APSiswaNavbarV2

redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Peta Belajar Bersama

Hai Sobat Pintar! Perhatikan peta konsep untuk BAB IV tentang Kearifan Lokal dan Pemberdayaan Komunitas di bawah ini!

Yuk mari kita mulai belajar bersama!

Hakikat Kearifan Lokal


Sumber: http://www.forshei.org

Dalam keragaman bangsa Indonesia, pada umumnya setiap masyarakatnya memiliki nilai-nilai yang menjadi pedoman hidupnya dan nilai-nilai tersebut akan menjadi sebuah kearifan yang menjadi ciri khas daerah masing-masing. Kearifan lokal masyarakat merupakan hasil dari proses adaptasi turun-menurun dalam periode waktu yang sangat lama terhadap suatu lingkungan alam tempat mereka tinggal. Kearifan lokal menjadi tata nilai kehidupan yang diwarisi antargenerasi.

Kearifan lokal merupakan suatu pandangan hidup dan ilmu pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan kebutuhan komunitas tersebut. Di sini masyarakat beradaptasi terhadap lingkungan budaya, dan adat istiadat. Dalam hal ini masyarakat beradaptasi terhadap lingkungan tempat tinggalnya dengan mengembangkan suatu kearifan dalam wujud pengetahuan atau ide, nilai budaya, serta peralatan yang dipadukan dengan nilai dan norma adat dalam aktivitas mengelola lingkungan untuk mencukupi kebutuhan hidup. Ciri-ciri kearifan lokal adalah sebagai berikut:

  • Mampu bertahan terhadap budaya luar
  • Memiliki kemampuan mengintegrasikan unsur budaya luar ke dalam budaya asli
  • Memiliki kemampuan mengakomodasi unsur-unsur budaya luar
  • Mempunyai kemampuan mengendalikan
  • Mampu memberi arah pada perkembangan budaya

Kemudian, fungsi dan makna kearifan lokal menurut Sirtha adalah sebagai berikut:

  • Berfungsi untuk konservasi dan pelestarian sumber daya alam
  • Berfungsi untuk pengembangan sumber daya manusia 
  • Berfungsi untuk pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan
  • Berfungsi sebagai petuah, kepercayaan, sastra, dan pantangan
  • Bermakna sosial
  • Bermakna etika dan moral
  • Bermakna politik

Bentuk Kearifan Lokal dan Potensi Kearifan Lokal di Indonesia

Menurut Teezi Marchettini, dan Rarosini hasil akhir dari sedimentasi kearifan lokal adalah berbentuk tradisi atau agama. Dia mengatakan bahwa kemunculan kearifan lokal dalam masyarakat merupakan hasil dari proses trial and error dari berbagai macam pengetahuan empiris/non empiris ataupun estetik/intuitif. Kearifan lokal ini menggambarkan fenomena yang akan menjadi ciri khas komunitas kelompoknya. Kemudian terdapat pendapat lain yang mengklasifikasikan kearifan lokal ke dalam dua aspek, diantaranya adalah sebagai berikut:

Berwujud Nyata (Tangible)
Tekstual, seperti nilai, tata cara, dan aturan yang dituangkan dalam bentuk catatan tertulis.
Benda cagar budaya/tradisional (karya seni)
Bangunan/arsitektual

Tidak Berwujud (Intangible), misalnya adalah petuah yang disampaikan secara verbal dan seni suara berupa nyanyian, pantun, cerita yang sarat nilai-nilai ajaran tradisional. 

Kemudian, potensi kearifan lokal di Indonesia adalah sebagai berikut:

  • Kearifan lokal dalam karya-karya masyarakat
  • Kearifan lokal dalam pemanfaatan sumber daya alam
  • Kearifan lokal dalam bidang pertanian
  • Kearifan lokal dalam mitos masyarakat
  • Kearifan lokal dalam cerita budaya, petuah, dan sastra

Pemberdayaan Komunitas

Kearifan lokal tidak terlepas dari nilai-nilai yang dipertahankan di suatu daerah atau komunitas tertentu. Nilai-nilai tersebut tidak akan mudah diubah paradigma atau sudut pandangnya. Maka diperlukan strategi pemberdayaan komunitas agar pengaruh positif dari kearifan lokal tetap terjaga namun masyarakat atau komunitas dapat mempelajari dan mengubah hal-hal yang dianggap perlu diubah. Pemberdayaan adalah suatu proses menuju berdaya, atau proses untuk memperoleh daya/kekuatan/kemampuan, atau proses pemberian daya/kekuatan/kemampuan kepada pihak yang kurang atau belum berdaya. Sedangkan komunitas merupakan sekelompok masyarakat yang terikat dalam identitas yang sama. 

Menurut Wilkinson, pemberdayaan komunitas adalah sebuah upaya atau perubahan yang sengaja dilakukan atau dikembangkan oleh para anggota sebuah komunitas itu sendiri. Di mana mereka merumuskan masalah, menyusun rencana serta menentukan arah perubahan menurut keyakinan dan persepsi mereka sendiri dan perubahan itu diyakini sebagai perbaikan sebagaimana layaknya membangun sebuah bangunan, maka upaya perbaikan tersebut utamanya diarahkan kepada perbaikan dan pengokohan struktur-struktur penopang komunitas yang bersangkutan. 

Tujuan dari pemberdayaan komunitas adalah untuk membentuk individu dan masyarakat menjadi mandiri dalam bertindak, berpikir, dan mengendalikan apa yang mereka lakukan. Pemberdayaan komunitas orientasinya menunjuk kepada komunitas yang kurang berdaya atau tidak berdaya. Pemberdayaan juga dapat dilakukan kepada komunitas yang telah berdaya, namun dengan tujuan untuk mengantisipasi terhadap ancaman dan hambatan yang dapat mengubah komunitas itu sendiri. Kemudian untuk melengkapi komunitas yang lebih baik, kompetensi yang harus ada dalam masyarakat antara lain sebagai berikut:

  1. Mampu mengidentifikasi masalah dan kebutuhan komunitas.
  2. Mampu mencapai kesempatan tentang sasaran yang hendak dicapai dan skala prioritas.
  3. Mampu menemukan dan menyepakati cara dan alat untuk mencapai sasaran yang telah disetujui.
  4. Mampu bekerja sama secara rasional dalam bertindak untuk mencapai tujuan. 

Menurut Herbert Rubin, ada lima prinsip pemberdayaan komunitas, yaitu: 1) Pemberdayaan melakukan break-even dalam setiap kegiatan yang dikelolanya; 2) Pemberdayaan selalu melibatkan partisipasi masyarakat; 3) Dalam melaksanakan program pemberdayaan, kegiatan pelatihan merupakan unsur yang tidak bisa dipisahkan dari usaha pembangunan fisik; 4) Dalam implementasinya, usaha pemberdayaan harus dapat memaksimalkan sumber daya; 5) Kegiatan pemberdayaan harus dapat berfungsi sebagai penghubung antara kepentingan pemerintah dengan kepentingan masyarakat. 

Menurut Terry Wilson, terdapat tujuh tahapan dalam siklus pemberdayaan komunitas, yaitu 1) Keinginan untuk berubah; 2) Melepaskan halangan-halangan; 3) Rasa memiliki bertambah; 4) Mengembangkan peran dan batas tanggung jawab; 5) Pencapaian hasil dan target yang lebih besar; 6) Perubahan perilaku dan kesan terhadap dirinya; 7) Merasa tertantang untuk upaya lebih besar. Kemudian tahapan-tahapan yang harus dilalui supaya kegiatan pemberdayaan dapat berjalan secara optimal adalah sebagai berikut:

  1. Tahap penyadaran dan perilaku menuju kesadaran serta kepedulian.
  2. Tahap transformasi kemampuan berupa wawasan pengetahuan, kecakapan, dan keterampilan.
  3. Peningkatan kemampuan intelektual.

Aktor pemberdayaan komunitas terdiri dari 1) Pemerintah sebagai penentu rambu-rambu kebijakan dan pengontrol peran swasta; 2) Swasta sebagai implementasi penentuan langkah bersama dengan masyarakat; dan 3) Masyarakat sebagai partisipan. Kemudian faktor yang memengaruhi keberhasilan pemberdayaan komunitas adalah sebagai berikut:

  • Kesediaan suatu komunitas untuk menerima pemberdayaan bergantung pada situasi yang dihadapi.
  • Adanya pemikiran bahwa pemberdayaan tidak untuk semua orang.
  • Ketergantungan adalah budaya. 
  • Dorongan dari para pemimpin setiap komunitas untuk tidak mau melepaskan kekuasannya.
  • Adanya batas pemberdayaan.
  • Adanya kepercayaan dari para pemimpin komunitas untuk mengembangkan pemberdayaan dan mengubah persepsi mereka tentang anggota komunitasnya. 
  • Pemberdayaan tidak kondusif bagi perubahan yang cepat.
  • Pemberdayaan membutuhkan dukungan dukungan sumber daya yang besar.

Latihan 1

Jawablah pertanyaan berikut ini!

  1. Mampu bertahan terhadap budaya luar
  2. Tidak memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan unsur budaya luar ke dalam budaya asli
  3. Tidak memiliki kemampuan untuk mengakomodasi unsur-unsur budaya luar
  4. Mempunyai kemampuan mengendalikan
  5. Mampu memberi arah pada perkembangan budaya

Ciri-ciri kearifan lokal ditunjukkan oleh nomor….

A. 1); 2); dan 3)

B. 2); 3); dan 4)

C. 3); 4); dan 5)

D. 1); 4); dan 5)

E. 1); 2); dan 5)

Latihan 2

Jawablah pertanyaan berikut ini!

Di bawah ini yang bukan termasuk fungsi kearifan lokal menurut Sirtha adalah….

A. Untuk konservasi dan pelestarian sumber daya alam

B. Untuk pengembangan sumber daya manusia

C. Untuk pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan

D. Untuk petuah, kepercayaan, sastra, dan pantangan

E. Untuk penguatan etika dan moral

Latihan 3

Jawablah pertanyaan berikut ini!

Di bawah ini yang bukan merupakan bentuk kearifan lokal tangible adalah….

A. Petuah

B. Primbon

C. Keris

D. Rumah Gadang

E. Kalender

Latihan 4

Jawablah pertanyaan berikut ini!

Batik merupakan salah satu potensi kearifan lokal di Indonesia yang berasal dari….

A. Sumber daya alam

B. Karya masyarakat

C. Pertanian

D. Mitos

E. Cerita budaya

Latihan 5

Jawablah pertanyaan berikut ini!

  1. Pemberdayaan melakukan break-even dalam setiap kegiatan yang dikelolanya
  2. Pemberdayaan selalu melibatkan partisipasi masyarakat
  3. Dalam melaksanakan program pemberdayaan, kegiatan pelatihan merupakan unsur yang tidak bisa dipisahkan dari usaha pembangunan fisik
  4. Dalam implementasinya, usaha pemberdayaan harus dapat memaksimalkan sumber daya
  5. Kegiatan pemberdayaan harus dapat berfungsi sebagai penghubung antara kepentingan pemerintah dengan kepentingan masyarakat 

Poin di atas merupakan prinsip pemberdayaan komunitas yang dikemukakan oleh….

A. Talcott Parsons

B. Jim Ife

C. Herbert Rubin

D. Mardikanto

E. Dharma dan Bhatnagar


Sumber: https://www.desabisa.com

Pada pemberdayaan yang dilakukan oleh pemerintah, partisipasi komunitas sangat dibutuhkan. Partisipasi merupakan manifestasi tanggung jawab sosial dari individu terhadap komunitasnya sendiri maupun komunitas luar. Dalam upaya pemberdayaan, partisipasi sangatlah penting karena:

  • Masyarakat adalah fokus utama dan tujuan akhir dari pembangunan.
  • Partisipasi menimbulkan rasa harga diri dan meningkatkan harkat martabat.
  • Partisipasi menciptakan suatu lingkaran umpan balik arus informasi tentang sikap, aspirasi, kebutuhan, dan kondisi daerah yang tanpa keberadaannya tidak akan terungkap.
  • Partisipasi memperluas zona penerimaan proyek pembangunan.
  • Partisipasi menyediakan lingkungan yang kondusif bagi aktualisasi potensi manusia maupun pertumbuhan manusia.
  • Partisipasi dipandang sebagai pencerminan hak-hak demokratis individu untuk dilibatkan dalam pembangunan mereka sendiri.
  • Partisipasi merupakan cara yang efektif untuk membangun kemampuan masyarakat untuk pengelolaan program pembangunan guna memenuhi ciri khas daerah.

Menurut Dadang Juliantara, partisipasi komunitas dalam pemberdayaan adalah keikutsertaan dalam perencanaan, pelaksanaan, sampai evaluasi program pembangunan. Kemudian maksud dari pengembangan partisipasi komunitas dalam pembangunan menurut Juliantara adalah 1) Partisipasi akan memungkinkan masyarakat secara mandiri mengorganisasikan diri; 2) Partisipasi menjadi semacam garansi bagi tidak diabaikannya kepentingan masyarakat; 3) Dengan adanya partisipasi masyarakat, persoalan dalam dinamika pembangunan akan dapat diatasi; 4) Keterlibatan masyarakat akan meningkatkan proses penyelenggaraan pemerintah yang demokratis. 

Kemudian menurut Ericson, bentuk partisipasi komunitas dalam pembangunan adalah partisipasi pada tahap perencanaan, partisipasi dalam tahap pelaksanaan, dan partisipasi pada tahap pemanfaatan. 

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Partisipasi, Bentuk, dan Jenis Partisipasi Masyarakat

Faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat adalah sebagai berikut:

  • Kepercayaan diri suatu masyarakat
  • Solidaritas dan integritas sosial masyarakat
  • Tanggung jawab sosial dan komitmen masyarakat
  • Musyawarah untuk mufakat dalam pengambilan keputusan
  • Organisasi dengan keputusan yang rasional dan demi efisiensi usaha
  • Prakarsa perseorangan atau masyarakat yang diterima dan diakui sebagai milik masyarakat
  • Kepekaan dan ketanggapan masyarakat terhadap masalah, kebutuhan, dan kepentingan umum masyarakat
  • Kemauan dan kemampuan mengubah serta memperbaiki keadaan dan membangun atas kekuatan sendiri
  • Kepentingan umum murni, setidaknya umum dalam lingkungan masyarakat yang bersangkutan dan tidak ditunggangi oleh kepentingan lain.

Kemudian bentuk partisipasi masyarakat terhadap pemberdayaan komunitas masyarakat adalah partisipasi uang, harta benda, tenaga, sosial, pemikiran, keterampilan, representatif, dan proses pengambilan keputusan. Sedangkan jenis partisipasi masyarakat menurut S. Kruck adalah partisipasi instrumental, yaitu partisipasi untuk mencapai suatu kebijakan dan partisipasi transformasional, yaitu partisipasi untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi serta untuk perubahan masyarakat. 

Latihan 1

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

  1. Masyarakat adalah fokus utama dan tujuan akhir dari pembangunan.
  2. Partisipasi menimbulkan rasa harga diri dan meningkatkan harkat martabat.
  3. Partisipasi menciptakan suatu lingkaran umpan balik arus informasi tentang sikap, aspirasi, kebutuhan, dan kondisi daerah yang tanpa keberadaannya tidak akan terungkap.
  4. Partisipasi memperkecil zona penerimaan proyek pembangunan.
  5. Partisipasi kurang menyediakan lingkungan yang kondusif bagi aktualisasi potensi manusia maupun pertumbuhan manusia.

Alasan partisipasi masyarakat dalam upaya pemberdayaan sangatlah penting dilakukan ditunjukkan oleh nomor….

A. 1); 2); dan 3)

B. 2); 3); dan 4)

C. 3); 4); dan 5)

D. 1); 4); dan 5)

E. 1); 2); dan 5)

Latihan 2

Jawablah pertanyaan berikut ini!

Keikutsertaan dalam perencanaan, pelaksanaan, sampai evaluasi program pembangunan merupakan pengertian dari partisipasi komunitas dalam pemberdayaan yang dikemukakan oleh….

A. Dusseldorp

B. Dadang Juliantara

C. S. Kruck

D. Hamijoyo

E. Soelaiman

Latihan 3

Jawablah pertanyaan berikut ini!

  1. Partisipasi pada tahap perencanaan
  2. Partisipasi dalam tahap pelaksanaan
  3. Partisipasi pada tahap pemanfaatan

Poin di atas merupakan bentuk partisipasi menurut….

A. Dusseldorp

B. S. Kruck

C. Hamijoyo

D. Soelaiman

E. Ericson

Latihan 4

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

Di bawah ini yang bukan merupakan faktor yang memengaruhi partisipasi adalah….

A. Kepercayaan diri pemerintah

B. Solidaritas dan integritas sosial masyarakat

C. Tanggung jawab sosial dan komitmen masyarakat

D. Musyawarah untuk mufakat dalam pengambilan keputusan

E. Organisasi dengan keputusan yang rasional dan demi efisiensi usaha

Latihan 5

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

Di bawah ini yang bukan merupakan bentuk partisipasi masyarakat adalah….

A. Uang

B. Tenaga

C. Sosial

D. Budaya

E. Pemikiran

Kearifan Lokal sebagai Tameng Arus Negatif Globalisasi


Sumber: https://www.inovasidesa.com

Kearifan lokal membuat kondisi alam dan berbagai unsur sumber dayanya dapat terpelihara dan terjaga secara seimbang. Namun, globalisasi dan modernisasi yang masuk dapat memengaruhi kearifan lokal. Di sini kearifan lokal kerap kali terbentur dengan berbagai nilai-nilai yang muncul karena globalisasi dan modernisasi, seperti kemakmuran, kenyamanan, kemudahan, individualisme, materialisme, budaya cepat, dan instan. Beberapa hal yang dapat terjadi ketika globalisasi dan modernisasi mengikis kearifan lokal adalah:

  • Pergeseran pengertian manusia
  • Kebebasan yang terkekang
  • Objektivitas manusia
  • Mentalitas teknologi
  • Krisis teknologi
  • Pergeseran dan peniadaan nilai etika dan moral

Kemudian beberapa contoh kearifan lokal masyarakat yang mulai tersingkir adalah 1) Kebiasaan gotong royong semakin berkurang; 2) Para petani memilih varietas tanaman tertentu; 3) dan Menganggap kearifan lokal sebagai musuh globalisasi dan modernisasi.

Strategi Pemberdayaan Komunitas Berlandaskan Kearifan Lokal

Strategi pemberdayaan masyarakat adalah suatu cara yang kita pilih untuk menggali kemampuan dari masing-masing komunitas dengan keanekaragaman kearifan lokal dalam mewujudkan harapannya. Strategi pemberdayaan menurut Sunyoto adalah sebagai berikut:

  • Menciptakan iklim atau suasana yang memungkinkan potensi komunitas masyarakat berkembang.
  • Dalam rangka memperkuat potensi atau daya yang dimiliki komunitas masyarakat, maka upaya yang dilakukan adalah dengan cara memberi pendidikan, kesehatan, dan kesempatan dalam memperoleh sumber kemajuan ekonomi.
  • Memberdayakan bisa berarti melindungi.

Sementara itu, menurut Edi Suharto, pemberdayaan komunitas dapat dilakukan dengan strategi pemungkinan, penguatan, perlindungan, penyokongan, dan pemeliharaan. Kemudian untuk pemberdayaan komunitas berlandaskan kearifan lokal, pertama kali yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi apa saja kearifan lokal yang ada di masyarakat. Hasilnya, akan menjadi kekuatan atau modal dalam memberdayakan komunitas. Dengan demikian pemberdayaan komunitas didasari oleh nilai-nilai kearifan lokal masyarakatnya. 

Memaksimalkan Potensi Kearifan Lokal dalam Pemberdayaan Komunitas

Beberapa contoh tindakan yang bisa dilakukan untuk tetap melestarikan kearifan lokal sekaligus mengintegrasikannya dengan kemajuan zaman adalah sebagai berikut:

  1. Menjaga keautentikan berbagai kearifan lokal
  2. Menjaga eksistensi budaya lokal
  3. Kearifan lokal dapat dijadikan karakter masyarakat setempat
  4. Berbagai kearifan lokal dapat diintegrasikan dengan kebijakan pemerintah untuk mengatasi kemiskinan
  5. Pengelolaan sumber daya dilakukan secara swadaya
  6. Rehumenisasi
  7. Revitalisasi kebudayaan
  8. Kemampuan memilih yang baik

Pentingnya Kelestarian Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan

Pesatnya pembangunan seringkali tidak diiringi dengan kepedulian terhadap lingkungan, akibatnya kerusakan lingkungan terjadi di berbagai tempat. Di sini mungkin terlihat pembangunan yang maju tetapi kita perlu memperhatikan dampak negatif pembangunan terhadap lingkungan seperti  pencemaran tanah, pencemaran air, pencemaran udara, meningkatnya jumlah pengangguran dan kemiskinan. Dalam hal ini untuk memperkecil dampak negatif dari pembangunan yang mengancam lingkungan hidup di dunia adalah melalui pembangunan berkelanjutan. 

Menurut William Ascher dan Robert Healy, pembangunan berkelanjutan adalah suatu cara atau strategi pembangunan yang memaksimalkan keuntungan dalam jangka panjang dan menghindari eksploitasi sumber daya alam secara maksimal yang hanya memberikan keuntungan jangka pendek. Menurut mereka, prasyarat bagi usaha pembangunan melalui strategi pembangunan berkelanjutan adalah konservasi sumber daya hidup yang meliputi hal-hal sebagai berikut:

  • Memelihara proses ekologi yang esensial dan sistem penopang hidup.
  • Mengawetkan dan melindungi aneka ragam genetika.
  • Pemanfaatan yang berkelanjutan dari berbagai spesies dan ekosistem.

Adapun ciri-ciri pembangunan berkelanjutan adalah sebagai berikut:

  • Menjamin pemerataan dan keadilan
  • Menghargai dan melestarikan keanekaragaman hayati, spesies, dan habitat
  • Menggunakan pendekatan integratif
  • Menggunakan pandangan jangka panjang 
  • Meningkatkan kesejahteraan
  • Memenuhi kebutuhan masa sekarang tanpa membahayakan pemenuhan kebutuhan generasi mendatang

Kemudian permasalahan lingkungan hidup yaitu limbah B3, pencemaran air, kerusakan lapisan ozon, pemanasan global, dan menipisnya keanekaragaman hayati. Lalu prinsip-prinsip sederhana pelestarian lingkungan yang perlu kita lakukan yaitu dengan mengurangi eksploitasi, menggunakan kembali, mendaur ulang, memulihkan kembali, dan memperbaiki kembali. Beberapa usaha pelestarian lingkungan yang dapat dilakukan adalah dengan pelestarian hutan, pelestarian tanah, pelestarian udara, dan pelestarian laut serta pantai. Kemudian hal-hal yang dapat dilakukan untuk menjaga keberlangsungan lingkungan hidup adalah sebagai berikut:

  • Membuat rumah dengan metode berkelanjutan
  • Menggunakan energi yang terbarukan dan tidak merusak lingkungan
  • Menggunakan sistem pertanian organik
  • Memanfaatkan transportasi umum
  • Menggunakan air secara efisien
  • Mengolah limbah

Menurut James Garbarino, faktor yang menentukan terwujudnya masyarakat yang berkelanjutan adalah mengoreksi pola kependudukan, menciptakan keadilan, gaya hidup masyarakat kota harus disesuaikan, dan mengarahkan inovasi teknologi. 

Latihan 1

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

Di bawah ini yang bukan nilai-nilai yang muncul karena adanya globalisasi dan modernisasi adalah….

A. Kemakmuran

B. Kenyamanan

C. Kemudahan

D. Solidaritas

E. Budaya cepat

Latihan 2

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

  1. Pergeseran pengertian manusia
  2. Adanya kebebasan
  3. Mentalitas teknologi
  4. Krisis teknologi
  5. Penguatan nilai etika dan moral

Beberapa hal yang dapat terjadi ketika globalisasi dan modernisasi mengikis kearifan lokal ditunjukkan oleh nomor….

A. 1); 3); dan 4)

B. 1); 3); dan 5)

C. 2); 3); dan 4)

D. 2); 3); dan 5)

E. 1); 2); dan 3)

Latihan 3

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

Di bawah ini yang bukan merupakan strategi pemberdayaan komunitas menurut Edi Suharto adalah….

A. Pemungkinan

B. Penguatan

C. Perlindungan

D. Penyokongan

E. Pengabaian

Latihan 4

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

  1. Menjaga keautentikan berbagai kearifan lokal
  2. Kearifan lokal tidak dapat dijadikan karakter masyarakat setempat
  3. Berbagai kearifan lokal tidak dapat diintegrasikan dengan kebijakan pemerintah untuk mengatasi kemiskinan
  4. Rehumenisasi
  5. Revitalisasi kebudayaan

Contoh tindakan yang bisa dilakukan untuk tetap melestarikan kearifan lokal sekaligus mengintegrasikannya dengan kemajuan zaman ditunjukkan oleh nomor….

A. 1); 2); dan 3)

B. 2); 3); dan 4)

C. 3); 4); dan 5)

D. 1); 4); dan 5)

E. 1); 2); dan 5)

Latihan 5

Jawablah pertanyaan berikut ini!

Suatu cara atau strategi pembangunan yang memaksimalkan keuntungan dalam jangka panjang dan menghindari eksploitasi sumber daya alam secara maksimal yang hanya memberikan keuntungan jangka pendek merupakan definisi dari pembangunan berkelanjutan yang dikemukakan oleh….

A. James Garbarino

B. William Ascher dan Robert Healy

C. Salim

D. Chiras

E. Sunyoto Usman

Pentingnya Evaluasi Pemberdayaan Komunitas


Sumber: https://materibelajar.co.id/ 

Menurut Seepersad dan Henderson, evaluasi adalah kegiatan sistematis untuk mengukur dan menilai suatu objek berdasarkan pedoman yang telah ada. 

Kegiatan evaluasi terhadap program pemberdayaan komunitas sangat diperlukan karena tanpa adanya evaluasi terhadap suatu program yang dilaksanakan dalam aktivitas pemberdayaan komunitas, kita tidak dapat melihat hasil yang telah dirasakan oleh masyarakat. Evaluasi dapat dilakukan dari perencanaan, pelaksanaan, dan hasilnya. Dari hasil evaluasi terhadap program-program pemberdayaan komunitas diharapkan dapat diambil hikmah atau kebijaksanaan terhadap berbagai program pemberdayaan tersebut yang selama ini telah dijalankan. Hasil evaluasi terhadap berbagai program pemberdayaan masyarakat dapat dijadikan bahan untuk memperbaiki program selanjutnya. 

Jenis Evaluasi dan Langkah-Langkah Melakukan Evaluasi

Jenis-jenis evaluasi adalah sebagai berikut:

  • Evaluasi proses, dilaksanakan pada saat program tengah berlangsung atau sedang berjalan.
  • Evaluasi dampak, dilaksanakan pada saat program sudah berakhir. 

Kemudian dalam setiap kegiatan pemberdayaan komunitas, melakukan evaluasi merupakan hal yang sangat penting untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan program yang dilakukan. Langkah-langkah untuk melakukan evaluasi adalah sebagai berikut:

  • Menyusun rencana kerja
  • Pilihlah pijak pelaksana evaluasi yang independen dan objektif
  • Bahaslah laporan hasil evaluasi dengan pihak-pihak pelaksana evaluasi

Latihan 1

Jawablah pertanyaan berikut ini!

Kegiatan sistematis untuk mengukur dan menilai suatu objek berdasarkan pedoman yang telah ada merupakan definisi evaluasi yang dikemukakan oleh….

A. Seepersad dan Henderson

B. Horby dan Parnwell

C. Sumodiningrat

D. Chiras

E. Sunyoto Usman

Latihan 2

Jawablah pertanyaan berikut ini!

  1. Pilihlah pihak pelaksana evaluasi yang independen dan objektif
  2. Menyusun rencana kerja
  3. Bahaslah laporan hasil evaluasi dengan pihak-pihak pelaksana evaluasi

Urutan langkah-langkah melakukan evaluasi yang benar adalah….

A. 1); 2); 3)

B. 2); 1); 3)

C. 1); 3); 2)

D. 3); 1); 2)

E. 2); 3); 1)

Latihan 3

Perhatikan pernyataan di bawah ini!

Di bawah ini yang bukan termasuk ke dalam jenis evaluasi kegiatan pemberdayaan masyarakat adalah….

A. On going evaluation

B. Intern evaluation

C. Ex post evaluation

D. Post on evaluation

E. Pre program evaluation

Latihan 4

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

Terdapat dua tujuan evaluasi yaitu tujuan umum dan tujuan spesifik. Tujuan umum diarahkan ke program secara keseluruhan, sementara tujuan spesifik lebih terfokus pada masing-masing komponen. Menurut Crawford, tujuan atau fungsi dari evaluasi adalah….

A. Untuk mengetahui apakah tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai dalam kegiatan tersebut

B. Memberikan objektivitas pengamatan terhadap perilaku hasil

C. Untuk mengetahui kemampuan dan menentukan kelayakannya

D. Untuk memberikan umpan balik atas kegiatan yang dilakukan

E. Semua benar

Latihan 5

Jawablah pertanyaan berikut ini!

Jenis evaluasi yang meliputi perbaikan dari kegiatan yang telah dilakukan adalah….

A. Evaluasi normative

B. Evaluasi klasik

C. Evaluasi sumatif

D. Evaluasi formatif

E. Evaluasi selektif

redesain-navbar Portlet