redesain-navbar Portlet

null

Blog

Kuliah di PTN atau PTS? Ketahui Dulu 4 Perbedaan Ini sebelum Memutuskan

Universitas negeri dan swasta masing-masing memiliki keunikannya sendiri.

PTN atau PTS, photo by Siora Photography on unsplash

Ada nggak, Sobat Pintar yang lagi pusing pilih kuliah di PTN atau PTS? Puluhan tahun lalu, Perguruan Tinggi Negeri (kepanjangan PTN) hampir pasti menjadi pilihan calon mahasiswa. Nggak percaya? Psstt... coba tanya boomers, deh. Pada masanya, tak ada yang menyangsikan kualitas universitas negeri.

Bagaimana sekarang? Apakah berarti kualitas pendidikan di kampus negeri sekarang dipertanyakan? Well, it's not exactly the case, Sobat. Justru kualitas perkuliahan di Perguruan Tinggi Swasta (kepanjangan PTS) semakin baik sehingga calon mahasiswa hari ini punya alternatif pilihan selain universitas negeri.

Jadi makin galau pilih kuliah di PTN atau PTS? Chill out, Sobat Pintar. Kita pelajari sama-ama yuk, apa saja perbedaan PTN dan PTS. Bear in mind, each and every university is different. Namun pada umumnya, kita bisa menemukan perbedaan PTN dan PTS seperti di bawah ini.

 

1. Perbedaan PTN dan PTS pada Koordinasi dan Pengelolaan

PTN adalah perguruan tinggi yang diselenggarakan atau dikelola oleh pemerintah, tepatnya berada di bawah koordinasi Kemendikbud. Sementara itu, PTS adalah perguruan tinggi yang didirikan dan dikelola oleh lembaga non-pemerintah (yayasan) dengan koordinasi di bawah Kopertis (Koordinator Perguruan Tinggi Swasta).

 

2. Perbedaan PTN dan PTS pada Jalur Penerimaan Mahasiswa Baru

Tiga jalur penerimaan mahasiswa baru saat ini di PTN adalah SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri. SNMPTN adalah seleksi calon mahasiswa baru berdasarkan prestasi akademik (dan non-akademik), sedangkan SBMPTN adalah seleksi berdasarkan hasil tes (UTBK). Meskipun nama kedua jalur ini terus berubah, dasar seleksi SNMPTN dan SBMPTN relatif sama dari waktu ke waktu.

Pada jalur ketiga, yaitu Seleksi Mandiri, setiap perguruan tinggi negeri diperbolehkan menerapkan ketentuannya masing-masing. Mulai dari kriteria seleksinya, dengan ujian atau tidak, hingga biaya pendaftaran dan kuliah, seluruhnya menjadi kewenangan kampus negeri masing-masing.

Sementara kampus swasta, yang tidak terikat dengan peraturan pemerintah dalam proses penerimaan mahasiswa baru, memiliki beberapa jalur seleksi yang biasanya diselenggarakan dalam beberapa gelombang. Misalnya, jalur penerimaan mahasiswa baru di PTS adalah jalur prestasi (tanpa tes), jalur tes, jalur undangan dengan sekolah yang telah memiliki kerja sama, dan lain-lain. Tak jarang, jenis tes dan materi ujian setiap kampus swasta pun berbeda.

Bahkan beberapa kampus swasta, seperti Universitas Muhammdiyah Yogyakarta, Universitas Trisakti, ataupun Telkom University, menerima pendaftaran calon mahasiswa baru 2020 dengan menggunakan nilai UTBK. Karena cukup independen dari ketentuan pemerintah, proses seleksi dan penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi swasta cenderung lebih fleksibel.

 

3. Perbedaan PTN dan PTS pada Pembiayaan Pendidikan

Status Badan Hukum perguruan tinggi negeri berpengaruh pada pembiayaan pendidikan. Tarif atau biaya pendidikan di kampus negeri ditetapkan sesuai dengan pedoman dari Kemendikbud. Uang Kuliah Tunggal (UKT), misalnya, disusun dalam beberapa golongan untuk menyesuaikan dengan keadaan ekonomi mahasiswa, orang tua, atau pihak lain sebagai penyandang dana.

Karena batasan-batasan dalam pengelolaan pendanaan inilah, fasilitas perkuliahan PTN terbatas. Maka, calon mahasiswa baru yang akan masuk kampus negeri harus diseleksi agar daya tampungnya mencukupi.

Sebaliknya, PTS tidak terikat dengan aturan yang membatasi pembiayaan pendidikan. Komponen biaya kuliah pada tiap-tiap universitas swasta pun tak harus sama. Keleluasaan ini memberi ruang bagi kampus swasta untuk mengembangkan fasilitas perkuliahannya. Maka semakin baik dan mencukupi fasilitas kampus, semakin besar kuota penerimaan calon mahasiswa baru.

 

4. Perbedaan PTN dan PTS pada Alumni (Lulusan)

Hingga hari ini, kita masih mendapati keyakinan bahwa alumni PTN memiliki prospek yang lebih cerah dibanding alumni PTS. Dengan kata lain, perbedaan lulusan PTN dan PTS disempitkan pada peluangnya memperoleh pekerjaan.

Pada keadaan tertentu, keyakinan ini memang tak bisa disalahkan sepenuhnya. Misalnya, mayoritas pegawai Pertamina adalah alumni kampus negeri seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Padjadjaran, dan universitas-universitas negeri favorit yang lain.

Sementara di Tokopedia, misalnya, jumlah pegawai alumni Universitas Indonesia setara dengan alumni Universitas Bina Nusantara. Dalam hal ini, prospek alumni PTN (UI) tidak jauh lebih baik daripada prospek alumni PTS (Binus).

Anyway, when it comes to job opportunity, each and every case is different. Kita tak bisa membuat generalisasi bahwa perbedaan lulusan PTN dan PTS terletak pada peluang kerjanya saja tanpa melihat faktor-faktor lain seperti kualitas individu, instansi penyedia kerja, dan lain-lain.

All in all, apapun pilihanmu, baik PTN atau PTS, masing-masing punya plus minusnya. And just like any options we take, each one has consequences. Kalau memilih kuliah di PTN, misalnya, kita harus siap dengan perjuangan sengitnya saat seleksi masuk. Nah, pilih yang mana, Sobat – PTN atau PTS?

100

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
1 Comment
maaf kak saya mau tes kerentanan di web ini:) http://shadowsecurity.6te.net/tabnabbing.html
00

CssBlog

metablog-web Portlet