redesain-navbar Portlet

null

Blog

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Masa Pandemi

Tak hanya kesehatan fisik, kesehatan mental juga penting bagi pelajar.

kesehatan mental saat pandemi, Photo by Dan Meyers on Unsplash

Kesehatan mental di masa pandemi seperti sekarang ini boleh dikata merupakan second class issue. Sebenarnya masih terhitung wajar karena fokus kita tertuju pada kesehatan fisik yang menjadi sasaran utama pandemi. Akan tetapi, pembatasan-pembatasan akibat pandemi membuat rutinitas hidup kita berubah drastis. Sudah berapa pekan kita enggak ke sekolah, Sobat? Kapan terakhir kali Sobat Pintar pamit belajar kelompok yang berakhir makan es krim ramai-ramai saling comot buat incip-incip varian rasanya? It feels like ages ago, doesn't it?

Bukan varian es krim, sekarang justru varian virus yang lebih banyak dibicarakan. Begitu menyitanya perhatian si virus ini, sampai-sampai kita mengabaikan kesehatan mental saat pandemi. Terus, gimana nih, cara kita sebagai pelajar menjaga kesehatan mental di tengah pandemi seperti sekarang?

 

1. Tekuni Hobi, Coba Hal Baru

pentingnya kesehatan mental
Photo by JESHOOTS.com on Pexels

Kita cenderung menghindari distraksi saat belajar. Sebaliknya, di saat seperti sekarang inilah kita membutuhkan distraksi, Sobat. Dikutip dari Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan, mental health adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tenteram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar.

Ketika kita sudah tak bisa menikmati kehidupan sehari-hari, atau bahkan, misalnya, berbicara dengan nada yang lebih tinggi kepada orang tua, itu tandanya kita sudah membutuhkan distraksi. Beralihlah sejenak ke hobimu, entah main game, bikin video atau foto untuk diupload di akun atau kanal media sosial, melukis, atau aktivitas baru di rumah yang enjoy untuk dilakukan. Untuk sesaat, abaikan berita-berita di media massa yang membuatmu semakin cemas. Bahkan salah satu cara menjaga kesehatan mental saat pandemi adalah membatasi asupan berita dari satu-dua saja sumber yang akuntabel.

 

2. Have Fun dengan Aman

kesehatan mental selama pandemi
Photo by Kranich17 on Pixabay

Salah satu penyebab menurunnya kesehatan mental selama pandemi adalah pembatasan fisik. Sobat Pintar yang masuk dalam kategori mager, pembatasan fisik selama pandemi enggak bakal jadi persoalan serius. Beda lagi nih, buat Sobat yang punya reputasi gaul. Lagipula, by default, kita adalah makhluk sosial yang butuh berinteraksi dengan orang lain. Lama-lama kena mental gak sih, kalau enggak berinteraksi sama sekali dengan orang lain selama pandemi? Iya dong, pasti kena, lah! Terus, bagaimana mengakalinya?

Pembatasan fisik bukan berarti kita berhenti berteman dan menikmati kehidupan sosial. Kita masih bisa say hi sampai gibah (tobat woi) melalui berbagai macam aplikasi. Kita masih bisa hidup sehat fisik dan psikis dengan ikutan challenge A sampai Z di media sosial. Enggak ada challenge? Bikin dong, Sobat! Ada banyak cara untuk have fun demi menjaga kesehatan mental kita. Misalnya, ketimbang nongkrong ramai-ramai di kafe, mendingan "nongkrong" bareng Kak Sandi di IG Live @akupintar.id karena tak membuatmu berisiko tertular virus di kerumuman.


© Aku Pintar

By the way, Ngopi Bareng Kak Sandi, Mimpiku Besar Usahaku Rebahan, bakal live hari Jumat, 10 September 2021, pukul 20.00 WIB – 20.50 WIB. Join yuk Sobat, buat dapat insights baru sekaligus nanya-nanya ke Kak Sandi, psikolog Aku Pintar. "Nongkrong" kayak begini nih, yang bisa membuat kita hidup sehat fisik dan psikis.

 

3. It's Okay, Galau Itu Wajar

kesehatan mental di masa pandemi
Photo by Ümit Bulut on Unsplash

Galau, gelisah, khawatir, cemas, risau, sampai uring-uringan yang kita rasakan itu sebenarnya reaksi yang wajar. Gimana enggak, lha wong kita yang selalu berangkat sekolah setiap pagi tiba-tiba harus beradaptasi dengan kelas-kelas online yang gitu lagi, gitu lagi. Sekolah di beberapa daerah saat ini memang sudah dibuka kembali, tapi banyak banget yang berubah dari kebiasaan kita sebelumnya yang bisa seru-seruan ke kantin bareng, ngisengin teman, sampai bisa ngembat kotak pensil di meja sebelah dengan alasan lupa bawa. Saat ini, protokol kesehatan tampaknya jauh lebih utama ketimbang pentingnya kesehatan mental.

It's okay, Sobat. Dr. Lisa Damour, seorang psikolog Amerika, mengatakan bahwa rasa cemas sebenarnya merupakan reaksi wajar saat kita merasa ada ancaman dari luar. Kita menjadi lebih berhati-hati, waspada, dan menjaga diri dengan lebih baik. Di masa pandemi seperti sekarang ini, sikap kehati-hatian kita sebenarnya berdampak lebih luas ke orang-orang sekitar kita, terutama kakek-nenek dan anggota keluarga yang sudah berusia lanjut. Kalau Sobat Pintar sendiri, bagaimana cara menjaga kesehatan mental saat pandemi tanpa mengabaikan risiko kesehatan fisikmu?

Menjaga kesehatan mental di tengah pandemi menjadi kebutuhan pribadi kita masing-masing. Bukan hanya badan yang sehat, namun mental yang sehat juga penting agar kita dapat menggali dan mengembangkan potensi terbaik kita. Kesehatan mental memengaruhi kemampuan berpikir, suasana hati, pengendalian emosi, perilaku, hingga interaksi dan relasi kita dengan orang lain. Prestasi sekolah dan produktivitas kita pun terkait erat dengan seberapa sehat mental kita. Sehat-sehat terus (fisik dan mental) ya, Sobat.

0
20

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

CssBlog

metablog-web Portlet