redesain-navbar Portlet

Blog

photo via www.health.harvard.edu

Tak Seindah yang Dibayangkan: Kenyataan yang Dihadapi dalam Profesi Dokter

Cari Tahu Jurusanmu

Melihat para dokter berjas putih tampak bagai malaikat yang menjejak di bumi? Kamu ingin menjadi salah satu dari barisan malaikat ini?

Eitts, tunggu dulu. Ada sisi lain yang perlu kamu tahu tentang dunia kedokteran, dimana dokter menjadi bagian tak terpisahkan didalamnya – apa itu?

 

Menjadi mahasiswa kedokteran tak cuma perlu otak brilian, tapi juga mental pejuang yang tangguh

Bisa jadi kamu adalah siswa terpandai di sekolahmu dengan segudang prestasi dan piagam. Apa itu berarti jaminan bahwa kamu akan lulus kuliah kedokteran tanpa hambatan? Ohoo, belum tentu!

Memahami buku teks kedokteran yang tebal memang membutuhkan intelegensi jagoan, tapi bagaimana dengan jadwal perkuliahan yang super padat? Bagaimana dengan praktikum yang berdarah-darah, dengan potongan anggota tubuh atau isi perut?

Bagaimana bila kamu harus menyaksikan pasien meregang nyawa? IQ 220 sekalipun enggak akan cukup untuk menghadapi deadline tugas, ujian, dan praktikum yang berjajar rapi terjadwal. Butuh mental baja yang tangguh untuk menjalani dan menghadapi tekanan perkuliahan, bahkan hingga nantinya kamu menjadi dokter.

 

Mau jadi kaya dengan jadi dokter? Buang jauh pikirian semacam itu

Pada zaman old, mungkin memang ada aja dokter yang tajir melintir. Atau barangkali kebetulan kamu ketemunya sama dokter-dokter senior, yang kebetulan juga orang kaya. Tapi kalau kamunya sendiri punya niat jadi dokter demi rupiah, oh nanti dulu.

Lamanya waktu pendidikan dokter berarti kamu sendiri harus punya kemampuan finansial cukup. Padatnya kuliah dan praktikum, kemudian koas, berarti kamu bahkan takkan punya waktu untuk kerja sambil kuliah.

Setidaknya, kamu harus jadi dokter spesialis dulu kalau memang ingin pasang tarif selangit untuk sekali periksa – tentu, setelah melalui perkuliahan lama yang tak mudah dan tak murah. Dengan kata lain, biaya pendidikan dokter cukup tinggi, sehingga akses pada pendidikan ini cenderung hanya dimiliki oleh kalangan kelas ekonomi menengah keatas. Jadi sebenarnya bukan pekerjaan dokter yang membuat seseorang jadi kaya.

 

Profesi dokter hanyalah satu bagian dari sistem kesehatan

Mungkin semangat filantropis yang mendorongmu untuk kuliah pendidikan dokter. Mungkin ada aja yang bilang bahwa menjadi dokter berarti harus rajin menolong. Mungkin kamu calon dokter yang bisa menggratiskan biaya periksa pasien tak mampu, membantu operasi tanpa dibayar, atau jasa lain yang bisa kamu sumbangkan cuma-cuma tanpa harapan imbalan.

Sayangnya, perlu dipahami bahwa sebagai seorang yang memiliki kewenangan diagnostik dan pengobatan, dokter adalah bagian dari sistem kesehatan. Sebagai bagian dari sebuah sistem, dokter tidak bisa menolong siapapun sendirian.

Profesi dokter terikat dengan profesi-profesi kesehatan lain, seperti perawat, direktur rumah sakit, dan sebagainya. Pekerjaan dokter juga terkait dengan aturan rumah sakit, aturan pemerintah, farmasi, dan seterusnya.

Jadi, kamu tak bisa menjadi seorang malaikat penolong tanpa mempertimbangkan dampak tindakanmu dikemudian hari. Bagaimana kalau kamu mengetahui efisiensi sebuah obat sama persis dengan obat generik, sementara kamu menerima insentif dari produsen obat tersebut?

Ibarat seseorang yang tengah berjalan, konflik moral bagi seorang dokter adalah potensi benturan ditiap tikungan. Tapi bila kamu lebih condong pada idealismu, alih-alih mengikuti 'belokan ditiap tikungan,' tak ada salahnya membekali diri dengan skill lain yang bisa jadi berguna.

Lihat saja bagaimana Tompi, seorang dokter spesialis bedah plastik, juga sukses menjadi musisi. Ketika tak terlalu terbebani dengan tuntutan ekonomi, kamu bisa lebih leluasa berderma sebagai seorang dokter. Mungkin kamu bisa menjadi seorang entrepreneur atau fotografer saat tak mengenakan jas doktermu?

Lebih masukan Blog

Mau Diterima Magang? Simak 5 Tips Ini

Masa-masa persiapan magang bisa jadi cukup menegangkan, baik bagi siswa SMK maupun mahasiswa....

Pahit Manisnya Menjadi Mahasiswa Ilmu Komunikasi

Banyak yang bilang menjadi mahasiswa Ilmu Komunikasi tuh menyenangkan, kuliahnya santai,...

metablog-web Portlet

popular-post-web Portlet

redesain-footer Portlet

Bersama Aku Pintar temukan jurusan kuliah yang tepat sesuai minat dan bakatmu. Mungkin kamu tertarik dengan kampus dan jurusan kuliah dibawah ini.

Aku pintar logo

Aku Pintar adalah perusahaan teknologi informasi yang bergerak dibidang pendidikan. Nama perusahaan kami adalah PT. Aku Pintar Indonesia

Kontak Kami

+62 812 2000453
info@akupintar.id

Ikuti

Facebook Instagram Youtube WhatsApp Line
Logo Aku Pintar

Daftar Beasiswa Kuliah di Aplikasi Aku Pintar

Buka