PinpointBlog

website-baru-feed-banner Portlet

Informasi Terkini Seputar Dunia Pendidikan

Informasi terbaru

website-baru-navbar Portlet

Blog

photo via www.northcountrypublicradio.org

Sebelum Wisuda, Jawab 4 Pertanyaan Ini

Kehidupan Kampus Mahasiswa

Jadwal wisuda makin dekat! Dagdigdug deh, rasanya. Pake toga, siap-siap kasih kabar ke orang tua, kerabat, kalau perlu tetangga-tetangga juga. Mejeng bergaya pada momen wisuda kan kesempatan sekali seumur hidup, kecuali kamu berencana kuliah lagi dan lagi.

Eh tapinya, apa kamu udah siap melepas kehidupan kampusmu? Udah siap menyongsong dunia diluar sana yang kejam bagai ibu tiri? – lebay sih. Tapi biar nggak terkaget-kaget dengan kenyataan yang kadang tak berjalan sesuai harapan hati yang terdalam, ada baiknya cek dulu apa kamu udah siap dengan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan penting berikut ini.

 

1. Kamu udah punya gambaran pekerjaanmu dimasa depan?

Buatlah daftar rencana apa yang akan kamu lakukan dan pencapaian apa saja yang kamu inginkan dalam lima tahun kedepan. Tak ada salahnya sebelum lulus kuliah kamu sudah menetapkan karir apa yang ingin kamu kejar nantinya. Atau barangkali kamu ingin mengembangkan bisnis yang sudah dirintis selama kuliah? Hal-hal seperti ini ada baiknya sudah mulai kamu pertimbangkan sebelum hari wisuda.

Nggak perlu dibikin pusing, gunakan daftar itu sekedar sebagai panduan untuk mengarahkan energimu agar kamu tahu musti berbuat apa saja. Setidaknya, kamu nggak akan jadi sarjana yang luntang lantung, nggak tahu mau ngapain setelah wisuda.

 

2. Kamu mau tinggal di mana setelah lulus kuliah?

Memikirkan pekerjaan atau wirausaha berarti kamu serius memikirkan tentang bagaimana menjadi mandiri dan bertanggung jawab dengan hidupmu. Iyalah, masak udah lulus kuliah tapi masih minta uang sama orang tua? Udah umur berapa, coy!

Usia juga menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kamu akan tinggal di mana. Tetap tinggal bersama orang tua karena mengkhawatirkan keadaan mereka? Maka jangan jadi beban! Justru kamu harus jadi tulang punggung mereka. Atau, tinggal terpisah di kota lain, merantau dan mandiri? Maka perhitungkan biaya hidupmu dan bagaimana kamu bisa mencukupinya. Kedua pilihan domisili ini terkait erat dengan jawaban pertanyaan pertama diatas.

 

3. Seberapa bagus pengelolaan keuanganmu?

Kemudian, terkait dengan tempat tinggal dan hidup mandiri, pertanyaan berikutnya yang memerlukan jawaban adalah tentang pengelolaan keuanganmu. Sudahkah kamu bisa memilah-milah dari mana saja aliran pemasukan dan kemana saja aliran pengeluaranmu?

Kemampuan untuk menahan diri penting banget, apalagi saat kamu tinggal terpisah dari orang tua. Saat dana terbatas, kamu pilih makan selama sebulan kedepan atau beli sepatu merk favorit yang barusan ngeluarin model limited edition? Memiliki prioritas mana kebutuhan primer dan mana yang bisa ditunda akan menjadi pembelajaran penting saat kamu hidup mandiri.

Dan yang tak kalah penting adalah memiliki tabungan dan investasi. Tabungan adalah dana darurat yang bisa membantumu pada saat-saat buruk, seperti dirawat di rumah sakit mendadak atau ada teman yang butuh pinjaman mendesak. Jadi, tabungan bukan untuk jalan-jalan, ya! Yang leisure activity begini bikin budget terpisah aja, sama seperti investasi. Pelajari investasi apa yang bisa kamu lakukan agar sebagian danamu bisa diputar dan bertambah agar tak tergerus inflasi. Memang butuh waktu dan kesabaran, tapi tetep lebih bijak untuk mempelajari investasinya terlebih dahulu alih-alih asal pilih dan naruh uangmu.

 

4. Seberapa 'kaya' kamu?

Kaya dalam hal ini bukan tentang uang, ya! Kaya yang penting disini adalah keterampilanmu, jejaring pertemananmu, kebermanfaatanmu diluar bidangmu, dan semacamnya. Iya, ada banyak hal yang bisa kamu kerjakan bagi orang lain dan demi perkembangan dirimu sendiri.

Misalnya, kamu anak Teknik Elektro, tapi juga mahir bertani hidroponik. Itu udah bisa jadi nilai tambah buatmu. Atau, sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, kamu jagoan banget dalam desain grafis. Terus kembangkan kemampuan praktis, soft skill, atau keahlian khusus lain diluar bidang keilmuan yang kamu dalami. Siapa tahu ada peluang-peluang lain yang terbuka untukmu melalui orang-orang di sekitarmu gegara nilai tambah yang kamu miliki tersebut.

Jadi, selalulah bersikap dan berpikiran terbuka pada segala kemungkinan – bahkan pada pekerjaan yang mungkin tak sesuai harapan. Yakinlah, setiap hal dalam hidupmu akan membawamu pada sesuatu yang lebih menantang dan menyenangkan lagi.

Lebih masukan Blog

5 PTS dengan Akreditasi A di Ibukota

Kamu percaya kalau orang bilang, PTS tuh nggak sebagus PTN? Bahkan ketika ngomongin PTS di...

Mencari Perguruan Tinggi Terbaik? Pilih atau Gunakan Dua Indikator Ini

Diawal tahun 2018, jumlah total PTN di Indonesia adalah 400 dan jumlah TS sebesar 4168. Angka...

metablog-web Portlet

popular-post-web Portlet

Terpopuler

Terbaru