redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Peta Belajar Bersama

Sobat, ini nih, ada Peta Belajar Bersama Geografi di Bab ketiga!

Yuk, mulai belajar bersama kita!

Pengertian Peta

Sobat Pintar, Yuk Belajar Peta !!!

Luasnya permukaan bumi dan fenomena alam yang sangat beragam menyulitkan kita mendapatkan informasi yang lengkap dan akurat dalam waktu singkat. Untuk memenuhi kebutuhan ini, sarana yang paling tepat digunakan adalah melalui sistem perpetaan.

Apa yang Sobat Pintar ketahui tentang peta? Berikut penjelasan tentang peta. Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui suatu sistem proyeksi. Sebuah peta adalah representasi dua dimensi dari suatu ruang tiga dimensi.

Fungsi Peta

Sobat Pintar, apakah fungsi peta ?

Peta sangat bermanfaat untuk menunjukkan atau menggambarkan:

1. Arah dan jarak di bumi,
2. Lokasi suatu tempat,
3. Ketinggian suatu tempat,
4. Puas dan bentuk wilayah,
5. Perubahan sifat alami dan nonalami.

Jadi, peta dapat berfungsi memperlihatkan / menyajikan bentuk, ukuran, dan lokasi/letak suatu daerah terhadap daerah lain yang berada di permukaan bumi ke dalam bidang datar; menyajikan data tentang potensi yang dimiliki suatu daerah (sebagai sumber data). 

Yuk belajar lagi di materi berikutnya.

Jenis dan Klasifikasi Peta

Nah, Sobat Pintar kali ini kita akan mempelajari Jenis dan Klasifikasi Peta!

Jenis Peta

Sobat Pintar, berdasarkan skalanya, jenis peta dibedakan menjadi lima macam.

  • Skala 1 : 100 sampai 1 : 5.000 disebut peta kadaster. Peta ini berguna untuk menggambarkan peta tanah dalam sertifikat hak milik tanah (bahasa Jawa: pikukuh).
  • Skala 1 : 5.000 sampai 1 : 250.000 disebut peta skala besar. Peta ini digunakan untuk menggambarkan wilayah yang sempit, misalnya peta kota.
  • Skala 1 : 250.000 sampai 1 : 500.000 disebut peta skala sedang. Peta ini digunakan untuk menggambarkan daerah yang agak luas, misalnya peta provinsi.
  • Skala 1 : 500.000 sampai 1 : 1.000.000 disebut peta skala kecil. Peta ini digunakan untuk menggambarkan wilayah yang cukup luas, misalnya menggambarkan suatu negara.
  • Skala kurang dari 1 : 1.000.000 disebut peta skala geografi. Peta ini digunakan untuk menggambar benua atau dunia.

Klasifikasi Peta

Peta dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu peta dasar dan peta tematik.

Peta Dasar
Peta dasar adalah peta yang digunakan sebagai dasar untuk pembuatan peta berikutnya. Peta dasar yang digunakan ialah peta topografi yang menggambarkan keadaan bentuk muka bumi (bentang alam). Peta ini disebut juga peta umum, yaitu peta yang menggambarkan seluruh kenampakan yang ada di suatu daerah, misalnya sungai, sawah, pemukiman, jalan raya, dan jalan kereta api, peta rupa bumi.

Peta Tematik
Peta tematik adalah peta yang menggambarkan kenampakan tertentu di permukaan bumi. Berikut beberapa contoh peta tematik.

  • Peta khusus atau peta tematik
  • Peta tematik kualitatif
  • Peta lokasi pertambangan
  • Peta persebaran hutan bakau
  • Peta persebaran industri
  • Peta persebaran jenis tanah
  • Peta tematik kuantitatif
  • Peta kepadatan penduduk
  • Peta tingkat pendapatan
  • Peta produksi jagung

Memperbesar dan Memperkecil Peta

Sobat Pintar, bagaimana cara memperbesar dan memperkecil peta ?

Memperbesar peta adalah kegiatan mengubah ukuran peta menjadi lebih besar daripada ukuran semula. Sebaliknya, memperkecil peta adalah kegiatan mengubah ukuran peta menjadi lebih kecil daripada ukuran semula. Mengubah ukuran peta dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya, memperbesar dan memperkecil petak/dam pada peta, mengolah skala menggunakan fotokopi, dan menggunakan pantograf.

Contoh:

  • Peta berskala 1 : 50.000 diubah menjadi 1 : 100.000. Jika jarak petaknya p cm, maka peta tersebut mengalami pengecilan
  • Peta berskala 1 : 100.000 diubah menjadi 1 : 50.000. Jika jarak petaknya y cm, maka peta tersebut mengalami pembesaran menjadi x y cm = 2 cm.

Kesimpulan: Semakin besar angka pembagiannya, semakin kecil skala peta tersebut, begitu sebaliknya. 

Latihan 1

Peta yang berskala 1:100 sampai 1:5.000 disebut peta….

A. skala kecil

B. kadaster

C. skala sedang

D. skala besar

E. geografi

Latihan 2

Berikut ini termasuk jenis peta tematik, kecuali….

A. Peta Provinsi Bengkulu

B. Peta Pariwisata Bali

C. Peta Tambang Batubara

D. Peta Sebaran Flora Indonesia

E. Peta Sebaran Sekolah

Latihan 3

Apabila di dalam peta ada tulisan miring searah dengan aliran sungai, itu adalah salah satu komponen dari peta yang disebut….

A. simbol peta

B. simbol orientasi

C. lettering

D. simbol sungai

E. arah sungai

Latihan 4

Kegunaan inset pada sebuah peta adalah untuk menunjukkan ….

A. informasi-informasi yang ada pada peta

B. arti simbol-simbol yang digunakan pada peta

C. isi peta secara garis besar

D. lokasi daerah yang dipetakan pada kedudukan sekitar yang lebih luas

E. judul yang digunakan pada peta

Latihan 5

Simbol yang terbaik pada peta untuk memperhatikan persebaran sesuatu adalah….

A. lingkaran

B. titik

C. garis

D. batang

E. persegi

Pengertian Pengindraan Jauh

Sobat Pintar, apa sih pengindraan jauh itu ?

Indraja adalah singkatan dari pengindraan jauh atau remote sensing. Menurut Lillesand dan Kiefer (1979), pengindraan jauh berarti ilmu, seni, dan teknik untuk memperoleh informasi tentang objek, area, atau gejala dengan jalan menggunakan alat tanpa kontak langsung dengan objek, area, atau gejala yang dikaji.

Pada gambar di atas, matahari merupakan sumber tenaga, sedangkan udara atau atmosfer sebagai zat pengantarnya. Objek di muka bumi akan memantulkan sumber tenaga ke sensor.

Pada objek yang mempunyai tenaga pancaran, jumlah tenaga yang mencapai sensor tergantung pada suhu dan daya pancar objek, pada sensor inilah objek tersebut direkam, diproses lalu menghasilkan data pengindraan jauh yang berupa data digital atau citra. Data tersebut ditafsirkan sehingga menjadi data informasi yang akan dimanfaatkan oleh pengguna data.

Sobat Pintar, yuk lanjut ke materi berikutnya !

Wahana dan Sistem Penginderaan Jauh

Sobat Pintar, bagaimana mendapatkan potret Bumi ?

Dalam pengindraan jauh, bumi dipotret dari ruang angkasa dengan menggunakan pesawat atau satelit. Pesawat atau satelit inilah yang disebut dengan wahana.

Jarak pemotretan terbagi menjadi tiga tingkat ketinggian;

  • Ketinggian 1.000 m sampai 9.000 m dari permukaan laut, pemotretan dilakukan dengan menggunakan pesawat terbang rendah sampai medium (low to medium altitude aircraft). Citra yang dihasilkan adalah citra foto (foto udara).
  • Ketinggian sekitar 18.000 m dari permukaan bumi, pemotretan dilakukan dengan menggunakan pesawat terbang tinggi (high altitude aircraft). Citra yang dihasilkan adalah foto udara dan multispectral scanners data.
  • Ketinggian 400 km sampai 900 km dari permukaan bumi, pemotretan dilakukan dengan menggunakan satelit. Citra yang dihasilkan adalah citra satelit.

Proses pemotretan objek yang sedang diteliti, baik melalui pesawat terbang maupun satelit, merupakan tahap pengumpulan data yang hasilnya berupa citra foto udara atau citra satelit.

Tahap pengumpulan data ini memerlukan lima komponen pendukung, yaitu:

  • sumber tenaga (energi),
  • atmosfer,
  • objek, sensor,
  • dan produk (data yang diperoleh). 

Manfaat Citra Penginderaan Jauh

Sobat Pintar, apa saja keunggulan dan manfaat dari citra pengindraan jauh ?

Keunggulan pengindraan jauh.

  • Daerah atau kota yang semula tidak tampak dapat direkam sehingga terwujud dalam bentuk citra yang akhirnya dapat dikenali.
  • Setiap gambar dapat meliputi daerah yang luas, misalnya sampai setengah bola bumi.
  • Merupakan cara yang paling cepat dan tepat untuk memetakan daerah bencana. Misalnya, daerah gempa dan daerah banjir.
  • Pembuatannya dapat diulang-ulang dalam waktu yang pendek.
  • Merupakan alat yang baik untuk pembuatan peta karena dapat menggambarkan objek secara lengkap dan mirip dengan wujud yang sebenarnya.
  • Citra dapat dibuat secara cepat meskipun untuk daerah yang sulit dijelajahi secara terestrial.

Manfaat citra pengindraan jauh

  • Sebagai alat penerima Citra merupakan alat yang baik dalam memberikan rekaman objek, sehingga citra sangat berguna bagi pendidikan dan pengajaran geografi, juga merupakan alat pendukung dalam penelitian geografi.
  • Untuk mendapatkan kenyataan terbaru setiap saat dan dalam cuaca apapun, pengambilan citra dapat dilakukan. Citra merupakan sumber data dan dapat menyajikan gambar secara lengkap.
  • Alat penjelasan Citra merupakan alat yang baik untuk memahami letak dan susunan gejala di muka bumi, karena citra menyajikan gambar yang lengkap dan wujud yang sebenarnya.
  • Alat bantu menyusun teori Foto udara merupakan penghubung yang baik antara fakta dan teori. Teori disusun berdasarkan penelitian yang dibuat dengan tingkat kepercayaan antara fakta dan teori.

Mengenali Objek Citra

Sobat Pintar, bagaimana mengenali objek dalam Citra Satelit ?

Pengenalan objek merupakan bagian penting dalam interpretasi citra. Tanpa dikenali identitas dan jenis objek yang tergambar pada citra, tidak mungkin dilakukan analisis untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi.

Unsur-unsur interpretasi citra terdiri atas sembilan jenis, sebagaimana runtutan pada gambar berikut:

a. Rona dan warna
b. Bentuk
c. Ukuran
d. Tekstur
e. Pola
f. Bayangan
g. Situs
h. Asosiasi
i. Konvergensi bukti

Keterangan:

Tanaman padi (a) bertekstur halus, tanaman tebu (b) yang tampak pada tepi kanan dan tepi atas foto bertekstur sedang, tanaman pekarangan (c) dan kebun kelapa bertekstur kasar.

Di samping bertekstur sedang, tanaman tebu juga ditandai dengan tekstur yang seragam untuk daerah cukup luas. Hal ini disebabkan karena penggarapannya dan penanaman dapat dilakukan secara serentak. Bagi tekstur tanaman lain pada sawah yang diusahakan oleh petani, teksturnya berbeda dari petak yang satu ke petak lainnya.

Pada (d) terdapat pohon kelapa yang dapat dikenali berdasarkan tajuknya yang berbentuk binatang. Berbeda dengan bagian lain yang tanaman pekarangannya berupa campuran berbagai jenis pohon, pada bagian (d) ini yang dominan adalah pohon kelapa. Bayangan juga merupakan salah satu unsur interpretasi citra yang penting.

Di dalam contoh tersebut, bayangan dapat digunakan untuk mengetahui beda tinggi relatif antara tanaman tebu, tanaman kelapa, dan tanaman pekarangan. Tinggi pohon kelapa tampak sekitar 5 – 6 kali tinggi tanaman tebu.

Latihan 1

Manfaat citra:

  1. memetakan daerah aliran sungai
  2. mengamati beda ketinggian tempat
  3. mengetahui sistem pola angin permukaan
  4. membantu analisis dan prakiraan cuaca
  5. pengamatan jenis dan pola gerakan

Pemanfaatan penginderaan jauh di bidang meteorologi terdapat pada angka….

A. 1, 2 dan 4

B. 1, 2 dan 5

C. 1, 3 dan 4

D. 2, 3 dan 5

E. 3, 4 dan 5

Latihan 2

Karakteristik objek pada citra:

  1. bentuk dan ukuran rumah sama
  2. pola perumahan memanjang mengikuti jalan tanah
  3. jarak rumah satu sama lain sama
  4. sekitar rumah terdapat pekarangan yang luasnya sama
  5. tampaknya ada tanaman dari bertekstur sedang sampai kasar.

Objek wisata yang tergambar kemungkinan pemukiman di daerah….

A. pedesaan

B. pantai

C. transmigrasi

D. perkotaan

E. pegunungan

Latihan 3

Pada foto udara jalan kereta api seperti pita kecil dengan tikungan tidak tajam, bagian hilir sungai tampak seperti pita yang lebih besar dan berkelok-kelok, dan atap rumah seperti segi empat. Interpretasi foto udara tersebut berdasarkan pada unsur….

A. warna

B. bayangan

C. rona

D. tekstur

E. bentuk

Latihan 4

Hasil penginderaan jauh yang berupa citra memiliki karakteristik yang khas. Konfigurasi objek citra dapat dipahami dari….

A. rona

B. ukuran

C. bayangan

D. bentuk

E. pola

Latihan 5

Bila objek pada sebuah citra terlihat gelap, hal ini disebabkan oleh….

A. tekstur objek halus

B. tekstur objek kasar

C. intensitas sinar besar

D. situs objek terpencil

E. pantulan sinar dari objek sedikit

Definisi SIG

 

Sobat Pintar, apasih SIG itu ?

Definisi SIG (Sistem Informasi Geografis) adalah suatu sistem yang bertugas mengumpulkan, mengelola, dan menyajikan data atau informasi yang berkaitan dengan geografi.

Data tersebut memuat data atau fakta permukaan bumi secara lengkap, misalnya, keadaan geologi, topografi, jenis tanah, hidrologi, iklim, dan budaya. Wujud data tersebut disajikan dalam bentuk peta sehingga sistem informasi geografi tidak terlepas dari peta sebagai basis data.

SIG adalah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan, memanipulasi, dan menganalisis informasi geografis.

Dengan SIG, seluruh data yang ada pada suatu wilayah dapat disimpan, dimanipulasi, dan dianalisis melalui komputer. Teknologi komputer mampu menangani berbagai informasi secara cepat dan akurat sehingga SIG yang berbasis teknologi komputer menjadi pilihan bagi banyak pengguna pada saat ini.

Lanjut yuk ke materi selanjutnya !

Tahapan Kerja SIG

Sobat Pintar, selanjutnya kita akan mempelajari pengelolaan dan tahapan kerja SIG!

Cara pengelolaan SIG sebagai suatu sistem pada prinsipnya terdiri atas tiga subsistem :

  1. Subsistem masukan (input subsystem), yaitu pengumpulan data objek material geografi yang mendukung dan dapat dimasukkan dalam topik geografi yang akan diinformasikan. Data tersebut diolah dan disajikan dalam bentuk peta, bagan, grafik, atau tabel. Input data SIG diperoleh dari peta, tabel, foto udara, citra satelit, dan hasil survei lapangan.
  2. Subsistem pengolahan dan penyimpanan data (processing and storage subsystem), yaitu penyimpanan data yang memungkinkan untuk dipanggil kembali secara cepat dan akurat.
  3. Subsistem penyajian (output subsystem), yaitu penyajian semua data atau sebagian data dalam bentuk tabel, peta file elektronik (digital), dan grafik. 

Uraian Sub Sistem SIG

 

Tahapan kerja SIG dapat dilakukan sebagai berikut.

  1. Masukan (input) Dalam kerja SIG, mula-mula dibutuhkan data awal atau database, yaitu data yang dikumpulkan selama survei dimasukkan dalam komputer, atau peta-peta yang telah ada dilarik secara optis dan dimasukkan ke dalam komputer. Database dapat digunakan untuk pengelolaan lebih lanjut. Input atau data masukan dapat diperoleh dari penelitian (lapangan), kantor pemerintah, peta, dan data citra pengindraan jauh.
  2. Proses dalam SIG dapat berfungsi untuk memanggil, memanipulasi, dan menganalisis data yang tersimpan dalam komputer.
  3. Keluaran (output) Data yang sudah dianalisis oleh SIG akan memberikan informasi pada pengguna data sehingga dapat dipakai sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Keluaran SIG dapat berupa peta cetakan (hard copy), rekaman soft copy dan tayangan (display). Dengan SIG, setiap orang dapat membuat peta dan kemudian mengubah atau memodifikasinya dengan cepat kapan saja. Di samping itu, pengguna SIG juga dapat memproses ulang pembuatan peta dengan tingkat ketelitian tinggi kapan saja sebagai contoh dalam pembuatan peta Amerika Selatan berdasarkan berbagai informasi atau tema yang tersedia.

Integrasi berbagai data masukan dan keluaran hasil SIG

Komponen SIG

Sobat Pintar, kali ini kita akan mempelajari Proses Utama dalam SIG!

Dalam kerja SIG, diperlukan komponen-komponen SIG yang merupakan sistem kompleks yang biasanya terintegrasi dengan lingkungan sistem komputer yang lain di tingkat fungsional dan jaringan.

Berikut komponen-komponen SIG.

  • Perangkat keras (hardware), berupa suatu unit komputer terdiri atas CPU, VDU, disk drive, tape drive, digitizer, printer, dan plotter.
  • Perangkat lunak (software) berupa modul-modul program misal Arc/info, Arc View, Map Info, R2V, dan sebagainya. Modul tersebut berupa masukan data, verifikasi data, penyimpanan data, pengolahan dan manajemen data, presentasi data, transformasi data, dan interaksi dengan pengguna.
  • Data dan informasi geografi, berupa data spasial (peta) foto udara, citra satelit dan data atribut seperti data penduduk, data industri, dan pertambangan.
  • Manajemen berupa sumber daya manusia yang mempunyai keahlian mengolah SIG.

Dari uraian di atas secara keseluruhan, maka SIG tidak hanya diterapkan di bidang sumber daya alam, tetapi sekarang berkembang pada bidang perencanaan pembangunan.

Berkembangnya SIG yang menggunakan bantuan teknologi komputer yang berupa perangkat keras maupun perangkat lunak dapat dimanfaatkan untuk membantu pemecahan masalah yang muncul dalam penanganan berbagai data. 

Penerapan SIG dalam Kajian Geografi

Sobat Pintar, kali ini kita akan mempelajari tentang penerapan sitem informasi geografis dalam kajian geografi!

Penyajian data SIG Secara garis besar, penyajian data dalam sistem informasi geografi dapat dilakukan melalui dua cara.

  • Cara manual (konvensional), yaitu pengolahan data dengan perhitungan-perhitungan menggunakan alat yang konvensional dan bersifat manual hingga semiotomatis dan tetap mempertahankan tenaga manusia. Contoh: alat bantu mekanik dan elektronik selain komputer.
  • Cara komputer, yaitu pengolahan data dengan menggunakan teknologi komputer. Data yang diselesaikan lebih cepat dengan hasil ketelitian (akurasi) lebih tinggi.

Berbagai gejala geosfer pada masa sekarang dapat disajikan secara cepat dan tepat serta banyak ragamnya yang dapat memberikan manfaat bagi kehidupan.

Oleh karena itu, sistem informasi geografi dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang;

  • Bidang sumber daya alam, meliputi inventarisasi, manajemen sumber daya alam, kesesuaian lahan untuk pertanian, perkebunan, kehutanan, perencanaan tata guna lahan, analisis daerah rawan bencana, dan potensi laut.
  • Bidang perencanaan, meliputi perencanaan wilayah, perencanaan permukiman transmigran, dan perencanaan lokasi industri.
  • Bidang pertanahan, meliputi sistem pertanahan dan manajemen pertanahan.
  • Bidang kependudukan, meliputi penyusunan data pokok, penyediaan informasi sensus sosial-ekonomi, sistem informasi pemilu, dan lain-lain.
  • Bidang ekonomi, bisnis, dan marketing, meliputi penentuan lokasi yang prospektif untuk bank, pasar swalayan, kantor ATM, dan lain-lain.
  • Bidang militer, meliputi penyediaan data spasial untuk analisis rute perjalanan, logistik, peralatan perang, dan sebagai tools untuk kebutuhan war game, dan lain-lain.
  • Bidang pendidikan, meliputi penentuan lokasi pendidikan, sistem informasi pendidikan/ akademis, dan lain-lain.
  • Bidang transportasi, meliputi inventarisasi jalan transportasi, analisis kesesuaian dan penentuan rute-rute alternatif transportasi, analisis lokasi rawan kemacetan, dan bahaya kecelakaan.

Latihan 1

Sumber data Sistem Informasi Geografis dapat diperoleh melalui peta, penginderaan jauh, dan data terestrial. Yang termasuk data terestrial adalah….

A. foto udara dan peta penggunaan lahan

B. peta geologi dan jenis mineral

C. citra satelit dan sumber daya

D. peta jalur lalu lintas dan data iklim

E. jumlah penduduk dan curah hujan

Latihan 2

Tenaga yang bersifat sinar buatan apabila dilakukan pemotretan pada malam hari disebut….

A. sistem aktif

B. jendela atmosfer

C. hamburan rayleigh

D. hamburan atmosfer

E. sistem pasif

Latihan 3

Yang termasuk kelemahan dari sistem informasi geografis adalah….

A. penyimpanan data ringkas dan hemat tempat (disket)

B. data tidak mudah ditransformasikan pada media lain

C. data dapat dianalisis cepat, tepat, dan waktu lama

D. relatif murah dibandingkan dengan survei lapangan

E. mudah dalam proses pengolahan data spasial wilayah

Latihan 4

Salah satu analisis yang digunakan dalam sistem informasi geografis (SIG) adalah dengan menampakkan (overlay) beberapa jenis peta. Bila peta jenis tanah, peta morfologi, dan peta iklim ditampakkan akan dihasilkan peta….

A. kesesuaian lahan

B. satuan penggunaan lahan

C. nilai ekonomis lahan

D. tata guna lahan

E. satuan bentang lahan

Latihan 5

Tahapan kerja dalam SIG adalah….

A. masukan, manajemen, penyajian

B. manajemen, pengolahan, penyajian

C. masukan, pengolahan, manajemen

D. pengolahan, penyajian, manajemen

E. masukan, manipulasi dan analisis, penyajian

redesain-navbar Portlet