APSiswaNavbarV2

redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Peta Belajar Bersama

Sobat, ini nih ada Peta Belajar Bersama IPS di BAB Kedua


Yuk, mulai belajar bersama !

Pengertian Mobilitas

 



Sumber : Suara.com 

Sobat pintar! terkadang di dalam lingkungan banyak sekali terjadinya mobilitas sosial yang terkadang kita gak suka sadar nih. nah, Mobilitas berasal dari bahasa latin yakni mobilis, yang berarti mudah dipindahkan atau banyak bergerak dari satu tempat ke tempat lainya. Kata social tersebut mengandung makna seseorang atau sekelompok warga dalam kelompok sosial. Jadi, mobilitas sosial berarti perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan satu ke lapisan lain
 

BENTUK-BENTUK MOBILITAS SOSIAL


Sumber : Buguruku.com

Mobilitas sosial positif/naik yaitu perubahan atau dampak yang akan lebih mempercepat tingkat perubahan sosial masyarakat ke arah yang lebih baik. Mobilitas Sosial negatif/turun yaitu perubahan atau dampak yang akan lebih mempercepat tingkat perubahan sosial masyarakat ke arah yang lebih buruk

1. Mobilitas Vertikal

ketika kamu berada di posisi itu, kamu punya kesempatan buat naik ke atas atau turun ke bawah ‘kan? Begitu juga dengan mobilitas vertikal yang dibedakan menjadi mobilitas sosial vertikal ke atas dan mobilitas sosial vertikal ke bawah. Maksudnya, perpindahan status sosial yang terjadi bisa menjadi lebih tinggi (naik) maupun lebih rendah (turun). Maka dari itu mobilitas vertikal adalah perpindahan status sosial yang dimiliki seseorang atau kelompok ke status sosial lain yang tidak sederajat dari sebelumnya.

2. Mobilitas Horizontal

Dalam mobilitas horizontal adalah, perpindahan status sosial yang dialami seseorang atau kelompok tidak akan mengubah derajat sosialnya atau akan tetap sejajar seperti sebelumnya. Contohnya, seorang dokter yang bekerja di salah satu rumah sakit Bandung diharuskan pindah tugas ke rumah sakit Jakarta. Pada kasus itu, dokter tersebut mengalami mobilitas horizontal, yaitu perpindahan tempat kerja tetapi tidak mengubah status sosialnya sebagai dokter. Penghasilannya tidak berubah dan jabatannya sebagai seorang dokter juga tidak berubah. 

FAKTOR PENDORONG DAN PENGHAMBAT MOBILITAS SOSIAL




Sumber : Bobo.grid.id

Kalian mungkin bertanya, mengapa terjadi mobilitas sosial? Apakah mobilitas selalu terjadi dalam masyarakat? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kalian perlu mempelajari faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya mobilitas sosial. Dalam setiap masyarakat, kecenderungan mengalami mobilitas sosial berbeda beda.Ada masyarakat yang dengan cepat dan mudah mengalami mobilitas sosial, tetapi ada pula masyarakat yang cenderung sulit mengalami mobilitas sosial. Mengapa demikian?

Faktor penghambat

1. Faktor Struktural
Faktor ini terkait dengan kesempatan seseorang untuk menempati sebuah kedudukan serta kemudahan untuk memperolehnya. Kalau di Indonesia sih struktur masyarakatnya sangat terbuka. Jadi, kesempatan kamu untuk menempati berbagai jabatan yang tinggi, seperti manajer bahkan presiden, menjadi lebih besar, lho! Namun, di Indonesia, ketersediaan lapangan pekerjaan dengan jumlah penduduknya juga masih belum imbang, nih. Ini bisa menjadi penyebab individu atau kelompok punya potensi mengalami mobilitas sosial yang turun.

2. Faktor Individu
Faktor ini terkait dengan kualitas individu yang dilihat dari segi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Manusia ‘akan dilahirkan dalam status sosial yang dimiliki orang tuanya tuh. Nah, jika seseorang tidak puas dengan status sosial yang diwariskan, ia dapat berusaha untuk mencapai status sosial yang lebih tinggi. Sampai saat ini, pendidikan masih dianggap sebagai social elevator atau sarana yang dapat membuat orang menjadi pribadi yang lebih berkualitas dan meningkatkan status sosialnya di masyarakat.

3. Faktor Ekonomi
Jika situasi ekonomi dalam masyarakat cenderung baik maka mobilitas sosial pun dapat terwujud. Kondisi ekonomi yang baik membuat masyarakat mudah memperoleh modal, pendidikan, dan kesempatan lainnya. jika,ekonominya buruk, masyarakat akan memiliki pendapatan terbatas sehingga sulit untuk memenuhi seluruh kebutuhannya dan mobilitas sosial tidak akan bisa terjadi.

4. Faktor Politik
Faktor yang satu ini sangat bergantung pada situasi politik suatu negara. Keadaan negara yang tidak stabil akan mempengaruhi kondisi keamanannya. Dengan begitu, ketersediaan dan kemudahan dalam bekerja juga lebih baik sehingga masyarakat mampu melakukan mobilitas sosialnya.

5. Faktor kependudukan
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk di Indonesia hampir selalu bertambah dari waktu ke waktu. Pertambahan penduduk bisa mempersempit lahan pemukiman bahkan meningkatkan kemiskinan. Makanya, masalah kependudukan seperti ini mendorong individu dan pemerintah untuk mengarahkan masyarakat agar bermigrasi ke daerah lain sehingga mobilitas sosial pun terjadi.

Faktor Pendorong

1. Faktor Kemiskinan
Masyarakat yang mengalami kemiskinan akan kesulitan untuk mencapai status sosial tertentu. Salah satu penyebab kemiskinan adalah pendidikan yang rendah. Emang kenapa kalau pendidikannya rendah? Dengan pendidikan yang rendah, kualitasnya sebagai sumber daya manusia pun juga menjadi rendah. Akibatnya, kemampuannya untuk bersaing dalam mendapatkan pekerjaan menjadi terbatas

2. Faktor Diskriminasi
Diskriminasi adalah membedakan perlakuan terhadap sesama karena alasan beda bangsa, suku ras, agama, dan golongan. Nah, perlakuan membedakan seperti ini sangat tidak baik, selain dapat mengakibatkan konflik, juga dapat menghambat mobilitas sosial.

3. Stereotip Gender
Membeda-bedakan karakteristik serta posisi sosial laki-laki dan perempuan, seperti memiliki pandangan bahwa derajat laki-laki lebih tinggi daripada wanita juga bisa menghambat mobilitas sosial, lho! Misalnya, pandangan bahwa perempuan tidak perlu berpendidikan tinggi toh yang bekerja adalah suami. perilaku seperti itu dapat menghalangi prestasi dan kesempatan seseorang untuk melakukan mobilitas agar status sosialnya meningkat

Latihan 1

Isilah titik-titik dibawah ini !

Seorang yang memiliki latar belakang sebagai guru Sekolah Dasar berhasil menjadi pengusaha yan sukses (konglomerat). Contoh tersebut menunjukkan telah terjadi mobilitas ….

A. horizontal

B. vertikal naik

C. vertikal turun

D. antar generasi

Latihan 2

Isilah titik-titik dibawah ini !

Seorang pemuda terpelajar dari kalangan rakyat biasa menikah dengan putri seorang hartawan. pemuda tersebut kemudian menempati status sosial yang setara dengan istrinya.Saluran yang digunakan untuk mobilitas sosial adalah ...

A. pendidikan dasar

B. partai politik

C. lembaga keagamaan

D. perkawinan

Latihan 3

Isilah titik-titik dibawah ini !

Berikut yang merupakan contoh mobilitas sosial vertikal adalah ….

A. kantor Kinan bulan ini menjalankan sistem rotasi pekerjaan ke daerah lain

B. Galuh mendapatkan promosi jabatan di kantor

C. Hesa pindah tempat tinggal ke daerah lain

D. Cahaya pindah kewarganegaraan mengikuti suaminya

Latihan 4

Isilah titik-titik dibawah ini !

Mobilitas merupakan kata dari bahasa latin yaitu ‘’ mobilis ‘’ yang mempunyai arti : 

A. sulit dipindahkan

B. mudah dipindahkan

C. tetap ditempat

D. sedang berhenti

Latihan 5

Isilah titik-titik dibawah ini !

Berikut yang merupakan contoh mobilitas sosial vertikal adalah ….

A. kantor Kinan bulan ini menjalankan sistem rotasi pekerjaan ke daerah lain

B. Galuh mendapatkan promosi jabatan di kantor

C. Hesa pindah tempat tinggal ke daerah lain

D. Cahaya pindah kewarganegaraan mengikuti suaminya

JENIS DAN PERBEDAAN PLURALITAS

Sumber: buguruku.com

Hai sobat pintar! banyak sekali perbedaan dalam berbagai hal di dalam negara kesatuan kita nih, negara Indonesia. nah berbagai macam perbedaan dan jenisnya, yuk kita sama-sama bahas  macam-macam perbedaan pluralitas di indonesia. Kekayaan serta keberagaman yang dimiliki oleh Indonesia menjadikannya sebagai suatu negara yang multikultural yaitu masyarakat yang hidup serta berdampingan dengan berbagai macam jenis kebudayaan, namun antara satu dan lainnya tetap saling menjaga serta menghormati perbedaan budaya yang ada. Pluralisme kehidupan sosial dipengaruhi oleh berbagai macam jenis faktor seperti kondisi geografis, kegiatan ekonomi, dan lain sebagainya.

Bentuk-bentuk pluralitas yang ada di Indonesia:

1. Perbedaan Agama
Di Indonesia, terdapat berbagai macam agama serta kepercayaan yang dipeluk atau dihayati oleh seseorang atau suatu kelompok tertentu. Setiap kepercayaan, memiliki tradisi ataupun tempat ibadahnya sendiri. Perbedaan cara sembahyang dari masing-masing umat perlu diketahui oleh setiap individu sebagai komponen dasar untuk menerapkan sikap saling menghargai dan toleransi. Pluralisme agama bisa dilihat dari tempat ibadahnya, misalnya, masjid (Islam), gereja (Kristen dan Katolik), pura (Hindu), vihara (Buddha), dan kelenteng (Kong Hu Cu).

2. Perbedaan Budaya
Setiap daerah memiliki ciri khas serta kebudayaannya sendiri yang dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Dua faktor yang mempengaruhi budaya pada masyarakat yaitu perbedaan lokasi dan perbedaan agama atau kepercayaan. Perbedaan dipengaruhi lokasi Budaya dipengaruhi oleh lokasi meliputi perbedaan geografis dan kondisi alam yang menyebabkan antara budaya di satu daerah dan daerah lainnya memiliki perbedaan. Sebagai contoh, hasil kerajinan yang berbeda antara masyarakat yang tinggal di pesisir pantai dan di pegunungan.

Budaya dipengaruhi agama atau kepercayaan Kebudayaan yang terpengaruh oleh ajaran agama tertentu yang menghasilkan suatu kebudayaan tertentu. Semisal, pada umat Hindu-Buddha, mereka menggunakan relief yang ada di dinding-dinding candi yang mengandung makna tertentu untuk dijadikan pembelajaran bagi umatnya. Di agama Islam, terdapat seni kaligrafi yang dapat ditemukan di masjid. Perbedaan budaya ini juga dapat disebabkan oleh faktor-faktor yang ada di daerah tertentu, seperti adat-istiadat, kebiasaan, dan tradisi

3. Perbedaan Suku Bangsa
Indonesia memiliki kelompok etnis atau suku bangsa yang terdiri dari lebih dari 300 kelompok, dari Sabang hingga Merauke. Kelompok-kelompok ini merupakan bagian dari provinsi yang ada di Indonesia, seperti Aceh memiliki suku Gayo, Sumatera Utara memiliki suku Batak, dan lain sebagainya. Perbedaan suku yang beragam di Indonesia juga tidak terlepas dari faktor sejarah nenek moyang bangsa Indonesia.

4. Perbedaan Pekerjaan
Kegiatan ekonomi yang berkembang di Indonesia menjadi salah satu faktor keberagaman pekerjaan yang ada, tergantung dari kebutuhannya. Baik itu pekerjaan non-formal maupun formal, semuanya berkesinambungan antara satu dan lainnya, karena saling membutuhkan.
 

PERAN DAN FUNGSI PLURALITAS




Sumber: kemdikbud.go.id 

Keragaman Budaya Keberagaman adat istiadat, tradisi, serta budaya menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki daya tarik tersendiri di dalam bidang kesenian.

Dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial (2017: 113-119) tertulis terdapat beberapa peran serta fungsi dari budaya Indonesia yang multikultural, sehingga dikenal luas di dunia, yaitu ;
- Sebagai daya tarik bagi bangsa asing
- Mengembangkan kebudayaan nasional
- Tertanamnya sikap toleransi
- Saling melengkapi hasil budaya
- Mendorong inovasi kebudayaan.

Latihan 1

Isilah titik-titik dibawah ini !

Pluralitas artinya adalah …

A. kultur

B. kemajemukan

C. perbedaan

D. seni

Latihan 2

Isilah titik-titik dibawah ini !

Salah satu fungsi etnosentrisme pada suatu suku bangsa yaitu untuk …

A. untuk menggabungkan dua kebudayaan

B. mempertahankan kebudayaan sendiri

C. membentuk kebudayaan modern

D. mempertahankan kebudayaan asing

Latihan 3

Isilah titik-titik dibawah ini !

Berikut ini bukan merupakan perbedaan dalam pluralitas masyarakat indonesia ..

A. perbedaan pandangan politik

B. perbedaan agama

C. perbedaan suku dan bangsa

D. perbedaan pekerjaan

Latihan 4

Isilah titik-titik dibawah ini !

Berikut ini merupakan salah satu contoh integrasi budaya yaitu …

A. tari sekapur sirih

B. keris pusaka

C. tari bali

D. kebudayaan wanita

Latihan 5

 Isilah titik-titik dibawah ini !

Keseluruhan dari sikap dan pola perilaku suatu pengetahuan yang merupakan suatu kebiasaan yang diwariskan dan dimiliki oleh anggota  masyarakat disebut …

A. budaya

B. agama

C. sikap spiritual

D. nilai kebudayaan

PENGERTIAN KONFLIK



Sumber : Cerdika.com

Hai sobat pintar! banyak sekali nih yang terjadi konflik di berbagai macam daerah maupun negara, tanpa kita sadari konflik terkadang menjadi suatu rutinitas setiap saat dalam berbagai macam kondisi. Menurut Soerjono Soekanto mendefinisikan konflik sebagai suatu proses sosial ketika seseorang atau sekelompok orang berusaha mencapai tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan disertai ancaman atau kekerasan.
 

FAKTOR PENYEBAB KONFLIK SOSIAL

Sumber : PikiranRakyat.Com

Mengapa terjadi konflik? Akar konflik adalah perbedaan. Berikut ini merupakan beberapa penyebab konflik yang biasanya terjadi dalam kehidupan manusia.
Faktor penyebab konflik sosial sebagai berikut :

  1. Perbedaan keyakinan dan pendirian.
  2. Perbedaan kebudayaan antar kelompok masyarakat.
  3. Perbedaan kepentingan antar individu/ kelompok.
  4. Kesenjangan sosial mengenai tingkat kesejahteraan.
  5. Ketidaksiapan masyarakat menerima perubahan sosial.

DAMPAK TERJADINYA KONFLIK SOSIAL


Sumber: Kumparan.com

Konflik sosial dapat memunculkan dampak dampak positif dan negatif berikut ;

Dampak Negatif

  1. Menimbulkan perpecahan.
  2. Memulihkan roda perekonomian.
  3. Meningkatkan keresahan masyarakat.
  4. Menyebabkan kerusakan sarana dan prasarana umum.
  5.  Menghancurkan harta benda dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
  6.  Merusak struktur sosial.

Dampak Positif

  1. Memunculkan norma baru
  2. Meningkatkan solidaritas kelompok.
  3. Meningkatkan kekuatan pribadi untuk menghadapi berbagai situasi konflik
  4. Mendorong kesadaran kelompok yang berkonflik untuk melakukan kompromi

PENGERTIAN INTEGRASI SOSIAL


Sumber: Teropong.id

Integrasi sosial merupakan gabungan dari dua istilah kata, yaitu 'integrasi' yang dalam Bahasa Inggris disebut dengan integration, yang memiliki arti kesempurnaan atau keseluruhan. Sementara kata 'sosial' berarti hubungan dan juga timbal balik dari tindakan yang dilakukan oleh masyarakat. Adapun menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), integrasi adalah pembauran sesuatu hingga menjadi kesatuan yang utuh dan bulat. Integrasi sosial mempunyai peran penting bagi semua kalangan masyarakat. Dengan adanya integrasi sosial yang baik, tujuan terbentuknya masyarakat harmonis akan mudah mencapai tujuan bersama.


 

 

FAKTOR-FAKTOR INTEGRASI SOSIAL


Sumber : Tribunewsmaker.com

Faktor terjadinya Integrasi sosial dibagi menjadi dua macam, yaitu faktor pendorong dan penghambat. berikut penjelasanya;

Faktor Pendorong terjadinya Integrasi Sosial

Faktor Internal

  1. Adanya sikap saling menghargai dan toleransi antar individu dan kelompok.
  2. Adanya sikap terbuka terhadap perubahan,
  3. Adanya kesadaran bahwa manusia sebagai makhluk sosial akan selalu membutuhkan orang lain.
  4. Terjadinya kontak dengan kebudayaan lain secara intensif.

Faktor Eksternal

  1. Adanya pertambahan populasi penduduk yang heterogen/beragam.
  2. Adanya sistem pendidikan yang maju.
  3. Adanya sistem masyarakat yang terbuka dengan budaya asing.
  4. Adanya musuh dari luar kelompok yang harus dihadapi bersama.

Faktor Penghambat Integrasi Sosial

Faktor Internal

  1. Adanya sikap individu/kelompok yang masih sangat tradisional.
  2. Adanya ikatan sosial yang rendah antarindividu dan kelompok
  3. Adanya sikap curiga dan prasangka terhadap kelompok lain.
  4. Adanya sifat primordial, yakni merasa kebudayaan sendiri lebih baik dari kebudayaan lainnya.

Faktor eksternal

  1. Adanya kesenjangan sosial yang memunculkan kecemburuan sosial antarkelompok.
  2. Adanya ketidakmerataan pembangunan.
  3. Perkembangan ilmu pengetahuan yang lambat.
  4. Adanya sistem masyarakat yang tertutup dengan budaya asing.

 
 

Latihan 1

Isilah titik-titik dibawah ini !

Jika masing-masing unsur sosial yang saling berbeda sudah bisa saling menyesuaikan dari sehingga terbentuklah harmoni sosial maka proses demikian disebut ....

A. Integrasi sosial

B. Konsolidasi

C. Integrasi

D. Kompromi sosial

Latihan 2

Isilah titik-titik dibawah ini !

Integrasi sosial tetap terpelihara dengan baik dalam masyarakat apabila didukung oleh adanya kesamaan ....

A. Pola pikir anggota masyarakat

B. Asal usul anggota masyarakat

C. Kehendak di antara anggota masyarakat

D. Mata pencaharian dan nasib

Latihan 3

Isilah titik-titik dibawah ini !

Wujud integrasi sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia adalah ....

A. Menjunjung tinggi nilai –nilai dan norma-norma yang berdasarkan kepribadian bangsa

B. Sikap kerja sama antarwarga masyarakat tanpa membedakan latar belakang

C. Rasa persatuan dan kesatuan bangsa sangat kukuh

D. Semua jawaban benar

Latihan 4

Isilah titik-titik dibawah ini !

Berikut ini yang bukan merupakan penyebab konflik di masyarakat yaitu ...

A. Perbedaan pendapat antar individu

B. Perbedaan kebudayaan

C. Akomodasi

D. Perubahan sosial

Latihan 5

Isilah titik-titik dibawah ini !

Penyelesaian konflik antara GAM dan Indonesia melalui meja perundingan yang difasilitasi oleh sebuah LSM dari Finlandia merupakan penyelesaian konflik dalam bentuk .... 

A. mediasi

B. konsiliasi

C. negosiasi

D. arbitrase

redesain-navbar Portlet