redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Definisi Wilayah

Sobat Pintar, kali ini kita akan mempelajari tentang definisi wilayah!

Pengertian wilayah menurut para ahli :

T.J Wafter

Wilayah adalah daerah tertentu yang di dalamnya tercipta homogenitas struktur ekonomi dan sosial sebagai perwujudan kombinasi antara faktor-faktor lingkungan dan demografis.

R.S. Platt

Wilayah adalah daerah tertentu yang keberadaannya dikenal berdasarkan homogenitas umum, baik atas dasar karakter lahan maupun huniannya.

M.M Fenneman

Wilayah adalah daerah tertentu yang bentang lahannya sejenis dan dapat dibedakan dengan daerah tetangganya.

Wilayah (region) adalah suatu areal yang memiliki karakteristik tertentu berbeda dengan wilayah yang lain. Menurut Rustiadi, et al. (2006) wilayah dapat didefinisikan sebagai unit geografis dengan batas-batas spesifik tertentu dimana komponen-komponen wilayah tersebut satu sama lain saling berinteraksi secara fungsional. Sehingga batasan wilayah tidaklah selalu bersifat fisik dan pasti tetapi seringkali bersifat dinamis.

Dari beberapa definisi diatas dapat diketahui bahwa wilayah memiliki unsur-unsur sebagai berikut:

  1. Bagian permukaan bumi yang mempunyai luas dan unsur tertentu.
  2. Batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administratif dan fungsional.

Definisi Tata Ruang

Sobat Pintar, selanjutnya kita akan mempelajari tentang definisi tata ruang!

Ruang adalah wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah, tempat manusia dan makhluk lain hidup, melakukan kegiatan, dan memelihara kelangsungan hidupnya.

Menurut Undang - Undang No. 24 Tahun 1992 tentang penataan Ruang, Ruang adalah wadah kehidupan yang meliputi ruang daratan, ruang lautan dan ruang udara termasuk di dalamnya tanah, air, udara dan benda lainnya serta daya dan keadaan sebagai suatu kesatuan wilayah tempat manusia dan mahluk lainnya hidup dan melakukan kegiatan serta memelihara kelangsungan hidupnya.

Tata Ruang adalah wujud struktural dan pola pemanfaatan ruang baik yang direncanakan maupun yang menunjukkan adanya hierarki dan keterkaitan pemanfaatan ruang.

Definisi Pewilayahan

Sobat Pintar, selanjutnya kita akan belajar tentang definisi perwilayahan!

Regionalisasi (Perwilayahan) berarti membagi wilayah-wilayah tertentu di permukaan bumi untuk keadaan tujuan tertentu. Untuk menentukan regionalisasi wilayah harus diperhatikan fisik yang meliputi iklim, morfologi, sumber daya alam, dan keadaan sosial budaya yang meliputi penduduk dan budayanya.

Konsep Wilayah

Sobat Pintar, selanjutnya yang akan kita pelajari materi tentang konsep wilayah!

Berdasarkan pengertian wilayah dapat diketahui bahwa suatu wilayah mempunyai unsur-unsur sebagai berikut:

  1. Daerah geografi yang mempunyai ciri- ciri dan luas tertentu.
  2. Dapat dibedakan dengan daerah lainnya.
  3. Mempunyai batas dan sistem tertentu.
  4. Dapat ditentukan berdasarkan aspek administrasi atau fungsional.

Berdasarkan tipenya wilayah dapat dibedakan menjadi dua yaitu:

1) Wilayah Formal (uniform region/homogeneous) adalah suatu wilayah yang memiliki keseragaman atau kesamaan dalam kriteria tertentu, baik fisik maupun sosialnya. Contoh: suatu wilayah mempunyai kesamaan bentang alam pegunungan disebut wilayah pegunungan atau suatu wilayah mempunyai keseragaman dalam bidang kegiatan bercocok tanam disebut wilayah pertanian.

2) Wilayah Fungsional (nodal region) adalah wilayah yang dalam banyak hal diatur oleh beberapa pusat kegiatan yang saling berkaitan dan ditandai dengan adanya hubungan atau interaksi dengan wilayah di seikitarnya. Contoh: Suatu industri didirikan pada suatu wilayah. Setiap pagi karyawan bekerja menuju pabrik dan sore hari mereka pulang ke rumah masing-masing.

Wilayah dapat dibagi menjadi empat jenis yaitu;

1) Wilayah Homogen

Wilayah homogen adalah wilayah yang dipandang dari aspek/kriteria mempunyai sifat-sifat atau ciri-ciri yang relatif sama. Sifat-sifat atau ciri-ciri kehomogenan ini misalnya dalam hal ekonomi (seperti daerah dengan stuktur produksi dan kosumsi yang homogen, daerah dengan tingkat pendapatan rendah/miskin dll).

Geografi seperti wilayah yang mempunyai topografi atau iklim yang sama, agama, suku, dan sebagainya mengemukakan bahwa wilayah homogen dibatasi berdasarkan atas adanya keseragamannya secara internal (internal uniformity). Contoh wilayah homogen adalah pantai utara Jawa Barat (mulai dari Indramayu, Subang dan Karawang).

2) Wilayah Nodal

Wilayah nodal (nodal region) adalah wilayah yang secara fungsional mempunyai ketergantungan antara pusat (inti) dan daerah belakangnya (interland). Tingkat ketergantungan ini dapat dilihat dari arus penduduk, faktor produksi, barang dan jasa, ataupun komunikasi dan transportasi. 

3) Wilayah Administratif

Wilayah Administratif adalah wilayah yang batas-batasnya ditentukan berdasarkan kepentingan administrasi pemerintahan atau politik, seperti propinsi, kabupaten, kecamatan, desa/kelurahan, dan RT/RW.

4) Wilayah Perencanaan

Mendefinisikan wilayah perencanaan (planning region atau programming region) sebagai wilayah yang memperlihatkan koherensi atau kesatuan keputusan-keputusan ekonomi.

Konsep Pewilayahan

Sobat Pintar, kali ini kita akan mempelajari tentang konsep pewilayahan!

Pewilayahan adalah usaha untuk membagi-bagi permukaan bumi tertentu untuk tujuan yang tertentu pula. Pembagiannya dapat mendasarkan pada kriteria tertentu seperti administratif, politis, ekonomis, sosial, kultural, fisis, geografis dan lainnya. Pewilayahan di Indonesia berhubungan erat dengan pemerataan pembangunan dan mendasarkan pembagian pada sumber daya lokal sehingga prioritas pembangunan dapat dirancang dan dikelola sebaik-baiknya.

Pewilayahan untuk perencanaan pengembangan wilayah di Indonesia bertujuan untuk:

  1. Menyebar-ratakan pembangunan, untuk menghindarkan pemusatan kegiatan pembangunan di daerah tertentu.
  2. Menjamin keserasian dan koordinasi antar berbagai kegiatan pembangunan di tiap daerah.
  3. Memberikan pengarahan kegiatan pembangunan untuk pemerintahan swasta maupun masyarakat umum (Hairy Hadi, 1974).

Latihan 1

Geografi mengartikan wilayah sebagai...

A. Daerah administrasi berupa provinsi

B. Kota di bawah provinsi secara administratif

C. Kabupaten di bawah provinsi secara administratif

D. Daerah yang memiliki karakteristik tertentu yang berbeda dengan wilayah sekitarnya

E. Daerah yang memiliki karakteristik tertentu yang tidak berbeda dengan wilayah sekitarnya

Latihan 2

Wilayah fungsional bersifat lebih dinamis dibandingkan wilayah formal. Alasan yang mendasari kondisi tersebut adalah wilayah fungsional memiliki karakteristik...

A. Berkembang di daerah yang memiliki jenis tanah yang sama

B. Lebih menekankan pada aspek perkembangan wilayah

C. Mengembangkan satu jenis usaha unggulan

D. Memiliki penggunaan lahan berpola umum

E. Berupa aktivitas industri dan pertanian

Latihan 3

Suatu wilayah yang saling berhubungan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain disebut dengan wilayah….

A. fungsional

B. regional

C. formal

D. teritorial

E. sentral

Latihan 4

Perhatikan tempat-tempat aktivitas berikut!

  1. Sekolah
  2. Supermarket
  3. Terminal bus
  4. Lahan pertanian
  5. Hutan lindung

Contoh wilayah fungsional ditunjukkan oleh angka….

A. 1, 2 dan 3

B. 1, 3 dan 4

C. 1, 4 dan 5

D. 2, 3 dan 4

E. 3, 4 dan 5

Latihan 5

Wilayah dan pewilayahan merupakan dua istilah yang berbeda. Perbedaan keduanya yaitu….

A. wilayah meliputi area lebih sempit; pewilayahan mencakup area luas

B. wilayah memiliki nama khusus; pewilayahan memiliki fungsi khusus

C. wilayah merupakan inti daerah; pewilayahan merupakan area pengembangan

D. wilayah merupakan objek; pewilayahan merupakan proses terbentuknya objek

E. wilayah meliputi beberapa fungsi; pewilayahan merupakan pengelompokkan wilayah

Pembangunan Wilayah

Sobat Pintar, kali ini kita akan mempelajari tentang pembangunan wilayah!

Pengertian pembangunan menurut para ahli:

Siagian (1994)
Pembangunan sebagai “Suatu usaha atau rangkaian usaha pertumbuhan dan perubahan yang berencana dan dilakukan secara sadar oleh suatu bangsa, negara dan pemerintah, menuju modernitas dalam rangka pembinaan bangsa (nation building)”.

Rogers

Pembangunan adalah suatu proses perubahan sosial dengan partisipatori yang luas dalam suatu masyarakat yang dimaksudkan untuk kemajuan sosial dan material (termasuk bertambah besarnya kebebasan, keadilan dan kualitas lainnya yang dihargai) untuk mayoritas rakyat melalui kontrol yang lebih besar yang mereka peroleh terhadap lingkungan mereka.

Inayatullah

Pembangunan ialah perubahan menuju pola-pola masyarakat yang memungkinkan realisasi yang lebih baik dari nilai-nilai kemanusiaan yang memungkinkan suatu masyarakat mempunyai kontrol yang lebih besar terhadap lingkungan dan terhadap tujuan politiknya, dan yang memungkinkan pada warganya memperoleh kontrol yang lebih terhadap diri mereka sendiri.

Shoemaker 

Pembangunan merupakan suatu jenis perubahan sosial dimana ide-ide baru diperkenalkan kepada suatu sistem sosial untuk menghasilkan pendapatan perkapita dan tingkat kehidupan yang lebih tinggi melalui metode produksi yang lebih modernisasi pada tingkat sistem sosial.

Kleinjans

Pembangunan yaitu suatu proses pencapaian pengetahuan dan keterampilan baru, perluasan wawasan manusia, tumbuhnya suatu kesadaran baru, meningkatnya semangat kemanusiaan dan suntikan kepercayaan diri.

Dari pengertian pembangunan yang diungkapkan para pakar di atas, dapat disimpulkan bahwa Pembangunan adalah suatu proses perubahan ke arah yang lebih baik dalam lingkungan masyarakat.

Indikator Pembangunan

Sobat Pintar, selanjutnya kita akan mempelajari tentang indikator pembangunan!

Indikator pembangunan, yang secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi:

Variabel sebagai indikator ekonomi :

  1. GNP dibagi dengan jumlah penduduk. GNP/GDP adalah nilai akhir barang dan jasa yang berhasil diproduksi oleh suatu perekonomian (masyarakat) pada suatu periode waktu tertentu (biasanya satu tahun).Jika GNP/GDP tersebut dibagi dengan jumlah penduduk maka didapatkan GNP/GDP per kapita.
  2. Growth (pertumbuhan), yaitu perubahan output (GNP/GDP) yang terjadi selama satu kurun waktu tertentu (satu tahun).
  3. GDP per Kapita dengan Purchasing Power Parity Perbandingan antar negara berdasarkan GNP/GDP per kapita seringkali menyesatkan.
  4. Perubahan Struktur Ekonomi Mengukur tingkat kemajuan struktur produksi (Pertanian, manufaktur, dan jasa-jasa). Peranan sektor pertanian akan menurun untuk memberi kesempatan bagi tampilnya sector-sektor manufaktur dan jasa, yang secara sengaja senantiasa diupayakan agar terus berkembang.
  5. Kesempatan Kerja Rendahnya sifat kewirausahaan penduduk di negara-negara berkembang, memaksa pemerintah di negara-negara tersebut untuk menyiapkan dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakatnya.
  6. Pengangguran Tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi di negara-negara berkembang, pada akhirnya menjadi bom waktu sekitar 15 sampai dengan 20 tahun kemudian, pada saat mereka masuk sebagai angkatan kerja.

Variabel yang termasuk dalam indikator sosial:

  1. Indeks Mutu Hidup (IMH) merupakan indeks gabungan dari 1) Harapan hidup pada usia 1 tahun, angka kematian, dan tingkat melek huruf.
  2. Human Development Index (HDI), mencoba merangking semua negara dalam skala 0 (sebagai tingkatan pembangunan manusia yang terendah) hingga 1 (Pembangunan manusia yang tertinggi) berdasarkan atas 3 tujuan atau produk pembangunan, yaitu:
  • Tingkat Harapan Hidup,
  • Pengetahuan yang diukur dengan rata-rata tertimbang dari jumlah orang dewasa yang dapat membaca (diberi bobot dua pertiga) dan rata-rata tahun sekolah (diberi bobot sepertiga), dan
  • Penghasilan yang diukur dengan pendapatan per kapita riil yang telah disesuaikan, yaitu disesuaikan menurut daya beli mata uang masing-masing negara dan asumsi menurunnya utilitas marginal penghasilan dengan cepat.

Teori Pertumbuhan Wilayah

Sobat Pintar, selanjutnya kita akan belajar tentang teori pertumbuhan wilayah!

Teori Tempat Sentral

Teori tempat sentral dikemukakan oleh Walter Christaller (1933), seorang ahli geografi dari Jerman. Teori ini didasarkan pada lokasi dan pola persebaran permukiman dalam ruang. Dalam suatu ruang kadang ditemukan persebaran pola permukiman desa dan kota yang berbeda ukuran luasnya. Teori pusat pertumbuhan dari Christaller ini diperkuat oleh pendapat August Losch (1945) seorang ahli ekonomi Jerman.

Keduanya berkesimpulan, bahwa cara yang baik untuk menyediakan pelayanan berdasarkan aspek keruangan dengan menempatkan aktivitas yang dimaksud pada hierarki permukiman yang luasnya meningkat dan lokasinya ada pada simpul-simpul jaringan heksagonal.

Lokasi ini terdapat pada tempat sentral yang memungkinkan partisipasi manusia dengan jumlah maksimum, baik mereka yang terlibat dalam aktivitas pelayanan maupun yang menjadi konsumen dari barang-barang yang dihasilkannya.

Tempat-tempat tersebut diasumsikan sebagai titik simpul dari suatu bentuk geometrik berdiagonal yang memiliki pengaruh terhadap daerah di sekitarnya. Hubungan antara suatu tempat sentral dengan tempat sentral yang lain di sekitarnya membentuk jaringan sarang lebah.

Menurut Walter Christaller, suatu tempat sentral mempunyai batas-batas pengaruh yang melingkar dan komplementer terhadap tempat sentral tersebut. Daerah atau wilayah yang komplementer ini adalah daerah yang dilayani oleh tempat sentral. Lingkaran batas yang ada pada kawasan pengaruh tempat-tempat sentral itu disebut batas ambang (threshold level).

Teori Kerucut permintaan

August Losch telah mengetengahkan suatu model keseimbangan regional spasial. Menurut Losch terdapat tiga jenis wilayah ekonomi, yaitu wilayah pasar sederhana, jaringan wilayah pasar dan sistem wilayah pasar. Wilayah pasar individual tersebut tampaknya sangat sederhana dan sangat tergantung pada perdagangan, sedangkan sistem wilayah pasar sangat kompleks, walaupun merupakan bentuk ideal yang menekankan pada swasembada, akan tetapi sulit dijumpai dalam kenyataan.

Kenyataan menunjukkan bahwa banyak komoditas diproduksikan dan diperdagangkan mencapai diluar lingkup sistem, maka terjadilah wilayah-wilayah yang saling tumpah tindih. Wilayah ekonomi lebih mencerminkan peristiwa-peristiwa yang berlangsung seperti apa adanya daripada sekedar pembagian alamiah wilayah-wilayah suatu Negara.

Teori Kutub Pertumbuhan

Menurut Perroux, pertumbuhan ataupun pembangunan tidak dilakukan di seluruh tata ruang, tetapi terbatas pada beberapa tempat atau lokasi tertentu. Tata ruang diidentifikasikannnya sebagai arena atau medan kekuatan yang didalamnya terdapat kutub-kutub atau pusat-pusat.

Setiap kutub mempunyai kekuatan pancaran pengembangan keluar dan kekuatan tarikan ke dalam. Teori ini menjelaskan tentang pertumbuhan ekonomi dan khususnya mengenai perusahaan-perusahaan dan industri-industri serta saling ketergantungannya, dan bukan mengenai pola geografis dan pergeseran industri baik secara intra maupun secara inter, pada dasarnya konsep kutub pertumbuhan mempunyai pengertian tata ruang ekonomi secara abstrak.

Latihan 1

Perhatikan indikator berikut ini !

  1. wilayah kompleks instansi pemerintahan
  2. wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi
  3. wilayah pusat perdagangan
  4. wilayah pusat pendidikan
  5. wilayah kaya sumber daya alam

Wilayah yang berkembang menjadi pusat pertumbuhan harus memiliki daya dukung yang memadai. Indikator yang mendukung suatu wilayah dapat dapat berkembang sebagai pusat pertumbuhan ditunjukkan oleh nomor...

A. 1), 2), dan 3)

B. 1), 3), dan 5)

C. 2), 3), dan 4)

D. 2), 3), dan 5)

E. 3), 4), dan 5)

Latihan 2

Menurut tempat sentral, ciri kota yang dapat menjadi pusat pertumbuhan adalah...

A. miskin dan terbelakang

B. terletak di daerah gersang

C. alami dan baru terbentuk

D. memiliki banyak penduduk

E. sebagai ibu kota pemerintahan

Latihan 3

Suatu negara yang kota-kotanya memiliki pusat pertumbuhan yang merata, berpengaruh kepada jumlah….

A. kelahiran yang relatif seimbang

B. kematian yang relatif seimbang

C. urbanisasi yang relatif seimbang

D. ekspor yang relatif seimbang

E. tenaga kerja yang relatif seimbang

Latihan 4

Kota Sorong lebih berpotensi menjadi pusat pertumbuhan di Papua daripada Kota Oksibil. Kota Oksibil berada di Pegunungan Bintang, sedangkan Kota Sorong berada dekat pesisir. Pernyataan tersebut menunjukkan pusat pertumbuhan dipengaruhi oleh….

A. sumber daya alam

B. aksesibilitas wilayah

C. pola pikir masyarakat

D. sumber daya manusia

E. pendapatan masyarakat

Latihan 5

Dampak negatif interaksi pusat pertumbuhan terhadap lingkungan di wilayah sekitarnya yaitu….

A. ruang terbuka hijau makin luas

B. ruas jalan utama makin ramai

C. kebutuhan tenaga kerja menurun

D. pencemaran oleh sampah meningkat

E. luas daerah pinggiran makin menyempit

Perencanaan Tata Ruang Nasional

Sobat Pintar, yuk kita diskusikan tentang perencanaan tata ruang nasional!

Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional harus memperhatikan:

  1. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional;
  2. Perkembangan permasalahan regional dan global, serta hasil pengkajian implikasi penataan ruang nasional;
  3. Upaya pemerataan pembangunan dan pertumbuhan serta stabilitas ekonomi.

Aspek lain yang harus menjadi perhatian dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Nasional adalah:

  1. Keselarasan aspirasi pembangunan nasional dan pembangunan daerah;
  2. Daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup;
  3. Rencana pembangunan jangka panjang nasional;
  4. Rencana tata ruang kawasan strategis nasional; dan
  5. Rencana tata ruang wilayah provinsi dan rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota.

Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional memuat:

  1. Tujuan, kebijakan, dan strategi penataan ruang wilayah nasional;
  2. Rencana struktur ruang wilayah nasional yang meliputi sistem perkotaan nasional yang terkait dengan kawasan perdesaan dalam wilayah pelayanannya dan sistem jaringan prasarana utama;
  3. Rencana pola ruang wilayah nasional yang meliputi kawasan lindung nasional dan kawasan budi daya yang memiliki nilai strategis nasional;
  4. Penetapan kawasan strategis nasional;
  5. Arahan pemanfaatan ruang yang berisi indikasi program utama jangka menengah lima tahunan; dan
  6. Arahan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah nasional yang berisi indikasi arahan peraturan zonasi sistem nasional, arahan perizinan, arahan insentif dan disinsentif, serta arahan sanksi.

Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional menjadi pedoman untuk:

  1. penyusunan rencana pembangunan jangka panjang nasional;
  2. penyusunan rencana pembangunan jangka menengah nasional;
  3. pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang di wilayah nasional;
  4. mewujudkan keterpaduan, keterkaitan, dan keseimbangan perkembangan antarwilayah provinsi, serta keserasian antarsektor;
  5. penetapan lokasi dan fungsi ruang untuk investasi;
  6. penataan ruang kawasan strategis nasional; dan
  7. penataan ruang wilayah provinsi dan kabupaten/kota.

Jangka waktu Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional adalah 20 (dua puluh) tahun. Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditinjau kembali 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun.

Dalam kondisi lingkungan strategis tertentu yang berkaitan dengan bencana alam skala besar yang ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan dan/atau perubahan batas teritorial negara yang ditetapkan dengan Undang-Undang, Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional ditinjau kembali lebih dari 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun. Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional diatur dengan peraturan pemerintah.

Perencanaan Tata Ruang Provinsi

Sobat Pintar, selanjutnya kita akan mendiskusikan tentang tata ruang provinsi!

Rencana tata ruang wilayah provinsi harus mengacu pada:

  1. Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional;
  2. Pedoman bidang penataan ruang; dan
  3. Rencana pembangunan jangka panjang daerah.

Penyusunan rencana tata ruang wilayah harus memperhatikan:

  1. Perkembangan permasalahan nasional dan hasil pengkajian implikasi penataan ruang provinsi;
  2. Upaya pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi provinsi;
  3. Keselarasan aspirasi pembangunan provinsi dan pembangunan kabupaten/kota;
  4. Daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup;
  5. Rencana pembangunan jangka panjang daerah;
  6. Rencana tata ruang wilayah provinsi yang berbatasan;
  7. Rencana tata ruang kawasan strategis provinsi; dan
  8. Rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota.

Rencana tata ruang wilayah provinsi memuat:

  1. Tujuan, kebijakan, dan strategi penataan ruang wilayah provinsi;
  2. Rencana struktur ruang wilayah provinsi yang meliputi sistem perkotaan dalam wilayahnya yang berkaitan dengan kawasan perdesaan dalam wilayah pelayanannya dan sistem jaringan prasarana wilayah provinsi;
  3. Rencana pola ruang wilayah provinsi yang meliputi kawasan lindung dan kawasan budi daya yang memiliki nilai strategis provinsi;
  4. Penetapan kawasan strategis provinsi;
  5. Arahan pemanfaatan ruang wilayah provinsi yang berisi indikasi program utama jangka menengah lima tahunan; dan
  6. Arahan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah provinsi yang berisi indikasi arahan peraturan zonasi sistem provinsi, arahan perizinan, arahan insentif dan disinsentif, serta arahan sanksi.

Rencana tata ruang wilayah provinsi menjadi pedoman untuk:

  1. Penyusunan rencana pembangunan jangka panjang daerah;
  2. Penyusunan rencana pembangunan jangka menengah daerah;
  3. Pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang dalam wilayah provinsi;
  4. Mewujudkan keterpaduan, keterkaitan, dan keseimbangan perkembangan antar wilayah kabupaten/kota, serta keserasian antarsektor;
  5. Penetapan lokasi dan fungsi ruang untuk investasi;
  6. Penataan ruang kawasan strategis provinsi; dan
  7. Penataan ruang wilayah kabupaten/kota.

Jangka waktu rencana tata ruang wilayah provinsi adalah 20 (dua puluh) tahun. Rencana tata ruang wilayah provinsi sebagaimana dimaksud di atas ditinjau kembali 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun.

Dalam kondisi lingkungan strategis tertentu yang berkaitan dengan bencana alam skala besar yang ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan dan/atau perubahan batas teritorial negara dan/atau wilayah provinsi yang ditetapkan dengan Undang-Undang, rencana tata ruang wilayah provinsi ditinjau kembali lebih dari 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun. Rencana tata ruang wilayah provinsi ditetapkan dengan peraturan daerah provinsi. Rencana rinci tata ruang sebagaimana dimaksud ditetapkan dengan peraturan daerah provinsi.

Perencanaan Tata Ruang Kabupaten

Acuan Perencanaan Tata Ruang Kabupaten:

  1. Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional dan rencana tata ruang wilayah provinsi;
  2. Pedoman dan petunjuk pelaksanaan bidang penataan ruang; dan
  3. Rencana pembangunan jangka panjang daerah.

Penyusunan rencana tata ruang wilayah kabupaten harus memperhatikan:

  1. Perkembangan permasalahan provinsi dan hasil pengkajian implikasi penataan ruang kabupaten;
  2. Upaya pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi kabupaten;
  3. Keselarasan aspirasi pembangunan kabupaten;
  4. Daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup;
  5. Rencana pembangunan jangka panjang daerah;
  6. Rencana tata ruang wilayah kabupaten yang berbatasan; dan
  7. Rencana tata ruang kawasan strategis kabupaten.

  Rencana tata ruang wilayah kabupaten memuat:

  1. Tujuan, kebijakan, dan strategi penataan ruang wilayah kabupaten;
  2. Rencana struktur ruang wilayah kabupaten yang meliputi sistem perkotaan di wilayahnya yang terkait dengan kawasan perdesaan dan sistem jaringan prasarana wilayah kabupaten;
  3. Rencana pola ruang wilayah kabupaten yang meliputi kawasan lindung kabupaten dan kawasan budi daya kabupaten;
  4. Penetapan kawasan strategis kabupaten;
  5. Arahan pemanfaatan ruang wilayah kabupaten yang berisi indikasi program utama jangka menengah lima tahunan; dan
  6. Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kabupaten yang berisi ketentuan umum peraturan zonasi, ketentuan perizinan, ketentuan insentif dan disinsentif, serta arahan sanksi.

Rencana tata ruang wilayah kabupaten menjadi pedoman untuk:

  1. Penyusunan rencana pembangunan jangka panjang daerah;
  2. Penyusunan rencana pembangunan jangka menengah daerah;
  3. Pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang di wilayah kabupaten;
  4. Mewujudkan keterpaduan, keterkaitan, dan keseimbangan antarsektor;
  5. Penetapan lokasi dan fungsi ruang untuk investasi; dan
  6. Penataan ruang kawasan strategis kabupaten.

Rencana tata ruang wilayah kabupaten menjadi dasar untuk penerbitan perizinan lokasi pembangunan dan administrasi pertanahan. Jangka waktu rencana tata ruang wilayah kabupaten adalah 20 (dua puluh) tahun. Rencana tata ruang wilayah kabupaten sebagaimana dimaksud ditinjau kembali 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun.

Permasalahan Tata Ruang Kota di Indonesia

Sobat Pintar, kali ini kita akan mendiskusikan tentang permasalahan tata ruang kota di Indonesia!

Indonesia merupakan negara berkembang yang terdiri dari banyak kota. Namun tata kota di Indonesia harus mendapatkan penanganan yang serius karena masih saja mengalami permasalahan banjir, kemacetan, polusi udara, kemiskinan, dan juga permasalahan masyarakat ataupun lingkungan di wilayah perkotaan seperti Jakarta, Surabaya.

Selain hal-hal diatas yang menjadi penyebab permasalahan tata ruang kota di Indonesia ada tiga hal penting mengenai persoalan perkotaan:

  1. Indonesia tidak punya perencanaan terintegrasi, sehingga berbagai macam persoalan muncul berkaitan dengan pembangunan kota
  2. Konsistensi dalam melaksanakan aturan yang ada juga lemah. Misalnya seluruh pemerintah, baik pusat dan daerah keliatannya konsistensinya kalau berhadapan dengan pemodal lemah, seperti kasus yang terjadi sekarang, tiba-tiba kawasan hijau akan dijadikan mal
  3. Pemerintah kurang memiliki kemampuan mengantisipasi persoalan-persoalan di masa yang akan datang. Seharusnya kita mencontoh negara-negara maju seperti Belanda yang membuat rencana tata ruang kota dengan matang hingga beratus-ratus tahun tidak berubah, tetapi itu kembali lagi kepada kita yang melaksanakannya.

 

Upaya Penanggulangan Permasalahan Tata Ruang Kota di Indonesia

Untuk dapat mewujudkan kerangka pembangunan strategis perlu dipersiapkan langkah-langkah perbaikan terhadap proses penyelenggaraan penataan ruang, antara lain:

Penyusunan RT-RW
Mendorong proses penyusunan RT-RW yang tidak hanya bersifat top-down akan tetapi juga diimbangi denan proses bottom-up sehingga tercipta sinergi antar kepentingan pusat dan daerah, maupuan antara kepentingan pemerintah dan seluruh pelaku pembangunan.

  1. Melaksanakan proses penyusunan rencana tata ruang yang bersifat dinamis dan fokus kepada hal-hal yang strategis (strategic planning) serta mempertimbangkan keragaman budaya lokal.
  2. Mengembangkan konsep audit penataan ruang sebagai instrumen monitoring dan evaluasi atau pengendalian pelaksanaan rencana tata ruang dalam skala wilayah maupun kota.
  3. Melanjutkan penyiapan NSPM penyusunan rencana tata ruang (RTR) dan pemanfaatan ruang dan melakukan diseminasi, sosialisasi dan advokasi penyelenggaraan penataan ruang kepada seluruh pelaku pembangunan (pemerintah, legislatif dan kelompok-kelompok masyarakat).
  4. Meningkatkan penegakan hukum dengan memasukkan aspek sanksi di dalam perubahan UU No. 24/1992 tentang Penataan Ruang.
  5. Meningkatkan kapasitas perencana baik dari sisi kualitas maupun kuantitas dan sistem informasi penataan ruang sebagai alat monitoring dan evaluasi penyelenggaraan penataan ruang bersama-sama dengan lembaga-lembaga pendidikan, asosiasi profesi dan LSM.

Latihan 1

Salah satu peraturan perundang-undangan yang mengatur penataan ruang adalah….

A. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007

B. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2008

C. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007

D. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2006

E. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2007

Latihan 2

Prasarana atau kebutuhan dasar utama yang diperlukan dalam mendukung pembangunan disebut….

A. modal

B. infrastruktur

C. transportasi

D. energi

E. kebijakan

Latihan 3

Penyediaan ruang terbuka hijau (RTH) menjadi keharusan dalam perencanaan tata ruang kota. Bentuk realisasi ruang tersebut berupa….

A. kebun buah

B. lapangan bola

C. padang rumput

D. taman bermain

E. hutan kota

Latihan 4

Salah satu bentuk penataan ruang yaitu zonasi wilayah menurut fungsi. Zona yang mendominasi wilayah pedesaan adalah….

A. pendidikan

B. perkantoran

C. pemukiman

D. perdagangan

E. pertanian

Latihan 5

Rencana tata ruang nasional mencakup wilayah yang luas. Kondisi ini memengaruhi arah kebijakan tata ruang. Contoh rencana tata ruang nasional yaitu ….

A. pengembangan kawasan hutan

B. arahan pengembangan kawasan pedesaan

C. arahan pengelolaan kawasan lindung dan budidaya

D. penentuan kawasan yang berada di daerah pelosok

E. arahan pengelolaan penggunaan lahan untuk pemukiman

Peta Belajar Bersama

Sobat, ini nih, ada Peta Belajar Bersama Geografi di Bab pertama!

Yuk, mulai belajar bersama kita!

redesain-navbar Portlet