redesain-navbar Portlet

null

Blog

5 Tips SMART Membuat Resolusi

Teknik SMART dapat diterapkan dalam berbagai keadaan, termasuk membuat resolusi tahun baru.

Tips SMART Membuat Resolusi, image via helpmenaomi.com

We'll be in the 2020 in literally a few hours. Sobat Pintar punya cara berbeda dalam menghadapi pergantian tahun? It's okay, sah-sah saja. Namun sebagian orang lagi ada yang memandang pergantian tahun sebagai kesempatan untuk membuka lembaran baru atau memulai sesuatu yang baru.

Apa yang ingin dimulai pada tahun depan? Biasanya kita menuangkannya kedalam resolusi tahun baru. Meskipun memiliki akar pada budaya pagan dan ritual agama tertentu, resolusi tahun baru dianggap sebagai tradisi sekuler khususnya didunia Barat.

Lantas, apakah kita harus memiliki resolusi tahun baru juga? Again, it's your personal choice. Bila Sobat sudah terbiasa dengan membuat resolusi, pertanyaan berikutnya adalah sudah tepatkah caramu beresolusi? Bagaimana resolusi pada tahun-tahun sebelumnya – banyak yang tercapai atau banyak yang gagal?

Resolusi yang dicanangkan pada pergantian tahun, sayangnya, banyak yang gagal. Kenapa begitu? Salah satu sebabnya, resolusi tersebut ternyata sulit dilakukan! Jadi, bagaimana seharusnya kita membuat resolusi? Ada lima rumusnya, Sobat: SMART.

 

1. Specific – Sensible, Significant, Simpel

Tujuan yang kita tetapkan harus jelas dan spesifik. Setidaknya kita punya jawaban tentang: (1) apa yang ingin dicapai; (2) kenapa tujuan tersebut penting; (3) siapa saja yang akan terdampak, dan (4) apakah ada batasan-batasannya?

Misalnya, resolusi tahun 2020 adalah menjadi lebih langsing. It's not enough, Sobat! Kita harus memperjelasnya lagi, misalnya dengan menyebutkan berat badan turun 10 kilogram. Tapi kita harus punya alasan yang tepat kenapa berat badan harus turun dan kenapa muncul angka 10 kilogram.

Bila tinggal bersama keluarga, siapkah mereka dengan perubahan pola makan kita demi target tersebut? Bila merantau, cukupkah uang saku kita untuk merencanakan menu-menu sehat khusus untuk menurunkan berat badan?

 

2. Measurable – Motivating, Meaningful

Resolusi yang kita buat haruslah terukur. Itulah sebabnya, pada contoh diatas, kita harus menentukan dengan jelas berapa kilogram berat badan harus turun dan dalam jangka waktu berapa lama.

Kita bisa mengacu pada jarum atau angka pada timbangan untuk mengetahui seberapa banyak kemajuan yang telah diperoleh. Jangan lupa memperhatikan kemajuan tersebut diperoleh dalam berapa lama. Misalnya, setelah tiga bulan mengatur pola makan, berat badan kita turun sebanyak tiga kilogram. It's a progress!

Jangan membuat resolusi menjadi lebih rajin tahun depan, misalnya. Kita akan mengalami kesulitan sendiri dalam mengukur kriteria rajin tersebut. Gantilah dengan, misalnya, menyimpan sepatu di rak setiap pulang sekolah.

 

3. Achiavable Attainable, Agreed

Here plays our logic. Masih pada contoh program penurunan berat badan, kita perlu menjabarkan upaya apa saja yang akan dikerjakan agar berat badan turun 10 kilogram. Misalnya, kita menyusun menu makanan sehat rendah kalori setiap pekan. Maka, berat badan turun satu kilogram setiap bulan masih terhitung target yang masuk akal.

Bagaimana kalau berat badan turun 10 kilogram dalam satu bulan? Yes, it's highly unattainable.

 

4. Relevant – Realistic, Reasonable

Menetapkan target juga harus kira-kira, Sobat. Pertimbangkan kemampuan kita – be realistic. Pasalnya, ketika setengah jalan kita merasa target tersebut terlalu jauh di awan, biasanya kita akan mudah menyerah. "Ah, buat apa dikerjain terus, nggak bakal kesampaian."

Telah disebutkan diawal, inilah salah satu penyebab kenapa banyak resolusi berakhir sebagai sekedar resolusi tanpa eksekusi. Suatu target atau resolusi tahun baru dikatakan relevan bila: (1) layak diperjuangkan; (2) ditetapkan pada waktu yang tepat; dan (3) sesuai dengan kebutuhan atau target yang lain.

Contoh sederhananya, Sobat sedang duduk dikelas XII dan akan menghadapi UTBK dibulan April tahun depan. Menetapkan target dibulan Maret 2020 mengalahkan the queen monster pada level terakhir game yang baru saja dimulai saat ini sepertinya kurang relevan.

 

5. Time-Bound – Time/ Cost Limited, Timely, Time-Based

Jangan lupakan kerangka waktu. Bukan berarti kejam bila kita memberi diri sendiri tenggat waktu atau deadline. Justru, tenggat waktu itulah yang memberi kita kerangka perencanaan dan pengukuran yang baik. Misalnya kita ingin menurunkan berat badan sebanyak 10 kilogram, berapa lama waktu yang kita butuhkan?

Bila kita menetapkan waktu satu bulan turun satu kilogram, kerangka waktunya sudah reasonable. Berikutnya, langkah-langkah apa saja yang akan kita lakukan dalam waktu satu bulan tersebut? Bagaimana kita membuat variasi menu makannya setiap pekannya selama sebulan?

Seperti namanya sendiri: kerangka waktu. Kita diberi kerangka atau batasan dalam menyusun rencana atau langkah-langkah yang diperlukan agar mampu mencapai target pada waktu yang ditetapkan.

 

Bagaimana bila Sobat kurang tertarik membuat resolusi tahun baru? Apakah teknik SMART ini menjadi tak berarti?

Justru sebaliknya, Sobat. Kelima kriteria diatas masih bisa diterapkan kapanpun kita ingin mencapai suatu tujuan tertentu. Misalnya kita ingin menguasai skill baru secara otodidak, teknik SMART bisa memberi kita arah dan panduan belajar. Ingin mencobanya, Sobat?

420

More Blog Entries

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar
text
00
text
00
text
00
text
00
bagaimnan caranya
00
apa
00
yaudah
00
nice
00

metablog-web Portlet

CssBlog

popular-post-web Portlet

redesain-footer Portlet

Bersama Aku Pintar temukan jurusan kuliah yang tepat sesuai minat dan bakatmu. Mungkin kamu tertarik dengan kampus dan jurusan kuliah dibawah ini.

Aku pintar logo

Aku Pintar adalah perusahaan teknologi informasi yang bergerak dibidang pendidikan. Nama perusahaan kami adalah PT. Aku Pintar Indonesia

Kontak Kami

+62 812 2000453
info@akupintar.id

Ikuti

Facebook Instagram Youtube WhatsApp
Download Aku Pintar

Download Aplikasi Aku Pintar

Lebih lengkap dan cepat

Download Aku Pintar
Facebook Instagram Youtube WhatsApp