redesain-navbar Portlet

Blog

Pentingnya Asesmen dan Rubrik Penilaian Bagi Guru

Foto oleh Andy Barbour dari Pexels

Kata asesmen memiliki kaitan yang sangat erat dengan asesmen. Terlebih saat ini sedang dilakukan asesmen nasional yang sering disebut dengan AKM. Apa sih yang dimaksud asesmen? asesmen adalah sebuah proses untuk mendapatkan informasi dalam bentuk apapun akan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan tentang siswa baik yang menyangkut kurikulumnya, program pembelajarannya, iklim sekolah maupun kebijakan-kebijakan sekolah. Hasil dari asesmen juga dapat menjadi panduan bagi Guru Pintar menentukan bagaimana mengelola pembelajaran di kelas, bagaimana menempatkan siswa pada program- program pembelajaran yang berbeda, memberikan tingkatan tugas-tugas untuk siswa yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing, memberikan bimbingan dan penyuluhan, dan saran untuk studi pada tingkatan selanjutnya.


Foto oleh Andy Barbour dari Pexels

Asesmen sebagai dasar keputusan tentang kurikulum dan program sekolah misalnya pengambilan keputusan tentang efektivitas program yang diadakan sekolah dan bagaimana langkah-langkah untuk meningkatkan kemampuan siswa apakah pengajaran remedial dan lain sebagainya. Sedangkan asesmen yang mempengaruhi keputusan untuk kebijakan pendidikan meliputi; kebijakan di tingkat sekolah, kabupaten maupun nasional.

Ada berbagai teknik asesmen yang dapat Guru Pintar lakukan di kelas, teknik paper and pencil test, unjuk kerja siswa dalam menyelesaikan pekerjaan rumah, tugas-tugas di laboratorium, dan juga keaktifan siswa selama proses pembelajaran. Semua informasi yang Guru Pintar dapatkan dari asesmen nantinya akan dianalisis untuk kepentingan laporan kemajuan siswa.

Selama ini kegiatan asesmen selalu diidentikkan dengan tiga istilah yaitu pengukuran, evaluasi, dan tes. Padahal ketiga hal tersebut memiliki tujuan yang berbeda-beda dalam proses asesmen. Tes adalah alat atau cara penilaian yang telah dirancang sedemikian rupa sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Sedangkan pengukuran adalah proses pemberian angka atau usaha memperoleh deskripsi numerik dari suatu tingkatan dimana seorang siswa telah mencapai karakteristik tertentu. Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif dan nilai kuantitatif. Dan evaluasi merupakan proses pemberian makna atau penetapan kualitas hasil pengukuran dengan cara membandingkan angka hasil pengukuran tersebut dengan kriteria tertentu.

Apa manfaat dilaksanakannya asesmen? Manfaat asesmen pembelajaran adalah untuk memberikan penjelasan secara lengkap tentang target pembelajaran yang dapat menggambarkan hal-hal seperti; bagaimana tingkat pengetahuan siswa, informasi yang dibutuhkan tentang pengetahuan, keterampilan, dan performa siswa. Pengetahuan, keterampilan dan performa siswa yang dibutuhkan dalam pembelajaran kita kenal dengan target atau hasil pembelajaran.

Target pembelajaran mempengaruhi pemilihan teknik asesmen. Misalnya untuk dapat melakukan asesmen kemampuan siswa dalam pemecahan masalah pada pelajaran matematika tentu akan sangat berbeda dengan kemampuan membaca atau mendengarkan. Pemilihan teknik asesmen untuk setiap target pembelajaran harus didasarkan pada kebutuhan praktis di lapangan dan efisiensi. Teknik asesmen yang digunakan harus dapat mengungkapkan kemampuan khusus serta untuk mengembangkan kemampuan siswa. Sehingga asesmen juga harus dapat memberikan umpan balik bagi siswa.

Untuk menghindari subjektifitas dalam proses pelaksanaan asesmen dibutuhkan rubrik penilaian atau kriteria penilaian guru. Penyusunan rubrik penilaian tentu harus dirancang sesuai dengan target atau tujuan pembelajaran. Contoh rubrik penilaian yang sering dijumpai Guru Pintar antara lain rubrik penilaian sikap, rubrik penilaian keterampilan, rubrik penilaian berbicara, rubrik penilaian writing (menulis), dan masih banyak lagi.

Asesmen
Foto oleh Roxanne Minnish dari Pexels

Asesmen pembelajaran dapat dikategorikan menjadi tiga jenis, yaitu: asesmen terhadap pembelajaran (assessment of learning), asesmen untuk pembelajaran (assessment for learning), dan asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning). Asesmen terhadap proses belajar atau asesmen sumatif memiliki tujuan untuk menentukan tingkat pencapaian hasil belajar siswa yang dilakukan di akhir materi pembelajaran. sedangkan, asesmen untuk dan sebagai pembelajaran atau sering di kenal dengan asesmen formatif bertujuan untuk mengumpulkan informasi yang akan membantu Guru Pintar memberikan umpan balik dan tindak lanjut proses belajar. Asesmen formatif juga dapat membantu siswa memperbaiki cara belajar dengan menentukan kembali strategi belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.

Miskonsepsi yang sering terjadi dilapangan terhadap asesmen pendidikan adalah bahwa asesmen adalah hal yang terpisah dengan proses kegiatan pembelajaran. Guru Pintar sering kali lebih fokus pada kegiatan pembelajaran dan menentukan asesmen kemudian. maka hal yang mungkin terjadi adalah tidak ada keterkaitan antara proses pembelajaran dan asesmen yang dilakukan. Akibatnya hasil asesmen tidak dapat dijadikan patokan apakah siswa telah mencapai target pembelajaran yang ditetapkan.

Nah, jangan sampai terjadi hal seperti di atas ya Guru Pintar. Setelah menetapkan tujuan pembelajaran, hendaknya Guru Pintar memikirkan asesmen apa yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Setelah itu baru Guru Pintar merancang kegiatan pembelajarannya.

 

00

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

CssBlog

metablog-web Portlet