redesain-navbar Portlet

Blog

Larutan: Pengertian, Sifat, Jenis serta Contoh Soalnya

Memahami bagaimana konsep Larutan beserta Jenis-jenis Larutan.

Foto oleh Artem Podrez dari Pexels

Halo Sobat Pintar!
Sobat pintar pernah nggak sih sedang haus lalu membuat minuman ? entah itu es sirup, es teh, es susu atau apa aja yang bisa bikin seger. Tanpa Sobat pintar sadar, Sobat Pintar sudah membuat suatu larutan nih dalam ilmu kimia.


Foto oleh Artem Podrez dari Pexels

Apa yang dimaksud Larutan ?

Pengertian larutan adalah campuran homogen dari dua atau lebih zat. Nah, larutan terdiri dari zat terlarut dan zat pelarut yang sifatnya homogen.
- Zat pelarut: zat yang melarutkan zat lainnya.
- Zat terlarut: zat yang dilarutkan ke dalam pelarut.

Umumnya, pelarut jumlahnya akan lebih banyak daripada zat terlarutnya. Hal itu supaya zat terlarut bisa tercampur secara homogen. Maksud dari homogen berarti yang larut sempurna ya. Contohnya garam yang dilarutkan dengan air. Hasilnya si garam akan melebur dan homogen dengan air.

Sifat Larutan

Sebelumnya kita udah ngomongin pengertian larutan dan klasifikasinya. Setelah ini kita coba mengenal bagaimana sifatnya. Berikut ini sifat-sifat dari larutan:
- Larutan merupakan campuran yang homogen. Kalau gak homogen atau ada endapan (contohnya pasir yang dimasukkan ke dalam air) disebut suspensi, bukan larutan.
- Partikelnya berukuran kecil dan memiliki diameter kurang dari 1 nm. Jadi, gak bisa dilihat dengan mata telanjang.
- Antara zat pelarut dan terlarut gak bisa dibedakan, anggap saja komponen yang lebih banyak dinamakan zat pelarut dan yang lebih sedikit disebut zat terlarut.
- Komponen-komponen suatu campuran gak bisa dipisahkan menggunakan filtrasi atau saringan (karena udah homogen).

Jenis-jenis Larutan

Larutan memiliki beberapa jenis berdasarkan beberapa klasifikasinya, yaitu:

1. Berdasarkan tingkat kelarutannya

a. Larutan tak jenuh.

Larutan tak jenuh merupakan larutan yang dapat melarutkan sempurna jika ditambahkan zat terlarut tanpa melalui pemanasan. Bisa pula dikatakan, larutan tak jenuh memiliki kandungan zat terlarut lebih sedikit dari yang diperlukan untuk membuat larutan jenuh di suhu tertentu. Misalnya yaitu larutan garam tak jenuh, yang airnya masih bisa dipakai melarutkan sewaktu ditambahkan garam kembali.

b. Larutan jenuh.

Larutan jenuh yaitu larutan yang pelarutnya tidak bisa lagi melarutkan zat terlarut kecuali harus dipanaskan. Dalam larutan ini, pelarut memiliki batas maksimal untuk melarutkan di suhu tertentu. Contohnya adalah larutan garam jenuh, yakni air masih bisa melarutkan asal dilakukan pemanasan.

c. Larutan lewat jenuh.

Larutan lewat jenuh adalah larutan yang pelarutnya sudah tidak mampu melarutkan meski sudah dilakukan pemanasan. Pada kasus ini, jumlah zat terlarut melebihi dari yang dimiliki larutan jenuh di suhu tertentu. Contoh pada larutan garam lewat jenuh, air tidak bisa lagi melarutkan meski dipanaskan saat ditambahkan zat pelarut garam.

2. Berdasarkan konsentrasinya

a. Larutan encer.

Larutan encer yakni larutan yang memiliki pelarut lebih banyak ketimbang zat terlarutnya. Misalnya face tonic, air mawar, astringent, dan sebagainya.

b. Larutan pekat.

Larutan pekat yaitu larutan dengan zat terlarut relatif lebih banyak namun tidak sampai melebihi pelarutnya. Misalnya kopi hitam kental.

3. Berdasarkan wujud pelarut dan zat terlarutnya

Pada kategori ini, maka larutan dibedakan menjadi padat, cair, dan gas. Larutan bisa dipadukan dari jenis yang sama atau berbeda. Misalnya zat terlarut gas dengan pelarut gas, akan menghasilkan larutan gas. Zat terlarut gas yang dipadu pada pelarut padat akan menghasilkan larutan padat.

4. Berdasarkan daya hantar listriknya

a. Larutan elektrolit.

Larutan elektrolit adalah larutan yang bisa menghantarkan arus listrik karena zat dapat terurai menjadi ion positif dan ion negatif. Larutan ini dibagi menjadi larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah dilihat dari kekuatan daya hantar listriknya. Larutan elektrolit kuat misalnya HCl, KCl, dan sebagainya. Larutan elektrolit lemah contohnya asam cuka dan amonium hidroksida.

b. Larutan non-elektrolit.

Larutan non-elektrolit yaitu larutan yang tidak bisa menghantarkan arus listrik karena zat tidak bisa terionisasi atau menghasilkan ion. Misalnya larutan alkohol atau larutan gula.

Contoh Soal:

Jika diketahui data pengamatan pengujian daya hantar listrik dengan alat uji sebagai berikut:

Tentukan manakah larutan yang termasuk larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah dan non elektrolit, Jelaskan!

Pembahasan:

Hasil daya hantar listrik beberapa larutan dalam uji daya hantar listrik:
- Larutan elektrolit kuat: lampu menyala terang, gelembung banyak.
- Larutan elektrolit lemah: lampu menyala redup/tidak menyala, gelembung sedikit.
- Larutan non elektrolit: lampu tidak menyala, gelembung tidak ada.

Dari ciri-ciri di atas, maka
Larutan A: larutan non elektrolit
Larutan B: larutan elektrolit kuat
Larutan C: larutan elektrolit lemah
Larutan D: larutan elektrolit lemah

Sobat Pintar jangan lupa download aplikasi Aku Pintar di Play Store atau App Store, ya! Ada fitur Belajar Pintar yang bakal nemenin Sobat belajar di rumah. Simak juga artikel-artikel lainnya, yaa!

Writer: Muhammad Fahmi Ridlo
Editor: Deni Purbowati

50

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

ArtikelTerkaitV3


Artikel Terkait

image article

7 Tips Menjadi Teman Terbaik

avatar penulis

deni purbowati

22 November 2019

Baca Selengkapnya
image article

Presentasi Tugas Sukses: 3 Tips untuk Introvert

avatar penulis

deni purbowati

09 Agustus 2019

Baca Selengkapnya
image article

4 Alasan Kenapa Sobat Pintar Perlu ke Book Fair

avatar penulis

deni purbowati

26 Februari 2019

Baca Selengkapnya

CssBlog

metablog-web Portlet