CssBlog

redesain-navbar Portlet

metablog-web Portlet

CssBlog

Blog

Teknik Sipil, Jurusan yang Menghasilkan Tenaga Penggerak Pembangunan

Sarjana Teknik Sipil masih banyak dibutuhkan di negara berkembang yang sedang membangun.

photo via www.sngce.ac.in

Tentunya, kamu tak asing dengan jalan busway, bandara, terowongan kereta api, fly over, dan berbagai konstruksi infrastruktur publik yang lain. Sosrobahu dan cakar ayam adalah dua konstruksi sipil karya anak negeri yang telah mendunia. Nah, itulah beberapa hasil kerja insinyur atau teknisi sipil. Lantas, seperti apa sih, ilmu sipil yang turut mewarnai pembangunan kita saat ini?

 

Teknik Sipil, Tempat Disiapkannya Para Ahli untuk Membangun Negara


Photo by ThisisEngineering RAEng on Unsplash

Konon katanya, insinyur atau teknisi sipil adalah mandornya proyek infrastruktur. Mulai dari rumah tinggal, gedung bertingkat, jembatan, jalan raya, bandar udara, pelabuhan, dan berbagai infrastruktur publik lain adalah hasil rancangan para alumni Jurusan Teknik Sipil.

Tak hanya merancang desain konstruksi, insinyur atau teknisi sipil juga terlibat langsung dalam pembangunan, pemeliharaan, hingga perbaikan infrastruktur. Bahkan, jurusan ini juga mendidik para mahasiswanya tentang bagaimana memilih material yang sesuai hingga mengelola proyek pembangunan.

 

Menjadi Mahasiswa Teknik Sipil, Belajar tentang Ilmu Sipil di Perguruan Tinggi


Photo by ThisisEngineering RAEng on Unsplash

Ilmu sipil yang dipelajari di tingkat pendidikan tinggi pada umumnya mencakup unsur-unsur bangunan, rancangan struktur bangunan, rancangan arsitektur, bahkan pengaruh perubahan lingkungan pada pembangunan. Menjadi mahasiswa Teknik Sipil berarti kamu paham tentang beton dan baja, struktur yang kuat dan efisien, keterkaitan teknologi transportasi dengan perkembangan infrastruktur, hingga pengaruh iklim, cuaca, dan struktur tanah pada pembanguan gedung dan infrastruktur.

Untuk itu, perkuliahan di Teknik Sipil akan menyertakan matakuliah Kalkulus, Pengantar Rekayasa dan Desain, Gambar Teknik, Mekanika Fluida dan Hidraulika, Mekanika Bahan, Rekayasa Lalu Lintas, Analisis Struktur, Perancangan Geometrik Jalan, Manajemen Konstruksi, Dasar-Dasar Arsitektur, Teknik Pondasi, Rekayasa Lingkungan, Perancangan Perkerasan Jalan, Manajemen Kualitas Konstruksi, Computer Aided Design (CAD), dan lain sebagainya.

Kira-kira kamu bakal enjoy belajar semua itu, ngga? Eitts, jangan dikira-kira saja, Sobat. Ketahui dahulu potensi dan karaktermu melalui Minat Pintar agar kamu enggak sampai menyesal nanti saat kuliah. Tau ga sih, mahasiswa Teknik Sipil itu wajib punya karakter yang cermat dan teliti, loh.

tes kepribadian online untuk memilih jurusan kuliah
Kalau kamu memang calon mahasiswa Teknik Sipil sejati, berikutnya bakal sibuk memilih kampus, nih. Saat ini banyak sekali perguruan tinggi yang bisa kamu tuju untuk menimba ilmu sipil.

Kalau kamu menginginkan PTN dengan Jurusan atau Program Studi Teknik Sipil terakreditasi A BAN-PT, pilihanmu ada pada Universitas Brawijaya, Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Hasanuddin, Universitas Diponegoro, Universitas Sebelas Maret, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Syiah Kuala, Universitas Sriwijaya, Universitas Andalas, Universitas Riau, Universitas Jember, Universitas Tanjungpura, atau Universitas Sam Ratulangi.

Selain PTN, kamu masih bisa kuliah ilmu sipil di PTS. PTS-PTS berikut ini memiliki Jurusan atau Progran Studi Teknik Sipil dengan akreditasi A dari BAN-PT, yaitu Universitas Mercu Buana, Universitas Kristen Petra, Universitas Pelita Harapan, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Trisakti, Universitas Gunadarma, Universitas Tarumanagara, dan Universitas Bina Nusantara.

 

Teknik Sipil, Tak Sama dengan Teknik Arsitektur


Photo by ThisisEngineering RAEng on Unsplash

Mungkin kamu masih bertanya-tanya tentang perbedaan antara Teknik Sipil dan Teknik Arsitektur. Burj Khalifa dan Golden Gate Bridge tuh hasil rancangan insinyur Teknik Sipil atau arsitek?

Biar nggak bingung, pahami dulu bahwa keduanya sama-sama mempelajari tentang bagaimana membangun gedung. Akan tetapi, di Jurusan Teknik Sipil, kamu belajar tentang perhitungan struktur bangunan, rencana anggaran biaya bangunan, serta manajemen pelaksanaan pembangunan. Mahasiswa Teknik Sipil tahu benar tentang bagaimana cara membuat struktur bangunan yang kokoh dan ekonomis dengan mempertimbangkan fungsi bangunan, anggaran, keamanan bangunan, ketahanan bangunan, dan berbagai faktor lain. Kekuatan pondasi dan kesesuaian struktur dengan kondisi tanah juga menjadi bagian penting dalam implementasi ilmu sipil. Di lapangan, insinyur atau teknisi sipil akan melakukan penyesuaian antara kekuatan bangunan dengan anggaran, antara gambar rancangan dengan kondisi nyata lingkungan.

Sementara itu, di Jurusan Teknik Arsitektur, keindahan dan daya tarik bangunan menjadi faktor terpenting dalam rancangan. Mahasiswa Teknik Arsitektur belajar tentang gambar bangunan, desain yang diinginkan konsumen, dan cara mempresentasikan gagasan desain agar diterima oleh konsumen. Seorang arsitek akan mempertahankan nilai estetika rancangan dan bentuk gambar saat bekerja dilapangan.

Idealnya, insinyur teknik sipil dapat mengimplementasikan rancangan arsitek di lapangan dan bekerjasama saat diperlukan penyesuaian. Namun tak jarang, arsitek dituntut memiliki kecakapan ilmu sipil dilapangan. Sebaliknya, insinyur atau teknisi sipil harus bisa merancang struktur yang indah dan menarik.

Kalau kamu ingin melihat hasil nyata karya ilmu sipil, cobalah jalan-jalan ke Pulau Madura dari Kota Surabaya – atau sebaliknya. Saat melintasi Jembatan Suramadu, perhatikan konstruksi jembatan yang kokoh dan indah itu. Apakah kelak kamupun akan menorehkan karyamu di salah satu titik di Nusantara tercinta ini?

160

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

ArtikelTerkaitV3

Artikel Terkait

download aku pintar sekarang

BannerPromoBlog