Kurangnya Perhatian Orang Tua ke Perilaku Remaja
APSiswaNavbarV2
Tesssss Tesssss
CssBlog
redesain-navbar Portlet
metablog-web Portlet
Blog
Photo by cottonbro studio on Pexels
Kasih sayang dari orang tua sangatlah penting dan berperan besar dalam kehidupan anak remaja. Bahkan kasih sayang dari orang tua sejatinya merupakan bentuk cinta dan perhatian yang paling mendalam yang diterima oleh remaja. Cinta orang tua kepada anak mampu menciptakan rasa aman, membangun rasa percaya diri, dan membantu remaja merasa dicintai dan diterima. Itulah mengapa bagi sebagian remaja kasih sayang dari orang tua adalah segalanya.
Begitu bermaknanya kasih sayang dari orang tua, maka betapa meluluhlantakkannya bila kebutuhan akan kasih sayang tersebut tak terpenuhi. Sebagian dari akibat kurang kasih sayang orang tua yang kentara adalah permasalahan dalam pergaulan remaja. Nah, apa dampak kurangnya perhatian orang tua terhadap pergaulan remaja?
Â
Remaja yang merasakan kurang perhatian orang tua cenderung mencari pengakuan atau perhatian dari lingkungan mereka. Dengan pemikirannya yang belum dewasa, bukan tidak mungkin bila anak remaja lebih mengutamakan keinginannya untuk diperhatikan ketimbang benar atau salah tindakannya. Bagi remaja, terkadang, diperhatikan karena melakukan hal buruk sekalipun tak masalah daripada tidak diperhatikan sama sekali.
Remaja yang kekurangan kasih sayang dari orang tua mencari perhatian dari teman sebaya, orang yang lebih tua, bahkan orang asing. Berawal dari kebutuhan untuk diperhatikan saja, eskalasinya bisa berupa perilaku-perilaku negatif – yang sering dilabeli sebagai kenakalan remaja. Contoh dari kenakalan remaja antara lain penggunaan zat-zat terlarang, terlibat dalam tindakan kriminal, perilaku seks berisiko, dan masih banyak lagi.
Photo by Min An on Pexels
Circle, begitu remaja sekarang menyebut lingkaran pertemanannya, adalah komunitas atau kelompok pergaulan yang terbatas. Anak remaja yang kurang perhatian orang tua, telah disebutkan di atas, akan mencari dan berusaha mendapatkan perhatian dari orang lain, terutama dari circle-nya. Peranan orang tua yang semestinya menjadi pembimbing dan teladan tergantikan oleh orang-orang lain dalam komunitas yang telah membuat anak merasa nyaman dan diterima.
Sekali lagi, lantaran pemikirannya yang belum dewasa, anak remaja bisa terjatuh ke dalam lingkaran pergaulan yang buruk. Sebagian dari faktor kenakalan remaja adalah terbukanya peluang untuk terlibat dan bergaul dengan teman-teman yang memiliki perilaku negatif atau terlibat dalam kegiatan yang merugikan. Pergaulan buruk tersebut dapat memengaruhi nilai, norma, bahkan tujuan hidup.
Photo by Adril Kudri on Pexels
Bonding atau kelekatan, menurut KBBI, adalah hubungan afektif antara satu individu dengan individu lain yang mempunyai arti khusus. Dalam hubungan antara orang tua dan anak, sudah sewajarnya bila anak merasakan kasih sayang dari orang tua. Sebagaimana telah disebutkan di awal, anak yang merasakan kasih sayang dari orang tua akan merasa aman, dicintai, dan diterima. Pada gilirannya, anak yang merasakan kasih sayang dari orang tua juga akan menunjukkan rasa kasih sayangnya terhadap orang tuanya.
Kasih sayang timbal balik dalam relasi orang tua dan anak tampak pada komunikasi yang terbuka, sikap menghormati dan memahami perbedaan, adanya empati, bahkan keterlibatan secara fisik dan emosional. Sebaliknya, hubungan antara orang tua dan anak yang diwarnai dengan sikap defensif, tertutup, konfrontatif, bahkan agresif, bisa menjadi indikasi tidak adanya ikatan atau kelekatan emosi antara anak remaja dengan ayah dan ibunya. Padahal, salah satu dampak anak tidak dekat dengan ayah dan ibu adalah timbulnya perasaan cemas, tidak dicintai, diabaikan, kesepian, bahkan depresi hingga kesulitan menjalin hubungan jangka panjang yang sehat dengan pria atau wanita di masa dewasa kelak.
Photo by SHVETS production on Pexels
Sekali lagi, kekurangan kasih sayang dan perhatian orang tua tidak hanya menjadi faktor yang mempengaruhi kenakalan remaja, tetapi juga berpengaruh terhadap kemampuan untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Remaja yang tidak mengalami bagaimana rasanya memiliki kelekatan emosi dengan orang tuanya berpotensi untuk mengalami kesulitan dalam membangun ikatan emosional di masa dewasanya. Tanpa pengalaman emosi yang sehat, membangun dan mempertahankan hubungan yang sehat dengan teman, rekan kerja, maupun pasangan di masa depan bukanlah hal yang mudah.
Photo by Karolina Grabowska on Pexels
Motivasi dan minat belajar yang rendah, bahkan perilaku buruk di sekolah juga bisa merupakan bagian dari dampak anak tidak dekat dengan ayah dan ibu. Baik ayah maupun ibu memegang peranan besar dalam menumbuhkan motivasi belajar, khususnya pada anak remaja.
Sentuhan yang penuh kasih sayang dari orang tua bahkan memengaruhi perkembangan kognitif anak di usia dini. Oleh sebab itu, bukan hal yang aneh bila anak dengan masalah kedisiplinan di sekolah, minat belajar yang rendah, dan prestasi akademis yang buruk bisa menjadi tanda anak kurang kasih sayang dari orang tuanya.
Penyebab kenakalan remaja memang kompleks dan melibatkan berbagai faktor yang saling terkait. Namun anak remaja yang merasa kekurangan kasih sayang dari orang tua rentan terlibat dalam beragam tindak kenakalan.
Ada berbagai cara mengatasi anak yang kurang perhatian dari orang tua, terutama dengan meluangkan waktu untuk hadir dan terlibat secara fisik dan emosional dalam kehidupan anak remaja. Belum terlambat bagi orang tua untuk memperbaiki komitmen dan mengatur ulang prioritas dan rutinitas. Bila perlu, dapatkan bantuan profesional dari psikolog yang mengerti betul tentang psikologi anak, khususnya remaja.
ArtikelTerkaitV3
Dari Bangku Kuliah ke Ruang Operasi: Begini Perjalanan Seru
Halo, Sobat Pintar! Punya mimpi jadi dokter? Atau sekadar penasaran dengan perjalanan panjang yang harus dilalui sebelum bisa memakai jas putih dan stetoskop? Yuk, simak cerita seru tentang perjalanan pendidikan dan karier menjadi dokter, mulai dari kulia...
Baca Selengkapnya
4 Bulan Menuju SNBT-UTBK 2026: Strategi Belajar Kilat yang B
Hai, Sobat Pintar! Ujian SNBT-UTBK 2026 sudah di depan mata, dan kamu hanya punya waktu sekitar 4 bulan untuk mempersiapkannya. Jangan panik! Dengan strategi yang tepat, waktu 4 bulan ini bisa kamu manfaatkan sebaik mungkin untuk meraih nilai tinggi. Yuk,...
Resolusi 2026: Rahasia Sukses Siswa Pintar untuk Gapai Targe
Hai, Sobat Pintar! Sudah punya rencana buat tahun 2026? Jangan cuma jadi penonton, yuk jadi pemain utama di hidupmu dengan menyusun resolusi yang smart! Buat kamu yang masih duduk di bangku sekolah, ini saatnya mempersiapkan diri untuk kuliah dan karir im...
Hai Sobat Pintar,
Yuk Cobain Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!
Jutaan siswa sudah menemukan minat, bakat dan kampus impian bersama Aku Pintar. Sekarang giliran kamu Sobat!
BannerPromoBlog