APSiswaNavbarV2

redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Peta Belajar Bersama

Hai Sobat Pintar, kita simak peta konsep pidato persuasif yuk!


 

Pengertian Pidato Persuasif


 

Sumber : kompas.com

Pengertian Pidato Persuasif

Pidato persuasif adalah jenis pidato yang bertujuan untuk menarik perhatian para pendengar, memengaruhi, serta bersifat mengajak atau membujuk para pendengar agar mereka menjadi yakin dan mau mengambil tindakan bahkan melakukan sesuai dengan tujuan pidato tersebut. Isi pidato persuasif harus berlandaskan pada argumentasi yang nalar, logis, masuk akal, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pidato persuasif bersifat mengajak dan menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan hal yang bermanfaat bagi kehidupan. Pidato persuasif merupakan salah satu cara efektif guna menggerakan masyarakat untuk berbuat yang lebih baik dan lebih kreatif. Seringkali pada event-event tertentu kita banyak menemui pidato persuasif yang di lakukan kepada khalayak.

Biasanya orang yang berpidato menyelipkan lelucon atau kata-kata lucu kepada audiens agar tidak merasa bosan mendengarnya. Dengan begitu informasi menjadi cair dan dapat mudah diterima oleh audiens.

Tujuan pidato persuasif

Pidato persuasif ini memiliki tujuan untuk mempengaruhi, mengajak atau membujuk para pendengar untuk mau mengikuti keinginan kita atau sasaran isi dari pidato secara sukarela.

Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar

Download GRATIS
Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!

QR Code

Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar

Download GRATIS
Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!

QR Code

Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar

Download GRATIS
Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!

QR Code

Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar

Download GRATIS
Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!

QR Code

Struktur Pidato Persuasif


 

Jika kalian perhatikan beberapa contoh teks pidato persuasif dengan saksama, struktur teks pidato persuasif dibangun oleh tiga unsur utama sebagai berikut :

1. Pembukaan

Pembukaan teks pidato persuasif terdiri atas tiga bagian, yaitu salam pembuka, ucapan penghormatan, dan juga ucapan syukur.

1) Salam pembuka disesuaikan dengan situasi (waktu) dan latar belakang pendengar (audiens) yang hadir. Kalian bisa menggunakan salam pembuka, seperti selamat pagi, selamat siang, atau selamat malam tergantung situasi (waktu) dan latar belakang pendengar.

2) Ucapan (sapaan) penghormatan dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan orator kepada pendengar. Dari sisi etika, pendengar yang memiliki tingkatan sosial atau usia yang lebih tinggi diberikan ucapan (sapaan) penghormatan lebih dahulu.

3) Ucapan rasa syukur merupakan salah satu wujud rasa syukur kepada Tuhan atas semua anugerah yang telah dilimpahkan kepada hamba-Nya.

2. Isi Pidato

Isi merupakan bagian inti pidato. Pendapat, gagasan, alasan, berbagai data pendukung, dan pesan berupa imbauan atau ajakan disampaikan orator pada bagian ini. Orator menjelaskan secara terperinci tentang hal-hal yang terkait dengan pendapat, gagasan, atau pesan yang ingin disampaikan.

3. Penutup Pidato

Penutup pidato merupakan bagian akhir sebuah pidato. Dalam pidato persuasif, bagian penutup berisi hal-hal berikut.

1) Harapan agar gagasan dan pesan yang disampaikan bermanfaat bagi pendengar.

2) Permohonan maaf kepada pendengar jika ada kesalahan dan kekhilafan.

3) Ucapan terima kasih kepada pendengar.

4) Salam penutup

Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar

Download GRATIS
Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!

QR Code

Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar

Download GRATIS
Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!

QR Code

Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar

Download GRATIS
Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!

QR Code

Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar

Download GRATIS
Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!

QR Code

Metode Pidato


 

Metode Berpidato

Dalam berpidato, ada beberapa metode yang dapat digunakan. Adapun metode yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Metode Naskah

Metode naskah adalah metode yang digunakan ketika berpidato dengan mengandalkan teks atau naskah. Untuk metode ini biasanya digunakan dalam pidato yang bersifat formal atau resmi, sebagai contoh pidato kenegaraan, pidato di televisi, dan pidato lainnya.

2. Metode Menghafal

Metode menghafal adalah metode berpidato dengan merencanakan isi pidato untuk disampaikan pada hari sebelumnya. Pada umumnya metode ini dapat membuat para pendengarnya bosan dan jenuh karena isinya yang kurang begitu menarik.

3. Metode Impromptu

Metode impromptu adalah metode berpidato yang digunakan tanpa menggunakan bantuan teks dengan cara menghafal. Metode ini dapat berlangsung tanpa persiapan dan berdasarkan kebutuhan. Oleh karena itu, untuk hasilnya kurang begitu maksimal, tetapi jika orang yang berpidato sudah professional, maka isi dari pidato tersebut akan sangat menarik untuk di simak.

4. Metode Ekstemporan atau Catatan Kecil

Metode ekstemporan adalah metode berpidato yang di rencanakan dengan menggunakan catatan kecil untuk di sampaikan kepada khalayak pendengar.

Keempat dari metode ini memiliki keunggulan dan kelemahan. Oleh sebab itu, seseorang yang telah mahir berpidato biasanya menggunakan metode dengan cara menggabungkan dari berbagai macam metode di atas untuk membuat pidato yang sangat menarik.

Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar

Download GRATIS
Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!

QR Code

Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar

Download GRATIS
Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!

QR Code

Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar

Download GRATIS
Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!

QR Code

redesain-navbar Portlet