redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Pengertian Pidato Persuasif

Pengertian Pidato Persuasif

Pidato persuasif adalah jenis pidato yang bertujuan untuk menarik perhatian para pendengar, memengaruhi, serta bersifat mengajak atau membujuk para pendengar agar mereka menjadi yakin dan mau mengambil tindakan bahkan melakukan sesuai dengan tujuan pidato tersebut. Isi pidato persuasif harus berlandaskan pada argumentasi yang nalar, logis, masuk akal, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pidato persuasif bersifat mengajak dan menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan hal yang bermanfaat bagi kehidupan. Pidato persuasif merupakan salah satu cara efektif guna menggerakan masyarakat untuk berbuat yang lebih baik dan lebih kreatif. Seringkali pada event-event tertentu kita banyak menemui pidato persuasif yang di lakukan kepada khalayak.

Biasanya orang yang berpidato menyelipkan lelucon atau kata-kata lucu kepada audiens agar tidak merasa bosan mendengarnya. Dengan begitu informasi menjadi cair dan dapat mudah diterima oleh audiens.

Tujuan pidato persuasif

Pidato persuasif ini memiliki tujuan untuk mempengaruhi, mengajak atau membujuk para pendengar untuk mau mengikuti keinginan kita atau sasaran isi dari pidato secara sukarela.

Ciri-Ciri Pidato Persuasif

Ciri Teks Pidato Persuasif

Halo Sobat Pintar. Kali ini kita akan mengenal beberapa ciri teks pidato persuasif. Namun sebelumnya alangkah lebih baik apabila kita mengenal terlebih dahulu definisi atau pengertian persuasif. Apakah arti persuasif ? Dengan mengenal maksud dan arti dari kata persuasif, maka kita dapat mengenal pula beberapa ciri teks pidato yang bersifat persuasif.

Nah setelah kita mengetahui definisi atau arti dari kata persuasif, dan juga telah mengetahui maksud dari pidato persuasif, sekarang kita dapat menyimpulkan mengenai ciri-ciri teks pidato persuasif. Adapun ciri-ciri teks pidato yang bersifat persuasif adalah :

1. Bersifat mendorong /mengajak

2. Reaksi yang diinginkan adalah membangkitkan emosi, agar pendengar menyetujui atau meyakini dan mungkin membangkitkan timbulnya tindakan tertentu pada pendengarnya.

Latihan Soal

Suatu pidato akan berhasil baik jika dilakukan persiapan-persiapan berikut ini, kecuali ….

A.

Membuat kerangka pidato

B.

Mengumpulkan bahan

C.

Memilih masalah yang tepat

D.

Menghargai perbedaan pendapat

E. Dapat bersifat mengajak

Struktur Pidato Persuasif

Jika kalian perhatikan beberapa contoh teks pidato persuasif dengan saksama, struktur teks pidato persuasif dibangun oleh tiga unsur utama sebagai berikut :

1. Pembukaan

Pembukaan teks pidato persuasif terdiri atas tiga bagian, yaitu salam pembuka, ucapan penghormatan, dan juga ucapan syukur.

1) Salam pembuka disesuaikan dengan situasi (waktu) dan latar belakang pendengar (audiens) yang hadir. Kalian bisa menggunakan salam pembuka, seperti selamat pagi, selamat siang, atau selamat malam tergantung situasi (waktu) dan latar belakang pendengar.

2) Ucapan (sapaan) penghormatan dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan orator kepada pendengar. Dari sisi etika, pendengar yang memiliki tingkatan sosial atau usia yang lebih tinggi diberikan ucapan (sapaan) penghormatan lebih dahulu.

3) Ucapan rasa syukur merupakan salah satu wujud rasa syukur kepada Tuhan atas semua anugerah yang telah dilimpahkan kepada hamba-Nya.

2. Isi Pidato

Isi merupakan bagian inti pidato. Pendapat, gagasan, alasan, berbagai data pendukung, dan pesan berupa imbauan atau ajakan disampaikan orator pada bagian ini. Orator menjelaskan secara terperinci tentang hal-hal yang terkait dengan pendapat, gagasan, atau pesan yang ingin disampaikan.

3. Penutup Pidato

Penutup pidato merupakan bagian akhir sebuah pidato. Dalam pidato persuasif, bagian penutup berisi hal-hal berikut.

1) Harapan agar gagasan dan pesan yang disampaikan bermanfaat bagi pendengar.

2) Permohonan maaf kepada pendengar jika ada kesalahan dan kekhilafan.

3) Ucapan terima kasih kepada pendengar.

4) Salam penutup

Kaidah Kebahasaan Pidato Persuasif

Sebagai pidato yang bertujuan menyampaikan gagasan dan pesan berupa imbauan dan ajakan, pidato persuasif memiliki beberapa ciri-ciri kebahasaan diantaranya sebagai berikut.

1. Kalimat aktif

Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya aktif melakukan kegiatan atau aktivitas.

Contoh kalimat : Orang-orang di kampung kami memiliki semangat kebersamaan atau gotong rotong yang sudah diakui oleh kampung-kampung lain yang ada di daerah kami.

2. Kata tugas

Kata tugas adalah sejenis kategori kata dalam tata bahasa Indonesia yang terdiri atas kata depan, kata sambung, kata sandang, dan kata seru.

Contoh kalimat: Marilah kita jaga dan rawat bersama agar nilai kesetiakawanan sosial itubisa terus tumbuh dan kerkembang di tengah tantangan perubahan zaman yang tidak mungkin kita hindari.

3. Kosakata emotif

Kosakata emotif adalah kosakata yang berhubungan dengan emosi (perasaan) yang bisa membuat pendengar tersentuh emosinya ketika menyimak atau membaca.

Contoh kalimat: Hal itu bisa terjadi karena bangsa kita memiliki semangat kebersamaan dan gotong royong.

4. Kosakata bidang ilmu (istilah)

Kosakata bidang ilmu (istilah) adalah kosakata yang lazim digunakan di bidang keilmuan.

Contoh kalimat: Salah satu perubahan yang begitu mencolok yang sedang kita rasakan akhir-akhir ini adalah merebaknya penggunaan media sosial seperti facebook, twitter, instagram, whatsapp, atau telegram di tengah-tengah kehidupan kita.

5. Sinonim

Sinonim adalah persamaan atau padanan makna kata.

Contoh kalimat: Sikap egosi dan individualistis tidak sesuai dengan kepribadian bangsa kita.

6. Kata benda abstrak

Kata benda abstrak adalah kata yang menyatakan benda yang sifatnya abstrak (tanpa wujud) karena tidak bisa ditangkap oleh pancaindra. Pembedaan termasuk dalam kelas nomina abstrak (kata benda abstrak) yang menyatakan semua benda dan segala yang dibendakan.

Contoh kalimat: Kesetiakawanan sosial memang perlu kita jaga dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Latihan Soal

Kategori kata dalam tata bahasa Indonesia yang terdiri atas kata depan, kata sambung, kata sandang, dan kata seru disebut . . .

A. kalimat aktif

B. Kosakata Emotif

C. Kosakata Istilah

D. Kata Tugas

E. Kata benda abstrak

Metode Pidato

Metode Berpidato

Dalam berpidato, ada beberapa metode yang dapat digunakan. Adapun metode yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Metode Naskah

Metode naskah adalah metode yang digunakan ketika berpidato dengan mengandalkan teks atau naskah. Untuk metode ini biasanya digunakan dalam pidato yang bersifat formal atau resmi, sebagai contoh pidato kenegaraan, pidato di televisi, dan pidato lainnya.

2. Metode Menghafal

Metode menghafal adalah metode berpidato dengan merencanakan isi pidato untuk disampaikan pada hari sebelumnya. Pada umumnya metode ini dapat membuat para pendengarnya bosan dan jenuh karena isinya yang kurang begitu menarik.

3. Metode Impromptu

Metode impromptu adalah metode berpidato yang digunakan tanpa menggunakan bantuan teks dengan cara menghafal. Metode ini dapat berlangsung tanpa persiapan dan berdasarkan kebutuhan. Oleh karena itu, untuk hasilnya kurang begitu maksimal, tetapi jika orang yang berpidato sudah professional, maka isi dari pidato tersebut akan sangat menarik untuk di simak.

4. Metode Ekstemporan atau Catatan Kecil

Metode ekstemporan adalah metode berpidato yang di rencanakan dengan menggunakan catatan kecil untuk di sampaikan kepada khalayak pendengar.

Keempat dari metode ini memiliki keunggulan dan kelemahan. Oleh sebab itu, seseorang yang telah mahir berpidato biasanya menggunakan metode dengan cara menggabungkan dari berbagai macam metode di atas untuk membuat pidato yang sangat menarik.

Langkah-Langkah Menyusun Pidato Persuasif

Langkah-Langkah Menyusun Pidato Persuasif

1. Menentukan tema atau pokok pidato.

2. Mendaftar pokok-pokok pidato yang akan disampaikan.

3. Menentukan tujuan pidato.

4. Menyusun kerangka pidato.

5. Mengembangkan kerangka pidato.

Latihan Soal

Yang dimaksud  metode berpidato yang digunakan tanpa menggunakan bantuan teks dengan cara menghafal. Metode ini dapat berlangsung tanpa persiapan dan berdasarkan kebutuhan adalah . . .

A. Metode Impromptu

B. Metode Ekstemporan

C. Metode Catatan

D. Metode Naskah

E. Metode Menghafal

redesain-navbar Portlet