APSiswaNavbarV2

redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

Informasi Seputar Berita Kampus

Informasi spesial untuk menambah wawasan Sobat Pintar tentang Universitas Gadjah Mada (UGM)

Berita Kampus

Kartika Putri, 19 April 2024

IPB University Luncurkan Benih Padi Cerdas Iklim 9G Sebagai Solusi Pertanian Masa Depan

Menjawab kebutuhan akan benih padi ramah lingkungan yang adaptif terhadap perubahan iklim, IPB University meluncurkan benih padi varietas IPB 9 Garuda (9G) pada Jumat (19/4) di Desa Blawirejo, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Varietas IPB 9G yang ditemukan oleh inovator IPB, Dr. Hajrial Aswidinnoor, membawa era baru dalam pertanian ‘cerdas-iklim’ dengan inovasi benih yang adaptif di tanah masam, tahan hama penyakit serta kebutuhan pupuk dan air yang lebih efisien. Produktivitas tanaman padi ini bisa mencapai maksimal 11 ton gabah kering panen (GKP) per hektare. Varietas ini juga ditanam di Purwakarta dan berhasil mencapai produktivitas 10,7 ton GKP per hektare. Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman mengapresiasi IPB University atas inovasi varietas padi IPB 9G ini. Menurutnya, penelitian padi varietas IPB 9G ini bisa menghemat pupuk 20 persen. “Bayangkan kalau 100 persen kita gunakan benih ini, kita bisa hemat pupuk untuk padi sampai 10 triliun rupiah. Mimpi kami ingin Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” ucapnya saat menghadiri acara peluncuran benih padi varietas IPB 9G. Rektor IPB University, Prof Arif Satria menyampaikan bahwa kehadiran benih padi cerdas iklim IPB 9G ini dapat menjawab tantangan perubahan iklim serta produktivitas nasional. “Sektor pertanian merupakan salah satu penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Pengembangan benih padi cerdas iklim perlu terus didukung oleh para pihak untuk mewujudkan pertanian nasional yang lebih maju,” tuturnya. Prof Arif mengungkapkan agar jejak IPB University yang mempionirkan pertanian cerdas iklim di Indonesia ini dapat diikuti oleh universitas maupun lembaga lainnya. “IPB University akan terus berinovasi dalam menciptakan solusi bagi pertanian maju di Indonesia, semoga ke depannya universitas maupun lembaga lain dapat ikut mengembangkan konsep pertanian cerdas iklim dalam inovasi mereka,” ungkapnya. Hasil uji coba penanaman IPB 9G yang merupakan varietas benih cerdas iklim ini dapat menghemat 0kebutuhan air hingga 10-20 persen. Dari sisi penggunaan pupuk, IPB 9G juga lebih efisien 25 persen dari varietas umum lainnya. Dengan demikian, efisiensi penggunaan pupuk kimia dapat meminimalisasi dampak lingkungan dari pertanian padi. Wakil Rektor IPB University bidang Riset, Inovasi dan Pengembangan Agromaritim, Prof Ernan Rustiadi menjelaskan bahwa produktivitas IPB 9G bisa lebih tinggi 10 hingga 20 persen dibanding varietas dominan yang ada saat ini. Ia menambahkan, “Dengan keunggulan-keunggulan tersebut, kami mengharapkan petani yang menggunakan varietas ini dapat menghemat biaya produksi dengan hasil panen optimal.” Sebelum diluncurkan ke pasar, varietas IPB 9G telah dijual secara terbatas, salah satunya telah ditanam di lahan milik Wahid, petani dari Desa Mantup, Lamongan. Ia menyatakan puas dengan hasil dari IPB 9G. “Malainya panjang dan lebih lebat dari varietas lain. Perawatannya juga mudah namun hasilnya justru lebih banyak,” sebutnya. Wahid mengaku bahwa penggunaan IPB 9G dapat menghemat biaya tanam, tahan hama penyakit, dan dapat meningkatkan pendapatannya. “Saya sangat merekomendasikan IPB 9G. Silakan datang melihat langsung padi IPB 9G yang saya tanam,” tambahnya. Dalam acara ini, Prof Ernan secara khusus berterima kasih kepada PRISMA (program kemitraan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia untuk pertumbuhan pasar pertanian nasional), yang telah mendukung IPB University dalam mempromosikan dan mengedukasi petani untuk menggunakan varietas benih padi unggulan, termasuk benih padi cerdas iklim. “Mengubah perilaku petani merupakan salah satu tantangan terbesar di dalam agribisnis. Melalui kerja sama dengan PRISMA, kami sanggup memasarkan benih ke petani melalui pemasaran berbasis edukasi yang mampu mendorong petani untuk mengadopsi benih cerdas iklim,” ujarnya. Acara peluncuran varietas benih padi cerdas iklim IPB 9G dihadiri pula oleh perwakilan Kementerian Pertanian RI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Lamongan. Dihadiri pula oleh rektor dan dekan dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Mulawarman (Unmul), Universitas Tanjungpura (Untan), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Pattimura (Unpatti), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, Universitas Hasanuddin (Unhas), dan Universitas Brawijaya (UB). Mentan Amran beserta para undangan diajak untuk menyaksikan sawah yang telah ditanami dengan benih IPB 9G serta melihat demplot dari varietas benih padi cerdas iklim lain yang sedang dikembangkan IPB University yakni IPB 12 S 13 S, 14 S, dan 15 S. Pengembangan Benih Padi Cerdas Iklim IPB University telah menjalin kemitraan dengan PRISMA sejak tahun 2021 untuk pemasaran dan edukasi benih padi unggulan ke petani kecil. Melalui kemitraan tersebut, PRISMA mendukung IPB University dalam melakukan uji coba varietas benih cerdas iklim, menghubungkan dengan penangkar benih lokal dan distributor untuk memperluas cakupan pasar, serta memberikan insight mengenai perilaku petani untuk pengembangan benih di masa depan. Kolaborasi ini sukses dalam mengintroduksi benih padi cerdas iklim IPB 3S ke petani-petani kecil di wilayah Jawa Tengah. Kesuksesan tersebut menumbuhkan kepercayaan diri IPB University dalam mengembangkan dan meluncurkan varietas IPB 9G sebagai inovasi lanjutan dari varietas 3S, serta varietas 12-15G yang masih dalam tahap uji coba komersial.   Sumber : Berita IPB

Baca Selengkapnya
Berita Kampus

Kartika Putri, 03 April 2024

PKSPL IPB University Fasilitasi Kerja Sama Konservasi di TWP Gili Balu, Sumbawa Barat

Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University ikut berperan dalam memfasilitasi lahirnya perjanjian kemitraan dalam pengembangan kegiatan wisata dan konservasi di Kawasan Taman Wisata Perairan (TWP) Gili Balu, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat secara berkelanjutan. Kerja sama tersebut ditandai dengan ditandatanganinya perjanjian kemitraan antara Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Badan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (BPSDKP) Wilayah Sumbawa-Sumbawa Barat selaku pengelola Taman Wisata Perairan (TWP) Gili Balu dengan masyarakat desa setempat yang diwakili oleh Kelompok Pengelola Wisata Desa Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat. Penandatanganan kemitraan ini diwakili oleh Hamdon selaku Kepala BLUD-UPTD BPSDKP Wilayah Sumbawa-Sumbawa Barat, bersama Ketua Kelompok Pengelola Wisata Desa Poto Tano, Rudini. Kerja sama kemitraan ini berlaku untuk lima tahun ke depan. Sejak Februari 2024, PKSPL IPB University telah menempatkan dua orang staf lapangnya di Kabupaten Sumbawa Barat untuk melakukan pendampingan dan komunikasi secara intensif kepada seluruh pihak berkepentingan yang terlibat secara langsung dalam pengelolaan perairan TWP Gili Balu. Ini merupakan bentuk dukungan teknis PKSPL IPB University dalam program Transformasea: Pengembangan Ekowisata (Wisata Bahari) Terpadu Berbasis Ekosistem di TWP Gili Balu yang diinisiasi oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Perjanjian kemitraan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kelembagaan pengelolaan kawasan TWP Gili Balu. Hal ini mengingat BLUD UPTD BPSDKP Wilayah Sumbawa-Sumbawa Barat sejak dibentuk pada penghujung tahun 2023 belum pernah memiliki perjanjian kemitraan dengan masyarakat setempat, khususnya para pelaku wisata di sekitar TWP Gili Balu. “Terima kasih kepada PKSPL IPB University yang telah memfasilitasi adanya kemitraan ini sebagai bentuk komitmen bersama kedua belah pihak terkait pengembangan BLUD UPTD BPSDKP Wilayah Sumbawa-Sumbawa Barat yang merupakan lembaga yang masih sangat baru,” ungkap Hamdon. Ia juga berharap dengan adanya perjanjian ini, pengelolaan kawasan TWP Gili Balu dapat berjalan lancar dan menguntungkan kedua belah pihak, serta berdampak positif bagi ekologi kawasan Gili Balu sebagai kawasan konservasi. Harapan yang sama juga disampaikan oleh Rudini. Ia menyampaikan bahwa melalui kerja sama ini, pengelolaan wisata di TWP Gili Balu yang selama ini masih dilakukan secara mandiri oleh masyarakat dapat disinergikan dengan BLUD UPTD BPSDKP Wilayah Sumbawa-Sumbawa Barat. “Semoga kerja sama ini juga mampu mempercepat pengembangan pariwisata dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan TWP Gili Balu, khususnya masyarakat Desa Poto Tano,” tambahnya. Deputi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan PKSPL IPB University, Andy Afandi, dalam kesempatan terpisah menuturkan, kerja sama tripartit yakni antara entitas bisnis yang dilakukan oleh PT AMNT, pihak pemerintah melalui BLUD UPTD BPSDKP dan masyarakat dapat mendorong adanya tata kelola kawasan yang lebih efektif, serta memberi kemanfaatan jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan. “Secara lebih jauh, upaya ini diharapkan juga mampu berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya pada SDGs 13, SDGs 14, SDGs 15 serta SDGs 17,” pungkasnya.   Sumber : Berita IPB

Baca Selengkapnya
Berita Kampus

Kartika Putri, 25 March 2024

IPB University menandatangani MoU dengan Raffles University, Malaysia

IPB University menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Raffles University, Malaysia, 22/3. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Wakil Rektor IPB University bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof Deni Noviana dengan President of Raffles University, Dr Greg Pritchard. Prof Deni Noviana mengatakan, melalui kerja sama dengan Raffles University, kami dapat berkontribusi dalam mendukung lingkungan dan masyarakat melalui karya yang berdampak. Ia menyebut, penandatanganan kerjasama ini merupakan momentum untuk memperluas kolaborasi di tingkat global baik dalam bidang pendidikan, penelitian dan pencapaian sustainable development goals (SDGs). “IPB University merupakan salah satu universitas terkemuka di Indonesia. Kami berkomitmen untuk memperluas reputasi ini dalam skala global, dengan memperkuat ekosistem pendidikan, program penelitian, dan layanan masyarakat yang dapat meningkatkan ketahanan, transformasi pola pikir, desain masa depan, dan praktik untuk mencapai keberlanjutan,” ucapnya. Lebih lanjut, Ia mengakui bahwa kerjasama internasional dengan mitra strategis seperti Raffles University akan mendukung visi IPB University. Terutama bidang pertanian yang merupakan salah satu mandat inti dan kekuatan IPB University saat ini selain biosains kelautan dan tropis. Sehubungan dengan bidang-bidang ini, kata Prof Deni, artificial intelligence (AI), teknologi, dan rekayasa memiliki peran penting dalam pengembangan inti. Ia juga menambahkan bahwa IPB University juga sangat terbuka untuk mendorong pertukaran dan mobilitas mahasiswa dan fakultas. Tidak hanya itu, IPB University juga terbuka dalam pengembangan kegiatan kolaboratif yang relevan dengan pendidikan, seperti double degree, serta pengembangan masyarakat. Prof Deni menerangkan ada peluang kolaborasi lebih lanjut di bidang AI dan robotika, manajemen rantai pasok, dan Keberlanjutan. “IPB University mempunyai kepedulian yang besar terhadap bidang-bidang tersebut sehingga memotivasi kami untuk mengembangkan Center for Transdisciplinary and Sustainable Science (CTSS) dan Blockchain, Robotics, and Artificial Intelligence Network (BRAIN) Research Groups. Sementara, President of Raffles University, Dr Greg Pritchard mengucapkan terimakasih atas sambutan hangat IPB University untuk bekerjasama dengan Raffles University. Lebih lanjut, Greg menyebutkan terkait joint research, summer camp for student dan pengembangan profesi yang dapat dikolaborasikan. Ia pun mendemonstrasikan aplikasi dan metode pembelajaran yang telah digunakan di Raffles University dengan menggunakan AI. Sumber : Berita IPB

Baca Selengkapnya
Berita Kampus

Kartika Putri, 06 March 2024

Gugus Komunikasi IPB University Ikuti Workshop Komunikasi dari Dua Pakar Kehumasan Setditjen Diktiristek

Ratusan peserta yang tergabung dalam gugus komunikasi IPB University ikuti kegiatan Workshop Komunikasi.dengan tajuk “Menjadi Insan Komunikasi yang Responsif Terhadap Perubahan”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga, pada Selasa, 5/3. Narasumber yang hadir berasal dari Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi (Setditjen Diktiristek) yakni, Doddy Zulkifli Indra Atmaja, selaku Sub koordinator Humas dan Dinna Handini, selaku Pranata Humas Ahli Muda. Dalam pembukaan kegiatan, Prof Agus Purwito, selaku Sekretaris Institusi IPB University menyampaikan rasa bangganya terhadap gugus komunikasi IPB University yang telah berkontribusi atas kinerja yang telah dilakukan selama ini “Pada tahun 2023 lalu ada 41 penghargaan yang didapatkan oleh IPB University dalam bidang komunikasi. Ini membuktikan bahwa peran gugus Komunikasi IPB University sudah luar biasa,” ujarnya. Lebih lanjut ia menyampaikan meski telah banyak penghargaan yang telah diterima, akan banyak tantangan yang harus diantisipasi di era yang cepat berubah, sehingga krisis komunikasi sangat berpotensi terjadi. “Pencerahan dua narasumber hebat ini penting dipahami sebagai upaya membangun ide kreatif dalam pemanfaatan media sosial, media informasi, edukasi, promosi, pembuatan konten, hingga media sosial channel, sehingga branding institusi dapat terbentuk dengan baik,” tutur Prof Agus. Doddy Zulkifli Indra Atmaja, menyampaikan materi terkait ide kreatif pengelolaan media sosial. Ia menyampaikan pentingnya insan humas untuk terjun langsung dan terlibat di semua media sosial. “Kita harus coba terjun secara teknis dengan menggunakan berbagai media sosial, sehingga bisa tahu kelebihan dan kekurangannya. Dengan begitu kita bisa mudah membuat konten dan sebagai insan komunikasi kita bisa menilai cara pandang dalam menggunakan media sosial tersebut, ” paparnya. Ia juga menyampaikan insan humas penting untuk membentuk organisasi, agar dapat membangun kredibilitas, membentuk dan menjaga brand. “Insan humas juga berperan sebagai fasilitator informasi sehingga dapat membuka peluang kerjasama dan menjaga hubungan baik,” ungkap Doddy. Sementara itu, Dinna Handini, menjelaskan materi terkait layanan terpadu yang efektif dan solutif. Selain itu ia menyampaikan peran dan fungsi humas pemerintah yang dituntut agar seorang insan humas harus serba bisa. Kepala Biro komunikasi IPB University, Yatri Indah Kusumastuti menyampaikan, ke depan antar unit di IPB University termasuk fakultas dan departemen harus menyusun standar layanan, termasuk juga pentingnya standar operasional prosedur untuk media sosial. “Melalui momen ini kita perlu merapatkan barisan untuk dapat berkolaborasi sehingga strategi komunikasi bisa segera diselaraskan dari pusat ke fakultas dan departemen,” ujarnya.  Sumber : Humas IPB

Baca Selengkapnya

Berita Kampus

Fapet IPB University Kerja Sama dengan PT Bright International, Bahas Beasiswa Alumni

Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University sepakat menjalin kerja sama dengan PT Bright International. Penandatanganan perjanjian kerja sama dilaksanakan di Ruang Sidang Fapet, Kampus IPB Dramaga Bogor, pada Senin, 19/2. Setelah penandatanganan kerja sama, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi terkait rencana pemberian beasiswa. Wakil Dekan Fapet IPB University Bidang Sumberdaya, Kerja sama dan Pengembangan, Dr Sri Suharti mengatakan bahwa kerja sama ini adalah kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “PT Bright International akan menyediakan fasilitas magang di perusahaan yang berfokus pada inovasi yang memasok dan memproduksi berbagai macam produk yang digunakan dalam industri kesehatan hewan dan nutrisi hewan tersebut,” ujar Dr Sri. Dr Idat Galih Permana, Dekan Fapet IPB University mengatakan, “Kerja sama ini sifatnya bisa multi kegiatan, untuk beasiswa skemanya nanti dana beasiswa akan dikumpulkan di Himpunan Alumni Mahasiswa Peternakan (Hanter). Kita koordinasi melalui departemen untuk mengetahui kondisi mahasiswa, dengan melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan tim dari fakultas untuk melakukan evaluasi,” jelasnya. Sementara, Riza Haerudin, Direktur Utama PT Bright International yang menginisiasi kerja sama dan pemberian beasiswa tersebut mengungkapkan bahwa rencana beasiswa tersebut berdasarkan pengalaman pribadinya ketika kuliah. “Berdasarkan pengalaman ketika kuliah, tidak semua mahasiswa bisa mempunyai level rezeki yang sama, ada yang sebagian dititipkan di kita, sehingga saya berharap pemberian beasiswa ini bisa berlangsung dalam jangka panjang, bukan hanya obat untuk setiap semester,” ungkap Riza. Riza yang juga alumni Fapet IPB University hadir bersama Ketua Hanter, Arifin Shidhik, ia mengatakan, “Kami berkumpul di suasana yang sangat positif, pemberian beasiswa ini merupakan suatu langkah yang luar biasa, semoga bisa menginspirasi dan diikuti oleh alumni lain,” jelas Arifin yang juga Direktur AS Putra Group ini. Hadir pula Sekretaris Jenderal (Sekjen) Hanter, Dr Iyep Komala dengan Bendahara, Wisnu Brata Ratning S. Kerja sama dan diskusi ini juga dihadiri para pimpinan Fapet IPB University beserta jajarannya yaitu Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni, Prof Irma Isnafia Arief dan para Ketua Departemen yaitu Prof Asep Gunawan dan Dr Heri Ahmad Sukria.   Sumber : Berita IPB

Baca Selengkapnya
Berita Kampus

SKHB IPB University Diskusikan Kedokteran Akuatik Bersama Pakar Michigan State University

Satwa akuatik memiliki peran penting dalam kehidupan manusia sehari-hari. Hewan-hewan ini menyediakan sumber-sumber penting bagi manusia seperti makanan, obat-obatan dan bahan mentah. Kehidupan di bawah laut memainkan peran besar dalam peradaban manusia, tetapi studi tentang perlindungan perbatasan ini sebagian besar diabaikan oleh masyarakat internasional. Oleh karena itu, dua unit kerja di IPB University yaitu Direktorat Konektivitas Global dan Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) serta Global Health Agromaritime and One Health Collaborating Center (GHAOHCC) bekerjas sama adakan serangkaian kegiatan untuk meningkatkan kesadaran dalam studi kedokteran akuatik (aquatic medicine). Acara ini merupakan bagian dari kolaborasi antara IPB University dan Michigan State University (MSU), Amerika Serikat di bawah konsorsium AsiaHub. Bartolomeo Gorgoglione, seorang ilmuwan yang diakui secara internasional yang berdedikasi dalam bidang patobiologi dan imunologi ikan, mengadakan diskusi dengan seluruh unsur akademik, baik mahasiswa maupun dosen. Bartolomeo, yang pernah menjabat presiden World Veterinary Aqautic Veterinary Medical Association (WAVMA), menjelaskan tentang manfaat pendirian WAVMA Student Chapter di IPB University dan peluang pendidikan di masa depan sebagai anggota WAVMA. Bartolomeo juga memberikan kuliah umum kepada para mahasiswa dan dosen mengenai peluang karir internasional dalam penelitian patogen ikan. Ia menutup sesinya tentang program penelitian kedokteran hewan akuatik yang tersedia untuk mahasiswa kedokteran hewan yang ingin mengejar pengalaman lebih lanjut dalam kedokteran hewan akuatik. “Sangat sejalan dengan keilmuan yang kami minati, yaitu hewan akuatik. Diskusi ini merupakan kesempatan yang luar biasa bagi para angggota Himpunan Profesi (Himpro) Hewan Kesayangan dan Satwa Akuatik Eksotik (HKSA) untuk membahas kedokteran akuatik bersama pakarnya. Dengan diskusi ini, kami merasa terbuka wawasan dan relasi ke depan mengenai aquatic medicine yang saat ini masih minim di Indonesia,” ujar Ketua Himpro HKSA, Athaya Sekar Ramadhani, pada 12/2. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari berbagai kegiatan kolaborasi antara IPB University dan MSU’s AsiaHub. Kolaborasi ini akan memperkuat komitmen bersama dalam memajukan kemitraan di seluruh Asia dan dunia untuk mengatasi tantangan global. Terutama tantangan dalam bidang pangan, pertanian, pendidikan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kesehatan dan gizi, lingkungan, air dan energi.   Sumber : Berita IPB

Baca Selengkapnya
Berita Kampus

Rektor IPB University Raih Penghargaan Sebagai Tokoh Pemberdayaan oleh Rumah Zakat

Rektor IPB University, Prof Arif Satria menerima penghargaan kategori Tokoh Pemberdayaan pada agenda Public Expose oleh Rumah Zakat. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi Prof Arif Satria dalam mewujudkan kebahagiaan untuk Indonesia dan Dunia. Penghargaan tersebut diberikan pada agenda Public Expose yang berlangsung pada Kamis, 1/2 di The Hotel Sultan and Residence, Jakarta. Public Expose Rumah Zakat merupakan agenda tahunan untuk meluncurkan gerakan yang akan diusung di tahun 2024. Public Expose bertujuan untuk mengenalkan program campaign Rumah Zakat yang akan digelar sepanjang tahun 2024 dengan tema #ManfaatHebat untuk Indonesia kepada para donatur, stakeholder, partner dan masyarakat umum. Sebagai ucapan terima kasih atas dukungan yang diberikan, Rumah Zakat memiliki sebuah tradisi tahunan yang istimewa setiap kegiatan Public Expose yaitu sebuah ajang pemberian apresiasi kepada figur yang layak menjadi contoh dan inspirasi. Bekerja serius, menebar kebaikan dan kebahagiaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara hingga lingkup global untuk kemajuan Indonesia. Dalam rangkaian Public Expose tahun ini, Rumah Zakat memberikan penghargaan “Tokoh Pemberdayaan 2023” dan “Happiness Award 2023 yang merupakan apresiasi setinggi-tingginya kepada para tokoh tingkat nasional, tingkat daerah, mitra dan stakeholders yang telah berkolaborasi dalam upaya mewujudkan pertumbuhan bersama sepanjang tahun 2023. Prof Arif mengucapkan terimakasih kepada Rumah Zakat atas apresiasi yang diberikan. Menurutnya, menjadi sosok yang positif dapat memberikan inspirasi dan legacy yang baik. Ia juga mengajak semua pihak untuk selalu membicarakan hal positif demi perubahan dan kemajuan bangsa “Semoga anugerah tokoh pemberdayaan ini akan menjadi pendorong untuk selalu berkontribusi positif dalam pengembangan sumberdaya manusia dan terus berkarya memberikan manfaat seluas-luasnya untuk masyarakat, ” ungkapnya. Ia menambahkan, kehadiran IPB University harus memberikan impact, baik kepada masyarakat, kelestarian lingkungan maupun bagi pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Prof Arif Satria berharap agar dirinya maupun IPB University semakin banyak memberikan manfaat bagi negara Indonesia.   Sumber : IPB University

Baca Selengkapnya
Berita Kampus

Di IPB, Ratusan Guru BK Curhat ke Psikiater Tips Ramah Hadapi Gen Z

IPB University mengadakan Workshop Tips dan Trik Guru Bimbingan Konseling (BK) Ramah untuk Generasi Z. Kegiatan ini dilaksanakan di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM), Kampus IPB Dramaga (4/1). Pada momen ini para guru BK dari berbagai sekolah, curhat seputar pengalaman mereka mendampingi siswa-siswi yang notabene generasi Z. Sekretaris Institut IPB University, Prof Agus Purwito mengatakan, IPB University secara konsisten mengadakan kegiatan sinergi bersama sepanjang tahun 2023 melalui webinar. Kegiatan ini telah menghasilkan 10 seri webinar yang ditujukan untuk guru BK, orang tua murid dan remaja siswa SMA/sederajat. “Tantangan yang dihadapi oleh orang tua di perguruan tinggi mencakup perubahan definisi generasi internet, kecerdasan buatan, serta digital mapping untuk generasi Z yang sangat terampil dalam teknologi,” ucapnya. Lebih lanjut, Prof Agus menyebut, generasi Z yang hidup dalam era gadget, dihadapkan pada berbagai lika-liku. Mereka komunikatif secara digital, dan aturan dari pemerintah terkait penjaminan mutu telah membuka pintu bagi pembelajaran online. “Ciri khas generasi Z mencakup kemandirian, toleransi dan individualisme, karena interaksi sosial mereka lebih sering terjadi secara online daripada di lingkungan keluarga. Mereka menunjukkan perhatian terhadap prestasi akademik, sehingga peran sekolah menjadi sangat penting dalam membentuk karakter mereka,” ungkapnya. Prof Agus berharap pengetahuan yang diperoleh dari workshop ini dapat diimplementasikan secara efektif oleh para guru BK di sekolah masing-masing, untuk mendukung perkembangan lebih baik bagi para anak didik. Narasumber workshop, dr Elvine Gunawan SpKj mengungkapkan keunikan generasi Z mencakup berbagai aspek yang membedakan mereka dari generasi sebelumnya. Mereka memperlihatkan ketidakpedulian terhadap proses, terutama dalam konteks kesejahteraan mental. “Dampak media sosial pada generasi Z juga sangat signifikan, di mana mereka aktif mengakses informasi dan menangani berbagai masalah secara mandiri melalui platform online,” terang psikiater sekaligus founder Mental Hub Indonesia ini. dr Elvine melanjutkan, guru BK pada masa kini menghadapi tingkat stres yang lebih tinggi, seiring dengan tuntutan untuk menyediakan bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan generasi Z. “Data menunjukkan bahwa 57 persen dari gen Z mengalami trauma terkait lingkungan dan isu sosial, dengan fokus utama pada dinamika keluarga sebagai karakter sulit yang seringkali menjadi permasalahan,” paparnya. Ia menambahkan pentingnya pengalaman masa kanak-kanak sebagai penentu regulasi pertumbuhan individu menjadi isu sentral. Hal itu dapat mempengaruhi apakah generasi Z akan mencapai perkembangan yang sehat atau menghadapi hambatan tertentu. “Oleh karena itu, pemahaman mendalam terhadap isu-isu ini menjadi kunci, termasuk pembelajaran nilai-nilai gentleman yang dapat membimbing perjalanan kehidupan mereka,” tuturnya. (dr/Rz)

Baca Selengkapnya
Berita Kampus

Berhasil Kembangkan Geopark Belitung, Departemen Biologi IPB University Diminta Kembangkan Geopark Indonesia di Natuna

Dr Puji Rianti, peneliti dari Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, hadir dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Akhir Tahun dan Penyusunan Program Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) tahun 2020 di kota Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, (18-20/12). Dr Puji mewakili IPB University guna berbagi pengalaman tentang kerjasama antar institusi dalam rangka membangun dan mengembangkan keberhasilan Geopark Belitung. “Hanya dalam jangka waktu dua tahun, Geopark Belitung telah mampu menjadi kandidat Unesco Global Geopark dengan nilai pencapaian score 850 dari total 1000,” ujar perwakilan Monitoring Center for Sustainable Tourism Observatory IPB (MCSTO-IPB) untuk Belitung ini. Menurutnya, kisah kerjasama yang terjalin ini menginspirasikan banyak badan pengelola Geopark lainnya untuk mulai melibatkan institusi pendidikan. Terutama dalam mengembangkan pilar konservasi, pendidikan, dan ekonomi masyarakat yang dapat dilakukan secara bersama-sama melalui kerjasama yang kondusif. “Dalam kesempatan ini, Departemen Biologi menginisiasi kerjasama di bidang konservasi dan pendidikan geo-biologi keanekaragaman hayati Indonesia dengan Universitas Padjajaran khususnya untuk Geopark Natuna dan Cileteuh. Selain itu, kita juga menginisiasi kerjasama konservasi dan pendidikan keanekaragaman hayati dengan UNESCO Global Geopark Gunung Sewu terutama kekayaan biodiversitas hutan purba di Gua Jomblang, Gunung Kidul, ‘ tambahnya. Lebih lanjut dikatakannya, berbagai inisiasi kerjasama ini akan mengawali prestasi kerjasama Departemen Biologi FMIPA IPB University dengan berbagai instansi di tahun 2020. Hal ini juga kembali membuktikan keterlibatan secara langsung Departemen Biologi FMIPA IPB University dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang keanekaragaman hayati tropika yang dapat memajukan nilai konservasi, pendidikan, serta perekonomian masyarakat Indonesia. Dalam rapat koordinasi ini, selain berbagi pengalaman, peserta juga mencari solusi bersama untuk memecahkan berbagai permasalahan pengelolaan Geopark, hingga penyusunan rancangan peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional tentang Rencana Aksi Nasional Pengembangan Geopark Indonesia periode tahun 2020-2024. Program pengembangan Geopark 2020-2024 ini disusun berdasarkan pada tiga pilar, yaitu: pilar konservasi (warisan geologi, budaya, dan keanekaragaman hayati), pilar edukasi (penelitian kegeologian, keanekaragaman hayati, dan kekayaan sejarah budaya serta kebencanaan dan perubahan iklim), pilar pengembangan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan (pengembangan ekonomi komunitas/masyarakat, pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi kreatif, pengembangan infrastruktur kawasan dan energi terbarukan), serta sarana dan prasarana yang mendukung (pengembangan pendanaan, pengembangan tata kelola dan manajemen kawasan, dan pengembangan geopark). Hadir dalam rapat koordinasi ini perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Kementerian Pertahanan Indonesia, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Dalam Negeri, Kemenko Maritim dan Investasi, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, LIPI, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Kementerian BUMN, Pemerintah daerah Kepulauan Riau dan Kabupaten Natuna, 19 Badan Pengelola Geopark, serta para pakar, akademisi, dan asosiasi profesi dari Universitas Padjajaran, Institut Teknologi Sumatera, IPB University, Krakatau Research Center Universitas Lampung, Jaringan Geopark Indonesia, Ikatan Ahli Geologi Indonesia, Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia, Masyarakat Geowisata Indonesia, serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia. (ipb.ac.id)

Baca Selengkapnya
Berita Kampus

IPB University akan Kembangkan Cabang Keilmuan Financial Crime

Guru Besar Tetap Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM), IPB University, Prof Dr Ir R Nunung Nuryartono, MSi mengusulkan ekonomi inklusi keuangan untuk pembangunan Indonesia. Usulan ini disampaikan dalam konferensi pers pra Orasi Ilmiah Guru Besar di IPB International Convention Center (IICC), Bogor (9/1). Problem negara berkembang masih di tiga isu yakni kemiskinan, kesenjangan dan pengangguran. Dalam paparannya, Prof Nunung menunjukkan hasil risetnya yang menunjukkan bahwa masih ada gap yang cukup signifikan antara ekspansi nilai indeks ekonomi dan nilai indeks sosial di Indonesia. Ini berarti tidak semua kelompok masyarakat mendapatkan manfaat pertumbuhan ekonomi. Banyak masyarakat yang tidak bisa akses lembaga keuangan dan akses pendidikan. “Strateginya adalah melalui inklusi keuangan. Untuk memulainya, kita harus membuka akses jasa keuangan terhadap kelompok masyarakat yang termarjinalkan seperti petani, pelaku usaha mikro dan kecil dan ibu rumah tangga. Hasil riset kami menunjukkan bahwa akses terhadap kredit sangat berpengaruh terhadap adopsi teknologi yang digunakan petani. Besaran kredit yang diterima petani mampu dialokasikan secara baik dan digunakan untuk membiayai teknologi tertentu. Pada pelaku usaha, setelah mendapatkan Kredit Usaha rakyat (KUR), mereka mampu menaikkan omset usahanya. Begitu pula pada ibu rumah tangga, ternyata mereka mampu mengatur aspek keuangan menjadi lebih baik,” ujarnya. Selain itu, literasi keuangan masyarakat menjadi prasyarat pokok untuk dapat meningkatkan inklusi keuangan. Masyarakat akan semakin mudah mengakses lembaga keuangan jika tingkat literasi keuangannya tinggi. Perkembangan financial literacy atau literasi keuangan akan sangat dimudahkan di era digital seperti saat ini. “Keberadaan teknologi finansial atau financial technology (fintech) sudah dan akan sangat mendorong inklusi keuangan di Indonesia. Kapasitas perbankan saat ini masih berkisar di angka 660 triliun rupiah, namu kebutuhan pembiayaan nasional adalah 1.649 triliun rupiah. Gap inilah yang diisi oleh fintech. Banyak pelaku fintech yang menyasar masyarakat perdesaan yang sebagian besar dianggap belum layak mendapatkan pembiayaan (unbankable). Namun, karena minimnya literasi keuangan, banyak masyarakat yang menjadi korban financial crime. Oleh karena itu, IPB University harus berkontribusi dalam pengembangan literasi keuangan. Salah satunya adalah ke depan, financial crime menjadi cabang keilmuan yang akan dikembangkan di IPB University,” tandasnya. (ipb.ac.id)

Baca Selengkapnya
Berita Kampus

IPB University Jalin Kerjasama dengan CWMA untuk Sertifikasi Keahlian di Bidang Wealth Management

IPB University melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan Certified Wealth Managers Association (CWMA) di Kampus IPB Dramaga, Bogor (27/1). Penandatanganan MoU dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Sistem Informasi, Prof Dr Dodik Ridho Nurochmat dan Desi Armadiani, Sekretaris General CWMA disaksikan oleh sejumlah pejabat kedua institusi. CWMA adalah sebuah asosiasi independen yang merupakan lembaga nirlaba yang keanggotaannya tidak hanya terbatas pada profesional di bidang perbankan melainkan juga di bidang asuransi, pasar modal, perpajakan dan warisan. Akibat semakin banyaknya permintaan masyarakat untuk mengelola dana dalam jumlah besar memunculkan profesi baru, wealth manager. Wealth Manager adalah profesional yang ahli dalam bidang pengelolaan kekayaan (wealth management). Wealth management lebih banyak berkaitan dengan pengelolaan keuangan pribadi (personal finance) ketimbang pengelolaan keuangan perusahaan (corporate finance). Wealth management ini merupakan suatu proses yang terus berkembang mengikuti dinamika kehidupan manusia. Hampir di seluruh institusi keuangan bonafit seperti, bank, asuransi, sekuritas, dana pensiun, warisan, fund manajer, menyediakan layanan wealth management. Prof Dodik Ridho Nurochmat menaruh harapan besar terhadap kerjasama ini. “Kerjasama ini kita harapkan dapat memberikan kebaikan tidak hanya bagi mahasiswa, tapi juga untuk penelitian dosen. Dengan di tandatanganinya kerjasama ini perlu adanya sosialisasi ke mahasiswa bahwa mereka bisa mengambil sertifikasi profesi di CWMA ini, “ jelas Prof Dodik. Hal serupa disampaikan Desi Armadiani. Ia menyampaikan bahwa saat ini persaingan dunia makin ketat. Disrupsi di berbagai bidang membutuhkan kualitas sumberdaya manusia (SDM) yang unggul dan berdedikasi. “Untuk mewujudkan kualitas SDM yang unggul di bidang wealth management, CWMA terus berupaya untuk melakukan kolaborasi dan bekerjasama dengan lembaga pendidikan di Indonesia, “ katanya. (ipb.ac.id)

Baca Selengkapnya
Berita Kampus

IPB University Peringkat 1 Dunia Publikasi Internasional Riset Terkait Sawit

Berdasarkan Analisis Elsevier Research Intelligent, Singapore (2020) tentang Evidence-Based Policy Making for Indonesia, hasil penelitian sawit terkini berupa jumlah total artikel ilmiah internasional yang terindeks pada pangkalan data bereputasi, IPB University menduduki peringkat pertama dunia dengan jumlah total artikel ilmiah sebanyak 69, disusul oleh University of Goettingen (UGOE) Jerman sebanyak 42, Universiti Putra Malaysia (UPM) sebanyak 35, Universiti Malaysia Sabah (UMS) sebanyak 26 dan Center for International Forestry Research (CIFOR) sebanyak 24. Kelima besar institusi tersebut aktif melakukan riset sawit pada berbagai topik utama seperti pertanaman, biodiversitas, lingkungan, sertifikasi, sustainability, sosio-ekonomi, petani kecil, tutupan lahan dan lain-lain. Secara khusus, IPB University saat ini juga aktif bekerja sama dengan University of Goettingen (Jerman) dan CIFOR melalui berbagai proyek kerjasama riset seperti OPAL, GCRF-Trade Hub, CRC990-EFForTS dan lain-lain. Kapasitas yang terbangun melalui kerjasama riset tersebut diantaranya adalah terbentuknya pool of experts, meluasnya international networks, infrastruktur riset lapang, modul training/kuliah, produk inovatif dan lain-lain. Sumber pendanaan dalam negeri dapat berasal dari Kemenristek-BRIN, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa sawit, perusahaan swasta serta sumber lainnya juga berkontribusi penting dalam mendorong produktivitas riset sawit di IPB University. Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria, menyatakan bahwa integrasi hulu hilir sawit berbasis riset sangat penting dilakukan untuk menjamin keberlanjutan industri kelapa sawit di Indonesia yang merupakan penyumbang devisa signifikan. Melalui kerjasama dengan Cargill, IPB University membangun teaching farm kelapa sawit yang sudah berproduksi di Jonggol, Jawa Barat dan menjadi tempat pembelajaran mahasiswa dan tempat pelatihan berbagai pihak dalam hal good agricultural practices (GAP). IPB University juga mendisain teknologi pemupukan pertanaman sawit presisi yang dikenal dengan PreciPalm sehingga penggunaan pupuk lebih efisien. Dari segi pengayaan biodiversitas dan produktivitas, IPB University bersama Universitas Jambi, Universitas Tadulako dan Universitas Goettingen membangun plot demo “biodiversity enrichment planting” sekitar 100 hektar di Jambi yang hingga kini masih terus diamati dinamikanya dan sudah dijadikan referensi untuk penelitian sejenis serta percobaan replanting design. Hilirisasi sawit juga menjadi fokus riset IPB University, misalnya melalui inovasi produk surfaktan substitusi impor untuk mendukung teknologi EOR (enhanced oil recovery) sumur minyak tua. Selain itu, melalui inovasi biomaterial, IPB University juga sudah memasarkan produk helm ramah lingkungan melalui perusahaan rintisan (start-up) dari serat limbah tandan buah segar. IPB juga secara aktif bekerja sama dengan berbagai pihak melaksanakan program summer course on sustainable palm oil (e.g. agribusiness) bagi peserta asing, pendampingan sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan lain-lain. Terkait capaian tersebut, Rektor IPB University, Prof Arif Satria, akan terus mendorong upaya peningkatan kualitas riset sawit di Indonesia melalui pendekatan interdisiplin maupun transdisiplin sehingga dampaknya dirasakan penerima manfaat secara berkelanjutan. (ipb.ac.id)

Baca Selengkapnya
Berita Kampus

Produksi Garam Tanpa Kendala Cuaca

Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Trunojoyo Madura berkolaborasi mengembangkan teknologi yang dapat memproduksi garam bermutu sesuai standar dengan kadar mencapai NaCl 99 persen. "Kami menyebut teknologi ini multistage precipitation atau pengendapan pengotor bertingkat menghasilkan NaCl bebas pengotor," kata Mohamad Khotib, peneliti sekaligus dosen dari IPB yang mengembangkan teknologi "multistage precipitation", di Bogor, Jawa Barat, Sabtu. Khotib telah meneliti garam sejak 2011 skala laboratorium, lalu tahun 2015 mulai meneliti teknologi penghasil garam berkualitas. Tahun 2017, dirinya bersama peneliti dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) berkolaborasi mengembangkan teknologi pengendapan bertingkat untuk skala lapangan melalui dana hibah Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi. "Tahun ini uji coba skala lapangan mulai dilakukan di tambak garam Madura seluas empat hektare," katanya. Ia menjelaskan karakteristik teknologi produksi garam yang digunakan oleh petani lokal Indonesia masih sangat sederhana, proses produksi berdasarkan penguapan matahari, sehingga bergantung pada cuaca. Mengaplikasikan geoisolator dan teknologi tersebut telah membantu mengurangi kotoran fisik dari garam sehingga garam lebih putih. Karakteristik lainnya, petani garam mengaplikasikan sistem ulir yang memperpanjang jalur penguapan sehingga menambah waktu pengendapan pengotor lebih maksimal. Garam yang dihasilkan oleh petani memiliki karakteristik yaitu kadar NaCl rata-rata berkisar 85 sampai 97 persen (dry basis), katanya. Ia mengatakan agar garam petani dapat diterima pasar maka harus memenuhi persyaratan. Pasar Indonesia memiliki klasifikasi persyaratan berupa SNI 01-4435-2000 garam bahan baku untuk industri garam beryodium, SNI 01-3556-2000 Garam konsumsi beryodium, garam kualitas 1 (NaCl > 98 persen dan kadar air maksimum 4 persen), kualitas 2 (94.4 persen < NaCl < 98 persen dan kadar air maksimum 5 persen), kualitas 3 (NaCl Untuk memenuhi persyaratan kualitas tersebut, kata Khotib, dibutuhkan sentuhan teknologi yang saat ini dikembangkan oleh IPB dan UTM. Teknologi Multistage Presipitation untuk pemurnian garam sudah dikembangkan sejak 2015. "Prinsip teknologi ini adalah mengendapkan pengotor secara bertingkat, yakni pertama, pengendapan anion, pengendapan kation, dan pengoksidasi," katanya. Ia menyebutkan, teknologi tersebut telah diujicobakan untuk purifikasi garam rakyat (90 persen) menjadi 99,6 persen dalam skala 100 liter pada tahun 2016 melalui hibah CPPBT Ristek Dikti.   Menurutnya, komponen biaya paling besar dari purifikasi garam dengan teknologi tersebut berasal dari proses pengkristalan garam menggunakan pasa listrik atau gas.   "Penelitian ini terus dikembangkan, tahun 2017 ini IPB dan UTM melakukan uji coba skala tambak untuk meminimalkan biaya kristalisasi, karena prosesnya pengkristalan menggunakan panas matahari dan angin," katanya.   Sedangkan untuk penghilang pengotor, lanjutnya, menggunakan teknologi multistage precipitation dapat menyediakan konsentrat NaCl yang telah bebas pengotor. Konsentrat NaCl dapat disimpan dan diuapkan kapan saja sesuai kondisi kebutuhan dan kondisi cuaca. Penguapan atau kristalisasi ini akan menghasilkan garam dengan kadar NaCl sesuai kebutuhan. Maksudnya, jika pengotor dihilangkan secara maksimal akan diperoleh kadar NaCl > 99 persen. "Teknologi ini mampu memproduksi garam dengan kualitas yang dipersyaratkan peraturan," kata Khotib. Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Kajian Stategis IPB, Prof Hermanto Siregar menambahkan, garam adalah persoalan yang strategis dari segi nilainya pengeluaran rumah tangga tidak seberapa, tetapi kalau garam menjadi kebutuhan pokok akan sangat terasa apabila keberadaannya berkurang. "Harapan banyak pihak Indonesia mampu memproduksi sendiri, karena potensi sumber dayanya yang sangat besar. Alangkah disayangkan jika potensi ini tidak digunakan dengan baik, akan menjadi pembuangan devisa. Perguruan tinggi mencoba menangkap ini, sesuai mandatnya, secara teknis menghasilkan teknologi yang diharapkan bisa diaplikasikan oleh masyarakat dan swasta," kata Hermanto.  (www.m.liputan6.com)

Baca Selengkapnya