redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Pengertian Teks Eksplanasi

Sobat Pintar Apa Ya Yang Dimaksud Teks Eksplanasi ?

Contoh teks eksplanasi merupakan suatu teks yang membahas tentang “Mengapa" dan “Bagaimana" peristiwa terjadi. Pembahasannya berkaitan dengan suatu proses kejadian alam, sosial, budaya, ilmu pengetahuan, dan lain sebagainya. Intinya, teks eksplanasi membahas tentang segala hal mengenai fenomena sosial maupun alam.

Eksplanasi sendiri berasal dari bahasa Inggris “Explanation", artinya tindakan menjelaskan atau menerangkan sebuah pernyataan atau fakta.

Teks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang proses 'mengapa' dan 'bagaiman' kejadian-kejadia alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya dapat terjadi. Suatu kejadian baik kejadian alam maupun kejadian seosial yang terjadi di sekitar kita, selalu memiliki hubungan sebab akibat dan memiliki proses. Suatu kejadian yang terjadi di sekitar kita, tidak hanya untuk kita amati dan rasakan saja, tetapi juga untuk kita pelajari. Kita dapat mempelajari kejadian tersebut, misalnya dari segi mengapa dan bagaimana bisa terjadi.

Ciri-ciri Teks Eksplanasi

Contoh teks eksplanasi pasti memiliki ciri khusus yang perlu diperhatikan. Ciri ini dipelajari untuk mengetahui bagaimana teks eksplanasi yang sesungguhnya. Selain itu, juga dapat untuk membedakan dengan teks lainnya. Maka ciri-ciri khusus pada teks eksplanasi sangat perlu kita ketahui.

Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:

1. Strukturnya Terdiri dari Pernyataan Umum, Sebab Akibat, dan Interpretasi

Teks eksplanasi pasti memiliki struktur pernyataan umum, sebab akibat, dan intrepretasi. Pernyataan umum mengenai peristiwa yang terjadi, ditopang dengan sebab akibat, dan diintrepretasikan dengan analisa mengenai peristiwa tersebut sebagai kesimpulan terakhir untuk menegaskan.

2. Informasi Berdasarkan Fakta dan Data

Penjelasan harus disertai dengan segala bentuk data-data akurat yang didapatkan. Data tersebut bisa diperoleh dari hasil penelitian wawancara, observasi, ataupun dari referensi buku-buku, berita-berita, dan sejenisnya. Data dalam teks eksplanasi ini harus bersifat fakta nyata di lapangan. Oleh karena itu, teks jenis ini selalu berkaitan dengan peristiwa nyata.

3. Bersifat Objektif

Teks ekspanasi harus bersifat objektif. Jangan hanya ala kadarnya tanpa data dan fakta. Tidak diperbolehkan hanya melakukan khayalan atau persepektif belaka. Meski didukung bukti reaitas riil.

4. Mebahas Mengenai Pengetahuan dan Peristiwa

Teks ekplanasi bukan hanya sekedar teks cerita tanpa tujuan yang jelas. Bukan hanya sekedar untuk hiburan dan sejenisnya. Namun, teks jenis ini harus memberikan suatu informasi dan pengetahuan yang akan dipaparkan sesuai dengan peristiwa yang terjadi beserta proses-proses sebab akibatnya. Jangan memasukkan unsur subjektifitas pada teks jenis ini, kecuali sebagai pendapat didasarkan analisa yang tepat.

5. Bersifat Informatif

Teks eksplanasi harus bersifat memaparkan data. Menjelaskan informasi secara nya, tanpa bersifat menggurui dan mendoktrin.

Latihan Soal

Dibawah ini yang bukan merupakan ciri-ciri teks eksplanasi yaitu . . .

A.

Strukturnya Terdiri dari Pernyataan Umum, Sebab Akibat, dan Interpretasi

B.

Informasi Berdasarkan Fakta dan Data

C.

Bersifat Persuasif

D.

Mebahas Mengenai Pengetahuan dan Peristiwa

E.

Bersifat Informatif

Struktur Teks Eksplanasi

Contoh teks eksplanasi memiliki struktur tersendiri seperti teks pada umumnya yang juga mimiliki strukturnya. Struktur yang ada dimaksudkan untuk mempermudah kita dalam menjabarkan teks ini. Melalui poin-poin struktur yang ada, maka mempermudah kita karena sudah terdapat rangkaian sistematikanya. Inilah struktur pada teks eksplanasi sebagai berikut:

1. Pernyataan Umum

Pernyataan umum berkaitan dengan pernyataan suatu topik yang akan dijelaskan dengan gambaran-gambaran permasalahannya tersebut. Hal ini dibahas rentetan proses terjadinya peristiwa. Sebuah pernyataan awal untuk menuju pembahasan. Bisa dikatakan sebagai latar belakang masalah.

2. Isi Berkaitan Sebab Akibat

Isi disini berkaitan tentang pemaparan secara detail peristiwa dengan menjelaskan proses terjadinya secara tuntas. Mengaitkannya dengan sebab akibat terjadinya peristiwa tersebut. Peristiwa yang dijelaskan secara bertahap dari awal hingga akhir.

3. Interpretasi

Interpretasi berisi tentang hasil analisa dari peristiwa tersebut dengan menginterpretasikannya fenomena tersebut. Interpretasi ini juga menegaskan kesimpulan tentang topik yang telah disajikan.

Kaidah Kebahasaan Teks Ekplanasi

Yuk Pelajari Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi 

Dalam sebuah teks eksplanasi terdapat beberapa kaidah kebahasaan diantaranya adalah Frasa, konjungsi, kohesi, dan istilah.

1. Frasa

Frasa adalah gabungan kata atau lebih yang menduduki satu fungsi saja. Berdasarkan kategori atau jenis katanya :

a. Frasa verba

Frasa verba ialah frasa yang dibentuk oleh kata kerja.

b. Frasa nomina

Frasa nomina ialah frasa yang dibentuk dari kata benda.

c. Frasa adjektif

Frasa adjektif ialah frasa yang dibentuk dari kata sifat.

2. Kohesi

Pengertian kohesi menurut Anton M. Moelino (1988:34) menyatakan bahwa wacana yang baik dan utuh mensyaratkan kalimat-kalimat kohesif. Konsep kohesif sebenarnya mengacu kepada hubungan bentuk. Artinya unsur-unsur wacana (kata atau kalimat) yang digunakan untuk menyusun suatu wacana memiliki keterkaitan secara padu dan utuh.

Kohesi wacana terbagi dalam dua aspek yaitu kohesi gramatikal dan kohesi leksikal. Kohesi gramatikal artinya kepadua bentuk sesuai dengan tata bahasa. Kohesi gramatikal meliputi :

a. Referensi (Pengacuan)

Referensi merupakan pengacuan satuan lingual tertentu terhadap satuan lainnya. Dilihat dari klasifikasinya, referensi terbagi atas :

- Referensi persona yaitu pengacuan satual lingual berupa pronomina atau kata ganti orang.

- Referensi demonstrasi yaitu pengacuan satual lingual yang dipakai untuk menunjuk.

- Referensi interogatif yaitu pengacuan satual lingual berupa kata tanya.

- Referensi komparatif yaitu pengacuan atual lingual yang dipakai untuk membandingkan satual lingual lain.

b. Substitusi (Penggantian)

Substitusi diartikan sebagai penggantian satuan lingual dengan satuan lingual lain dalam wacana untuk memperoleh unsur pembeda. Substitusi dilihat dari satual lingualnya dapat dibedakan atas :

Substitusi nominal yaitu penggantian satual lingual dengan satuan lingual lain yang berupa kata benda.

Substitusi verbal yaitu pergantian satuan lingual dengan satuan lingual lain yang berupa kata kerja.

Substitusi frasa yaitu pergantian satuan lingual tertentu dengan satuan lingual lain yang berupa frasa.

Substitusi klausal yaitu pergantian satuan satuan lingual tertentu dengan satuan lingual lain yang berupa klausa.

3. Konjungsi (perangkaian)

Konjungsi adalah kohesi gramatikal yang dilakukan dengan menghubungkan unsur yang satu dengan unsur lain. Unsur yang dirangkai berupa kata,frasa,klausa, dan paragraf. Macam-macam konjungsi sebagai berikut :

a. Konjungsi eksternal :

Penambahan (dan, atau)

Perbandingan (tetapi, sementara)

Waktu (setelah, sebelum,sejak, ketika)

Sebab akibat (sehingga, karena, sebab, jika, walaupun, meskipun)

4. Istilah

Istilah adalah kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep proses, keadaan atau sifat yang khas dalam bidang tertentu. Istilah khusus adalah istilah yang digunakan untuk bidang tertentu dan pemakaiannya hanya dapat dipahami oleh orang yang berkecimbung dalam bidang tersebut.

a. Istilah asing

Istilah asing ialah kata atau unsur bahasa asing yang cara pengucapan dan penulisannya masih mengikuti istilah asing

b.  Istilah serapan

Istilah serapan ialah kata atau unsur bahasa asing yang cara pengucapan dan penulisannya sudah mengalami penyesuaian atau perubahan(pemaknaan) sesuai dengan kaidah bahasa indonesia.

Latihan Soal

Yang dimaksud dengan pergantian satuan lingual dengan satuan lingual lain yang berupa kata kerja adalah

A. Substitusi nominal

B. Substitusi verbal

C. Referensi persona

D. Referensi komparatif

E. Substitusi klausal

Jenis Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi adalah teks yang berisikan penjelasan secara mendalam mengenai suatu hal berkaitan dengan fenomena di sekitar masyarakat yang belakangan tengah terjadi. Secara fungsional teks ini menyaikan informasi mengenai suatu hal dengan tujuan agar pembaca mengerti dan paham tentang fenomena yang sedang dikupas dalam teks tersebut.

Menurut Wahidi (2009), teks eksplanasi terbagi atas beberapa jenis diantaranya ialah :

1. Teks Eksplanasi yang Berisikan Tentang Penjelasan “Bagaimana.”

Teks eksplanasi ini menjelaskan tentang bagaimana sesuatu dapat bekerja, terjadi, menghasilkan, dan lain sebagainya.

Contoh :

Kincir angin diharapkan menjadi salah satu pembangkit energi alternatif dalam rangka menunjang segala keterbutuhan manusia. Teknis dan cara kerja kincir angin tentu digerakkan oleh sumber tenaga angin. Ketika bilah-bilah pada kincir berputar, maka dari situlah energi dihasilkan. Mula-mula kincir berputar maka dimulailah perputaran poros yang ada pada salah satu bagian kincir yang disebut sebagai nacelle. Selanjutnya poros tersebut terhubung dengan bagian lainnya yakni gearbox. Di dalam gearbox, poros semakin kencang berputar dengan perbandingan roda gigi pada gear box. Setelah sampai di gearbox, maka energi mekanis atau energi gerak itu akan masuk ke generator dimana di dalam generator tersebut akan dirubah menjadi energi listrik. Maka timbullah energi listrik dari prosesi tersebut di dalam generator.

2. Teks Eksplanasi yang Menjelaskan “Mengapa”

Teks Eksplanasi ada bagian ini menjelaska mengapa sesuatu bisa terjadi, bekerja, menghasilkan, dan lain sebagainya.

Contoh :

Tanah dengan jenis entisol secara umum memiliki tekstur pasir dan tanah liat di dalamnya. Hal tersebut mengakibatkan tanah tidak memiliki daya tampung yang cukup terhadap air. Stuktur, tekstur, serta ruang pori pada tanah adalah faktor utama yang berpengaruh terhadap daya serap air. Asupan pupuk organik sangatlah diperlukan dalam rangka meningkatkan kandungan BOT pada tanah. Bahan-bahan organik dalam hal ini adalah pupuk kompos dan sejenisnya dapat menjadi penyangga dan penahan lengas yang sangat berguna untuk menambah daya tampung air dalam tanah. Itulah alasan mengapa penggunaan pupuk organik sangat dibutuhkan pada media tanam berupa tanah bertekstur pasir dan tanah liat.

Sedangkan NWS Departement School anda Education (2012) Mengklasifikasikan teks eksplanasi ke dalam empat macam diantaranya ialah :

1. Eksplanasi Sequential

Eksplanasi Sequential ialah teks eskplanasi yang di dalamnya berisikan rincian bertahap sebuah fenomena. Misalnya saja seperti yang terjadi pada siklus kehidupan rantai makanan, metamorfosis, dan lain sebagainya.

Contoh :

Seekor katak memulai kehidupannya dari telur. Selanjutnya telur katak tersebut menetas dan muncullah Berudu atau biasa dikenal dengan sebutan kecebong. Bentuk fisik kecebong sangat mirip dengan anak ikan pada umumnya. Pada fase ini, kecebong bernafas dengan menggunakan ingsang sampai pada usia tiga minggu. Fase berikutnya adalah dua kaki yang tumbuh di bagian belakang tubuh kecebong. Setelah kedua kaki tersebut mulai terlihat sempurna, dua kaki pada bagian depan juga akan tumbuh setelah 12 minggu kemudian. Barulah sistem perafasan pada katak berekor akan berganti menjadi paru-paru. Seiring dengan perkembangan katak menjadi dewasa, ekornya akan putus dan jadilah katak dewasa yang dapat hidup di dua alam.

2. Eksplanasi Kausal

Eksplanasi Kausal ialah teks eksplanasi yang di dalamnya berisikan asal-muasal atau sebab perubahan yang terjadi pada suatu hal secara bertahap. Misalnya saja tahapan terjadinya gempa bumi, tanah longsor, dan lain sebagainya.

Contoh :

Gerhana matahari terjadi akibat pergerakan bulan yang berada tepat diantara bumi dan matahari. Pergerakan bulan yang berada diantara bumi dan matahari tersebut meyebabkan sebagian wilayah bumi tertutup cahaya matahari. Peristiwa tersebut mengakibatkan sebagian wilayah permukaan bumi yang tertutup bulan menjadi gelap. Bulan yang menutupi cahaya matahari hanya berjarak sekiar 384.400 km dari permukaan bumi. Jauh lebih dekat jika dibandingkan dengan matahari yang berjarak sekitar 149.680.000 km dari bumi.

3. Eksplanasi Teoritis

Eksplanasi Teoritis ialah teks eksplanasi yang di dalamnya berisikan spekulasi kemungkinan yang bisa saja terjadi dibalik sebuah fenomena alam.

Contoh :

Bencana alam seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, dan longsor akibat jatuhnya meteor, dapat memicu kemungkinan terjadi bencana alam dahsyat lainnya. Terutama pada bencana gempa bumi yang terjadi di bawah laut. Spekulasi terhadap terjadinya bencana alam tsunami seringkali diprediksikan ketika telah terjadi bencana alam gempa bawah laut. Mengingat tsunami selalu muncul akibat gerakan vertikal yang terjadi pada kerak bumi yang berakibat pada naik dan turunnya dasar laut secara mendadak dan tiba-tiba. Hal tersebut berdampak pada gangguan keseimbangan air laut yang berimbas pada bencana tsunami.

4. Eksplanasi Faktorial

Eksplanasi faktorial dan konsekuensial adalah teks eskplanasi yang di dalamnya berisikan efek serta hasil dari sebuah proses. Misalnya saja seperti yang ada pada ilmu pengetahuan tentang sebab berubahnya iklim, efek terjadinya kolonialisasi, dan lain sebagainya.

Contoh :

Transmigrasi memiliki dampak positif diantaranya ialah pemanfaatan lahan-lahan yang kosong agar lebih produktif. Lahan-lahan tersebut akan dimanfaatkan sebagai media tanam pada komoditas pertanian dan perkebunan yang barang tentu akan meningkatkan ekonomi kerakyatan masyarakat. Selain itu dari sisi sosial, warga transmigran akan jauh lebih mengenal peduduk asli daerah yang telah lama bermukim. Dengan demikian diharapkan muncul rasa persaudaraan serta kebersamaan dalam kegiatan keseharian penduduk. Sehingga tercipta kesejahteraan ekonomi dan kerukunan antar warga transmigran dan penduduk asli.

Contoh Teks Eksplanasi

Contoh Teks Eksplanasi Pelangi

Pernyataan Umum:

Pelangi atau bianglala adalah fenomena alam yang terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh butir-butir air. Pelangi mempunyai berbagai macam warna yang saling sejajar dan tampak di langit, pelangi dianggap juga sebagai gejala optik.
Umumnya pelangi berbentuk busur, dan masing-masing ujungnya mengarah pada titik yang berbeda. Pelangi tampak sebagai busur cahaya dengan ujungnya mengarah pada horizon pada suatu saat hujan ringan. Tak jarang pelangi juga bisa dilihat di sekitar air terjun yang deras.

Urutan Sebab-Akibat:

Pelangi muncul karena cahaya membias dan menyimpang menjauhi partikel. Ketika matahari terbenam maka langit akan menjadi merah karena sinar matahari melewati atmosfer yang lebih tebal daripada keadaan matahari di siang hari. Pelangi juga tidak akan terlihat di malam hari maupun saat mendung, ini menandakan jelas kalau pelangi adalah peristiwa alam karena pembiasan cahaya. Awalnya cahaya matahari melewati tetes hujan lalu dibiaskan/dibelokkan ke tengah tetes hujan sehingga membuat cahaya putih berubah menjadi warna spektrum.

Interpretasi:

Pelangi bisa kita lihat saat sedang hujan ketika matahari bersinar dari sisi berlawanan dengan arah kita menghadap. Sehingga posisi kita harus ada di antara matahari dan tetesan air dengan matahari di belakang kita. Mudahnya begini, kita sebagai pengamat, matahari, dan pusat busur pelangi mesti berada di satu garis lurus. Sehingga kita bisa menikmati indahnya warna-warni pelangi yang terdiri dari warna Merah, Jingga, Kuning, Hijau Biru, Nila, Ungu.

redesain-navbar Portlet