PinpointBlog

website-baru-feed-banner Portlet

Informasi Terkini Seputar Dunia Pendidikan

Informasi terbaru

website-baru-navbar Portlet

Blog

photo via www.aol.com

Arsitektur: Seni dan Estetika tanpa Ujung di Fakultas Teknik

Arsitektur, kesannya selalu keren, bukan begitu? Profesi Arsitek cukup menggoda, bukan cuma soal keren-kerenannya saja, tapi konon juga karena pendapatannya yang lumayan oke. Tapi tahukah kamu, kuliah di Jurusan Arsitektur itu juga membutuhkan perjuangan jerih payah berdarah-darah?

 

Jurusan dengan Tugas Super Banyak

Berbeda dari kebanyakan jurusan lain, Arsitektur tidak mengharuskanmu membaca buku-buku tebal, menghafal banyak teori dan diagram, atau berkutat dengan rumus-rumus njelimet. Disemester awal, kamu takkan berurusan dengan Fisika Bangunan, Teknlogi Bahan, atau bahkan Kalkulus. Sebaliknya, kamu akan dibikin akrab sama seni, jadi tugas kuliahmu takkan jauh-jauh dari membuat benda-benda seni.

Tujuan kuliah di Jurusan Arsitektur untuk belajar tentang desain, bukan? Yup, dan kamu akan mempelajarinya – hanya saja, dalam bentuk mengerjakan tugas. Paling-paling, kamu dibekali dengan mekanisme atau prinsip dasar suatu ilmu tentang desain, kemudian kamu sendiri yang harus memeras otak menyelesaikannya.

 

Seni Kuliah Arsitektur

Arsitektur bukan sekedar gambar atau desain bangunan. Rancanganmu juga harus memiliki ciri khas yang membedakannya dari karya Arsitek-Arsitek yang lain, dan kamu perlu menemukannya selama kuliah. Karyamu juga musti fresh, enggak sekedar mengulang-ngulang konsep yang telah atau pernah ada.

Selain itu, kamu juga harus menggabungkan nilai fungsi (utilitas), kekuatan (firmitas), dan estetika (venustas) dalam setiap rancanganmu. Jurusan ini memang tak hanya berkutat dengan hal-hal teknik, namun juga seni dan estetika. Itulah kenapa kamu dikenalkan dengan nilai-nilai seni diawal semester perkuliahan.

Dan salah satu seni kuliah di Jurusan Arsitektur adalah mengatur waktu. Kamu butuh waktu untuk menyelesaikan gambaran rancanganmu yang memiliki semua kriteria di atas. Kamu juga butuh melihat langsung bangunan-bangunan dengan arsitektur keren di luar sana untuk memperkaya ide-idemu. Dan selain itu, kamu masih butuh kehidupan normalmu sebagai seorang mahasiswa biasa.

 

Jurusan Arsitektur di Indonesia

Kuliah Arsitektur bisa dianalogikan seperti seseorang yang bermain juggling sambil berdiri di ujung jari kaki di atas bola. Akan tetapi, bila passion jiwamu memang dibidang ini, kamu akan menikmatinya dan memiliki ketekunan untuk menyelesaikannya sampai tuntas – walaupun kamu enggak benar-benar bisa Matematika atau gambaranmu susah dipahami.

Bila langkahmu mantap, kamu bisa kuliah Arsitektur di Universitas Brawijaya, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Hasanuddin, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, atau Universitas Udayana. Kemudian, lanjutkan dengan program pendidikan keprofesian selama satu tahun untuk menjadi seorang Arsitek profesional.

Atau, kamu bisa magang untuk memperkaya ide-idemu. Bisa juga menunda keprofesianmu demi posisi asisten Arsitek yang membuat dirimu lebih berkembang – mungkin untuk kemudian menjadi Desainer Interior, Arsitek Lansekap, atau Pengawas Konstruksi dan Bangunan?

Lebih masukan Blog

Yuk Kenalan sama Software Engineering atau Rekayasa Perangkat Lunak

Tak mau ketinggalan dengan perkembangan dunia digital yang kekinian? Bila kamu punya...

Masa Depan di Jurusan Teknik Bioenergi dan Kemurgi

Bukan sekali dua kamu mendengar tentang energi terbarukan. Topik tentang energi terbarukan...

Menambah Komentar

Badai Ardiat 1 Tahun Lalu
bagus mantab nice
Harap sign in untuk melanjutkan.
giltes tigatiga 1 Tahun Lalu
wow
Harap sign in untuk melanjutkan.

metablog-web Portlet

popular-post-web Portlet

Terpopuler

Terbaru