CssBlog

redesain-navbar Portlet

metablog-web Portlet

CssBlog

Blog

Kemampuan Siswa yang Harus Dikembangkan di Abad 21

6 Kompetensi abad 21 yang harus dikuasai siswa

Foto oleh Thirdman dari Pexels

Sir Arthur C. Clarke, seorang ilmuwan sekaligus penulis dari Inggris, mengatakan bahwa “we need to educate our children for their future, not their past” yang artinya kita harus mendidik anak-anak untuk masa depan mereka, bukan masa lalu. Atau yang sudah akrab di telinga kita ungkapan bahwa kita harus mendidik anak-anak sesuai dengan zamannya. Saat ini sudah memasuki abad 21 di mana perkembangan zaman sudah sangat berbeda, tantangan dan peluang yang muncul juga sangat berbeda dengan masa-masa Guru Pintar menjadi pelajar. Untuk menghadapi abad 21 ini keterampilan belajar apa yang harus dimiliki oleh guru dan siswa? 

Dalam pembelajaran abad 21 kemampuan yang paling penting untuk diajarkan pada siswa ada enam. Dengan enam kompetensi atau keterampilan tersebut, diharapkan siswa akan mampu menjawab semua tantangan yang mungkin mereka hadapi di masa depan. Apa sajakah kompetensi abad 21 tersebut?

1. Critical Thinking (Berpikir Kritis) and Problem Solving (Pemecahan Masalah)

Kompetensi abad 21 adalah kemampuan yang harus dikuasai siswa abad 21
Foto oleh Pixabay dari Pexels

Berpikir kritis adalah kemampuan untuk berpikir secara rasional. Sedangkan Problem solving adalah kemampuan siswa dalam memecahkan masalah. Dengan kemampuan ini, saat siswa mendapatkan informasi, mereka tidak akan serta-merta menerimanya begitu saja, melainkan mempertanyakannya terlebih dahulu. Dengan kompetensi ini, siswa akan mampu untuk menganalisa sesuatu hal dan memecahkan masalah. Di tengah derasnya arus informasi yang ada seperti saat ini, sangat penting untuk membekali siswa dengan kemampuan ini supaya mereka tidak mudah terpengaruh oleh berita hoaks.

Kemampuan critical thinking dan problem solving harus dilatih dan terus diasah karena tidak dapat terwujud dengan sendirinya apalagi dengan cara instan. Untuk membangun dan mengasah kemampuan berpikir kritis pada siswa,  Guru Pintar dapat rutin mengajak siswa berdiskusi sehingga mereka mampu melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang yang berbeda, mendorong siswa untuk bertanya, dan selalu meminta siswa memberikan alasan atau bukti-bukti terhadap argumen atau jawaban yang diberikan.

2. Communication (Keterampilan Berkomunikasi)

Kemampuan siswa yang harus dikembangkan yang kedua adalah communication atau komunikasi. Kemampuan ini berkaitan dengan bagaimana siswa dapat mengekspresikan apa yang ada di dalam pikiran secara lisan maupun tulisan dengan efektif. Tujuan utama dari diajarkannya kemampuan berkomunikasi ini adalah supaya siswa memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik sehingga pesan yang mereka sampaikan dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan dan tidak terjadi salah paham. Dalam keterampilan ini, siswa juga diajarkan untuk memahami situasi sekitar, penggunaan media dalam komunikasi, dan siapa yang menjadi lawan bicara mereka.

Beri kesempatan pada siswa untuk mengemukakan pendapat, menceritakan pengalaman, atau bertanya di kelas adalah cara untuk melatih kemampuan berkomunikasi siswa. Dengan pembiasaan dan juga teladan yang baik dari guru dalam berkomunikasi, siswa akan lebih mudah mengembangkan kemampuan komunikasi mereka dan tentu saja akan menjadi pribadi yang lebih percaya diri.

3. Collaboration (Kolaborasi)


Foto oleh Vanessa Loring dari Pexels

Collaboration is the new competition. Apakah  Guru Pintar pernah mendengar pertanyaan tersebut? Pada abad 21 selain membangun jiwa kompetitif, ada hal lain yang lebih penting untuk diajarkan kepada siswa, yaitu kolaborasi. Sudah bukan waktunya lagi untuk menjadi pemenang seorang diri saat ini. Penting untuk diajarkan kepada siswa untuk dapat berkolaborasi dan bekerja sama dengan orang lain sehingga dapat mencapai kesuksesan yang bersama-sama. Dengan berkolaborasi, masing-masing siswa dilatih untuk bisa saling mengisi kelebihan dan kekurangan satu sama lain, sehingga hasil akhirnya pun bisa lebih maksimal. Selain itu, kolaborasi juga berguna untuk mengajarkan kepada siswa untuk lebih bertanggung jawab dengan perannya, saling berempati, dan menghormati orang lain yang memiliki pendapat berbeda.

Cara terbaik untuk mengajarkan kolaborasi adalah dengan membuat siswa bekerja secara berkelompok, berdiskusi, atau mengerjakan project secara bersama-sama. Siswa akan belajar mendengar pendapat orang lain dan juga menghargainya. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan rasa bangga karena telah melakukan tugasnya dengan baik dan berkontribusi dalam kesuksesan kelompoknya.

4. Creativity (Kreativitas)

Kemampuan dalam diri yang dapat dikembangkan di abad 21 ini selanjutnya adalah creativity atau dalam bahasa Indonesianya adalah kreativitas. Mengapa kreativitas harus dikembangkan di abad 21 ini? Karena kreativitas dapat membuat siswa berpikir out of the box, mereka akan dapat lebih berani mencari dan mengungkapkan ide-ide yang ada di dalam kepalanya. Kemampuan berpikir kreatif selama ini dianggap hanya terbatas pada penciptaan barang atau ide baru, padahal kreativitas juga bisa juga diterapkan untuk mengembangkan sesuatu yang sudah ada menjadi lebih baik lagi.

Guru Pintar dapat mengasah kreativitas siswa dengan  mengajak mereka untuk bebas mengeksplorasi pikiran serta imajinasinya. Guru Pintar juga bisa membantu mengembangkan kreativitas siswa dengan memberikan wadah serta dukungan yang tepat agar mereka tidak takut untuk berkreasi.

Baca juga: Guru Harus 5 Tahu Cara Mengembangkan Bakat Siswa Berikut Ini!

5. Citizenship

Kompetensi atau keterampilan abad 21 berikutnya adalah citizenship atau sering juga dienal sebagai Global Citizenship. Pendidikan global citizenship ini melatih siswa untuk aware bahwa mereka tidak hanya milik suatu komunitas atau etnis tertentu saja, melainkan mereka juga adalah bagian dari warga negara dunia. Tujuan dari pendidikan global citizenship adalah untuk memberdayakan siswa untuk berperan aktif dalam menghadapi dan mengatasi tantangan global dan menjadi kontributor yang proaktif untuk dunia yang lebih damai, toleran, inklusif dan aman. Mereka akan dapat menghargai perbedaan baik itu perbedaan kebudayaan, kebangsaan, fisik, dan lain sebagainya.

6. Leadership

Anak-anak adalah pemimpin masa depan. Supaya mereka menjadi pemimpin-pemimpin yang handal di masa depan, mereka harus dilatih untuk memiliki karakter dan juga keterampilan Ileadership sejak dini. Dalam leadership, sikap kepemimpinan dalam diri siswa dibangun agar menjadi siswa yang bertanggung jawab, siswa yang dapat menjalankan perannya sebagai siswa serta siswa yang dapat mengembangkan potensinya sebagai seorang pribadi. Bentuk-bentuk kegiatan yang mendorong tumbuhnya keterampilan leadership diantaranya organisasi siswa seperti OSIS, mengikuti kegiatan Leadership Camp, workshop, dan lain sebagainya.

Demikianlah enam kompetensi abad 21 yang harus dikuasai siswa. Keterampilan manakah yang sudah Guru Pintar ajarkan pada siswa?

00

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

ArtikelTerkaitV3

Artikel Terkait

download aku pintar sekarang

BannerPromoBlog