redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Faktor yang Mempengaruhi Interaksi

Sobat Pintar, kali ini kita akan mempelajari tentang faktor yang mempengaruhi interaksi!

Menurut Edward Ullman, ada tiga faktor utama yang memengaruhi timbulnya interaksi antarwilayah.

Regional complementarity

Komplementaritas regional adalah adanya wilayah-wilayah saling melengkapi, di mana terdapat wilayah-wilayah yang berbeda dalam ketersediaan sumber daya alam. Di satu wilayah ada yang kelebihan sumber daya, sementara di wilayah lain ada yang kekurangan bahkan tidak memiliki sumber daya. Padahal wilayah tersebut sangat membutuhkan sumber daya. Hal ini mendorong terjalinnya interaksi antarkedua wilayah sebagai produsen dan konsumen.

Interventing opportunity

Kesempatan intervensi adalah kemungkinan perantara yang dapat menghambat timbulnya interaksi antarwilayah. Misalnya seperti skema gambar di atas wilayah A dan B terjadi hubungan timbal balik, wilayah A memiliki kelebihan sumber daya X dan kekurangan sumber daya Y, sedangkan wilayah B memiliki kelebihan sumber daya Y dan kekurangan sumber daya X. Interaksi antara A dan B melemah, hal ini dikarenakan kebutuhan wilayah A dan wilayah B dipenuhi oleh wilayah C.

Spatial transfer ability

Faktor kemudahan perpindahan dalam ruang, baik proses pemindahan manusia, gagasan, dan informasi ataupun proses pemindahan barang berpengaruh terhadap proses interaksi.

Faktor ini sangat berkaitan dengan:

  1. Jarak mutlak dan relatif antara tiap-tiap wilayah,
  2. Biaya angkutan atau biaya transportasi yang memindahkan manusia, barang, gagasan, dan informasi dari suatu tempat ke tempat lain,
  3. Kemudahan dan kelancaran prasarana transportasi antara wilayah, seperti kondisi jalan, relief yang dilewati, jumlah kendaraan, dan sebagainya.


Jarak mutlak adalah jarak sebenarnya dari dua tempat yang akan diketahui kekuatan interaksinya, sedangkan jarak relatif ditekankan pada berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengadakan perpindahan manusia, informasi, ataupun barang. Jarak relatif dapat diperpendek melalui kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Teori Interaksi dalam Geografi

Nah Sobat Pintar, selanjutnya kita akan mendiskusikan tentang teori-teori interaksi!

Teori interaksi dibagi menjadi empat, yaitu :

Teori gravitasi

Teori gravitasi dikemukakan oleh Sir Isaac Newton (1687) dalam hukum fisika. Teori gravitasi berkaitan dengan hukum gaya tarik menarik antara dua buah benda. Kekuatan tarik-menarik besarnya berbanding lurus dengan hasil kali kedua massa benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya.

G : besarnya gravitasi antara dua buah benda
g : konstanta besarnya m1 : massa benda 1
m2 : massa benda 2
d2 : jarak di antara kedua massa

 

Teori titik henti

Teori ini dimanfaatkan untuk memperkirakan lokasi garis batas yang memisahkan wilayah-wilayah perdagangan dari dua buah kota yang berbeda ukurannya. Dengan teori ini, dapat diperkirakan penempatan lokasi industri atau pelayanan-pelayanan sosial antara dua wilayah sehingga dapat dijangkau oleh penduduk kedua daerah tersebut. 

DAB    :  jarak lokasi titik henti
dAB  : jarak antara kota A dan B
PB     : jumlah penduduk kota yang lebih besar
P    : jumlah penduduk kota yang lebih kecil

 

Teori potensi penduduk

Potensi penduduk pada dasarnya menunjukkan kekuatan potensi aliran untuk tiap-tiap tempat, artinya berapa besar kemungkinan penduduk suatu wilayah untuk mengadakan migrasi dan berinteraksi dengan wilayah-wilayah lain di sekitarnya.

Nilai potensi penduduk suatu wilayah digambarkan dengan isoplet, yaitu garis-garis khayal pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang memiliki nilai potensi penduduk yang sama. Peta potensi penduduk bermanfaat dalam perencanaan pembangunan suatu wilayah.

Teori grafik

Faktor yang mendukung kekuatan interaksi antarwilayah di antaranya adalah transportasi. Kualitas sarana dan prasarana transportasi sangat memperlancar mobilitas barang dan jasa dari suatu tempat ke tempat lain. Suatu wilayah dengan wilayah lain dihubungkan oleh jalur-jalur transportasi sehingga membentuk pola-pola jaringan tertentu dalam ruang di muka bumi (spatial network system).

Pengaruh Interaksi Desa dan Kota

Sobat Pintar, selanjutnya kita diskusikan pengaruh interaksi desa dan kota!

Wujud interaksi desa dan kota dalam kehidupan sehari-hari:

  • Pergerakan barang dari desa ke kota atau sebaliknya.
  • Pergerakan gagasan dan informasi dari kota ke desa.
  • Adanya komunikasi penduduk antara kedua wilayah tersebut.
  • Pergerakan manusia dalam bentuk rekreasi, urbanisasi, dan mobilitas penduduk.

Pengaruh positif yang timbul dari interaksi desa - kota adalah sebagai berikut.

  • Tingkat pengetahuan penduduk meningkat karena telah didirikannya sekolah dasar hingga sekolah menengah di pedesaan.
  • Lancarnya transportasi desa - kota dapat meningkatkan komunikasi dan pengiriman barang dari desa ke kota atau sebaliknya.
  • Masuknya teknologi tepat guna ke pedesaan di bidang pertanian dan peternakan dapat meningkatkan aneka produksi sehingga pendapatan masyarakat desa meningkat pula.
  • Masuknya para ahli ke pedesaan bermanfaat dalam menciptakan berbagai peluang yang berinteraksi ekonomi.
  • Bantuan dari pemerintah dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas di bidang wiraswasta.
  • Pengetahuan masalah kependudukan khususnya NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera) sudah tersebar ke desa-desa.
  • Berkembangnya organisasi sosial dan koperasi desa guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa

Selain pengaruh positif di atas, interaksi desa - kota dapat menimbulkan pengaruh negatif:

  • Berkurangnya tenaga kerja produktif di desa karena penduduk desa berusia muda bekerja di kota.
  • Menyempitnya lahan pertanian, hilangnya kawasan hijau, dan berubahnya lahan desa.
  • Penetrasi kebudayaan kota ke desa yang kurang sesuai dengan budaya atau tradisi desa cenderung mengganggu tata pergaulan dan seni budaya desa.
  • Munculnya berbagai masalah sosial, seperti pengangguran, tunasusila, tunawisma, dan kriminalitas.
  • Munculnya daerah kumuh (slum area).

Urbanisasi

Sobat Pintar, kali ini kita akan mempelajari materi Urbanisasi!

Menurut Bintarto, migrasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota atau perubahan suasana desa ke suasana kota.

Proses migrasi ada tiga, yaitu:

  1. aglomerasi penduduk desa,
  2. perwujudan pola tata kehidupan atau pergaulan yang baru,
  3. dominasi peradaban kota terhadap seluruh penduduk.

Faktor-faktor penyebab terjadinya urbanisasi

Faktor pendorong

  • Menyempitnya pemilikan lahan akibat pembagian tanah warisan.
  • Lapangan kerja terbatas karena jumlah penduduk tinggi.
  • Upah tenaga kerja di desa rendah.
  • Fasilitas di desa kurang memadai.
  • e) Adanya pengangguran tidak kentara.

Faktor penarik

  • Anggapan bahwa lapangan kerja di kota luas sehingga mudah mencari pekerjaan.
  • Fasilitas di kota lengkap dan memadai.
  • Upah kerja tinggi.
  • Tingkat kebudayaan kota yang lebih tinggi.

Dampak yang timbul akibat urbanisasi

Akibat bagi desa

  • Lahan pertanian terbengkalai.
  • Tenaga kerja potensial berkurang.
  • Beralihnya modal dari desa ke kota.
  • Pembangunan desa terhambat.

Akibat bagi kota

  • Terjadi ledakan penduduk.
  • Munculnya daerah kumuh (slum area).
  • Timbulnya ketegangan sosial.
  • Terjadinya pencemaran.

Upaya mengatasi urbanisasi

  • Peningkatan kualitas fasilitas di desa.
  • Pemerataan pembangunan ke daerah pedesaan.
  • Desentralisasi industri kecil ke desa-desa.
  • Membatasi arus penduduk dari desa ke kota melalui kegiatan administrasi dan kebijaksanaan lainnya.

Latihan 1

Interaksi desa-kota mendorong pembangunan fasilitas pendidikan di desa. Pemerataan pembangunan sektor pendidikan berdampak positif terhadap kehidupan penduduk. Salah satu dampak positif tersebut adalah….

A. peningkatan minat kerja penduduk desa di luar negeri

B. peningkatan minat sekolah penduduk desa ke kota

C. peningkatan kualitas pendidikan penduduk desa

D. peningkatan pendapatan penduduk desa di kota

E. perluasan kesempatan kerja penduduk di kota

Latihan 2

Dampak negatif interaksi desa-kota di daerah pedesaan adalah….

A. muncul pemukiman kotor

B. desa kekurangan tenaga kerja muda

C. pengangguran terbuka di kota-kota

D. angka kriminalitas di kota meningkat

E. lingkungan perkotaan rusak

Latihan 3

Interaksi desa-kota mendorong pembangunan fasilitas pendidikan di desa. Pemerataan pembangunan sektor pendidikan berdampak positif terhadap kehidupan penduduk. Salah satu dampak positif tersebut adalah….

A. peningkatan minat kerja penduduk desa di luar negeri

B. peningkatan minat sekolah penduduk desa ke kota

C. peningkatan kualitas pendidikan penduduk desa

D. peningkatan pendapatan penduduk desa di kota

E. perluasan kesempatan kerja penduduk di kota

Latihan 4

Interaksi desa-kota mampu meningkatkan proses pembangunan wilayah. Meskipun demikian, interaksi tersebut dapat berdampak negatif terhadap aspek demografi, yaitu….

A. penduduk usia produktif di desa berkurang

B. kemacetan lalu lintas di kota meningkat

C. kesejahteraan penduduk desa menurun

D. alih fungsi lahan di desa makin marak

E. lowongan pekerjaan di kota sedikit

Latihan 5

Perhatikan pernyataan berikut!

  1. Terbatasnya lapangan pekerjaan
  2. Makin sempitnya lahan pertanian
  3. Kurangnya fasilitas pendidikan
  4. Tingginya upah pekerja
  5. Lengkapnya fasilitas kesehatan

Faktor pendorong interaksi desa dan kota ditunjukkan oleh angka….

A. 1, 2 dan 3

B. 1, 2 dan 4

C. 2, 3 dan 4

D. 2, 4 dan 5

E. 3, 4 dan 5

Definisi Desa

Sobat Pintar, apasih desa Itu ?

Desa sering diartikan sebagai wilayah yang letaknya jauh dari keramaian kota, wilayahnya masih alami, dan sebagian besar areanya dimanfaatkan untuk persawahan, ladang, perumahan, atau kebun penduduk. Sebagian besar penduduk desa bekerja di sektor pertanian.

 

Sutardjo Kartohadikusumo

Secara administratif desa sebagai satu kesatuan hukum dan di dalamnya bertempat tinggal sekelompok masyarakat yang berkuasa mengadakan pemerintahan sendiri. Perwujudan geografis yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisiografis sosial, ekonomi, politik, dan kultural yang terdapat di suatu tempat dalam hubungan dan pengaruh timbal balik dengan daerah lain.

Istilah desa di berbagai daerah berbeda-beda. Di Jawa Tengah, desa dinamakan 'dusun'. Di daerah Sunda disebut 'kampung', sedangkan di Padang dinamakan 'nagari'. Di daerah Aceh dinamakan 'gampong', masyarakat Batak di Sumatra Utara menyebutnya 'huta' dan di Sulawesi Utara masyarakat menyebutnya 'wanus'.

Ciri-ciri Desa

Sobat Pintar, berikut ini kita akan belajar tentang Ciri-ciri Desa

  1. Kehidupan masyarakatnya sangat erat dengan alam.
  2. Pertanian sangat bergantung pada musim.
  3. Desa merupakan kesatuan sosial dan kesatuan kerja.
  4. Struktur perekonomian bersifat agraris.
  5. Hubungan antar masyarakat desa berdasarkan ikatan kekeluargaan yang erat (geemmeinschaft)
  6. Norma agama dan hukum adat masih kuat.
  7. Perkembangan sosial relatif lambat.
  8. Sosial kontrol ditentukan oleh moral dan hukum informal.

 

Pola Desa

Sobat Pintar, kali ini kita akan membahas tentang pola sebaran pemukiman di desa!

Bentuk persebaran desa yang terdapat di permukaan bumi berbeda antara satu dengan yang lain. Hal ini sangat bergantung pada keadaan alam setempat. Sebagai contoh bentuk desa yang terletak di wilayah yang datar sudah barang tentu berbeda dengan desa-desa yang terletak di daerah yang berbukit-bukit atau daerah pegunungan.

Dilihat dari pola desa, Bintarto menggolongkan desa dalam beberapa macam, antara lain sebagai berikut:

  1. Pola memanjang jalan
  2. Pola memanjang sungai
  3. Pola memanjang pantai
  4. Pola memanjang pantai dan sejajar jalan kereta api
  5. Pola radial
  6. Pola tersebar

Potensi Desa

Bagaimana Potensi Desa di Indonesia ?

Sobat Pintar, pernahkah kamu berlibur di pedesaan ? Apakah kamu tahu potensi dari desa tersebut ?

Potensi desa adalah sumber daya yang dimiliki desa yang dapat digunakan dan dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Potensi yang dimiliki oleh suatu wilayah akan memengaruhi perkembangan wilayah tersebut.

Berdasarkan potensinya wilayah, pedesaan digolongkan menjadi tiga.

Wilayah desa berpotensi tinggi, terdapat di daerah dengan lahan pertanian subur, topografi rata, dan dilengkapi dengan irigasi teknis. Kemampuan wilayah untuk berkembang lebih besar.

Wilayah desa berpotensi sedang, terdapat di daerah dengan lahan pertanian agak subur, topografi tidak rata, serta irigasi sebagian teknis dan semiteknis. Wilayah ini masih cukup mempunyai kemampuan untuk berkembang.

Wilayah desa berpotensi rendah, terdapat di daerah lahan pertanian tidak subur, topografi kasar (perbukitan), sumber air bergantung pada curah hujan. Wilayah ini sulit untuk berkembang.

Potensi desa dapat dikategorikan potensi fisik dan non fisik

Potensi fisik  

Tanah  yang subur merupakan potensi utama desa. Tanah dapat berupa sawah, tegal, atau pekarangan. Penduduk desa mengelola dan memanfaatkan tanah sebagai lahan pertanian untuk mencukupi kebutuhannya sendiri. Sementara hasil pertanian yang berlebih memungkinkan dapat dijual ke kota.
Orang kota membutuhkan hasil pertanian dari desa. Sebaliknya, orang desa membutuhkan hasil produk industri dari kota. Hubungan desa dan kota yang saling membutuhkan menyebabkan terjadinya hubungan timbal balik antara desa dan kota.

Melimpah ruahnya sumber air, selain dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari juga dimanfaatkan untuk keperluan irigasi dan industri air minum. 

Iklim sangat memengaruhi aktivitas penduduk desa yang pada umumnya bermata pencaharian petani. Kegiatan petani untuk menentukan jenis tanaman sangat bergantung pada iklim. Iklim sejuk, dingin, dan curah hujan cukup sangat mendukung kehidupan penduduk desa dalam meningkatkan hasil pertanian. Hal ini akan memengaruhi kemajuan desa tersebut.

Flora dan fauna. Potensi flora di desa adalah masih banyak tersedianya tanaman bahan makanan pokok, seperti padi, jagung, dan ketela pohon. Adapun potensi fauna berupa hewan ternak, antara lain ternak besar, ternak kecil, dan unggas. Kegiatan peternakan menghasilkan daging, telur, dan susu.
Hasil pertanian dan peternakan dapat menarik penduduk lain untuk melakukan kegiatan perdagangan dengan membeli barang- barang hasil pertanian dan peternakan. Hal ini tentunya dapat mendorong kemajuan dan perkembangan desa tersebut.

Potensi nonfisik

Masyarakat  desa merupakan potensi bagi desa itu sendiri. Penduduk desa akan mengolah potensi sumber daya yang dimiliki desanya. Suatu wilayah desa yang mempunyai jumlah penduduk banyak dengan berbagai keterampilan akan memberikan sumbangan bagi pendapatan desa tersebut.

Lembaga sosial desa, seperti pendidikan, adat, koperasi, dan lembaga lainnya dapat memberikan bantuan dan mendukung kegiatan penduduk desa. 

Aparatur dan pamong desa  yang jujur, disiplin, dan kreatif merupakan motor penggerak pembangunan di desa. Dengan Undang-Undang No. 5 Tahun 1979 akan terwujud penyelenggaraan pemerintah desa yang tertib, berdaya guna, dan berhasil guna dalam mengelola pembangunan.

Latihan 1

Menurut perkembangannya, desa terdiri atas desa swadaya, desa swakarsa, dan desa swasembada. Yang termasuk ciri desa swadaya adalah….

A. tidak terisolasi

B. terdapat home industri

C. mata pencaharian penduduk heterogen

D. tingkat perekonomian sudah maju

E. adat istiadat masih kuat

Latihan 2

Salah satu potensi nonfisik desa adalah….

A. sumber daya alam yang melimpah

B. iklim yang mendukung untuk pertanian

C. jumlah penduduk yang relatif kecil

D. perbandingan wilayah dengan penduduk besar

E. sikap gotong royong dalam pembangunan desa

Latihan 3

Jenis desa yang dikelompokkan menurut perkembangannya, yaitu….

A. desa kecil, desa sedang, desa besar

B. desa swadaya, desa swakarsa, desa swasembada

C. desa agraris, desa nelayan, desa industri

D. desa agraris, desa industri, desa perdagangan

E. desa swadaya, desa swakarsa, desa industri

Latihan 4

Sebagian besar penduduk Desa Sumber Rejeki bekerja sebagai petani, aksesibilitas desa masih sulit, dan pemerintahan desa berjalan sederhana. Desa Sumber Rejeki berada pada tahap perkembangan desa….

A. tertinggal

B. tradisional

C. swadaya

D. swakarya

E. swasembada

Latihan 5

Perhatikan ciri-ciri berikut!

  1. Desa telah berkembang lebih maju
  2. Ada pengaruh dari desa lainnya
  3. Mata pencaharian penduduk sudah bervariasi.

Ciri-ciri tersebut menunjukkan tingkat perkembangan desa….

A. swadaya

B. swakarya

C. swakarsa

D. swakelola

E. swasembada

Klasifikasi Desa

Sobat Pintar, selanjutnya kita akan mendiskusikan tentang klasifikasi desa!

Berdasarkan perkembangan kemampuan masyarakat untuk memanfaatkan potensi- potensi yang dimiliki, desa dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

Desa tradisional

Tipe desa tradisional terdapat di daerah-daerah pedalaman, kecenderungan penduduk desa tertutup, dan tidak adanya komunikasi karena sistem perhubungan dan sarana pengangkutan belum berkembang. Seluruh kehidupan penduduk sangat bergantung pada alam.

Desa swadaya

Tipe desa swadaya ditandai adanya kegiatan penduduknya untuk mencukupi kebutuhan sendiri. Kegiatan penduduk dipengaruhi keadaan alam dan kondisi geografisnya. Desa swadaya biasanya berlokasi di daerah terpencil sehingga jarang berinteraksi dengan penduduk luar, akibatnya perkembangan dari kemajuan desa terhambat.

Desa swakarya

Tipe desa swakarya lebih maju dibanding desa swadaya. Desa swakarya ditandai adanya perubahan untuk memanfaatkan dan mengembangkan potensi yang ada di desa sehingga mampu menjual hasilnya ke desa lain setelah memenuhi kebutuhan desanya.

Desa swasembada

Tipe desa swasembada lebih maju daripada desa swakarya. Penduduknya telah mampu mengolah potensi secara maksimal dengan alat-alat teknis. Ciri lain tipe desa swasembada adalah tersedianya semua keperluan penduduk dan interaksi dengan masyarakat lain tidak mengalami kesulitan karena sistem perhubungan dan pengangkutan sudah maju.

Berdasarkan mata pencahariannya, desa dibedakan menjadi tiga sebagai berikut:

Desa agraris

Desa yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani. Kegiatan utama mengolah lahan pertanian di samping ada pekerjaan lain sebagai sampingan seperti beternak.

Desa nelayan

Desa nelayan terdapat di daerah sekitar pantai, sebagian besar penduduknya sebagai nelayan.

Desa industri

Desa yang sebagian besar penduduknya bekerja di sektor industri.

Definisi Kota

Sobat Pintar, kali ini kita akan mendiskusikan tentang pengertian kota!

Kota merupakan salah satu kenampakan di permukaan bumi sebagai tempat permukiman penduduk dengan beraneka ragam kegiatan. Jika ditinjau dari sejarah kelahirannya, sebetulnya kota berasal dari wilayah pedesaan.

Akibat pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, kebutuhan sandang, pangan, dan perumahan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi wilayah pedesaan makin lama semakin berkembang dan meluas. Bahkan dengan terjadi penggabungan beberapa desa dihubungkan melalui jaringan jalan raya.

Ada beberapa istilah yang sering digunakan dalam membahas pengertian kota, antara lain:

  1. urban adalah suatu bentuk yang memiliki suasana kehidupan dan penghidupan yang modern,
  2. city adalah pusat kota,
  3. town kota kabupaten,
  4. township adalah kota kecamatan.

Struktur Ruang Kota

Sobat Pintar, selanjutnya kita akan membahas tentang struktur ruang kota!

Struktur ruang kota berbeda dengan desa. Struktur ruang kota keadaannya lebih kompleks dan teratur. Struktur ruang kota mengatur pemanfaatan ruang atau lahan untuk keperluan tertentu sehingga tidak terjadi pemanfaatan yang tumpang tindih.

Pola penggunaan lahan merupakan salah satu bentuk interaksi antara manusia dengan lingkungan sebagai tempat hidupnya. Melalui perencanaan sistem penggunaan lahan yang tepat sesuai dengan kondisi lingkungannya, diharapkan kita dapat memanfaatkan ruang muka bumi secara maksimal. Apabila kita perhatikan sistem pemanfaatan lahan serta penataan ruang wilayah perkotaan, ternyata pola penggunaan lahan kota memperlihatkan bentuk-bentuk tertentu.

Secara umum struktur penggunaan lahan kota dapat dibedakan menjadi tiga bentuk sebagai berikut.

Teori Konsentrik

Model Konsentris Burgess

Dikembangkan oleh E.W. Burgess (1920), pola penggunaan lahan kota memperlihatkan zona-zona konsentrik (melingkar). Pusat dari zona tersebut merupakan inti kota, tempat paling ramai sebagai pusat kegiatan ekonomi. Semakin ke tepi, zona kegiatan ekonomi semakin sedikit. Sebaliknya, wilayah permukiman semakin banyak. 

 

Teori Sektoral

Model Sektoral Hoyt

Dikembangkan oleh Homer Hoyt (1930), pola penggunaan lahan kota cenderung berkembang berdasarkan sektor-sektor. Pusat daerah kegiatan (CBD) terletak di pusat kota, namun pola-pola penggunaan lahan lainnya berkembang menurut sektor-sektor yang bentuknya menyerupai irisan kue tart. Sektor-sektor yang memanjang menyerupai kue tersebut disebabkan faktor geografi, yaitu bentuk lahan dan pengembangan jalan sebagai prasarana rute, komunikasi, dan transportasi.

Di daerah-daerah yang datar, bentuk jalan umumnya lurus dan sistem penggunaan lahan kota secara sektoral lebih banyak terlihat karena lokasi permukiman penduduk mengikuti jalan-jalan tersebut untuk memudahkan transportasi dan pengangkutan. 

 

Teori inti berganda

Model Inti Berganda Harris dan Ullman

Dikembangkan oleh CD Harris dan E.L Ullman (1949). Pola penggunaan lahan di kota tidaklah sederhana seperti yang dikemukakan oleh teori konsentrik dan teori sektoral, sebab dapat terjadi pada suatu kota di mana terdapat tempat- tempat tertentu yang berfungsi sebagai inti-inti kota dan pusat pertumbuhan baru.

Tempat-tempat yang berfungsi sebagai inti kota, antara lain kompleks perindustrian, pelabuhan, dan jaringan jalan kereta api, kompleks perguruan tinggi dan kota-kota kecil di sekitar kota besar.

Yuk lanjut di materi berikutnya !

Sejarah Pertumbuhan Kota

Sobat Pintar, selanjutnya yang akan kita pelajari adalah materi Sejarah Perkembangan Kota!

Kota-kota yang terdapat di negara kita tumbuh dan berkembang berdasarkan latar belakang atau sejarah masing-masing.

Berikut sejarah pertumbuhan kota ditinjau dari asal berkembangnya.

Kota pusat perdagangan

Kota-kota yang berkembang sebagai pusat perdagangan, biasanya terletak di tepi pantai atau jalur pelayaran dan tempat persinggahan kapal-kapal dari wilayah atau negara lain yang sedang melakukan perjalanan atau bertransaksi jual beli barang-barang niaga. Kota jenis ini merupakan kota pelabuhan yang ramai, serta memiliki fasilitas sosial yang lengkap.

Kota-kota di Indonesia yang perkembangannya dari pusat perdagangan, antara lain Surabaya, Medan, dan Cirebon.

Kota pusat administrasi

Beberapa kota berkembang berdasarkan sejarah sebagai pusat kerajaan/ pemerintahan. Misalnya, kota Palembang sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Sriwijaya, Yogyakarta dan Surakarta sebagai pusat Kerajaan Mataram, Jakarta sebagai pusat pemerintahan Republik Indonesia serta kota-kota lain yang merupakan ibu kota provinsi, kota madya atau kabupaten. 

Kota pusat pertambangan

Persebaran sumber daya alam baik yang bersifat organik maupun anorganik banyak ditemukan di beberapa tempat di wilayah Indonesia. Lokasi penemuan bahan tambang memberikan pengaruh terhadap gejala pemusatan penduduk sebagai tenaga kerja.

Pemusatan penduduk berarti menuntut pemenuhan fasilitas yang diperlukan yang menjadikan daerah pertambangan tersebut berkembang menjadi desa dan jika perkembangannya pesat akan menjadi wilayah kota. Sebagai contoh adalah kota Cepu, Cilacap, Sawahlunto, Tanjung Enim, Plaju, Dumai, Bangka, dan Belitung.

Kota pusat perkebunan

Banyak wilayah di Indonesia memiliki tanah luas, subur, dan iklim yang baik untuk usaha perkebunan sehingga banyak didatangi penduduk untuk mengusahakan perkebunan. Jika wilayah tersebut banyak menghasilkan komoditi, daerah itu akan menjadi pemusatan penduduk yang selanjutnya akan berkembang menjadi wilayah kota. Kota jenis ini, antara lain, Bogor, Lampung, Bengkulu, Palembang, dan Jambi.

Tahap Perkembangan Kota

Sobat Pintar, selanjutnya kita akan membahas tentang tahap perkembangan kota!

Tahap perkembangan kota berdasarkan bentuk dan persebaran bangunan dibedakan menjadi empat.

  1. Stadia Infantile, yaitu tidak ada pemisah antara toko dan rumah.
  2. Stadia Juvenile, yaitu ada pemisah antara toko dan rumah, bentuk rumah kuno diganti menjadi rumah baru.
  3. Stadia Mature, yaitu timbulnya area-area baru, seperti kawasan industri, kawasan perdagangan, serta perumahan-perumahan yang sudah diatur penyusunannya.
  4. Stadia Senile, yaitu kemunduran pada zona masing-masing karena kurangnya pemeliharaan.

Menurut N.R. Saxena, tahapan pemusatan penduduk kota sebagai berikut:

  1. Infant town dengan jumlah penduduk 5.000 – 10.000 orang.
  2. Township yang terdiri atas adolescent township, mature township, dan specialized township dengan jumlah penduduk antara 10.000 – 50.000.
  3. Township city yang terdiri atas adolescent town, mature town, dan specialized city dengan jumlah penduduk antara 100.000 – 1.000.000 orang.

Pemerintah Indonesia membuat penggolongan kota berdasarkan jumlah penduduk:

  • Kota kecil, jumlah penduduk 20.000 – 50.000 orang. Contoh: Padang Panjang (32.104 orang).
  • Kota sedang, jumlah penduduk 50.000 – 100.000 orang. Contoh: Bukittinggi (71.093 orang), Sibolga (71.559 orang), Mojokerto (96.626 orang), dan Palangkaraya (99.693 orang). 
  • Kota besar, jumlah penduduk 100.000 – 1.000.000 orang. Contoh: Cirebon (244.906 orang), Pontianak (387.441 orang), dan Banjarmasin (649.766 orang).
  • Kota metropolis, jumlah penduduk di atas 1.000.000 orang. Contoh: Medan (1.685.272 orang, Bandung (2.025.157 orang), dan Jakarta (8.225.515 orang).

Latihan 1

Wilayah sekitar suatu kota yang merupakan tempat tinggal penduduk yang melakukan mobilitas harian tanpa menginap disebut….

A. Suburban

B. Suburban fringe

C. Urban fringe

D. Rural urban fringe

E. Rural

Latihan 2

Salah satu kota peninggalan kolonial Belanda yang berasal dari kegiatan perkebunan adalah….

A. Magelang

B. Semarang

C. Yogyakarta

D. Subang

E. Padang

Latihan 3

Pemukiman di perkotaan merupakan pemukiman padat. Dampak negatif kondisi tersebut, yaitu….

A. ruang gerak semakin terbatas

B. estetika bentuk rumah menurun

C. keamanan lingkungan berkurang

D. antarpenduduk tidak saling kenal

E. kebersihan lingkungan kurang terjaga

Latihan 4

Bentuk pemekaran kota yang berasal dari perkembangan berbagai macam kegiatan disebut menggunakan pola….

A. Konsentris

B. Sektoral

C. Pusat kegiatan ganda

D. Linear

E. Random

Latihan 5

Berikut ini adalah kota-kota yang berkembang dari pusat pertambangan, kecuali….

A. Soroako

B. Tembagapura

C. Singkep

D. Bontang

E. Banjarmasin

Peta Belajar Bersama

Sobat, ini nih, ada Peta Belajar Bersama Geografi di Bab kedua!

Yuk, mulai belajar bersama kita!

redesain-navbar Portlet