5 Tips Parenting Anak Remaja
APSiswaNavbarV2
Tesssss Tesssss
CssBlog
redesain-navbar Portlet
metablog-web Portlet
Blog
Photo by Chang Duong on Unsplash
Parenting anak pada dasarnya adalah pengasuhan dan pemeliharaan anak oleh orang tua. Kebutuhan fisik, emosional, sosial, dan intelektual anak menjadi bagian dari pengasuhan dan pemeliharaan yang dimaksud. Seiring dengan bertambahnya usia anak, tugas pengasuhan dan pemeliharaan itu lebih dari sekadar menyediakan makanan yang sehat.
Parenting anak remaja, misalnya, tentu berbeda dari parenting balita. Meskipun dalam kedua rentang usia tersebut anak sama-sama membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua, parenting anak remaja terbilang lebih kompleks.
Â
Photo by Yoab Anderson on Unsplash
Remaja adalah masa transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Anak di usia remaja mengalami perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang signifikan. Menjalani berbagai perubahan tersebut tidak mudah, sementara identitas, kepribadian, dan kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan lingkungan sosialnya banyak dipengaruhi oleh masa remajanya. Karakteristik umum remaja ini perlu menjadi perhatian meskipun cara mendidik anak remaja antara satu keluarga dengan keluarga yang lain terdapat perbedaan.
Namun terkadang orang dewasa cenderung menggunakan cara pandangnya sendiri dan lebih fokus pada cara mengatasi anak nakal usia remaja. Tak jarang anak remaja mendapatkan label pemberontak, susah diatur, dan label-label lain yang sejenis. Padahal cara mendidik anak remaja lebih dari sekadar menyalahkan ataupun mengoreksi tingkah lakunya.
Di usia remajanya, anak mengingkan dukungan dan perhatian, merasa bahwa ia diterima, dicintai, dan dihargai oleh orang tuanya. Anak remaja tidak suka merasa dikekang, tetapi pada saat yang sama sebenarnya membutuhkan kehadiran dan perlindungan dari orang tua. Sebagai sosok dewasa dengan kematangan pribadi, orang tua diharapkan mampu memahami kontradiksi tersebut sehingga dapat menerapkan pola asuh mendampingi remaja yang baik.
Photo by Annushka Ahuja on Pexels
Sekali lagi, cara mendidik anak menginjak dewasa pada satu keluarga tentu berbeda dari keluarga lainnya. Namun ada beberapa hal dalam parenting anak remaja yang cukup penting untuk diprioritaskan. Berikut beberapa tips parenting yang orang tua anak remaja harus tahu.
Komunikasi yang terbuka dan efektif sangat penting dalam parenting anak remaja. Alih-alih memberikan petuah panjang lebar, cara menasehati anak remaja yang lebih efektif adalah dengan mendengarkannya terlebih dahulu. Orang tua perlu mendengarkan dan memahami apa yang sedang dialami oleh anak agar kemudian dapat memberikan dukungan dan saran yang tepat.
Anak remaja masih membutuhkan batasan dan aturan yang jelas agar ia dapat memahami konsekuensi dari tindakannya. Tanpa bermaksud gender bias, pada umumnya orang tua memiliki panduan yang berbeda mengenai cara mendidik anak remaja perempuan dan laki-laki. Nilai yang dipegang dan diyakini oleh setiap keluarga boleh saja berbeda, tetapi anak remaja tetap memerlukan batasan yang realistis dan mudah dipahami.
Apa yang harus dilakukan orangtua ketika anaknya dalam masa remaja? Berikan dukungan dan dorongan yang positif. Dorongan positif dari orang tua membantu anak remaja merasa dihargai dan diakui kemampuannya. Dorongan positif yang dimaksud dapat berupa pujian atau penghargaan atas prestasi yang diraih anak.
Orang tua harus bisa menjadi teladan yang baik bagi anak. Cara mendidik anak perempuan adalah dengan menjadi ibu yang bisa diteladani. Cara mendidik anak laki-laki adalah dengan menjadi ayah yang bisa diteladani. Anak adalah murid yang belajar dengan meniru perilaku orang tua sebagai gurunya.
Tips parenting anak yang cukup penting bagi orang tua adalah menjalin hubungan yang erat dengan anak remajanya. Habiskan waktu bersama-sama dan bergabunglah dalam kegiatan yang disukai oleh anak. Kegiatan bersama seperti ini dapat membantu mempererat hubungan dan membangun kepercayaan antara orang tua dan anak.
Terlepas dari tips parenting anak yang telah disebutkan di atas, perlu diingat bahwa setiap anak remaja memiliki kebutuhan dan karakter yang berbeda-beda. Anak remaja dengan permasalahan psikologis, misalnya, lebih membutuhkan konseling dengan profesional ketimbang anak yang terhitung sehat secara psikis. Secara umum, parenting anak dapat dikatakan efektif ketika pola pengasuhan yang diterapkan oleh orang tua sudah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi anak.
ArtikelTerkaitV3
Misteri Banjir di Dataran Tinggi: Kok Bisa Ya, Sobat Pintar?
Belakangan ini, Kota Malang yang terkenal dengan udara sejuk dan pemandangan pegunungannya justru dilanda banjir. Wah, padahal kan Malang itu dataran tinggi, kok bisa kebanjiran? Nah, biar nggak penasaran, yuk kita kupas tuntas alasan di balik fenomena in...
Baca Selengkapnya
LPG vs DME: Kompor di Rumah Harus Dimodifikasi atau Bisa Lan
Wacana Pemerintah: LPG Bakal Diganti DME, Apa Bedanya? Sobat Pintar, pemerintah sedang gencar mendorong penggunaan Dimethyl Ether (DME) sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk mengurangi impor energi. Tapi, apa benar kompor LPG di rumah bis...
China Bangun Pabrik Kelapa di Morowali: Ini Peluang Emas bua
Sobat Pintar, baru-baru ini viral kabar tentang rencana pembangunan pabrik kelapa oleh investor asal China di Morowali. Kabar ini bukan cuma penting buat dunia bisnis, tapi juga buat kita yang masih duduk di bangku sekolah atau kuliah. Kenapa? Karena ini ...
Hai Sobat Pintar,
Yuk Cobain Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!
Jutaan siswa sudah menemukan minat, bakat dan kampus impian bersama Aku Pintar. Sekarang giliran kamu Sobat!
BannerPromoBlog