Perbedaan Minat dan Bakat dalam Memilih Jurusan
APSiswaNavbarV2
Tesssss Tesssss
CssBlog
redesain-navbar Portlet
metablog-web Portlet
Blog
perbedaan minat dan bakat, Photo by Quinton Coetzee on Unsplash
Sebenarnya apa perbedaan minat dan bakat? Kita cukup sering mendengar pesan berulang bahwa memilih jurusan kuliah sebaiknya disesuaikan dengan minat dan bakat, tapi kita tak benar-benar memahami apa perbedaan keduanya. Nah, buat Sobat Pintar yang masih bingung bagaimana cara mengetahui minat dan bakat agar tak sampai salah pilih jurusan kuliah, yuk baca ini sampai tuntas.
Photo by Premkumar Masilamani on Unsplash
Bakat terkadang disebut juga dengan potensi. Bakat adalah sesuatu yang kita bawa sejak lahir. Dengan bakat yang ada dan melekat pada diri kita, maka kita dapat mempelajari sesuatu dengan lebih mudah dan cepat – dibandingkan bila kita tak memiliki bakat tersebut.
Karena sudah ada bersama diri kita sejak lahir, mudah saja bagi kita untuk mengabaikan bakat – bahkan tak menyadarinya. Apalagi, biasanya kita tak harus bersusah payah agar bakat itu muncul dalam keseharian kita. Sering merasa seperti ini nggak, Sobat? Merasa enggak punya bakat apapun, padahal sebenarnya bakat itu ada dan sudah kamu gunakan.
Seseorang yang menyadari bakatnya, kemudian belajar, mengasah, dan mengembangkannya sebaik mungkin, maka biasanya ia akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Contoh bakat misalnya bakat verbal. Salah satu bakat khusus ini adalah kemampuan seseorang untuk memahami konsep dalam rupa kata. Pernah bertemu seseorang yang mudah belajar dan menguasai bahasa asing, Sobat? Atau barangkali kamu lebih mudah memahami pelajaran Bahasa Indonesia ketimbang Matematika? Sekadar sebagai pembanding, cepat dan mudahnya seseorang memahami konsep matematis adalah contoh bakat numerikal yang dimiliki orang tersebut.
Photo by Brooke Lark on Unsplash
Minat adalah rasa senang, dorongan yang ada dalam diri kita terhadap sesuatu. Minat biasanya muncul seiring dengan usia kita. Boleh jadi apa yang kita sukai di usia 10 tahun berbeda dengan apa yang kita sukai di usia 15 tahun. Lingkungan (exposure) juga turut mempengaruhi minat kita. Misalnya, Sobat Pintar suka belajar Matematika di kelas X karena cara mengajar guru waktu itu menyenanangkan dan mudah dipahami. Sayangnya, guru tersebut tak lagi mengajar Matematika di kelas XI, sehingga kamu ogah-ogahan belajar Matematika dan nilaimu pun terjun bebas.
Dari contoh minat di atas, tampak bahwa kita harus berusaha dengan serius agar mendapatkan hasil yang maksimal. Jika dibandingkan dengan temanmu yang berbakat numerikal, hasil jerih payahmu mungkin masih kurang memuaskan. Atau, kamu harus mengeluarkan usaha berkali lipat dibandingkan teman dengan bakat numerikal tersebut.
Photo by Liza Summer on Pexels
Contoh-contoh di atas sekedar ilustrasi perbedaan minat dan bakat. Pada kenyataannya, memang tak mudah bagi kita untuk menentukan, "Aku punya bakat bahasa," atau "Aku minatnya di bidang sains." Terus, bagaimana solusinya?
Sebagai langkah awal, Sobat Pintar bisa menggunakan Tes Kemampuan untuk mengetahui apa sebenarnya potensi yang selama ini kamu miliki. Apakah kemampuan, seperti contoh di atas, verbal-linguistik atau logika-matematikamu yang lebih dominan?
Selanjutnya, kamu bisa mengembangkan bakat dan/atau minatmu. Ada banyak cara mengeksplorasi dan mengembangkan bakat minat, salah satunya melalui Kursus Pintar. Kursus seperti ini juga bisa digunakan sebagai salah satu cara mengetahui minat dan bakat. Misalnya, Sobat masih ragu apakah memiliki bakat linguistik. Kenapa enggak belajar dan ngambil kelas podcast saja?
Asal Sobat tahu, nih. Sekalipun bakatmu sudah ada sejak lahir, kemampuan itu takkan berkembang bila tak diasah. Bakat yang terabaikan dapat dikalahkan oleh minat yang dikembangkan dengan maksimal. Mau tahu apa rahasia orang-orang yang sukses di bidangnya? Mereka menyadari bakatnya dan memiliki minat yang kuat untuk mengembangkannya.
Photo by Amadeo Valar on Unsplash
Mengembangkan minat dan bakat secara akademis dapat dilakukan di perguruan tinggi. Kalau Sobat Pintar punya kemampuan verbal-linguistik yang baik, misalnya, kuliah sastra akan melejitkan kemampuanmu. Membaca ratusan hingga ribuan halaman novel setiap pekan akan terasa menyenangkan buatmu. Nah, bayangkan gimana rasanya kalau logika-matematikamu yang lebih unggul. Berapa halaman novel yang sanggup kamu baca, Sobat?
Itulah sebabnya memilih jurusan kuliah sebaiknya disesuaikan dengan minat dan bakat. Ada lebih dari satu cara menentukan jurusan kuliah sesuai minat dan bakat. Kamu bisa berdiskusi dengan orang tua atau berkonsultasi dengan guru BK di sekolah. Kamu juga bisa menggunakan tes minat bakat jurusan kuliah.
Tes Jurusan Kuliah, didukung dengan Tes Kemampuan, tak hanya membantumu memilih jurusan kuliah yang tepat. Keduanya bisa digunakan pula untuk memetakan masa depanmu, hingga merencanakan profesi yang akan kamu jalani seumur hidupmu.
ArtikelTerkaitV3
Dari Bangku Kuliah ke Ruang Operasi: Begini Perjalanan Seru
Halo, Sobat Pintar! Punya mimpi jadi dokter? Atau sekadar penasaran dengan perjalanan panjang yang harus dilalui sebelum bisa memakai jas putih dan stetoskop? Yuk, simak cerita seru tentang perjalanan pendidikan dan karier menjadi dokter, mulai dari kulia...
Baca Selengkapnya
4 Bulan Menuju SNBT-UTBK 2026: Strategi Belajar Kilat yang B
Hai, Sobat Pintar! Ujian SNBT-UTBK 2026 sudah di depan mata, dan kamu hanya punya waktu sekitar 4 bulan untuk mempersiapkannya. Jangan panik! Dengan strategi yang tepat, waktu 4 bulan ini bisa kamu manfaatkan sebaik mungkin untuk meraih nilai tinggi. Yuk,...
Resolusi 2026: Rahasia Sukses Siswa Pintar untuk Gapai Targe
Hai, Sobat Pintar! Sudah punya rencana buat tahun 2026? Jangan cuma jadi penonton, yuk jadi pemain utama di hidupmu dengan menyusun resolusi yang smart! Buat kamu yang masih duduk di bangku sekolah, ini saatnya mempersiapkan diri untuk kuliah dan karir im...
Hai Sobat Pintar,
Yuk Cobain Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!
Jutaan siswa sudah menemukan minat, bakat dan kampus impian bersama Aku Pintar. Sekarang giliran kamu Sobat!
BannerPromoBlog