APSiswaNavbarV2

CssBlog

redesain-navbar Portlet

metablog-web Portlet

CssBlog

Blog

Kurikulum Nasional 2024 di Depan Mata, Apa Kabar Kurikulum Merdeka?

Kurikulum Nasional harus diterapkan di sekolah negeri dan swasta.

Photo by olia danilevich on Pexels

Program prioritas Kemendikbudristek di bulan ini adalah peluncuran Kurikulum Nasional. Kurikulum apa lagi ini? Apakah Kurikulum Merdeka akan digantikan oleh kurikulum yang baru ini?

Bukan begitu, Guru Pintar. Sebenarnya tidak ada yang benar-benar baru dengan Kurikulum Nasional. Kurikulum Merdeka tidak lantas bertransformasi atau berubah menjadi Kurikulum Nasional dengan konsep yang sepenuhnya baru. Tidak demikian.

 

Tentang Kurikulum Merdeka

kurikulum nasional tahun 2024
Photo by Pixabay on Pexels

Kita mulai mengenal Kurikulum Merdeka sejak diluncurkan pada 2020. Pada awalnya Kurikulum Merdeka diterapkan di 3.000 sekolah. Hingga 2022, angka tersebut sudah berkembang menjadi 140.000 sekolah, masing-masing menjalankan Implementasi Kurikulum Merdeka sesuai dengan tingkat kesiapannya sendiri. Pada 2023, tercatat 300.000 sekolah atau 80 persen satuan pendidikan telah menjalankan Kurikulum Merdeka.

Terlepas dari IKM pada tiap-tiap satuan pendidikan, Kurikulum Merdeka sendiri sebenarnya memberi kita keleluasaan untuk menciptakan pembelajaran yang berkualitas serta sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar siswa. Bukankah setiap kita mengajar siswa yang berbeda dan dalam keadaan yang berbeda pula, Guru Pintar?

 

Prinsip Pembelajaran Kurikulum Merdeka

program prioritas Kemendikbudristek
Photo by Iqwan Alif on Pexels

Kurikulum Merdeka memberi kita ruang untuk berimprovisasi sesuai dengan tuntutan keadaan kita masing-masing. Antara satu guru dengan guru yang lain tidak harus melaksanakan pembelajaran yang sama walaupun mengajar di jenjang kelas yang sama. Meski berbeda, ada tiga karakteristik Kurikulum Merdeka yang dapat ditemukan di mana pun kita mengajar.

  1. Pengembangan soft skills dan karakter profil pelajar Pancasila melalui pembelajaran berbasis projek.
  2. Fokus pada materi yang esensial dan relevan, sehingga siswa memiliki waktu yang cukup untuk membangun kompetensi literasi dan numerasi.
  3. Keleluasaan guru untuk menerapkan pembelajaran berdiferensiasi yang sesuai dengan capaian dan perkembangan tiap-tiap siswa.

Pelaksanaan Kurikulum Merdeka tak lepas dari prinsip-prinsip yang tertuang dalam Kepmendikbudristek No.56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran. Mari menyegarkan ingatan kita kembali tentang prinsip-prinsip pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka, Guru Pintar.

  1. Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat capaian peserta didik saat ini, sesuai dengan kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakteristik dan perkembangan peserta didik yang beragam sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan;
  2. Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas menjadi pembelajar sepanjang hayat;
  3. Proses pembelajaran mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik;
  4. Pembelajaran yang relevan  yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan, dan budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra; dan
  5. Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.

 

Kurikulum Merdeka Akan Menjadi Kurikulum Nasional di 2024

Kurikulum Merdeka Jadi Kurikulum Nasional pada 2024
Photo by Jess Bailey Designs on Pexels

Sejalan dengan prinsip keberlanjutan di atas, ditambah dengan fakta bahwa jumlah sekolah yang menerapkan Kurikulum Merdeka juga terus meningkat, maka Kemendikbudristek akan membuat Kurikulum Merdeka jadi Kurikulum Nasional pada 2024, yang peluncurannya dijadwalkan di bulan Maret.

Penetapan Kurikulum Nasional tahun 2024 tersebut akan dituangkan dalam Peraturan Menteri agar regulasinya menjadi jelas. Setelah Permendikbudristek terbit, sekolah yang masih menggunakan Kurikulum 2013 dapat menerapkannya sampai tahun ajaran 2025/2026 saja.

Dengan demikian, setiap satuan pendidikan memiliki waktu untuk melakukan transisi pelaksanaan Kurikulum Merdeka secara bertahap, dimulai dari kelas 1, 4, 7, dan 10 atau pada seluruh kelas. Setelah nantinya menyandang status sebagai Kurikulum Nasional, berarti Kurikulum Merdeka akan diterapkan di seluruh sekolah negeri dan swasta di Indonesia.

 

Keunggulan dari Kurikulum Merdeka

bentuk kurikulum nasional 2024
Photo by Andrea Piacquadio on Pexels

Kurikulum Merdeka ditetapkan menjadi Kurikulum Nasional setelah melalui proses yang panjang dan bertahap sejak awal mula diperkenalkan pada 2020. Bukan tanpa alasan bila Kurikulum Merdeka jadi Kurikulum Nasional pada 2024, Guru Pintar. Terlepas dari IKM yang diterapkan di satuan pendidikan kita masing-masing, ada tiga keunggulan dari Kurikulum Merdeka yang paling mendasar.

1. Lebih Sederhana dan Mendalam

Kurikulum Merdeka fokus pada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi siswa pada fasenya. Proses belajar menjadi lebih mendalam, bermakna, tidak terburu-buru, dan menyenangkan. Standar capaian juga jauh lebih sederhana, sehingga guru memiliki waktu untuk membelajarkan konsep dengan lebih mendalam.

2. Lebih Merdeka

Kurikulum Merdeka memberikan ruang yang leluasa bagi guru, siswa, maupun sekolah. Guru dapat mengajar sesuai dengan tahap capaian dan perkembangan siswa talih-alih mengejar capaian materi. Siswa dapat memilih mapel sesuai bakat, minat, dan aspirasinya tanpa dibatasi oleh program peminatan IPA atau IPS di SMA. Sementara itu, sekolah memiliki wewenang untuk mengembangkan dan mengelola kurikulum operasional yang sesuai dengan karakteristiknya masing-masing.

3. Lebih Relevan dan Interaktif

Pembelajaran berbasis projek memberikan keleluasaan kepada siswa untuk mengeksplorasi isu-isu aktual, seperti isu lingkungan, kesehatan, atau yang lain. Pembelajaran dirancang untuk mendukung pengembangan karakter dan kompetensi Profil Pelajar Pancasila. Kelak setelah menyelesaikan pendidikannya, siswa memiliki bekal bagaimana bekerja secara berkelompok, berkolaborasi, menghasilkan karya, berpikir secara kreatif, dan mengembangkan karakter dirinya secara interaktif.

Sejujurnya, kita pun menyadari bahwa penerapan Kurikulum Merdeka selama ini sudah membawa "rasa" seperti Kurikulum Nasional. Dengan diterapkannya Kurikulum Merdeka secara nasional mulai tahun ajaran 2024/2025, kita seolah mendapatkan kepastian untuk melangkah dari Kurikulum Nasional sebelumnya.

Lantas apakah kita harus bersukaria atau justru menggerutu dengan bentuk Kurikulum Nasional 2024 ini, Guru Pintar?  Pergantian kurikulum semestinya dapat kita pandang semata-mata sebagai cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Ada pepatah bilang, "Saat angin perubahan bertiup, sebagian orang membangun tembok dan sebagian lainnya membangun kincir angin."

 

 

Sumber:

kurikulum.kemdikbud.go.id

ditsmp.kemdikbud.go.id

pskp.kemdikbud.go.id

00

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

ArtikelTerkaitV3

Artikel Terkait

download aku pintar sekarang

BannerPromoBlog