CssBlog

redesain-navbar Portlet

metablog-web Portlet

CssBlog

Blog

4 Trik Belajar Mandiri Menyiapkan Ujian TOEFL

Persiapan menghadapi ujian TOEFL dapat dilakukan secara mandiri.

Siapkan Ujian Toefl dengan Cara Ini, photo via reflectiveteachingreflectivelearning.com

Tes TOEFL, suka atau tidak, adalah salah satu tes yang tak bisa kita hindari. Fun fact-nya, Sobat Pintar, kita sering melakukan pengulangan kata saat menyebut tes TOEFL. Pasalnya, dalam TOEFL itu sendiri sudah ada kata tes (Test of English as a Foreign Language).

Dari kepanjangan TOEFL di atas, kita memahami bahwa ujian TOEFL adalah tes kemampuan Bahasa Inggris bagi penutur non-Bahasa Inggris. Kita biasanya mengikuti ujian TOEFL untuk memenuhi persyaratan pendidikan atau pekerjaan. Asal kamu tahu, Sobat. Sertifikat TOEFL diakui oleh institusi pendidikan dan industri di 90 negara.

Lantas, bagaimana agar skor atau nilai TOEFL-mu maksimal? Ada beberapa trik latihan TOEFL yang bisa kamu dilakukan di rumah, Sobat Pintar.

 

1. Teratur Belajar Bahasa Inggris

Tes TOEFL biasanya apa saja
Photo by Estee Janssens on Unsplash

Tes TOEFL itu seperti apa? Kalau kamu belum pernah mengikuti ujian TOEFL, pertanyaan bernada cemas seperti ini biasanya muncul dan lumayan bikin insecure. Padahal sebenarnya simpel aja, Sobat. Tes TOEFL, sesuai namanya, sama saja seperti tes-tes Bahasa Inggris yang selama ini pernah kamu ikuti – di sekolah, misalnya.

Namun tentu saja, tes TOEFL akan jauh lebih kompleks daripada tes harian Bahasa Inggris di sekolah. Tingkat kesulitan soal di ujian TOEFL juga lebih tinggi dibandingkan tes harian di sekolah.

Sisi baiknya, karena ujiannya Bahasa Inggris, persiapan yang dilakukan tentu adalah dengan belajar Bahasa Inggris. Yang ini tak asing lagi buatmu, kan? Tak perlu berjam-jam, Sobat! Luangkan saja waktumu setiap hari, misalnya, selama satu jam untuk belajar Bahasa Inggris.

Apakah latihan TOEFL harus menggunakan soal TOEFL beneran? Memang lebih baik dan terarah bila kita belajar dan latihan TOEFL dengan menggunakan buku latihan soal TOEFL. Namun yang terpenting adalah konsistensi belajarnya, Sobat. Entah kamu menggunakan buku latihan soal bahkan nonton film berbahasa Inggris, misalnya, kerjakan saja dengan ajek.

 

2. Perbanyak Latihan Mendengarkan


Photo by Christina Morillo on Pexels

Kok, nonton film, sih? Eitts, bukan nontonnya, Sobat Pintar. Yang dimaksud di sini adalah melatih kebiasaan dan keterampilan kita mendengarkan dalam Bahasa Inggris. Pasalnya, kita akan membutuhkan kemampuan mendengarkan ini saat mengikuti tes TOEFL.

Emangnya tes TOEFL biasanya apa saja? Jika kamu akan mengikuti ujian TOEFL untuk pertama kalinya, wajib tahu, nih. Ada beberapa jenis tes TOELF, Sobat Pintar, yaitu TOEFL PBT (Paper Based Test), TOEFL CBT (Computer Based Test), TOEFL IBT (Internet Based Test), TOEFL ITP (Institutional Testing Program), hingga TOEFL Prediction.

Soal TOEFL pada ketiganya pun berbeda. Namun tes TOEFL manapun yang akan dipilih, kamu pasti akan bertemu dengan soal-soal Listening. Nah, terjawab ya, kenapa melatih keterampilan kita mendengarkan dalam Bahasa Inggris itu penting. Yang lebih penting lagi, kita harus berlatih listening secara mandiri karena, disadari atau tidak, pelajaran Bahasa Inggris di sekolah masih kurang membekali kita dengan keterampilan yang dibutuhkan.

 

3. Perbanyak Membaca dan Perkaya Kosakata


Photo by Hatice Yardım on Unsplash

Kembali kepada jenis tes TOELF yang telah disebutkan sebelumnya. Jika kamu bertanya, "Soal tes TOEFL ada berapa?" Maka jawabannya akan sangat tergantung pada jenis tes TOEFL yang kamu pilih, Sobat. PBT, CBT, dan IBT, misalnya mencakup tes Writing.

Pada jenis soal Writing, yang kita butuhkan tak hanya kemampuan grammar atau tata bahasa yang baik, tetapi juga vocabulary atau kosakata. Pada tes TOEFL IBT, misalnya, kita diharuskan menulis dua esai dalam waktu 50 menit. Nah loh, kalau kosakatamu itu-itu aja, apa yang mau kamu tulis, Sobat?

Itulah sebabnya, kita harus memperbanyak kosakata Bahasa Inggris, salah satunya dengan membaca. Jangan buru-buru membayangkan buku berbahasa Inggris, Sobat Pintar. Mulai saja dari membaca artikel pendek – tentu saja, dalam Bahasa Inggris. Lama-kelamaan, rasa ingin tahumu akan membuatmu membaca lebih banyak. Kapan lagi kekepoan kita berguna, ya ngga?

Untuk memulai misi memperbanyak kosakata ini, baca saja yang ada, Sobat. Abaikan kata-kata baru yang masih terasa asing. Kalau kamu kepo banget, cari tahu makna kata tersebut dalam Bahasa Inggris – jangan diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Kamu bisa menggunakan kamus English to English atau search engine, bebas. Suka-suka kamu, deh.

 

4. Berlatih Membaca Cepat

Soal tes TOEFL ada berapa
Photo by Annie Spratt on Unsplash

Sekali lagi, balik ke jenis tes TOELF di atas. Pada setiap jenis tes TOEFL yang dipilih, kamu pasti akan mendapatkan soal-soal Reading. Pada TOEFL IBT, misalnya, waktu yang disediakan untuk Reading adalah 60 sampai 80 menit. Waktu Reading TOEFL PBT lebih pendek, yakni 55 menit.

Dalam rentang waktu tersebut, ada berapa soal Reading yang harus kamu selesaikan? Di sinilah pertanyaanmu sebelumnya (soal tes TOEFL ada berapa?) menjadi sangat relevan, Sobat Pintar. Reading IBT terdiri dari 36 sampai 56 pertanyaan, sedangkan Reading PBT terdiri dari 50 pertanyaan.

Jika, katakan kamu punya waktu satu menit untuk membaca soal dan menjawabnya, maka berapa menit yang kamu butuhkan untuk membaca text-nya? ­Aduh, jangan-jangan malah enggak kebaca, tuh. Sebagai gambaran, berikut contoh soal TOEFL yang disalin dari ETS TOEFL IBT Reading Practice Test.

Directions: Read the passage. Give yourself 20 minutes to complete this practice set.

The Rise of Teotihuacan

The city of Teotihuacan, which lay about 50 kilometers northeast of modern-day Mexico City, began its growth by 200 –100 B.C. At its height, between about A.D. 150 and 700, it probably had a population of more than 125,000 people and covered at least 20 square kilometers. It had over 2,000 apartment complexes, a great market, a large number of industrial workshops, an administrative center, a number of massive religious edifices, and a regular grid pattern of streets and buildings. Clearly, much planning and central control were involved in the expansion and ordering of this great metropolis. Moreover, the city had economic and perhaps religious contacts with most parts of Mesoamerica (modern Central America and Mexico).

How did this tremendous development take place, and why did it happen in the Teotihuacan Valley? Among the main factors are Teotihuacan's geographic location on a natural trade route to the south and east of the Valley of Mexico, the obsidian¹ resources in the Teotihuacan  Valley itself, and the valley's potential for extensive irrigation. The exact role of other factors is much more difficult to pinpoint — for instance, Teotihuacan's religious significance as a shrine, the historical situation in and around the Valley of Mexico toward the end of the first millennium B.C., the ingenuity and foresightedness of Teotihuacan's elite, and, finally, the impact of natural disasters, such as the volcanic eruptions of the late first millennium B.C.

This last factor is at least circumstantially implicated in Teotihuacan's rise. Prior to 200 B.C., a number of relatively small centers coexisted in and near the Valley of Mexico. Around this time, the largest of these centers, Cuicuilco, was seriously affected by a volcanic eruption, with much of its agricultural land covered by lava. With Cuicuilco eliminated as a potential rival, any one of a number of relatively modest towns might have emerged as a leading economic and political power in Central Mexico. The archaeological evidence clearly indicates, though, that Teotihuacan  was the center that did arise as the predominant force in the area by the first century A.D.

It seems likely that Teotihuacan's natural resources—along with the city elite's ability to recognize their potential — gave the city a competitive edge over its neighbors. The valley, like many other places in Mexican and Guatemalan highlands, was rich in obsidian. The hard volcanic stone was a resource that had been in great demand for many years, at least since the rise of the Olmecs (a people who flourished between 1200 and 400 B.C.), and it apparently had a secure market. Moreover, recent research on obsidian tools found at Olmec sites has shown that some of the obsidian obtained by the Olmecs originated near Teotihuacan . Teotihuacan  obsidian must have been recognized as a valuable commodity for many centuries before the great city arose.

Long-distance trade in obsidian probably gave the elite residents of Teotihuacan  access to a wide variety of exotic goods, as well as a relatively prosperous life. Such success may have attracted immigrants to Teotihuacan . In addition, Teotihuacan's elite may have consciously attempted to attract new inhabitants. It is also probable that as early as 200 B.C. Teotihuacan  may have achieved some religious significance and its shrine (or shrines) may have served as an additional population magnet. Finally, the growing population was probably fed by increasing the number and size of irrigated fields.

The picture of Teotihuacan  that emerges is a classic picture of positive feedback among obsidian mining and working, trade, population growth, irrigation, and religious tourism. The thriving obsidian operation, for example, would necessitate more miners, additional manufacturers of obsidian tools, and additional traders to carry the goods to new markets. All this led to increased wealth, which in turn would attract more immigrants to Teotihuacan . The growing power of the elite, who controlled the economy, would give them the means to physically coerce people to move to Teotihuacan  and serve as additions to the labor force. More irrigation works would have to be built to feed the growing population, and this resulted in more power and wealth for the elite.

Directions: Answer the questions.

1. In paragraph 1, each of the following is mentioned as a feature of the city of Teotihuacan  between A.D. 150 and 700 EXCEPT:

A.regularly arranged streets

B.several administrative centers spread across the city

C.many manufacturing workshops

D.apartment complexes

2. The word "ingenuity" in paragraph 2 is closest in meaning to:

A.ambition

B.sincerity

C.faith

D.cleverness

3. Which of the following is NOT mentioned in paragraph 2 as a main factor in the development of Teotihuacan ?

A.The presence of obsidian in the Teotihuacan  Valley

B.The potential for extensive irrigation of Teotihuacan  Valley lands

C.A long period of volcanic inactivity in the Teotihuacan  Valley

D.Teotihuacan's location on a natural trade route

(sumber: www.ets.org)

Hanya tiga soal yang disalin pada contoh soal TOEFL di atas. Masih ada tujuh soal lagi yang harus dikerjakan dalam 20 menit, sesuai instruksi di awal. Perlu diingat, contoh soal TOEFL di atas hanya sebagian dari seluruh soal Reading ya, Sobat.

Kalau penasaran pengen tau seberapa cepat dan teliti kamu membaca saat ujian TOEFL, coba ikutan TOEFL Prediction Test di Kursus Pintar. Dengan mengikuti prediction test, kamu bisa sekalian berlatih mengerjakan soal TOEFL disamping mendapatkan prediksi skor atau nilai TOEFL ITP.

Emangnya nilai TOEFL yang bagus itu berapa? Tergantung jenisnya, Sobat Pintar. Untuk TOEFL PBT, nilai tertingginya adalah 677. Sedangkan TOEFL CBT dan IBT, skor tertingginya berturut-turut mencapai 300 dan 120. TOEFL ITP sendiri biasanya dilaksanakan dalam bentuk paper-based test, sehingga nilai tertinggi TOEFL ITP mengikuti nilai tertinggi TOEFL PBT. Nah, kira-kira bakal berapa nih, skor ujian TOEFL pertamamu?

440

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

ArtikelTerkaitV3

Artikel Terkait

download aku pintar sekarang

BannerPromoBlog