redesain-navbar Portlet

null

Blog

Teknik Mengajar Gamifikasi 2021/2022

Mengajar jadi seru, kelas pasti bermutu

Gambar gamifikasi oleh freepik.com

Jika ditanya, hampir semua siswa pasti suka main game. Hal ini dapat Guru Pintar manfaat lho, untuk menunjang proses belajar mengajar. Akhir-akhir ini Guru Pintar pasti sering mendengar istilah gamifikasi. Istilah gamifikasi (gamification) pertama kali dikenalkan oleh Nick Pelling pada tahun 2002 dalam acara TED (Technology, Entertainment, Design). Apa itu gamifikasi? Gamifikasi adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang menggunakan elemen-elemen di dalam game untuk  memotivasi siswa supaya lebih bersemangat saat belajar dan membuat siswa lebih terlibat dalam proses pembelajaran.

Gamifikasi pembelajaran maksudnya adalah teknik mengajar menggunakan unsur mekanik dari game untuk memberikan solusi dalam membangun ketertarikan (engagement) siswa. Pendek kata, gamifikasi dapat memberikan motivasi tambahan untuk menjamin siswa dapat mengikuti kegiatan pembelajaran sekaligus meningkatkan student engagement yang meliputi keterlibatan perilaku, emosi dan kognitif siswa dalam belajar. Gamifikasi bukan berarti Guru Pintar harus membuat game atau aplikasi khusus, meskipun jika hal itu bisa dilakukan alangkah lebih baiknya.  Namun Jika kemampuan ICT Guru Pintar tidak memungkinkan, maka Guru Pintar dapat menggunakan tools sederhana untuk menerapkan proses gamifikasi dalam pembelajaran di kelas. Yang harus Guru Pintar ingat adalah konsep yang tepat, tujuan pembelajaran yang jelas, dan mampu membangun student engagement dalam belajar sehingga pembelajaran lebih menyenangkan.

Berikut ini adalah unsur-unsur game yang dapat Guru Pintar terapkan dalam gamifikasi pembelajaran:

Sistem poin


gambar poin oleh freepik.com

Ketika bermain game, siswa pasti akrab dengan istilah poin.  Saat bermain game, siswa akan mendapat poin ketika sudah menyelesaikan aktivitas atau tugas tertentu contoh gamifikasi pembelajaran dengan menerapkan sistem poin adalah siswa akan mendapatkan poin jika sudah berhasil menyelesaikan sebuah proyek atau mengerjakan kuis. Poin ini dapat ditukarkan siswa dengan reward tertentu atau akan dihitung di akhir bulan untuk menentukan student of the month.

Jika Guru Pintar mampu membuat dalam bentuk aplikasi, Guru Pintar dapat menggunakan poin sebagai alat untuk membuka kunci proyek/tugas/materi lanjutan. Atau Guru pintar dapat menciptakan item-item menarik seperti avatar, stiker, dan lain sebagainya yang dapat ditukar dengan poin yang telah didapatkan oleh siswa. Penerapan sistem poin seperti ini dapat meningkatkan motivasi belajar siswa karena akan membuat siswa merasa penasaran dengan misi/proyek/tugas yang bisa mereka dapatkan.

Sistem Level

Dalam game yang sering kita temui, terdapat level-level permainan yang dapat pengguna mainkan. Biasanya level rendah memiliki tingkat kesulitan yang rendah dan semakin tinggi levelnya tingkat kesulitannya pun semakin menantang. Sistem level ini dapat dikolaborasikan dengan sistem poin. Misalnya dengan memperoleh poin dalam jumlah tertentu, siswa dapat naik ke level lanjutan. Seperti sistem poin sebelumnya, sistem level juga membuat siswa semakin tertantang dan memiliki kebanggaan tersendiri saat level mereka meningkat.

Sistem Badges

Game dalam pembelajaran di kelas selain mendapatkan poin dan dapat naik level, siswa juga berkesempatan mendapatkan badges atau lencana. Contoh gamifikasi dalam pembelajaran dengan menerapkan sistem badges misalnya setelah mengerjakan beberapa tugas dengan hasil sesuai dengan kriteria yang diberikan oleh Guru Pintar, Siswa akan mendapat lencana. Dengan lencana tersebut, siswa dapat memiliki keistimewaan misalnya memiliki waktu khusus bercerita dengan Guru Pintar, memiliki waktu makan lebih lama, menjadi pemimpin kelompok, dan lain sebagainya. Guru Pintar dapat menciptakan lencana dengan kategori-kategori khusus misalnya lencana perunggu, perak, emas, dan lain-lain. Semakin banyak lencana yang dapat dikumpulkan, akan menambah semangat dan rasa bangga pada siswa sehingga tidak sadar bahwa dia sedang belajar.

Sistem Leaderboard

teknik gamifikasi
Gambar leaderboard oleh pngtree.com

Dalam sebuah game, Leaderboard dapat menunjukkan rangking siswa. Semakin tinggi pencapaian yang diraih siswa maka siswa semakin percaya diri dan bersemangat dalam menyelesaikan tugas-tugas selanjutnya untuk lebih meningkatkan posisi mereka dalam leaderboard. Dengan melihat leaderboard, siswa dapat mengukur kemampuan mereka. Saat ini banyak penyedia platform belajar online yang menerapkan sistem gamifikasi akan mengurutkan peringkat pengguna berdasarkan hasil atau nilai yang diperoleh sehingga Guru Pintar tidak perlu susah menciptakan sendiri. Namun, jika Guru Pintar ingin menyisihkan sedikit waktu, Guru Pintar dapat membuat leaderboard secara manual dengan menempel nama/foto siswa dalam leaderboard tersebut. Siswa yang berada di posisi bawah akan terpacu untuk naik dan sebaliknya, siswa dengan posisi di atas akan berusaha mempertahankan posisinya.

Membuat gamifikasi pembelajaran tidak boleh asal-asalan. Semuanya harus dipikirkan dengan matang. Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus Guru Pintar lakukan dalam penerapan gamifikasi dalam pembelajaran:

1. Menentukan tujuan pembelajaran

2. Menentukan ide besar permainan

3. Membuat skenario permainan

4. Membuat desain aktivitas pembelajaran

5. Membentuk kelompok-kelompok peserta jika permainan dilakukan secara berkelompok

6. Menerapkan dinamika permainan

Manfaat yang dapat Guru Pintar dan siswa rasakan dengan penerapan gamifikasi pembelajaran adalah:

1. Belajar terasa lebih menyenangkan.

2. Dapat mendorong siswa untuk selalu menyelesaikan tugasnya dengan baik.

3. Membuat siswa lebih fokus dan memahami materi yang diajarkan.

4. Memberikan kesempatan pada siswa untuk berkompetisi, bereksplorasi dan berprestasi.

Menarik sekali kan, Guru Pintar! Ayo jangan ragu-ragu menerapkan gamifikasi pembelajaran. Dijamin mengajar akan menjadi lebih seru.

00

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

CssBlog

metablog-web Portlet