CssBlog

redesain-navbar Portlet

metablog-web Portlet

CssBlog

Blog

Mengenal Metode KWL (Know, Want to Know, and Learned) dalam Mengajar Membaca

Penerapan metode KWL untuk meningkatkan kompetensi membaca pemahaman siswa

Foto oleh RODNAE Productions dari Pexels

Salah satu bentuk keterampilan membaca yang harus dikuasai siswa adalah membaca pemahaman. Membaca pemahaman termasuk keterampilan yang harus diajarkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berbahasa. Oleh karena itu diperlukan metode yang tepat untuk mengajarkan siswa membaca, seperti metode KWL. 

Menurut Nurhadi yang dikutip oleh Ningtiyas (2010:11), terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan membaca pemahaman antara lain faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal (diri sendiri) siswa meliputi minat, intelegensi dan tujuan membaca. Dan faktor eksternal (luar) meliputi sarana dan lingkungan. 

Salah satu metode pembelajaran membaca pemahaman yang dapat Guru Pintar terapkan adalah strategi pembelajaran KWL (Know – Want to Know – Learned). Rahim (2005:41) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran KWL mengajarkan tujuan membaca pemahaman kepada siswa, menuntut peran aktif siswa pada sebelum, saat dan sesudah membaca. Strategi ini juga dapat membantu siswa memahami informasi baru yang diterimanya saat membaca. Strategi pembelajaran KWL dinilai cukup sederhana dan jelas serta memiliki dampak signifikan apabila diterapkan untuk kegiatan membaca pemahaman.

Apa Itu Metode membaca KWL (Know Want to know Learned)?

Metode KWL (Know, Want to Know, and Learned) dalam Mengajar Membaca
Foto oleh Mikhail Nilov dari Pexels

Metode membaca KWL adalah singkatan dari K - know, W- Want to know, dan L - learned. Know adalah apa yang telah diketahui (sebelum membaca), Want to know adalah apa yang hendak diketahui (sebelum membaca), Learned adalah apa yang telah diketahui (setelah membaca). Berdasarkan kepanjangan kwl yang dipaparkan sebelumnya, dapat diketahui strategi ini dapat mengarahkan siswa menjadi aktif pada saat sebelum membaca, saat membaca dan sesudah membaca seperti yang juga diungkapkan oleh Suryosubroto (1997).

Strategi membaca KWL ini pertama kali diperkenalkan oleh Donna Ogle pada tahun 1986. Metode ini merupakan sebuah teknik membaca kritis, dimana pembaca mengingat dulu apa yang telah diketahui atau menentukan apa yang ingin diketahui sebelum membaca, kemudian apa yang telah diperoleh dari pembacaan yang baru dilakukan. Metode ini dapat membiasakan siswa untuk mengaitkan pengetahuan yang telah dipelajari dengan apa yang dibaca dan kemudian menentukan apa yang telah diperoleh dari apa yang telah dibacanya.

Tujuan teknik kwl adalah untuk membantu siswa memikirkan informasi baru yang diterima. Metode ini juga dapat menumbuhkan dan menguatkan kemampuan siswa dalam mengembangkan berbagai pertanyaan tentang berbagai topik. Tujuan lainnya dari strategi kwl ketika mengajar adalah mampu menarik siswa sehingga termotivasi untuk membaca dan belajar karena mudah, murah, dan tidak sulit untuk dipergunakan, tidak bersifat abstrak, serta mampu membangkitkan minat baca siswa.

Langkah-langkah Strategi Membaca KWL (Know, Want to know, Learned)

Metode KWL memungkinkan siswa untuk mengetahui tujuan membaca dan bagaimana peran aktif siswa sebelum, saat, dan sesudah membaca. Rahim (2008) memaparkan teknik yang atau strategi membaca KWL dapat dilakukan melalui langkah-langkah atau tahapan sebagai berikut:

1. Langkah K: What I Know (apa yang saya ketahui)

Pada langkah yang pertama ini, terdapat empat tahapan yang harus dilakukan oleh guru dalam

pembelajaran. Yang pertama adalah Guru Pintar membimbing siswa untuk menyampaikan ide-ide tentang topik bacaan yang akan di baca. Kedua, Guru Pintar mencatat ide-ide yang disampaikan oleh siswa tentang topik yang akan dibaca. Ketiga, Guru Pintar mengatur diskusi tentang ide-ide yang telah diajukan oleh siswa. Dan yang keempat adalah Guru Pintar memberikan stimulus atau penyelesaian contoh dalam mengkategorikan ide-ide tersebut. 

2. Langkah W: What I Want to Learn ( Apa yang ingin saya pelajari) 

Langkah kedua adalah W atau What I want to learn. Yang harus Guru Pintar lakukan dalam tahap ini adalah menuntun siswa untuk menyusun tujuan khusus membaca suatu topik. Berdasarkan minat, rasa ingin tahu, dan ketidakjelasan, dan juga pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam langkah yang pertama, yaitu K, Guru Pintar kemudian memformulasikan kembali pertanyaan-pertanyaan yang diajukan siswa. Pertanyaan yang sudah diformulasikan tersebut dituliskan guru di papan tulis. Guru Pintar dapat melemparkan stimulus sebagai usaha untuk memancing pertanyaan-pertanyaan siswa dengan menunjuk pertentangan informasi dan khususnya menimbulkan gagasan-gagasan. Selanjutnya, Guru Pintar dapat mendorong siswa untuk memilih pertanyaan-pertanyaan mana yang ingin dijawab atau dijadikan tujuan dari kegiatan membaca yang akan dilakukan.

3. Langkah L: What I Have Learned ( apa yang telah saya pelajari) 

Langkah ketiga yaitu What I have Learned (L) ini adalah langkah yang terakhir setelah siswa selesai membaca suatu topik. Kegiatan L ini merupakan tindak lanjut untuk menentukan, memperluas, dan menemukan seperangkat tujuan membaca. Setelah membaca, arahkan siswa untuk mencatat informasi yang telah mereka pelajari dan mengidentifikasikan pertanyaan yang belum terjawab. Dalam kegiatan ini, Guru Pintar dapat membantu siswa melakukan kegiatan follow up seperti membuat perencanaan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tersisa. Melalui metode KWL ini, Guru Pintar dapat memberikan penekanan pada tujuan membaca untuk memenuhi rasa ingin tahu pribadi siswa, tidak hanya sekadar apa yang disajikan dalam teks.

Kelebihan dan Kekurangan Strategi Membaca KWL (Know, Want to Know, Learned)


Foto oleh Thirdman dari Pexels

Penerapan strategi pembelajaran membaca KWL (Know Want to Know Learned) dapat merangsang semangat siswa dalam belajar. Hal ini dikarenakan setiap siswa memiliki kesempatan untuk membaca atau membahas pelajaran secara langsung. Kemudian siswa juga akan lebih terlatih untuk berani mengemukakan pendapat, bertanya, dan juga menjawab pertanyaan. Dengan demikian, siswa tidak akan merasa kaku mengikuti pelajaran sehingga siswa akan merasa lebih semangat untuk mengikuti pembelajaran.

Keunggulan atau kelebihan dari metode KWL adalah sebagai berikut:

1. Memberikan tujuan menyimak kepada siswa.

2. Memberi kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif sebelum, saat dan setelah membaca.

3. Membantu siswa untuk memikirkan informasi yang baru diterima, serta memperkuat kemampuan siswa mengembangkan pengetahuan.

Sedangkan kekurangan atau kelemahan dari penerapan strategi KWL dalam mengajar adalah metode ini lebih menguntungkan bagi siswa yang memang telah memiliki mental dan keberanian untuk mengemukakan pendapat dalam belajar. Sedangkan siswa yang pasti atau memiliki kemampuan kurang akan merasa minder. Tetapi hal ini dapat diatasi dengan cara Guru Pintar mendorong dan memberikan kesempatan secara adil dan merata kepada seluruh siswa.

 

00

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

ArtikelTerkaitV3

Artikel Terkait

download aku pintar sekarang

BannerPromoBlog