redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

Informasi Seputar Berita Kampus

Informasi spesial untuk menambah wawasan Sobat Pintar tentang Universitas Gadjah Mada (UGM)

Berita Kampus

Kartika Putri, 29 April 2024

UNDIP Miliki Conference Hall Keren dan Data Center Canggih

Rektor Universitas Diponegoro Prof. Dr. Yos Johan Utama, SH.,M.Hum. meresmikan dua ikon baru kampus Universitas Diponegoro yakni UNDIP Conference Hall di lantai 5 dan Data Center Universitas Diponegoro di lantai 2 gedung ICT Center, kampus UNDIP Tembalang pada Kamis, 26 April 2024. Dalam sambutannya, Rektor Universitas Diponegoro Prof. Dr. Yos Johan Utama, SH.,M.Hum. menyampaikan bahwa saat ini UNDIP telah maju melesat dan mendapatkan recognisi baik nasional maupun internasional. Menjadi kampus berkelas internasional tentu saja UNDIP terus meningkatkan sarana dan fasilitas pendukung untuk mendukung layanan berkelas global. Diantaranya dengan membangun Undip Conference Hall di lantai 5 dan Data Center di lantai 2 gedung ICT kampus UNDIP Tembalang. UNDIP Conference Hall dibangun sebagai ruang pertemuan untuk menampung tamu-tamu dari luar, seperti kunjungan pelajar SMA ke UNDIP. Mengingat animo siswa mendaftar UNDIP semakin meningkat hingga UNDIP menjadi kampus nomor 2 (dua) pendaftar terbanyak se- Indonesia SNBP 2024. Ruang berkapasitas 217 orang ini ditata dengan standar kenyamanan yang meliputi tata udara, tata suara dan tata cahaya. Mencakup 2 (dua) ruang rapat dan 1 (satu) ruang transit. Dengan kualitas ruang dan kenyamanan, kedepan UNDIP Conference Hall menjadi standar ruang pertemuan di UNDIP bersama dengan ruang-ruang lainnya. Adapun Data Center Universitas Diponegoro yang terletak di lantai 2 gedung ICT Center kampus UNDIP Tembalang menjadi fasilitas layanan konektivitas dan ruang server dengan perangkat canggih yang mendukung teknologi informasi dalam peningkatan layanan UNDIP. Kelebihan dan kecanggihan Data Center Universitas Diponegoro seperti raised floor yang dipasang dengan insuli sehingga kelembaban dan kebersihan ruangan terhadap debu terjaga; dilengkapi sistem alat pemadam menggunakanFire suppression systems yang tidak berbahaya bagi peralatan network dan server (berupa gas); terinstalasi CCTV dengan tanpa blind spot dan akses masuk fingerprint setiap ruangan yang terintegrasi; MPO cable diinstall berdasarkan kapasitas rencana sehingga penambahan server bisa langsung dilakukan dan seluruhnya kabel FO; terdapat Environment Monitoring system yang memonitor keadaan suhu, kelembaban, visual, power, dan lainnya. Keadaan data center termonitor dengan sistem memberikan alert kepada petugas jika ada sistem yang tidak bekerja sebagaimana mestinya. Sehingga penanganan menjadi cepat dan terarah. Sementara Direktur Data dan Sistem Informasi Dr. Maman Somantri, ST.,MT. mengatakan bahwa Data Center yang dibangun saat ini telah memenuhi standard compliant ISO maupun SNI dan masuk kategori tier 2. Data center sebelumnya hanya memenuhi tier 1. Data center UNDIP telah memenuhi 5 fitur kebutuhan yaitu 1) kehandalan yang tinggi dimana data center UNDIP bisa beroperasi terus menerus tanpa henti. Hal Ini dicapai dengan menggunakan komponen perangkat keras berkualitas tinggi, sistem redundansi (cadangan), dan perawatan yang rutin. 2) Keamanan yang ketat, data center UNDIP dapat melindungi data yang disimpan di dalamnya dari segala macam ancaman, seperti pencurian, perusakan, dan bencana alam. 3) Konektivitas yang cepat, data center UNDIP telah memiliki koneksi internet yang cepat dan handal untuk memastikan transfer data yang lancar dan akses yang mudah ke informasi yang tersimpan. 4) Efisiensi energi, data center UNDIP yang modern menggunakan teknologi terbaru untuk mengurangi konsumsi energi. Hal Ini penting untuk mengurangi biaya operasional dan dampak lingkungan. 5) Skalabilitas, data center UNDIP bisa mudah diperbesar kapasitasnya untuk memenuhi kebutuhan penyimpanan dan pemrosesan data yang terus meningkat. Dengan kecanggihan perangkat dan sistem yang terintegrasi memudahkan untuk monitoring dan semakin meningkatkan kualitas layanan UNDIP sebagai kampus berkelas.   Sumber : Berita UNDIP

Baca Selengkapnya

Berita Kampus

FK Undip Bersama IKA MEDICA Peduli Banjir Demak

Kedokteran Universitas Diponegoro (IKA MEDICA) merespon bencana banjir yang melanda wilayah Demak beberapa waktu lalu. Sebagai bentuk kepedulian yang mendalam terhadap masyarakat, FK Undip menjalankan program donasi untuk memberikan bantuan langsung kepada korban banjir, pada Senin (04/03). Donasi yang terkumpul diserahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kabupaten Demak. Langkah ini diambil untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar efektif dan tepat sasaran. BNPB sebagai mitra dalam penyaluran bantuan akan membantu mendistribusikan bantuan tersebut kepada pihak yang membutuhkan. Dekan Fakultas Kedokteran Undip, Dr. dr. Yan Wisnu Prajoko, M.Kes., Sp.B.Subsp.-onk(K), menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian FK Undip dalam bentuk donasi kepada korban banjir. Lebih lanjut Dr. dr. Yan Wisnu Prajoko berharap semangat kepedulian dalam mengatasi dampak bencana banjir di Demak tidak hanya sebatas pada donasi material saja, namun juga menciptakan kesadaran dan solidaritas di kalangan mahasiswa dan alumni.   Sumber : Humas UNDIP

Baca Selengkapnya
Berita Kampus

Warga Desa Tonjong, Grobogan Dapatkan Pengobatan Gratis Pasca Banjir dari LPPM Undip

Sebanyak 277 warga dusun Tonjong, kelurahan Deras, kecamatan Kedungjati Kabupaten Grobogan memperoleh pengobatan gratis dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Diponegoro pada Minggu (25/2). Sekretaris desa setempat, Hasan Azhari sangat mengapresiasi dan mengucapkan rasa terima kasihnya. Jika menilik lokasi desa Deras merupakan dusun yang terpencil bahkan letaknya dilingkari oleh sungai dan hutan sehingga sangat jauh dari pelayanan kesehatan terutama Puskesmas yang jaraknya kurang lebih sampai 7 km maupun rumah sakit diperkirakan hingga 10 km. Maka program kegiatan LPPM Undip ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan disambut antusiasme warga sekitar desa yang hendak memeriksakan kesehatannya sekaligus berkonsultasi dengan dokter dan rela datang lebih awal untuk memperoleh pengobatan gratis. Dalam sambutannya, Dr. Hadi Salim, SpB sebagai ketua kegiatan pengobatan gratis dari LPPM Undip menyebutkan bahwa Undip mempunyai visi Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. “Pastinya yang kami laksanakan hari ini adalah pengabdian kepada masyarakat, tentunya adalah pemeriksaan kesehatan kemudian pemberian obat-obatan yang diperlukan. Mungkin di kesempatan kali ini tidak semua masalah kesehatan bisa diatasi, berharap semua masyarakat disini mempunyai kartu sehat apapun bentuknya baik itu BPJS, KIS dan lain sebagainya tapi yang terpenting punya, jikapun belum punya bisa meminta atau mendaftar supaya semua warga memiliki kartu sehat. Apabila ada masalah kesehatan yang membutuhkan perawatan kesehatan nantinya bisa mudah dirujuk ke rumah sakit,” kata Hadi. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada perangkat desa yang telah memfasilitasi  segala sesuatunya sehingga tim relawan bisa melaksanakan aktivitas pengobatan gratis. Di akhir kegiatan, Dr. dr. Sri Winarni, M.Kes. selaku koordinator tim Relawan Pengabdian Masyarakat (RPM) LPPM Undip mengatakan, “tujuan kegiatan LPPM Undip ini pastinya pertama sebagai bentuk pengabdian ke masyarakat dan selanjutnya untuk melakukan pengobatan pasca banjir. Kebetulan di desa Deras ini adalah daerah yang terdampak banjir beberapa waktu lalu, sehingga target kami pengobatannya merupakan pengobatan penyakit – penyakit pasca banjir bahkan tidak menutup kemungkinan juga penyakit-penyakit yang diderita oleh masyarakat yang degeratif dan banyak dari mereka mengalami penyakit hipertensi, dislipidemia, batuk, pilek, penyakit kulit dan lain – lain”. “Proses pelaksanaan pengobatan berjalan lancar, terstruktur dan terorganisasi. Terbukti dari target yang diharapkan sekitar 250 warga, Alhamdulillah bisa mencapai 277 pasien yang berobat,” tambahnya. Harapannya program ini bisa berjalan tidak hanya di desa Deras tetapi juga di desa–desa yang lain. “InsyaaAllah diagendakan minggu berikutnya, tim melaksanakan kegiatan pengobatan gratis di desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak,” pungkas Winarni. Sumber : Humas UNDIP

Baca Selengkapnya
Berita Kampus

Sampah Makanan Bawa Mahasiswa Fakultas Teknik Undip Raih Dua Penghargaan di Thailand Inventors Day 2024

Selasa, 6 Februari 2024, tiga mahasiswa Fakultas Teknik berhasil mendapatkan Silver Prize dan Special Award dari Romanian Inventors Forum dalam Thailand Inventors Day 2024. Thailand Inventors Day, atau International Intellectual Property Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) merupakan kompetisi riset dan pameran inovasi berskala internasional yang diselengarakan oleh National Research Council of Thailand (NRCT), sebuah lembaga riset di bawah Kementerian Riset dan Teknologi Thailand. Dalam kompetisi ini, 600 peserta dari 25 negara ikut serta untuk memamerkan hasil inovasinya di depan para ahli, akademisi, praktisi, investor, serta pemerintah selama 4 hari, mulai dari tanggal 2 hingga 6 Februari 2024. Novi Istiyani, Risala Sujat Swara, dan Miftahul Fajri B dari Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro bersaing dengan para peserta Expo lainnya dengan membawa inovasi tentang penggunaan aplikasi untuk mengontrol produksi biohidrogen dari sampah makanan. Menurut Risala Sujat Swara, ide ini bermula dari keprihatinan mereka ketika melihat jumlah sampah makanan di Indonesia dan dunia yang semakin membludak. Bagi mereka, masalah sampah ini menjadi isu yang harus segera ditangani karena mulai menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. “Kami melihat banyaknya jumlah sampah makanan di Indonesia maupun di dunia yang dapat menghasilkan gas berbahaya yang memiliki dampak pada perubahan iklim dan pemanasan global,” ujarnya. Risal menambahkan, dengan aplikasi yang mereka beri nama BIOHIDROGENO ini, nantinya tiap orang bisa mengolah sampah makanannya sendiri menjadi sumber energi terbarukan. Teknologi Enhanced Methane Prediction Algorithm (EMPA) ditambahkan agar keluaran gas biohidrogen bisa diatur sehingga mengurangi potensi meledak. “Produk inovasi ini dilengkapi dengan aplikasi yang menggunakan algoritma EMPA untuk memudahkan pengguna mengoperasikannya. Pengguna bisa mengontrol keluaran gas biohidrogen dan mencegah potensi meledak,” tambah Risal. Novi Istiyani, salah satu anggota tim, tidak menyangka inovasi yang dibawa oleh timnya diganjar dua penghargaan sekaligus. Ia mengaku sangat senang bisa berprestasi di kompetisi internasional. “Jujur saya sangat tidak menyangka, apalagi di even tingkat internasional. Ini jadi suatu kebangaan karena sudah berani mencoba hal baru dan keluar dari zona nyaman,” tutur Novi. Ia berharap, ke depannya lebih banyak mahasiswa yang berani ikut kompetisi dan berani mengeksplorasi hal-hal yang ada di sekitarnya. “Bagi mahasiswa lain, coba dulu. Urusan gagal atau suksesnya nanti di belakang. Semangat selalu teman-teman mahasiswa! Masih banyak hal yang harus kalian gali ke depannya.” Sumber : Fakultas Teknik Undip

Baca Selengkapnya
Berita Kampus

FISIP Undip Bersama Pakar Italia Kaji Perkembangan Bahasa Minoritas

Pakar Bahasa dari Departement of Asia, Africa and Mediterranean University of Naples L’Orientale Italia, Prof. Antonia Sorienta, Ph.D. memberikan kuliah umum dengan tema studi bahasa minoritas di Indonesia dari dokumentasi, deskripsi dan dari interdisiplin keilmuan pada Senin (12/2) di Kampus FISIP Undip Semarang. Kuliah umum ini merupakan inisiasi dari Departemen Politik dan Pemerintahan FISIP Undip. Prof. Antonia Sorienta mengemukakan tentang penelitiannya tentang bahasa minoritas di Kalimantan dan Sulawesi. “Saat ini bahasa minoritas mendapatkan tantangan yang berat dari perkembangan globalisasi. Karena bahasa minoritas bisa terancam jika tidak ada lagi penutur yang mau mengajarkan bahasanya kepada anaknya”. Prof Antonia mendokumentasikan cerita-cerita asli dari penutur bahasa, kehidupan masyarakat, hingga cara pembuatan kapal secara tradisonal. Ia menambahkan bahwa memahami bahasa bisa mengetahui masalah sosial, untuk itu mempelajari bahasa juga dapat dilihat dari berbagai disiplin. Sementara dosen Ilmu Pemerintahan FISIP Undip Dr. Sos. Mohammad Adnan mengemukakan bahwa kekayaan Bahasa di Indonesia merupakan hal yang tidak bisa ditandingi oleh negara lain. “Indonesia ini memiliki banyak sekali bahasa dan dialek, sehingga Indonesia sangat kaya dibandingkan dengan negara lain. Untungnya kita memiliki Sumpah Pemuda, karena dengan adanya Sumpah Pemuda ini maka kita memiliki bahasa persatuan. Namun disisi lain ketika kita memiliki bahasa persatuan maka bahasa daerah akan menjadi bahasa nomor dua,” ujarnya. “Bahasa daerah di Indonesia lebih banyak bahasa tutur, sehingga jika tidak ada lagi yang menuturkannya bisa berdampak bagi perkembangan bahasa daerah tersebut. Untuk bahasa jawa saya yakin tidak akan punah karena selain banyak yang menggunakannya, penggunaan di pondok pesantren masih menggunakan bahasa jawa untuk belajar. Kiai mengajarkan agama Islam dari bahasa Arab langsung diterjemahkan ke bahasa Jawa. sehingga selama masih ada pondok pesantren maka bahasa Jawa masih akan tetap eksis,” katanya. Ketua Departemen Politik dan Pemerintahan Dr. Nur Hidayat Sardini mengatakan bahwa memiliki komitmen tinggi untuk mendatangkan dosen-dosen tamu baik dari dalam ataupun dari luar negeri. “Upaya mendatangkan dosen dari luar negeri ini merupakan komitmen kami untuk memberikan wawasan global bagi dosen dan mahasiswa,” ucapnya.   Sumber : Humas Undip

Baca Selengkapnya
Berita Kampus

Inovasi untuk Kembangkan Potensi Lokal

Kabupaten Pemalang kaya akan komoditas lokal diantaranya nanas dan kentang. Selain juga potensi wisata terutama di beberapa desa yang terletak di lereng gunung Slamet yang menyimpan banyak keindahan alam. Mahasiswa Universitas Diponegoro dalam Tim I KKN Undip telah melaksanakan pengabdian dengan terjun langsung mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk memajukan potensi daerah bekerjasama dengan masyarakat lokal. Inovasi dan produk yang mereka kembangkan bersama dengan masyarakat di gelar pada Ekspo KKN di kecamatan Pulosari, kabupaten Pemalang pada hari Minggu(9/2). Kegiatan tersebut sekaligus merupakan monitoring dan evaluasi sebagai salah satu indikator keberhasilan mahasiswa dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan dihadiri oleh Wakil Rektor Komunikasi dan Bisnis Dr. Darsono, SE.,Akt.,MBA, Perwakilan dari Bappeda Pemalang dan Camat setempat. Dalam sambutannya, Dr. Darsono menyampaikan bahwa Undip mengucapkan terima kasih telah diberikan kesempatan untuk mahasiswa mengimplementasikan ilmu di bangku kuliah untuk bersama dengan masyarakat mengembangkan potensi lokal. “Berharap inovasi dan produk yang dihasilkan adalah produk tepat guna yang memberikan kemanfaatan besar bagi masyarakat”, tutur Beliau. Adapun inovasi dan produk yang dikembangkan di masing-masing desa di kecamatan Pulosari kabupaten Pemalang meliputi: pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar kopi, pengembangan ekonomi lokal dengan budidaya tanaman toga jahe merah di desa Siremeng. Pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) sebagai pemanfaatan sisa hasil perkebunan. Sementara di desa Clekatakan, masyarakat dilatih untuk membuat sabun dari kentang yang bermanfaat untuk membersihkan noda bekas jerawat, mengatasi penuaan dini, mengatasi kulit keriput dan kolagen untuk kulit. Sebagai daerah penghasil nanas terbesar di Jawa Tengah, oleh mahasiswa KKN dimanfaatkan untuk menambah produk olahan. Jika sebelumnya diolah menjadi selai, stik, dodol, manisan dan keripik, kini tambahan varian baru yakni diolah menjadi kukis nanas dan wingko nanas. Selain juga olahan dari bahan tepung singkong yang disebut mocaf yang dibuat bromo yakni brownies mocaf. Selain dibuat lilin aroma kopi, produk lokal kopi juga diolah menjadi permen kopi (coffee caramel candy) yang rendah gula. Inovasi lain yang memberi kemanfaatan adalah perancangan alat fog catchers (penangkap kabut) dalam upaya mengatasi kebutuhan air saat musim kemarau di desa Jurangmangu. Juga penyusunan masterplan untuk pengembangan pariwisata di desa Batursari yakni jalur pendakian Cemara Sakti dan Pakis Blengkunang. Sedangkan di desa Penakir adalah upaya pengelolaan wisata Igir Tipis yang merupakan kawasan lindung di lereng gunung Slamet. (undip.ac.id)

Baca Selengkapnya
Berita Kampus

Pengolahan Limbah Sarang Tawon Klanceng Menjadi Produk Kesehatan

Mahasiswa KKN Undip Desa Babaktulung menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan sabun kesehatan dari limbah sarang tawon klanceng. Kegiatan tersebut dihadiri oleh perangkat desa, kader PKK, perintis budidaya tawon klanceng beserta anggotanya yaitu KTH Tiguna Mandiri serta Karang Taruna Dusun Tulung. Kegiatan ini diselenggarakan di Balai Desa Babaktulung pada Senin (3/2) mulai pukul 10.00-12.00 WIB. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana mengolah limbah sarang tawon menjadi produk tepat guna berupa sabun kesehatan. Selain itu, pemanfaatan limbah sarang tawon ini juga dapat mendongkrak perekonomian masyarakat. Sebelum diadakannya sosialisasi ini, mahasiswa KKN Undip melakukan berbagai percobaan serta metode dalam merancang komposisi sabun agar dapat digunakan. Setelah berbagai macam percobaan dilakukan, kemudian diadakannya sosialisasi dan praktik kepada masyarakat agar dapat membuat produk sabun sendiri. Kegiatan ini dimulai dari pemaparan materi tentang cara pengolahan sarang tawon klanceng dan manfaatnya bagi kesehatan. Berikutnya dilakukannya praktik pembuatan sabun oleh mahasiswa KKN Tim 1 Undip Desa Babaktulung. “Acara hari ini sangat bagus bagi masyarakat Desa Babaktulung, saya sendiri ingin melanjutkan dan mengembangkan sabun ini supaya menjadi sumber penghasilan.” ujar ibad selaku perintis budidaya tawon klanceng. Sarang tawon klanceng ini mengandung propolis yang bermafaat bagi kesehatan salah satunya anti inflamasi dan anti peradangan pada kulit. Oleh karena itu, propolis yang ada pada limbah sarang tawon dimanfaatkan menjadi produk kesehatan berupa sabun yang memiliki nilai jual dan mudah dibuat oleh masyarakat. (undip.ac.id)

Baca Selengkapnya
Berita Kampus

Undip Kembangkan Tangan Bionik untuk Difabel di Jateng

Fakultas Teknik Universitas Diponegoro melalui CBIOM3S bekerjasama dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan alat berupa tangan mekanik kepada 27 penyandang disabilitas di Jawa Tengah, Senin (23/9) bertempat di Aula Dinas Sosial Prov. Jateng. Hadir dalam acara tersebut Wakil Rektor Bidang Komunikasi dan Bisnis Undip Dr. Darsono, Dekan FT Undip. Prof. Agung Wibowo, Ketua PT. CBIOM3S Undip Dr. Rifki Ismail, Plt. Kepala Dinas Sosial Semarang Yusadar, S.H beserta jajaran, dan 27 penyandang disabilitas di Jawa Tengah. Universitas Diponegoro (UNDIP) sebagai universitas riset yang dalam perjalanan menjadi World Class University, memiliki suatu pusat riset teknologi kesehatan, yaitu Center for Biomechanics, Biomaterials, Biomechantronics and Biosignal Processing (CBIOM3S). Dalam 4 tahun terakhir, CBIOM3S telah mengembangkan produk teknologi kesehatan, yang beberapa produk yang telah dibuat adalah: tangan bionik, tangan mekanik, alat terapi club foot untuk bayi, brace untuk pasien dengan ostheo-arthritis sendi lutut, kaki tiruan, alat diagnosis penyakit Parkinson, eksoglove untuk pasien stroke, dan lain-lain. Dekan FT Undip dalam sambutannya mengemukakan penyerahan tangan mekanik bagi penyandang disabilitas tersebut merupakan hilirisasi dari penelitian pusat studi CBIOM3S di FT Undip agar dapat bermanfaat bagi masyarakat dengan bekerjasama dengan Dinas Sosial dan P3D Semarang. “Kami mengucapkan kepada seluruh pihak yang telah memfasilitasi atas tercapainya kegiatan ini, semoga penelitian- penelitaian yang dilakukan FT Undip bisa memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat serta menjadi amal jariyah bagi kita semua” pungkas Prof. Agung. Ketua PT. CBIOM3S Undip Dr. Rifki Ismail dalam sambutannya berharap pemberian tangan mekanik kepada rekan- rekan penyandang disabilitas dapat membantu beradaptasi dalam kehidupan serta beraktivitas secara bertahap menaikkan produktivitas sehari-hari. “Kita sebenarnya mulai riset sejak 2015. Riset tangan robot pelan-pelan ubah jadi tangan bionik. Sudah punya 4 jenis produk tangan bionik, ini yang keempat. Ada Asta Bionic Hand, Bimo Bionic Hand, Albiondi Bionic Hand dan Bionic Hand 2020,” kata Ketua PUI PT Teknologi Kesehatan CBIOM3S, Rifky Ismail. (undip.ac.id)

Baca Selengkapnya
Berita Kampus

Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa KKN Undip Kenalkan Edu Wisata Embung Bangau

Dosen FPIK Universitas Diponegoro Dr. Ir. Suryanti, M.Pi, beserta Tim Dr. Eng. Agus Setyawan, S.Si., M.Si Farikhin, S.Si., M.Si., Ph.D berkolaborasi dengan Mahasiswa KKN Periode 1 Undip 2020 (Reza, Susi, Chris, Naufal, Sekar, Tani) melakukan pemberdayaan masyarakat mandiri berkelanjutan di desa Tajuk menuju destinasi wisata alam di Embung Bangau, Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Semarang, Sabtu (8/2). Kegiatan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Tajuk guna mengoptimalkan potensi wisata alam khususnya Embung Bangau serta peran masyarakat dalam memanfaatkan dan mengelola potensi wisata alam guna desa Tajuk menjadi desa wisata unggulan di Getasan. “Saya dan tim melakukan kegiatan ini karena melihat potensi alam yang dimiliki desa Tajuk sangatlah potensial baik dari sektor sumber daya alam, pemandangan gunung Merbabu yang menakjubkan hingga potensi wisata alam yang dimiliki. Sehingga perlu dioptimalkan melalui peran masyarakat dalam mengelola potensi wisata alam ” ujar Dr. Suryanti. Tim dosen pengabdian berkolaborasi dengan mahasiswa KKN Undip Periode 1 2020 serta dukungan dari kepala Desa Tajuk Bp Singgih serta antusiasnya warga desa Tajuk telah melakukan kegiatan dengan sosialisasi mengenai Edu Mina Wisata artinya pengoptimalan wisata alam dari sektor perikanan yang dilengkapi tempat pembelajaran. Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi serah terima dan penebaran benih 3000 ekor ikan nila, sosialisasi mengenai masterplan Embung Bangau kepada masyarakat Tajuk, edukasi mengenai pengelolaan sampah menjadi ecobrick, pencerdasan kepada masyarakat mengenai budidaya ikan nila secara mudah serta pengenalan papan pintar kepada masyarakat sebagai bahan pembelajaran di taman edukasi Embung Bangau. “Kegiatan pengabdian masyarakat ini support dari kepala desa Tajuk serta masyarakat yang sudah terealisasi berupa serah terima dan penebaran bibit ikan nila sebesar 3000 ekor serta acara penyuluhan kepada masyarakat tajuk mengenai keterlibatan masyarakat dalam pengoptimalisasi Embung Bangau” Ujar Dr. Suryanti. Kegiatan penebaran bibit ikan nila sebesar 3000 ekor bisa terlaksana atas kerjasamanya dengan Bapak Ir. Arif Rahman. M.Si yang sudah memberikan bantuan benih ikan nila lebih dari 3000 ekor. Kegiatan ini didukung juga sepenuhnya dari pihak desa Tajuk hal ini sesuai pernyataan Bp Kades “Desa Tajuk tahun ini sedang bergerak cepat untuk melakukan pembangunan fasilitas umum untuk mendukung potensi wisata terutama Embung Bangau, dengan adanya kegiatan pengabdian ini sangat bermanfaat dan berdampak positif untuk masyarakat Tajuk” Ujar Pak Singgih, Kades Tajuk. Acara dilanjutkan sosialisasi kepada masyarakat Tajuk mengenai masterplan Embung Bangau yang sudah dirancang dan didesain oleh tim mahasiswa KKN 1 Undip 2020 sebagai acuan dan referensi dalam mengembangkan wisata Embung Bangau. Selain itu, mahasiswa KKN berhasil mengolah dan memanfaatkan sampah plastik melalui ecobrick menjadi kursi. Harapannya semua fasilitas di Embung Bangau bisa dibuat dari pemanfaatan limbah plastik. Dengan adanya rangkaian program pemberdayaan ini, Dr. Suryanti berharap agar potensi wisata desa Tajuk terutama wisata Embung Bangau bisa dikelola dengan baik oleh Masyarakat Tajuk guna meningkatkan eksistensi desa Tajuk serta perekonomian warga desa Tajuk Getasan. (undip.ac.id)

Baca Selengkapnya
Berita Kampus

UNI EROPA Tawarkan Beasiswa dan Studi Lanjut ke Undip

Para Duta Besar dari Uni Eropa melakukan kunjungan ke Undip untuk menawarkan beasiswa dan studi lanjut kepada para mahasiswa Undip, Kamis (25/1) di gedung ICT Undip Tembalang. Dari kunjungan ini diharapkan dapat saling melakukan kerjasama yang saling menguntungkan di bidang diantara kedua belah pihak. Kunjungan ini dipimpin oleh Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Guérend dan diikuti para diplomat dari 12 Negara Anggota Uni Eropa, termasuk Duta Besar Austria (Helene Steinhäusl), Duta Besar Belgia (Patrick Herman), Duta Besar Kroasia (Drazen Margeta), Duta Besar Denmark (Rasmus Abildgaard Kristensen), Duta Besar Jerman (Michael Freiherr von Ungern-Sternberg), Duta Besar Yunani (Georgios Dogoritis), Duta Besar Irlandia (Kyle O’Sullivan) dan Duta Besar Italia (Vittorio Sandalli). Vincent menyatakan bahwa pihak Uni Eropa melakukan kegiatan roadshow di daerah daerah lain di Indonesia selain Jakarta untuk membangun kerjasama diberbagai daerah di Indonesia, seperti Kota Semarang yang merupakan ibu kota dari Jawa Tengah. Undip berkesempatan menjadi tuan rumah dalam kegiatan ini, sekaligus membangun kerja sama dengan pihak Uni Eropa. Bentuk nyata dari kolaborasi antara Uni Eropa dan Undip adalah digelarnya diskusi panel tentang Urbanisasi Berkelanjutan dengan para pembicara antara lain adalah Duta Besar Uni Eropa, Duta Besar Belgia, Duta Besar Denmark dan Duta Besar Italia, serta Dr Iwan Rudiarto dari UNDIP. “Banyak kegiatan yang dihasilkan dari kolaborasi seperti pertukaran pelajar-pekerja, penelitian bersama, publikasi, pengawasan, mengunjungi profesor dan masih banyak lagi. Namun banyak projek yang kami kerjakan tidak hanya melibatkan Undip dan partner dari Eropa saja akan tetapi juga Provinsi Jawa Tengah dan Kota Semarang” ujar Rektor Undip, Yos Johan Utama Di tempat yang sama juga akan diadakan beberapa sesi informasi dan sebuah pameran tentang beasiswa dan studi di Eropa. Para perwakilan dari negara Perancis, Jerman, Irlandia, Italia, Belanda, Swedia, Inggris dan program Erasmus+ dari Uni Eropa akan berada di UNDIP pada tahun yang terbuka untuk umum ini. (www.undip.ac.id)

Baca Selengkapnya