pada kegiatan belajar, seseorang bahkan guru sekalipun tidak boleh memaksakan sesuatu hal yang tidak disukai oleh individu yang bersangkutan.

Pengertian berikutnya adalah menurut Abraham Maslow. Maslow memiliki pendapat bahwa belajar merupakan serangkaian proses yang harus dilalui untuk mengaktualisasi dirinya. Diharapkan seorang individu dapat memahami dirinya dengan baik pada saat kegiatan belajar. Belajar merupakan sebuah proses untuk mengerti sekaligus memahami siapa diri kita sendiri, bagaimana kita menjadi diri kita sendiri, sampai potensi apa yang ada pada diri kita untuk kita kembangkan ke arah tertentu.

Berikutnya adalah pengertian teori belajar humanistik menurut Carl Rogers. Bagi Rogers, pengalaman seseorang atau individu merupakan fenomena logika yang dialami oleh individu itu sendiri. Rogers juga mengungkapkan pendapat bahwa setiap manusia memiliki kecenderungan untuk mencapai kesempurnaan hidup, membentuk konsep hidup yang unik, dan tingkah lakunya selaras dengan konsep kehidupan yang dimilikinya. Pembelajaran, menurut Rogers, terjadi melalui fenomena hidup atau pengalaman yang dialami setiap orang.

Pada dasarnya, teori belajar humanistik adalah sebuah teori belajar yang memanusiakan manusia. Pembelajaran hendaknya dipusatkan pada pribadi seseorang atau siswa. Teori ini menekankan pada pendidikan yang berfokus pada bagaimana menghasilkan sesuatu yang efektif, bagaimana belajar yang bisa meningkatkan kreativitas dan memanfaatkan potensi yang ada pada seseorang. Teori humanistik ini muncul sebagai bentuk perlawanan terhadap teori belajar sebelumnya, yaitu Teori Behavioristik, yang dianggap terlalu kaku, pasif, bahkan penurut ketika menggambarkan manusia.

Manfaat Teori Belajar Humanistik

Teori Belajar Humanistik
Foto oleh Antoni Shkraba dari Pexels

Manfaatnya teori belajar humanistik adalah sebagai berikut:

1. Mengubah sikap atau perilaku individu, dari yang awalnya tidak baik karena belum mengetahui menjadi baik.

2. Membiasakan individu untuk berlaku secara demokratis, partisipatif, dan humanis.

3. Menjadikan individu sebagai insan yang mudah menghargai perbedaan, kebebasan berpendapat, dan kebebasan dalam menyatakan ide/gagasan.

4. Meningkatkan keinginan belajar individu.

Prinsip Teori Belajar Humanistik

Teori belajar humanistik memiliki prinsip-prinsip yang tidak jauh-jauh dari manusia itu sendiri, seperti berikut.

1. Setiap manusia memiliki nalar untuk belajar secara alamiah.

2. Belajar akan terasa sangat bermanfaat jika memiliki relevansi dengan maksud tertentu.

3. Proses belajar dapat mengubah persepsi seseorang akan dirinya.

4. Makna belajar akan terasa jika dilakukan oleh diri sendiri.

5. Setiap pembelajar harus mampu menumbuhkan kepercayaan dirinya.

6. Belajar sosial tentang proses belajar itu sendiri.

Tujuan Teori Belajar Humanistik

Seperti telah dituliskan sebelumnya bahwa pada prinsipnya tujuan teori belajar humanistik adalah memanusikan manusi. Hal ini akan memudahkan individu atau seseorang dalam memahami diri dan lingkungannya untuk mencapai aktualisasi diri.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Guru Pintar harus mampu menjadi fasilitator yang mengarahkan siswa tanpa ikut campur terlalu mendalam pada proses pengendalian diri siswa, sehingga diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Ciri-Ciri Teori Belajar Humanistik

1. Menekankan pada proses aktualisasi diri individu (manusia sebagai sosok individu yang dapat mengeksplorasi dirinya sendiri).

2. Proses merupakan hal yang sangat penting dan menjadi fokus belajar.

3. Melibatkan peran aspek kognitif dan juga afektif.

4. Mengedepankan pengetahuan atau pemahaman individu.

5. Mengedepankan bentuk perilaku diri sendiri.

6. Tidak ada yang lebih berhak mengatur proses belajar setiap individu selain dirinya sendiri.

Kelebihan dan Kekurangan Teori Belajar Humanistik

Kelebihan Teori Belajar Humanistik

1. Penekanan ada pada pembentukan kepribadian, hati nurani, perubahan sikap setiap individu.

2. Menumbuhkan minat seseorang untuk terus belajar.

3. Membuat seorang individu memiliki pengalaman yang berarti.

4. Menumbuhkan kreativitas individu/seseorang.

5. Mengubah sikap dan pola pikir individu.

6. Semakin lama waktu yang dilalui, seseorang pembelajar bisa mencapai aktualisasi dirinya dengan baik.

Kekurangan Teori Belajar Humanistik

1. Proses belajar bisa saja mengalami kegagalan jika tidak ada kesungguhan dari setiap individu.

2. Memunculkan sikap individulisme.

3. Peran pendidik atau guru menjadi sangat terbatas karena hanya sebagai fasilitator.

4. Memicu kesenjangan keberhasilan setiap individu, terlebih jika individu tersebut memiliki kesulitan untuk mengenali potensi dirinya.

5. Tidak dapat dijadikan metode pembelajaran secara praktis.

6. Guru harus terus menerus memotivasi siswanya dan tidak boleh lelah dalam melakukannya.

Penerapannya Teori Belajar Humanistik dalam Pembelajaran

Teori belajar humanistik pada prinsipnya dapat diterapkan oleh setiap individu baik pada lingkungan pembelajaran formal maupun non formal. Aspek penting dalam pendidikan menurut teori belajar humanistik adalah aspek kognitif dan afektif. Proses belajar tidak akan membawa perubahan perilaku pada siswa jika hanya fokus pada aspek kognitif saja.

Bagaimanakah penerapan teori belajar humanistik? Check it out!

1. Guru Pintar harus menentukan terlebih dahulu tujuan pembelajaran.

2. Guru Pintar merumuskan materi pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.

3. Mengidentifikasi kemampuan setiap siswa.

4. Menganalisis topik untuk mengidentifikasi kemungkinan keikutsertaan siswa pada pembelajaran tersebut.

5. Membuat rancangan fasilitas belajar untuk siswa.

6. Memberikan bimbingan dan pendampingan agar siswa dapat belajar secara aktif.

7. Mendorong semua siswa untuk memahami makna dari pengalaman selama belajar.

8. Memberikan bimbingan pada siswa tentang konseptualisasi pengalaman yang diperoleh dari hasil belajar.

9. Memberikan bimbingan pada siswa untuk menerapkan pengalaman selama belajar dalam kehidupan sehari-hari.

10. Mengevaluasi kegiatan pembelajaran.

Demikianlah sekilas tentang teori belajar humanistik. Semoga bermanfaat!

00

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

ArtikelTerkaitV3

Artikel Terkait

download aku pintar sekarang

BannerPromoBlog