APSiswaNavbarV2

redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Peta Belajar Bersama

Sobat, ini nih ada Peta Belajar Bersama IPS di BAB Pertama

Yuk, mulai belajar bersama !

Letak Koordinat Negara ASEAN

Sumber: Wikipedia.com

Sobat pintar, kalian tau gak sih Negara ASEAN memiliki wilayah laut dengan luas sekitar 5.060.100 km2, dengan wilayah daratan memiliki luas 4.817.000 km 3. Dan hanya Negara Laos yang tidak memiliki laut di dalam negaranya, Berdasarkan letak geografis ASEAN terletak diantara dua samudra dan dua benua yaitu Samudra hindia dan pasifik, sedangkan dua benua yaitu Asia dan Australia.
Negara ASEAN juga memiliki ciri-ciri berdasarkan bentuk secara geografisnya loh, yaitu :
A. Compact, yaitu berbentuk seperti lingkaran. Contohnya Negara kamboja
B. Fragmented, yaitu berbentuk kepulauan yang terpisah-pisah, Contohnya Indonesia
C. Elongated, yaitu berbentuk memanjang, Contohnya Vietnam
D. Protruded, yaitu bentuknya lebih kompleks dan beragam, biasanya terdapat ‘’tangan’’, Contohnya Thailand dan Myanmar. 
 

Letak Koordinat Negara ASEAN


Sumber: Wikipedia.com

Yang perlu kalian ketahui adalah Letak Koordinat adalah titik yang berpedoman pada garis latitude (garis lintang) dan longitude ( garis bujur) suatu daerah pada peta. Letak koordinat juga sering disebut sebagai letak astronomis loh. Selanjutnya kita akan memahami letak astronomis dari masing-masing Negara secara umum, diantaranya :

1. Indonesia 

Indonesia terletak antara 95° BT – 141° BT dan  6° LU-11° LS dan persilangan dua benua dan dua samudra. Secara geologis, Indonesia merupakan daerah pertemuan antara dua deretan pegunungan, yaitu sirkum pasifik dan sirkum mediterania. Selain itu, Indonesia juga merupakan pertemuan antara lempeng Asia, Indo-Australia, dan lempeng dasar samudra pasifik.

2. Brunei Darussalam

Negara Brunei Darussalam terletak pada 4°LU-6°LU dan 114° BT-115°BT. Wilayah Brunei dikelilingi oleh Negara Malaysia. Negara Brunei Darussalam terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian barat dan bagian timur. Bagian barat terdiri atas 3 daerah, yaitu daerah tutong, Belait, dan Brunei. Bagian timur adalah daerah temburong.

3. Filipina

Filipina  terletak antara 5°LU-21°LU dan di antara 117°BT-126°BT. Luas wilayahnya 30.000 km2. Garis pantai Negara ini sepanjang 36.289 km. Filipina merupakan Negara kepulauan, dengan jumlah pulau 7.107.

4. Kamboja

Kamboja terletak pada 10°LU-15° dan 102°BT-108°BT. Kamboja memiliki wilayah seluas 181.300 km2.

5. Laos

Laos memiliki letak astronomis 14°LU-22°LU dan 100°BT-107°BT. Dengan batas-batas sebagai berikut :

  • Sebelah barat berbatasan dengan Thailand dan Birma
  • Sebelah utara berbatasan dengan Tiongkok dan Vietnam
  • Sebelah Timur dengan Vietnam
  • Sebelah Selatan dengan Kamboja

6. Malaysia

Secara Geografis, Malaysia berbatasan dengan laut cina selatan, Indonesia, selat singapura, Singapura, Selat Malaka, dan Thailand. Malaysia terletak diantara 1°LU-7°LS dan antara 100°BT-120°BT.

7. Myanmar

Secara astronomis, Myanmar terletak antara 11°LU-28°LU dan 92°BT-101°BT

8. Singapura

Secara astronomis singapura terletak pada 11°LU-27°LS dan 103°BT-104°BT.

9. Thailand

Secara astronomis, Thailand terletak antara 6°LU-21°LU dan 97°BT-106°BT.

10. Vietnam

Secara astronomis,Vietnam terletak antara 23°LU-9°LU dan 105°BT-109°BT.

Latihan 1

Isilah titik-titik dibawah ini !

Negara yang memiliki bentuk compact adalah…

A. Laos

B. Vietnam

C. Kamboja

D. Indonesia

Latihan 2

Isilah titik-titik dibawah ini !

Sungai Mekong merupakan sungai terpanjang di Asia Tenggara. Sungai ini melintasi beberapa negara, termasuk Laos. Sungai Mekong memegang peranan penting bagi Laos, dimana pusat perekonomiannya terdapat di sepanjang sungai ini. Faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi adalah…. 

A. Sungai Mekong berfungsi sebagai batas negara Laos

B. Sungai Mekong merupakan sungai suci bagi masyarakat Laos

C. Sungai Mekong dapat dimanfaatkan untuk mengalirkan limbah industri Laos

D. banyaknya dermaga pelabuhan di Sungai Mekong

Latihan 3

Isilah titik-titik dibawah ini !

Brunei Darussalam terletak pada 4°LU - 6°LU dan 114°BT - 115°BT. Berdasarkan letak astronomis tersebut, maka Brunei Darussalam memiliki iklim….

A. kutub

B. tropis

C. subtropis

D. sedang

Latihan 4

Isilah titik-titik dibawah ini !

Filipina merupakan negara peringkat kedua (setelah Amerika Serikat) dalam hal penggunaan energi geothermal sebagai pembangkit listrik. Pengelolaan geothermal di Filipina ini jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia. Padahal, Indonesia juga memiliki potensi energi geothermal yang sangat tinggi. Faktor yang menyebabkan hal ini terjadi adalah….

A. topografi di Indonesia sangat beragam

B. cadangan energi fosil di Filipina yang lebih sedikit

C. Indonesia cenderung meningkatkan penggunaan energi fosilnya

D. tidak ada pembangkit listrik tenaga panas bumi di Indonesia

Latihan 5

Isilah titik-titik dibawah ini !

Kata budaya berasal dari beberapa bahasa. Salah satunya adalah dari bahasa Sansekerta yang memiliki arti akal budi, yaitu ….

A. culture

B. budhaya

C. cutler

D. colere

Faktor Interaksi Sosial


Sumber: HarusPintar.com 

Haii Sobat Pintar ! Dalam setiap masyarakat, kecenderungan mengalami mobilitas sosial berbeda beda. Ada masyarakat yang dengan cepat dan mudah mengalami mobilitas sosial, tetapi ada pula masyarakat yang cenderung sulit mengalami mobilitas sosial. Mengapa demikian? kalian pasti tanpa sengaja pernah merasakan pengaruh perubahan Mobilitas Sosial, kira- kira apa saja yang menjadi Faktor Pendorong Perubahan Mobilitas Sosial ya ??? 

A. Faktor pendorong
Terdapat dua faktor pendorong terbentuknya kerja sama, yaitu didasari kesamaan maupun perbedaan potensi alam yang dimiliki oleh suatu negara.

1. Kesamaan dan perbedaan sumber daya alam

Adanya kesamaan sumber daya alam dapat mendorong terbentuknya kerja sama untuk saling memenuhi kebutuhan persediaan antar negara.

2. Kesamaan dan perbedaan wilayah (kondisi geografis)

Dikarenakan akesaman letak geografis, beberapa negara suatu kawasan pada umumnya mengadakan kerja sama untuk menjaga stabilitas dan keamanan negara.

B. Faktor penghambat
Beberapa faktor penghambat kerjasama di kawasan ASEAN antara lain :
1. Perbedaan ideologi
2. Konflik dan peperangan
3. Kebijakan protektif
4. Perbedaan kepentingan tiap-tiap negara


 

Bentuk Kerjasama


Sumber: MediaIndonesia.com

Bagaimana pendapatmu tentang interaksi dan kerja sama antarnegara-negara ASEAN ? Interaksi dan kerja sama antarnegara-negara ASEAN semakin berkembang seiring dengan munculnya berbagai kebutuhan setiap negara anggota. Kebutuhan sosial, politik, ekonomi, dan bidang-bidang lainnya menuntut suatu negara untuk berperan aktif melakukan kerja sama antarnegara. Hal ini yang terkadang menimbulkan permasalahan sebagai akibat dari keinginan masing-masing negara untuk mendapatkan dan mewujudkan kepentingan nasionalnya. Organisasi internasional kemudian dibentuk guna mengatasi dan meminimalisasi masalah yang dapat ditimbulkan dari interaksi antar negara dalam berbagai bidang.
 
Bentuk kerja sama (Sosial, Politik, Budaya, Pendidikan Sosial dan Budaya)

1. Bentuk kerja sama dalam bidang sosial dan budaya
Kerja sama dalam bidang sosial dan budaya dilaksanakan oleh COSD (Committee on Social Development). Beberapa bentuk kerja sama di bidang sosial negara-negara anggota ASEAN antara lain sebagai berikut ;

  1. bidang pembangunan sosial dengan menekankan kesejahteraan golongan berpendapatan rendah, perluasan kesempatan kerja, serta pembayaran (upah) yang wajar;
  2. membantu kepada kaum wanita dan pemuda dalam usaha-usaha pembangunan;
  3. menanggulangi masalah masalah perkembangan penduduk dengan bekerja sama dengan badan badan internasional yang bersangkutan;
  4. Pengembangan sumber daya manusia;
  5. peningkatan kesejahteraan;
  6. program peningkatan kesehatan (makanan dan obat-obatan);
  7. pertukaran budaya dan seni, juga festival film ASEAN
  8. penandatanganan kesepakatan bersama di bidang pariwisata ASEAN (ASEAN Tourism Agreement (ATA)); serta
  9. penyelenggaraan pesta olahraga dua tahun sekali melalui SEA-Games.

2. Bentuk kerja sama dalam bidang politik dan keamanan
kerja sama dalam  bidang politik, menciptakan ASEAN Regional Forum (ARF) untuk membahas kasus kasus terkini yang menjadi perhatian ASEAN. Beberapa contoh nyata kerja sama politik dan keamanan adalah:

  1. Traktat Bantuan Hukum Timbal Balik di Bidang Pidana (Treaty on Mutual Assistance in Criminal Matters/MLAT).
  2. Konvensi ASEAN tentang Pemberantasan Terorisme (ASEAN Convention on Counter Terrorism/ACCT).
  3. Pertemuan para Menteri Pertahanan (Defence Ministers Meeting/ADMM) yang bertujuan mempromosikan perdamaian dan stabilitas kawasan melalui dialog serta kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan
  4. Penyelesaian sengketa Laut Cina Selatan.
  5. Kerjasama pemberantasan kejahatan lintas negara yang mencakup pemberantasan terorisme, perdagangan obat terlarang, pencucian uang penyelundupan dan perdagangan senjata ringan dan manusia, bajak laut, kejahatan internet, dan kejahatan ekonomi internasional.
  6. Kerja sama di bidang hukum, bidang migrasi dan kekonsuleran, serta kelembagaan antar parlemen. 

3. Bentuk kerja sama dalam bidang pendidikan
Contoh bentuk kerja sama negara-negara ASEAN dalam bidang pendidikan:

  1. ASEAN Council of Teachers Convention (ACT) di Sanur, Denpasar, Sabtu (8/12/2012), dengan tema ASEAN Community 2015: Teacher Professionalism for Quality Education and Humanity. Pada pertemuan  ini hadir organisasi guru dari Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, serta Korea Selatan.
  2. Penawaran beasiswa pendidikan. Contohnya, Singapura memberikan beasiswa latihan pengelolaan jasa pelabuhan udara, kesehatan dan keselamatan kerja industri, komunikasi bahari, dan lain-lain. Contoh lain: Indonesia memberikan beasiswa pendidikan kedokteran, bahasa, dan seni kepada pelajar negara negara anggota ASEAN dan kawasan negara berkembang.
  3. Negara-negara ASEAN memanfaatkan beasiswa untuk belajar di berbagai universitas di negara-negara ASEAN dan Jepang atas biaya yang diberikan oleh ASEAN-Japan Scholarship Fund (Dana Beasiswa ASEAN-Jepang).
     

Pengaruh Kerjasama



Sumber: Youtobe.com 

Upaya meningkatkan kerja sama antarnegara-negara ASEAN yang telah terbangunmelalui Tiga Pilar ASEAN dalam rangka pembentukan Masyarakat ASEAN tahun 2015 terus ditingkatkan. Tiga pilar tersebut yaitu kerja sama dalam bidang politik keamanan, ekonomi, dan sosial budaya.

1. Pengaruh Perubahan Ruang dan Interaksi Antarruang terhadap Keberlangsungan Kehidupan Ekonomi di Negara-Negara ASEAN

Para pemimpin ASEAN sepakat membentuk sebuah pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara pada akhir 2015. Kesepakatan ini dilakukan agar daya saing ASEAN meningkat serta bisa menyaingi Tiongkok dan India untuk menarik investasi asing. Penanaman modal asing di wilayah ini sangat dibutuhkan untuk memperluas lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan. Pasar tunggal ini disebut dengan istilah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). 

MEA membuka peluang satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara anggota ASEAN. Selain itu, akan dibentuk pasar tenaga kerja profesional, seperti dokter, ahli keteknikan, guru, akuntan, dan lain-lain. Bentuk interaksi ini akan membuka peluang tenaga kerja asing untuk mengisi berbagai jabatan serta profesi di Indonesia yang tertutup atau kekurangan sumber daya manusianya.

MEA membuka pasar dan lapangan kerja yang semakin bersaing sehingga berpengaruh terhadap penyiapan sumber daya manusia. Pendidikan yang berkualitas menjadi modal persaingan dalam menghasilkan lulusan yang mempunyai pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang terbuka berpikiran global. Kegiatan ekonomi berupa produksi, distribusi, dan konsumsi semakin luas dan bersaing bebas antarnegara ASEAN.

2. Pengaruh Perubahan Ruang dan Interaksi Antarruang terhadap Keberlangsungan Kehidupan Sosial di Negara-Negara ASEAN

Tahun 2015, ribuan pengungsi warga Myanmar membanjiri negara-negara tetangga, yaitu Malaysia, Thailand, dan Indonesia dengan menggunakan perahu. Pengungsi ini kemudian dikenal sebagai manusia perahu. ASEAN mengimbau negara-negara anggotanya agar menerima untuk sementara para manusia perahu itu atas pertimbangan kemanusiaan. Migrasi ini berpengaruh terhadap dinamika jumlah kependudukan suatu negara baik bagi yang mengungsi ataupun negara tujuan pengungsian. Selain itu, menimbulkan interaksi sosial, seperti simpati dan empati antar pengungsi dan penduduk setempat daerah pengungsian.

3. Pengaruh Perubahan Ruang dan Interaksi Antarruang terhadap Keberlangsungan Kehidupan Budaya di Negara-Negara ASEAN

Seiring dengan perjalanan selama 47 tahun, kerja sama budaya ASEAN telah mengalami perkembangan dan perubahan, yang menonjolkan kebudayaan sebagai faktor yang penting bagi pembangunan komunitas ASEAN secara berkesinambungan. Banyak kegiatan hingga saat ini telah atau sedang dilaksanakan, misalnya membangun Kota Budaya ASEAN, Perkemahan Pemuda ASEAN, dan Jaringan Kota Kuno ASEAN.

4. Pengaruh Perubahan Ruang dan Interaksi Antarruang terhadap Keberlangsungan Kehidupan Politik di Negara-Negara ASEAN

  1. ASEAN menawarkan untuk menyusun peraturan terkait sistem rekrutmen, penempatan kerja, dan besaran upah yang diberikan. 
  2. Penguatan kerangka kebijakan regional bagi perlindungan pekerja migran: Fokusnya adalah bantuan teknis kepada Kelompok Kerja ASEAN tentang Pekerja Migran, yang terdiri dari serikat pekerja, organisasi non pemerintah, organisasi pekerja migran dan akademisi, untuk melakukan advokasi, lobi, menyusun rancangan dan menyelenggarakan konsultasi regional dan nasional mengenai Deklarasi ASEAN dan suatu Instrumen ASEAN yang bersifat mengikat bagi Perlindungan Tenaga Kerja Migran, sebagaimana ditetapkan dalam mandat Rencana Aksi Vientiane ASEAN. 
  3. Penguatan Aliansi Regional bagi Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (Migran) (ADWA): Fokusnya adalah mendukung jejaring nasional pekerja migran dan pekerja rumah tangga migran dalam membentuk Aliansi Pekerja Rumah Tangga Asia di tingkat regional (Asia Domestic Workers Alliance/ADWA) untuk mengadvokasi kesetaraan hak asasi manusia dan perlindungan ketenagakerjaan bagi pekerja rumah tangga di Asia.

5. Pengaruh Perubahan Ruang dan Interaksi Antarruang terhadap Keberlangsungan Kehidupan Pendidikan di Asia Tenggara

Kualitas pendidikan dan lulusan yang kompeten mengubah paradigma pendidikan di setiap negara. Objek pelajaran, metode pembelajaran, dan guru yang kompeten menjadikan masyarakat negara-negara ASEAN terutama pelajar akan mengakses informasi dan belajar untuk meningkatkan pendidikannya.

Secara khusus menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN, pemerintah Indonesia berupaya memberikan kesempatan kepada lembaga pendidikan melakukan reformasi menyeluruh dalam sistem pendidikan. Contohnya, meningkatkan mutu pendidik baik bagi dosen atau guru melalui proses sertifikasi, akreditasi, standarisasi pendidikan, peningkatan gaji dan kesejahteraan pendidik, serta rekrutmen pendidik yang profesional.
 

Latihan 1

Isilah titik-titik dibawah ini !

Negara dengan sistem pendidikan terbaik di Asia Tenggara adalah….

A. Indonesia

B. Thailand

C. Singapura

D. Malaysia

Latihan 2

Isilah titik-titik dibawah ini !

Penyelenggaraan pesta olahraga setiap dua tahun sekali melalui SEA (Southeast Asian) Games merupakan bentuk kerja sama antar ruang ASEAN di bidang….
 

A. Politik

B. Sosial Budaya

C. Sosial Budaya

D. Keamanan

Latihan 3

Isilah titik-titik dibawah ini !

Adanya MEA memberikan dampak bagi kehidupan negara-negara yang ada di ASEAN. Bagi negara yang belum siap menghadapi  adanya MEA, maka salah satu dampak yang mungkin terjadi adalah meningkatnya angka pengangguran. Upaya yang bisa dilakukan oleh Indonesia untuk mencegah dampak buruk yang ditimbulkan oleh adanya MEA tersebut adalah….

A. menggunakan robot untuk meningkatkan produktivitas industri

B. memudahkan visa kerja untuk tenaga kerja asing

C. menarik tenaga ahli asing untuk bekerja di Indonesia

D. meningkatkan pendidikan dan keterampilan penduduknya

Latihan 4

Isilah titik-titik dibawah ini !

Salah satu tumbuhan asli yang berasal dari Filipina adalah pisang abaka. Serat dari batang tumbuhan ini dapat dimanfaatkan untuk….

A. bahan baku otomotif

B. bahan baku pembuatan pakaian

C. bahan baku pembuatan mebel

D. bahan baku obat

Latihan 5

Isilah titik-titik dibawah ini !

Organisasi kerja sama ekonomi di wilayah Asia Tenggara adalah….

A. ASEAN

B. OPEC

C. APEC

D. AFTA

Pengaruh Perubahan Ruang Interaksi Negara ASEAN





Sumber: Kompas.com 


Kalian tau gak sih, di dalam perubahan ruang dalam interaksi negara ASEAN, banyak berbagai faktor yang menjadi penyebabnya. salah satunya dari penyebab alam, teknologi maupun dengan ekonomi. yuk mari kita bahas !

1. Pengaruh Perubahan Ruang Interaksi Negara ASEAN(faktor alam, ilmu dan teknologi, ekonomi, konversi lahan)

A. Faktor Alam
Kondisi alam dan kondisi sosial negara-negara ASEAN yang relatif homogen dan saling membutuhkan memudahkan interaksi antara satu negara dan negara lainnya.Interaksi ini terjadi dalam bentuk kerja sama di berbagai bidang. Banyak faktor yang menimbulkan berbagai bentuk interaksi antara negara tersebut, antara lain faktor iklim dan faktor geologi.

B. Faktor Iklim 
lokasi negara-negara ASEAN yang berada di antara Benua Asia dan Benua Australia menyebabkan wilayah ini memiliki pola arah angin yang berganti setiap setengah tahun sekali. Angin ini dinamakan angin muson timur dan angin muson barat, masing-masing menyebabkan terjadinya musim kemarau dan musim hujan. Iklim yang dipengaruhi tiupan angin muson dinamakan iklim muson. Selain iklim matahari dan iklim muson, wilayah negara-negara ASEAN juga dipengaruhi iklim fisis. Iklim fisis dipengaruhi keadaan fisik suatu wilayah, seperti perairan laut, pegunungan, dan dataran. 

C. Faktor Geologi 
Empat dari sebelas negara ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Myanmar, pernah mengalami kejadian gempa yang merenggut korban jiwa sangat banyak. Sebagian besar korban diakibatkan tsunami yang terjadi setelah  gempa berlangsung. Korban tsunami yang menggemparkan dunia terjadi di wilayah  Indonesia, yaitu di Aceh pada tahun 2006. Sama seperti kejadian bencana lain, negara-negara ASEAN sebagai organisasi maupun negara-negara tetangga melalui Pusat Koordinasi Bantuan Kemanusiaan memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok, fasilitas kesehatan, maupun donasi untuk perbaikan lingkungan dalam masa pemulihan.

D. Faktor Ketersediaan Sumber Daya Alam 
Negara-negara ASEAN yang kaya dengan barang tambang mentah mengekspornya ke Singapura untuk diolah menjadi berbagai barang kebutuhan pokok. Negara-negara ASEAN yang lain juga melakukan kegiatan yang serupa dengan volume yang berbeda-beda sesuai kemampuan masing-masing negara. 

2.  Pengaruh Perubahan Ruang Terhadap Perkembangan Ilmu dan Teknologi 

Teknologi yang memiliki peranan besar dalam mengubah kehidupan manusia dalam berinteraksi adalah teknologi transportasi dan teknologi komunikasi. Teknologi transportasi dimanfaatkan untuk memindahkan barang dan manusia dari satu tempat ke tempat lain. Teknologi komunikasi dimanfaatkan untuk bertukar informasi. Teknologi produksi digunakan untuk memproduksi sandang, pangan, dan papan. 

3.  Pengaruh Perubahan Ruang Terhadap Kehidupan Ekonomi

Negara-negara anggota ASEAN mulai menerapkan AFTA (ASEAN Free Trade Area) dalam kehidupan internasionalnya. Secara ekonomis, pemberlakukan AFTA akan menjadikan kegiatan ekonomi lebih meluas. Produsen beras seperti Thailand dapat dengan mudah mengekspor produknya ke Singapura, Indonesia, dan negara anggota ASEAN lain tanpa dibebani pajak, begitupun sebaliknya. Pilihan konsumsi pun semakin banyak, baik kualitas maupun harganya. Kerja sama negara-negara ASEAN ini mendorong terjadinya perubahan tatanan kerja sama antarnegara dalam bidang ekonomi. Persaingan dalam kegiatan ekonomi menjadi lebih ketat dengan adanya kompetitor dari luar negeri.

4.  Pengaruh Konversi Lahan Pertanian ke Industri dan Pemukiman terhadap Perubahan Ruang dan Interaksi Antarruang

Konversi lahan pertanian sering terjadi di negara-negara ASEAN dengan laju pertumbuhan penduduk relatif tinggi, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Laos, Kamboja, dan Filipina. Konversi terjadi terutama di daerah pinggiran kota ataupun area persawahan yang letaknya berdekatan dengan fasilitas umum, seperti di dekat pasar. Konversi lahan pertanian bersifat menular, artinya ketika satu petak lahan telah dikonversi, lahan pertanian di sekitar petak tersebut juga rawan dikonversi. Hal ini berpengaruh terhadap kelangsungan kehidupan masyarakat di daerah tersebut.
 

Latihan 1

Isilah titik-titik dibawah ini !

Contoh kerjasama yang pernah dilakukan oleh ASEAN dalam menanggulangi bencana alam antara lain…

A. tragedi tsunami di malaysia tahun 2006

B. kebakaran hutan di sumatera tahun 2015

C. gempa bumi di singapura

D. banjir bandang di thailand tahun 1998

Latihan 2

Isilah titik-titik dibawah ini !

Faktor yang menimbulkan berbagai faktor interaksi antar negara dalam lingkup perubahan ruang adalah ..

A. faktor iklim dan geologi

B. faktor budaya dan kebudayaan

C. faktor ilmiah

D. faktor pendidikan

Latihan 3

Isilah titik-titik dibawah ini !

Negara ASEAN yang tidak memiliki sumber daya alam pertambagan adalah negara …

A. Indonesia

B. Vietnam

C. Singapura

D. Jepang

Latihan 4

Isilah titik-titik dibawah ini !

Wujud bentuk Pengaruh perubahan ruang dalam lingkup teknologi adalah…

A. teknologi komunikasi dan transportasi

B. teknologi pemasaran

C. teknologi edukasi

D. teknologi robot

Latihan 5

Isilah titik-titik dibawah ini !

Perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat di negara-negara ASEAN sebagai akibat perkembangan teknologi transportasi dan komunikasi dalam aspek sosial yaitu …

A. Kebutuhan transportasi massal semakin tinggi untuk menghindari kemacetan.

B. penjualan berkurang

C. banyak kriminal dimana-mana

D. pendidikan semakin tinggi

redesain-navbar Portlet