CssBlog

redesain-navbar Portlet

metablog-web Portlet

CssBlog

Blog

Perkembangbiakan Generatif: Sudah Sejauh Mana #SobatPintar Memahaminya?

Perkembangbiakan Generatif pada Hewan dan Tumbuhan: Fakta Unik, Manfaat, dan Ciri-ciri-nya

Photo by: Jean E. Roche from NY Times

Halo, Sobat Pintar! Tentunya, Sobat sudah tidak asing dengan burung berwana flamboyan diatas. Yups, burung flamingo! Salah satu kelompok aves berkaki panjang yang hidup berkelompok, banyak ditemukan di belahan bumi timur yang habitatnya terdiri dari danau dangkal yang besar dan laguna, serta melambangkan percintaan yang langgeng. Azeekkk.. Tapi Sobat Pintar tau nggak, sih, fakta unik perkawinan burung yang dikenal sebagai salah satu spesies monogami ini? Khususnya bagaimana mereka menarik perhatian calon pasangan, tingkah laku koloni, hingga memberi makan anak-anaknya? Simak penjelasan berikut!

Gambar 2: Tarian Flamingo

Photo by: Jean E. Roche from NY Times

Seorang peneliti di Donana Biological research, Spanyol, menyebutkan bahwa burung flamingo mengubah warna bulunya menjadi merah muda untuk menarik perhatian pasangan selama musim kawin. Selain itu, mereka juga memiliki semacam “ritual kawin” yang disebut dengan tarian flamingo. Tarian ini diawali dengan head flag (kepala bendera) yang terjadi ketika burung flamingo mengangkat kepalanya tinggi-tinggi dan berjalan ke “lantai dansa” kemudian wings salution (salam sayap) atau saat mereka mulai mengepak-ngepakkan sayapnya. Sobat Pintar tau nggak sih, kalo ternyata, kepakan sayap itu adalah cara mereka tebar pesona dengan memamerkan warna bulunya, lho! Hihihi, unik, ya?

Nggak hanya itu, perkawinan flamingo biasanya terjadi di musim hujan karena pada periode tersebut, ada cukup banyak makanan dan perlengkapan membangun sarang. Biasanya, ketika perkawinan akan berlangsung, seluruh koloni akan terlibat merawat keturunan hasil perkawinan tersebut. Bahkan, dilansir dari flamingosword.com, koloni ini berusaha agar tidak ada keturunan lain dalam satu koloni selama keturunan sebelumnya tumbuh dewasa. Wah, suportif banget yaa, sirkelnya! Hihihi.

Setelah anaknya menetas, induk flamingo akan memberi makan anaknya dengan cara yang nggak kalah unik! Induk flamingo akan memproduksi susu tembolok (crop milk) yang berwarna merah karena pigmen dari udang dan alga makanannya. Jadi, cairan tersebut bukan darah ya, Sob! Pun susu ini dihasilkan di saluran pencernaan dan metode feeding-nya dimutahkan (regurgitasi: dikeluarkan melalui esofagus), sehingga flamingo bukan termasuk mamalia karena tidak memiliki kelenjar susu.

Perkawinan flamingo termasuk salah satu fenomena unik yang terjadi pada perkembangbiakan generatif hewan. Hmm, kira-kira, apa ya yang dimaksud dengan perkembangbiakan generatif? Apa saja manfaat dan ciri-cirinya? Penasaran, kan? Yuk, kita simak penjelasannya!

Perkembangbiakan Generatif

Perkembangbiakan generatif, atau disebut juga reproduksi seksual, terjadi jika sel kelamin jantan (spermatozoid) bertemu dengan sel kelamin betina (sel telur). Reproduksi seksual terjadi saat sel telur betina bertemu dengan sel sperma jantan, lalu meluruh dan membentuk zigot. Pada hewan, perkembangbiakan generatif dibagi menjadi tiga jenis, yaitu ovipar, vivipar, dan ovovivipar. Adapun pada kelompok tumbuhan, perkembangbiakan generatif terjadi melalui alat reproduksi berupa bunga atau strobilus pada tumbuhan berbiji.

 

Gambar 4: Pada manusia dan hewan tingkat tinggi, reproduksi seksual terjadi ketika sel gamet haploid dari masing-masing induk melakukan fusi (peleburan). Fusi gamet akan menghasilkan sel telur yang dibuahi dan berkembang menjadi zigot. Zigot inilah yang kemudian mengalami beberapa putaran mitosis untuk menghasilkan keturunan multiseluler.

Ciri-ciri Perkembangbiakan Generatif

  1. Melibatkan Induk Jantan dan Betina dengan alat reproduksi seksualnya masing-masing.

  2. Terjadi Proses Pembuahan (Fertilisasi) baik secara internal dan/atau eksternal. Proses ini akan menghasilkan zigot sebagai cikal bakal terbentuknya individu baru.

  3. Menghasilkan Keturunan yang Sifatnya Berbeda dengan Induknya, sehingga keragaman anakan tinggi. Hal ini dikarenakan saat fertilisasi terjadi peleburan materi genetik dari masing-masing induknya. Meskipun berbeda, tetapi sifat individu baru tersebut tetap berasal dari perpaduan kedua sifat induknya.

Manfaat Perkembangbiakan Generatif

Reproduksi seksual melibatkan dua induk serta meleburnya gamet jantan dan betina selama fertilisasi, sehingga keturunan yang dihasilkan mewarisi campuran gen dari kedua induknya. Fenomena ini ternyata berguna bagi anakan hasil perkembangbiakan generatif dan secara ekologi loh, Sob, diantaranya:

  1. Adanya variasi genetik pada satu spesies (disebut ras atau varietas), dimana ini akan memengaruhi keberlangsungan hidup spesies tersebut karena kemampuan bertahan hidup yang berbeda-beda antar varietas atau ras-nya.

  2. Kemungkinan suatu populasi terpengaruhi penyakit (misal: musnahnya populasi karena pandemi) semakin kecil.

  3. Adanya varietas membuat kemampuan adaptasi populasi lebih tinggi.

  4. Adanya varietas memungkinkan kita melakukan pembiakan selektif tanaman atau hewan, misalnya dengan tujuan meningkatkan produksi pangan.

Perkembangbiakan Generatif pada Kelompok Tumbuhan

Pada tanaman biji tertutup, reproduksi seksual didahului dengan dengan penyerbukan yaitu menempelnya serbuk sari di kepala putik yang nantinya akan menghasilkan biji. Prosesnya dimulai dari setelah terjadinya penyerbukan, serbuk sari akan masuk ke saluran yang terdapat di tangkai putik untuk menuju bakal buah. Sepanjang perjalanan di saluran ini, serbuk sari berubah menjadi spermatozoa. Minimal ada dua spermatozoa yang menuju ke bakal buah. Sesampainya di bakal buah, satu spermatozoa akan membuahi sel telur sehingga terjadi pembuahan yang akan menghasilkan zigot (calon tumbuhan baru). Spermatozoa lain akan membuahi sel yang lain dan selanjutkan akan berkembang menyusun jaringan-jarigan pada biji. Demikianlah di dalam buah akan terbentuk biji dan bersamaan dengan itu bakal buah berkembang menjadi buah.

Contoh tumbuhan yang berkembang biak secara generatif menggunakan biji di antaranya:

1. Tanaman kacang tanah

2. Tanaman jagung

3. Tanaman mentimun

4. Tanaman salak

5. Tanaman mangga

6. Tanaman rambutan

7. Tanaman pepaya

Adapun pada tumbuhan tingkat rendah, perkembangbiakan generatif pada tingkat rendah dapat terjadi dengan cara, di antaranya:

1. Konjugasi, perkembangbiakan generatif pada tumbuhan yang belum jelas alat kelaminnya. Contoh: ganggang sekrup, jamur, dan bakteri.

2. Peleburan sel gamet, pada beberapa tumbuhan tingkat rendah, sel kelamin jantan dan betina memiliki bentuk dan ukuran yang sama. Contoh: Chlamydomonas.

3. Spora, spora banyak ditemukan di bagian bawah daun. Contoh: tumbuhan lumut dan tumbuhan paku.

Perkembangbiakan Generatif pada Kelompok Hewan

Perkembangbiakan generatif pada hewan dapat terjadi karena adanya sel gamet yang bersifat haploid, yaitu spermatozoa pada jantan dan ovum pada betina. Kedua sel tersebut dapat menyatu saat fertilisasi kemudian membentuk zigot, dimana zigot ini akan berkembang menjadi individu baru. Adapun penjelasan perkembangbiakan generatif pada beberapa kelompok hewan dijelaskan sebagai berikut.

Serangga

Pada perkembangbiakan generatif serangga, terjadi variasi reproduktif seperti haplodiploid, polimorfisme, paedomorfisme, dimorfisme seksual, dan hermafroditisme. Pada serangga haplodiploid, macam kelamin serangga dipastikan oleh jumlah kromosomnya. Selain itu, terdapat jenis serangga yang juga mampu melaksanakan partenogenesis, atau perkembangan ovum menjadi embrio tanpa dibuahi oleh sperma yaitu aphid. Proses ini terjadi secara siklus di mana satu generasi bersifat partenogenesis namun generasi sebelumnya sekali tidak, begitu juga sebaliknya.

Mamalia

Terdapat tiga macam mamalia, yaitu monotremata, marsupial, dan plasental, dan seluruhnya terjadi melintasi fertilisasi internal. Monotremata merupakan mamalia yang bertelur. Mamalia marsupial melahirkan bayi yang belum mengembang baik; perkembangan utamanya terjadi di luar rahim. Pada mamalia plasental, bayi yang lahir merupakan individu dengan organ tubuh yang komplit dan berfungsi kecuali organ seksual.

Mamalia betina hanya mengalami masa kesuburan pada periode tertentu saja yang terjadi dalam siklus. Sepanjang hidupnya, jarang sekali berada mamalia yang setia pada satu pasangan; hampir seluruhnya akan saling berubah pasangan.

Writer: Muhammad Yusron

Editor: Vania Nur Azizah

00

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

ArtikelTerkaitV3

Artikel Terkait

download aku pintar sekarang

BannerPromoBlog