PinpointBlog

website-baru-feed-banner Portlet

Informasi Terkini Seputar Dunia Pendidikan

Informasi terbaru

website-baru-navbar Portlet

Blog

photo via pune365.com

Meneropong Masa Depan: Bagaimana Setelah Lulus Kuliah?

Tips Pelajar dan Mahasiswa

Sudah menyertakan pertimbangan bakat dan minat pada pilihan jurusan kuliahmu nanti? Okay, that's great. Bagaimana dengan prospek saat kamu lulus kuliah nanti? Mempertimbangkan peluang kerja setelah selesai kuliah merupakan faktor yang tak kalah penting juga lho, Sobat Pintar. Mau tahu sebabnya?

 

Pengangguran para Lulusan Perguruan Tinggi

Dari tahun ketahun, kita sudah jenuh mendengar tingginya angka pengangguran atau sulitnya mencari pekerjaan – bagi mereka yang punya gelar sarjana sekalipun. Walaupun sebenarnya angka serapan kerja kita saat ini sudah meningkat pesat, dari 45-50% sarjana yang kesulitan mencari kerja menjadi 20% saja. Tetap saja, siapapun bisa masuk dalam kelompok 20% tersebut.

Masalahnya, kenyamanan dan fasilitas yang ditawarkan oleh kehidupan kita saat ini dapat menggerus semangat kerja keras yang dimiliki oleh generasi pendahulu kita. Contoh sederhana saja, maukah kamu bangun sepagi nenekmu? Berapa kilometer kakekmu dulu biasa berjalan kaki sewaktu masih muda? Nah, bandingkan saja dengan kebiasaan kita sekarang.

Coba bayangkan kamu sudah kuliah capek-capek selama bertahun-tahun, kemudian masih harus melamar kerja. Bagaimana sikapmu dalam menghadapi penolakan dan kegagalan? Meskipun kamu kuliah pada jurusan yang high demand, seperti Akuntansi ataupun Teknik Informatika, seberapa tangguh daya juangmu nanti setelah lulus kuliah sampai mendapat pekerjaan?

 

Bonus Demografi yang Menunggu

Peluang kerja setelah lulus kuliah dipengaruhi oleh populasi atau jumlah angkatan kerja. Menurut BPS, kita akan mendapat suplai angkatan kerja yang melimpah dari tahun 2020 sampai 2035. Pada tahun 2030, diperkirakan kita akan berada pada puncak bonus demografi, dimana proporsi usia produktif atau angkatan kerja mencapai 70% dari seluruh populasi.

Jika kamu lulus kuliah pada rentang waktu tersebut, peluang memperoleh pekerjaan akan jadi lebih tipis lagi dibanding sarjana pencari kerja saat ini. Sebagai Gen Z, pesaing pencari kerjamu nanti bukan hanya sesama generasimu saja, tapi juga dua generasi diatasmu.

Bukankah generasi yang lebih tua semestinya sudah bekerja? Hey, apakah mereka akan mengerjakan satu hal saja seumur hidupnya? Nggak pernah pindah kantor, gitu? You wish! PNS saja mengalami mutasi lho, Sobat Pintar.

 

Kuliah untuk Bekerja 

Mencari atau melamar kerja setelah lulus kuliah sudah seperti urutan logis dalam jenjang kehidupan. Apapun kuliahmu nanti, pasti kamu punya segala kompetensi yang dibutuhkan untuk bekerja setelah lulus. Tapi bagaimana kalau lapangan kerja yang ada tak sebanyak pencari kerjanya?

Sebuah negara dikatakan maju ketika 14% dari penduduk usia produktifnya berprofesi sebagai pengusaha atau entrepreneur. Saat ini, wiraswasta kita baru diangka sekitar 3% saja.

Membuka lapangan kerja bagi orang lain adalah tujuan mulia sekaligus produktif, terutama bila kamu memang punya bakat dan minat dalam bidang entrepreneurship. Namun bila kamu memilih untuk keukeuh menjadi pekerja selepas kuliah, pertimbangkan untuk menggeluti profesi yang dibutuhkan dalam era perdagangan bebas saat ini, misalnya arsitek, insinyur, akuntan, dokter gigi, geologis, praktisi medis, perawat, atau pemandu wisata.

 

Jadi, tak ada salahnya mempertimbangkan kuliah pada jurusan-jurusan dengan tawaran pilihan yang lebih terbuka bagi lulusannya: menjadi pencari kerja maupun penyedia kerja. Atau, bisa juga kamu belajar pada suatu bidang profesional sambil menekuni bidang produktif-kreatif yang lain.

Lebih masukan Blog

Tentang Aktuaria, Apa Saja yang Perlu Kamu Tahu?

Kamu unik, berani, dan anti mainstream ? Mau kuliah juga dijurusan yang beda dari yang...

3 Ide Ini Pasti Menarik buat Kamu yang Kutubuku

Banyak yang bilang kamu kutubuku? It's okay .Meskipun konotasi istilah ini cenderung kurang...

metablog-web Portlet

popular-post-web Portlet

Terpopuler

Terbaru