redesain-navbar Portlet

null

Blog

Pentingnya Kecerdasan Emosional Bagi Guru

5 Aspek Kecerdasan Emosional dan Cara meningkatkannya

Foto oleh Max Fischer dari Pexels

Guru Pintar pasti sudah sering mendengar tentang kecerdasan emosional yang disingkat EQ. Apa itu kecerdasan emosional? Pengertian kecerdasan emosional (EQ) adalah kemampuan untuk memahami, mengendalikan, dan mengevaluasi emosi. Kecerdasan emosi sangat berpengaruh pada kemampuan seseorang untuk mengekspresikan dan mengendalikan emosi sangat penting. Tidak hanya itu, tingkat EQ yang dimiliki seseorang akan terlihat pada kemampuannya untuk memahami, menafsirkan, dan menanggapi emosi orang lain.

Apakah kecerdasan emosional adalah faktor genetis atau bawaan? Masih terdapat perbedaan pendapat akan hal ini. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kecerdasan emosional. Beberapa peneliti melaporkan bahwa kecerdasan emosional dapat dipelajari dan diperkuat. Sedangkan ada juga yang mengklaim bahwa kecerdasan emosional memang karakter bawaan. Sebagai seorang guru atau pengajar, apakah kecerdasan emosional itu penting?

Mengapa Guru Harus Memiliki Kecerdasan Emosional

Kecerdasan emosional guru
Foto oleh Max Fischer dari Pexels

Guru adalah sosok yang harus digugu dan ditiru oleh siswa-siswanya. Dengan kata lain Guru Pintar adalah role model yang menjadi panutan. Seorang guru yang dikatakan memiliki kecerdasan emosional yang baik jika mampu mengendalikan diri. Dalam keadaan emosi yang terkendali akan memudahkan Guru Pintar memunculkan motivasi untuk membangun keadaan emosional yang stabil. Keaadan emosi yang stabil memudahkan Guru Pintar untuk terus belajar serta mengembangkan kemampuan diri.

Kecerdasan emosional dalam diri pengajar juga sangat berpengaruh terhadap salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh guru profesional, yaitu kompetensi sosial. Pentingnya kecerdasan emosional adalah untuk memberikan pemahaman diri sendiri dan orang lain secara efektif, berhubungan baik dengan orang lain, dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar agar lebih mudah beradaptasi dan menghadapi tantangan yang selalu berubah-ubah.

Peran guru agama dalam mengembangkan kecerdasan emosional dan spiritual anak sangat besar. Tetapi tidak selamanya tanggung jawab mengembangkan kecerdasan emosi siswa adalah tanggung jawab guru agama saja. Semua guru memiliki tanggung jawab yang sama. Oleh karena itu semua guru diharapkan sudah memiliki kecerdasan emosional yang tinggi sehingga dapat membantu siswa mengasah kecerdasan emosionalnya.

Aspek Kecerdasan Sosial


Foto oleh Tima Miroshnichenko dari Pexels

Sampai saat ini ada 5 aspek yang dikenal sebagai aspek kecerdasan sosial yaitu:

1. Kesadaran Diri

Kesadaran diri adalah kemampuan untuk mengenali dan memahami emosi diri sendiri. Aspek ini merupakan bagian penting dari kecerdasan emosional. Namun, selain mengenali emosi, Guru Pintar juga harus sadar akan akibat dari tindakan, suasana hati, dan emosi terhadap orang lain terutama siswa.

Untuk mengasah kesadaran diri, Guru Pintar dapat memonitor emosi dan mengenali reaksi emosional yang berbeda. Kemudian Guru Pintar mencoba mengidentifikasi setiap emosi tertentu dengan benar. Goleman menyatakan bahwa orang yang memiliki kesadaran diri memiliki selera humor yang baik, percaya diri dalam diri mereka sendiri dan kemampuan mereka, dan menyadari bagaimana orang lain memandang mereka.

2. Regulasi Diri

Aspek kedua dari kecerdasan emosional adalah regulasi diri. Selain menyadari emosi dalam diri Guru Pintar dan mengetahui dampaknya terhadap orang lain, kecerdasan emosi juga menuntut Guru Pintar  untuk dapat mengatur dan mengelola emosi Anda. Hal ini bukan berarti Guru Pintar harus mengunci emosi dan menyembunyikan perasaan yang sebenarnya. Yang dimaksud di sini adalah menunggu waktu dan tempat yang tepat untuk mengungkapkannya. Pengaturan diri adalah semua tentang mengekspresikan emosi Anda secara tepat.

Guru Pintar yang sudah terampil dalam pengaturan diri biasanya lebih fleksibel dan mudah beradaptasi terhadap perubahan. Guru Pintar juga akan lebih pandai mengelola konflik dan meredakan situasi tegang atau sulit. Goleman menyatakan bahwa orang yang memiliki keterampilan mengatur diri sendiri akan memiliki kesadaran tinggi. Mereka tidak hanya akan memikirkan bagaimana mereka akan mempengaruhi orang lain, tetapi juga bagaimana bertanggung jawab atas tindakan mereka sendiri.

3. Keterampilan Sosial

Kemampuan berinteraksi dengan baik dengan orang lain yang merupakan keterampilan sosial adalah aspek penting lain dari kecerdasan emosional. Pemahaman emosional melibatkan lebih dari sekadar memahami emosi Anda sendiri dan emosi orang lain. Guru Pintar juga dapat menggunakan informasi tentang emosi diri dan orang lain sebagai pijakan dalam interaksi dan komunikasi sehari-hari.

Dalam pengaturan profesional, Guru Pintar akan mendapat manfaat dapat membangun hubungan dan koneksi yang baik tidak hanya dengan siswa melainkan dengan atasan, rekan kerja, dan juga orang tua siswa. Contoh keterampilan sosial adalah mendengarkan secara aktif, keterampilan komunikasi verbal, keterampilan komunikasi nonverbal, kepemimpinan, dan persuasif.

4. Empati

Akhir-akhir ini kata empati sering sekali disebut-sebut dalam dunia pendidikan. apa sih empati itu? Empati adalah kemampuan untuk memahami perasaan orang lain. Empati merupakan aspek yang sangat penting bagi kecerdasan emosi karena tidak hanya sekadar mampu mengenali keadaan emosional orang lain, tetapi juga bagaimana respon atau tanggapan Guru Pintar kepada orang lain berdasarkan informasi ini.

Ketika Guru Pintar merasakan bahwa siswa atau orang lain yang ada di sekitar sedang sedih atau putus asa, bagaimana Guru Pintar merespons? Guru Pintar mungkin akan mencoba memperlakukan mereka dengan perhatian dan kepedulian ekstra, atau mungkin juga Guru Pintar berusaha untuk menguatkan dan memberi semangat mereka. Itu lah yang dinamakan empati tidak hanya sekedar memahami dan ikut merasakan perasaan orang lain tetapi juga bagaimana meresponnya.

5. Motivasi

Motivasi dari dalam diri menjadi peran kunci dalam kecerdasan emosional. Guru Pintar yang cerdas secara emosional akan lebih termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik, mampu menjalankan pekerjaan dengan sebaik-baiknya daripada faktor motivasi dari luar seperti penghargaan dari orang lain, ketenaran, uang, pengakuan, dan pujian.

Kepuasan batin lebih menjadi prioritas. Guru Pintar yang sudah mampu mengembangkan motivasi dari dalam diri akan lebih berorientasi pada tindakan. Guru Pintar dan orang-orang yang sudah termotivasi akan dapat menetapkan tujuan, memiliki kebutuhan tinggi akan prestasi, dan selalu mencari cara untuk melakukan yang lebih baik. Orang-orang seperti ini cenderung sangat berkomitmen dan pandai mengambil inisiatif.

Meningkatkan Kecerdasan Emosional


Foto oleh Max Fischer dari Pexels

Berikut ini adalah tips-tips yang dapat Guru Pintar Praktekkan untuk meningkatkan kecerdasan emosional.

1. Menjadi Pendengar yang Baik

Langkah pertama yang harus Guru Pintar lakukan adalah memperhatikan. Luangkan waktu untuk mendengarkan apa yang siswa-siswa coba katakan, baik secara verbal maupun non-verbal. Bahasa tubuh atau gesture juga diperhatikan karena dapat membawa banyak makna. Ketika Guru Pintar merasakan emosi, perasaan, atau kesulitan yang dihadapi siswa, pertimbangkan berbagai faktor yang mungkin berkontribusi terhadap emosi itu dan bagaimana memberikan respon yang tepat.

2. Mencoba Menempatkan diri pada Posisi Orang lain

Pemahaman akan emosi sangat penting, tetapi Guru Pintar juga harus dapat menempatkan diri pada posisi siswa atau orang lain agar benar-benar memahami sudut pandang mereka. Berlatih berempati dengan orang lain dapat dilakukan dengan membayangkan bagaimana perasaan Guru Pintar saat berada dalam situasi mereka. Kegiatan semacam itu dapat membantu Guru Pintar membangun pemahaman emosional tentang situasi tertentu serta mengembangkan keterampilan emosional yang lebih kuat dalam jangka panjang.

0
00

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

CssBlog

metablog-web Portlet