Belajar Matapelajaran yang Tidak Disukai? Ini 4 Tips Menghadapinya
APSiswaNavbarV2
Tesssss Tesssss
CssBlog
redesain-navbar Portlet
metablog-web Portlet
Blog
Belajar Matapelajaran yang Tidak Disukai, image via www.desiringgod.org
Keluhan yang muncul dihari Senin, "Aduh! Fisika." Selasa beda lagi, "Oh, no! Sejarah! Boring!"
Manusiawi kalau kita mengeluh saat harus menghadapi sesuatu yang tidak disukai, seperti matapelajaran tertentu. Tapi mau mengeluh sampai kapan, Sobat? Bukankah setiap hari kita akan selalu bertemu berbagai matapelajaran yang tak bisa dipilih-pilih? Jadi, bagaimana menyiasatinya agar kita mau menghadapi matapelajaran yang tak disukai?
Â
1. Dekati Teman-Teman yang Menguasai Matapelajaran Tersebut
Misalnya Sobat Pintar kurang suka Sejarah – barangkali karena membosankan atau karena tak suka materi hafalan. Cobalah untuk mendekati teman-teman yang suka Sejarah, deh. Cari tahu kenapa mereka memandang matapelajaran Sejarah dengan cara yang berbeda.
Coba pahami alasan dan sudut pandang mereka agar kita dapat melihat Sejarah dari sisi yang lain. Barangkali bagi mereka matapelajaran Sejarah terasa seperti rangkaian cerita. Nah, kita bisa sedikit demi sedikit menggeser cara pandang kita pada matapelajaran ini – bukan lagi sebagai sesuatu yang membosankan, tapi sebuah cerita yang menarik.
Lebih jauh lagi, kita bisa mencontek bagaimana cara mereka belajar Sejarah. Barangkali mereka punya tips dan trik menghafal fakta-fakta penting? Bukankah dengan begitu, kesulitan kita menghafal sudah mendapatkan solusinya?
2. Gunakan Referensi Belajar Lain, Jangan Hanya Buku Teks Sekolah
Okay, let's be fair here. Guru merupakan fasilitator pengajaran di kelas. Buku teks digunakan sebagai buku acuan yang disarankan. These are facts – and that's all to it.
Lantas bagaimana bila kita masih sulit memahami suatu materi? Tak ada larangan untuk mencari referensi tambahan lho, Sobat. Bukankah sekarang ini kita memiliki akses tak terbatas pada informasi dan pengetahuan? Selain Googling, kita juga bisa mengunjungi perpustakaan umum atau rumah baca.
Belajar bersama di AP Live bisa menjadi salah satu solusi menghadapi matapelajaran yang sulit disukai – dan biasanya menjadi sulit dikuasai. Suasana dan pengalaman belajar yang berbeda mungkin dapat mengubah rasa tidak suka tersebut.
3. Memahami Konsep Dasar Sebagai Landasan Belajar Berikutnya
Boleh jadi kita punya beberapa alasan untuk tidak menyukai suatu matapelajaran tertentu. Tapi jangan lupa, barangkali salah satu alasan penting yang membuat kita mengerutkan kening setiap kali berhadapan dengan matapelajaran tersebut adalah kurangnya pemahaman pada konsep.
Lemahnya pemahaman kita pada konsep dasar suatu matapelajaran turut mempengaruhi seberapa baik kemampuan kita untuk menerima materi berikutnya. Misalnya dalam matapelajaran Bahasa Inggris, kita masih kesulitan menggunakan tense. Menghafalkan rumus begitu banyak tenses dan bentuk verb terasa amat sangat memusingkan!
Padahal, tenses tidak semata-mata menunjukkan perbedaan susunan dan perubahan kata kerja – melainkan, kerangka waktu yang mendasari digunakannya suatu bentuk tertentu. Ketika konsep ini dipahami, kita takkan dibuat bingung dengan berapapun perubahan kata kerja yang terjadi.
4. Belajar dengan Semangat Positif dan Dalam Batasan
For most of us, studying is understandably a struggle. Maka, tak perlu memaksakan diri berlebihan untuk belajar matapelajaran yang kurang disukai. Biasanya semakin kita memaksakan diri, semakin berlipatganda saja rasa tidak suka yang sudah ada. Nikmati saja proses yang harus dilalui – nantinya kita akan melewati rasa tidak nyaman ini, kok.
Saat belajar, jangan menunggu tumpukan emosi negatif muncul. Berhentilah setelah belajar 30 menit, kemudian lakukan sesuatu yang menyenangkan selama 10 menit sebelum kembali lagi pada bukumu.
Fisika, Matematika, Kimia, Sejarah, atau matapelajaran lain, kita punya alasan masing-masing untuk suka dan tidak suka. Tapi suka atau tidak, dipelajari saja ya, Sobat – bukan demi nilai ujian, tapi semata-mata karena belajar ilmu tersebut.
Sadarkah kita, belajar itu sendiri merupakan sesuatu yang harus disyukuri. Hingga sekarang pun, masih ada teman-teman diluar sana yang harus berjuang untuk belajar dan sekolah. Ketika kita memperoleh kesempatan tersebut, gunakan sebaik-baiknya.
ArtikelTerkaitV3
Misteri Banjir di Dataran Tinggi: Kok Bisa Ya, Sobat Pintar?
Belakangan ini, Kota Malang yang terkenal dengan udara sejuk dan pemandangan pegunungannya justru dilanda banjir. Wah, padahal kan Malang itu dataran tinggi, kok bisa kebanjiran? Nah, biar nggak penasaran, yuk kita kupas tuntas alasan di balik fenomena in...
Baca Selengkapnya
LPG vs DME: Kompor di Rumah Harus Dimodifikasi atau Bisa Lan
Wacana Pemerintah: LPG Bakal Diganti DME, Apa Bedanya? Sobat Pintar, pemerintah sedang gencar mendorong penggunaan Dimethyl Ether (DME) sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk mengurangi impor energi. Tapi, apa benar kompor LPG di rumah bis...
China Bangun Pabrik Kelapa di Morowali: Ini Peluang Emas bua
Sobat Pintar, baru-baru ini viral kabar tentang rencana pembangunan pabrik kelapa oleh investor asal China di Morowali. Kabar ini bukan cuma penting buat dunia bisnis, tapi juga buat kita yang masih duduk di bangku sekolah atau kuliah. Kenapa? Karena ini ...
Hai Sobat Pintar,
Yuk Cobain Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!
Jutaan siswa sudah menemukan minat, bakat dan kampus impian bersama Aku Pintar. Sekarang giliran kamu Sobat!
BannerPromoBlog