APSiswaNavbarV2

redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Peta Belajar Bersama

Sobat, ini nih ada Peta Belajar Bersama IPS di BAB Keempat


Yuk, mulai belajar bersama !

Latar Belakang Kedatangan Bangsa Barat


Sumber: asaldansejrah45.com

Hai Sobat Pintar ! tahukah kamu mengapa bangsa-bangsa Barat tertarik dengan kekayaan Indonesia? Kekayaan apa saja yang mendorong kedatangan bangsa-bangsa Barat ke Indonesia? dan apa saja yang menjadi penyebab bangsa barat ingin sekali melakukan kegiatan termasuk kedalam penjajahan di indonesia. kali, ini kita akan membahas secara singkat mengenai daya tarik sekaligus faktor pendorong kedatangan bangsa barat ke indonesia. Yuk kita simak !

Beberapa daya tarik sebagai faktor pendorong bangsa barat ke indonesia antara lain :

1. Rempah-Rempah 
Indonesia dan bangsa-bangsa di Eropa memiliki perbedaan kondisi alam. Lokasi mempengaruhi perbedaan iklim dan kondisi tanah di Indonesia dan Eropa. Hal ini mengakibatkan hasil bumi yang diperoleh juga berbeda. Keberadaan musim hujan dan kemarau di Indonesia memungkinkan berbagai tanaman mudah tumbuh dan berkembang di Indonesia. Tanaman kebutuhan sehari hari dapat ditanam di setiap waktu. Hal ini berbeda dengan bangsa-bangsa Eropa yang memiliki empat musim, yakni musim panas, musim dingin, musim semi, dan musim gugur.  Rempah-rempah bagi bangsa-bangsa Eropa dapat digunakan untuk mengawetkan makanan, bumbu masakan, dan obat obatan. Negara-negara tropis seperti Indonesia kaya akan rempah-rempah sehingga bangsa-bangsa Barat berusaha memperolehnya.

2. Motivasi 3G (Gold, Gospel, Glory)
Gold artinya emas, yang  identik dengan kekayaan. Semboyan ini menggambarkan bahwa tujuan bangsa Barat ke Indonesia adalah untuk mencari kekayaan. Itulah yang membuat mereka melakukan ekspedisi dan penjelajahan. Glory bermakna kejayaan bangsa. Gospel adalah keinginan bangsa Barat untuk menyebarluaskan atau mengajarkan agama Nasrani khususnya agama Kristen ke bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan.

3. Revolusi Industri 
Revolusi industri merupakan salah satu pendorong imperialisme modern. Sudah sangat lama bangsa-bangsa Eropa mengetahui Nusantara (Indonesia) sebagai sumber rempah-rempah. Bahkan sebelum Masehi. Revolusi Industri adalah pergantian atau perubahan secara menyeluruh dalam memproduksi barang dari sebelumnya menggunakan tenaga manusia dan hewan menjadi tenaga mesin. Penggunaan mesin dalam industri menjadikan produksi lebih efisien, ongkos produksi dapat ditekan, serta barang dapat diproduksi dalam jumlah besar dan cepat. Berkembangnya revolusi industri menyebabkan bangsa-bangsa Barat memerlukan bahan baku yang lebih banyak. Mereka juga memerlukan daerah pemasaran untuk menjual hasil-hasil industrinya. 

Kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia



Sumber : AsalusulSejarah.com

Bagaimana proses kedatangan bangsa-bangsa Barat ke Indonesia? Kegiatan apa saja yang mereka lakukan dalam perjalanan tersebut? Belanda adalah negara yang paling lama menjajah Indonesia. Selain Belanda, bangsa-bangsaBarat yang datang ke Indonesia pada masa penjajahan adalah Portugis, Spanyol, dan Inggris. 

1. Kedatangan Bangsa Portugis di Maluku

Perjalanan bangsa Portugis mencari sumber rempah-rempah diawali  dari kota Lisabon, Portugis. Pada tahun 1486, Bartholomeus Diaz melakukan pelayaran pertama menyusuri pantai barat Afrika. Ia bermaksud melakukan pelayaran ke India, namun gagal. Portugis mencapai Malaka pada tahun 1511 dibawah pimpinan Alfonso d'Albuquerque. Ia berhasil menguasai Malaka dan Myanmar. Selanjutnya Portugis menjalin hubungan dagang dengan Maluku. Pada tahun 1512, bangsa Portugis telah berhasil sampai di Maluku di bawah pimpinan Antonio de Abreu dan Francisco Serão..

2. Ekspedisi Bangsa Inggris 

Persekutuan dagang milik Inggris diberi nama EIC (East India Company). Didalamnya bergabung para pengusaha Inggris. Walaupun Inggris tiba di Kepulauan Nusantara, pengaruhnya tidak terlalu banyak seperti halnya Belanda. Hal ini disebabkan EIC terdesak oleh Belanda, sehingga Inggris menyingkir ke India/Asia Selatan dan Asia Timur. 

3. Kedatangan Bangsa Belanda Ke Jayakarta 

Kedatangan Houtman di Indonesia kemudian disusul ekspedisi-ekspedisi lainnya. Dengan banyaknya pedagang Belanda di Indonesia maka muncullah persaingan di antara mereka sendiri.  Untuk mencegah persaingan yang tidak sehat, pada tahun 1602 didirikan Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC/Perserikatan Maskapai  Hindia Timur) yang merupakan merger (penggabungan) dari beberapa perusahaan dagang Belanda. Gubernur Jenderal pertama VOC adalah Pieter Both. Ia mendirikan pusat perdagangan VOC di Ambon, Maluku. Namun kemudian, pusat dagang dipindahkan ke Jayakarta (Jakarta) karena VOC memandang bahwa Jawa lebih strategis sebagai lalu-lintas perdagangan.

Selain itu, Belanda ingin menyingkirkan saingan mereka,yaitu Portugis di Malaka. Pangeran Jayawikarta (penguasa bagian wilayah Banten) memberi izin kepada VOC untuk mendirikan kantor dagang di Jayakarta. Selain memberikan izin kepada VOC, Pangeran Jayawikarta juga memberikan izin pendirian kantor dagang kepada EIC (Inggris). Kebijakan ini membuat Belanda merasa tidak menyukai Pangeran Jayakarta.

Gubernur Jendral VOC Jan Pieterszoon Coen membujuk penguasa Kerajaan Banten untuk memecat Pangeran Jayawikarta, sekaligus memohon agar izin kantor dagang Inggris EIC dicabut. Pada tanggal  31 Mei 1619, keinginan VOC dikabulkan raja Banten. Momentum inilah yang kemudian menjadi mata rantai kekuasaan VOC dan Belanda pada masa berikutnya. VOC menikmati keleluasaan dan kelonggaran yang diberikan penguasa Banten. Jayakarta oleh VOC diubah namanya menjadi Batavia. VOC mendirikan benteng sebagai tempat pertahanan, pusat kantor dagang, dan pemerintahan. Pengaruh ekonomi VOC semakin kuat dengan dimilikinya hak monopoli perdagangan. Masa inilah yang menjadi sandaran perluasan kekuasaan Belanda pada perjalanan sejarah selanjutnya.
 

Latihan 1

Perhatikan data berikut !

1. Adanya semangat penaklukan (reconquista)
2. Jatuhnya kekaisaran Romawi
3. Adanya keinginan untuk mendapatkan rempah – rempah
4. Perang salib
5. Semangat 3G (Gold, Glory, Gospel)
Dari data di atas yang menjadi pendorong bangsa Eropa melakukan penjelajahan 
Samudra adalah ….

A. 1, 2, dan 3

B. 1, 2, dan 4

C. 1, 3, dan 5

D. 4 & 3

Latihan 2

Isilah titik-titik dibawah ini !

Bangsa Portugis sampai di Maluku pada tahun …

A. 1510

B. 1511

C. 1512

D. 1521

Latihan 3

Isilah titik-titik dibawah ini !

Perselisihan antara Portugis dan Spanyol dapat diselesaikan dengan sebuah perjanjian yaitu …

A. Perjanjian Saragosa

B. Perjanjian Tordesillas

C. Perjanjian Giyanti

D. Traktat London

Latihan 4

Isilah titik-titik dibawah ini !

Latar belakang dan faktor pendorong kedatangan bangsa-bangsa Eropa ke Asia adalah sebagai berikut, kecuali…

A. keinginan menemukan daerah asal rempah-rempah

B. runtuhnya Konstantinopel ke tangan bangsa Turki Seljuk yang menyebabkan putusnya hubungan dagang Asia-Eropa

C. keinginan membuktikan teori Copernicus bahwa bumi bulat

D. penemuan mesin uap oleh James Watt

Latihan 5

Isilah titik-titik dibawah ini !

Bangsa Portugis pertama kali mendarat di Indonesia di daerah …

A. Banten

B. Jakarta

C. Surabaya

D. Maluku

Monopoli Dalam Perdagangan



Sumber: Kompas.com

Apa saja yang dialami bangsa Indonesia pada masa penjajahan? Perkembangan kolonialisme dan imperialisme Barat di Indonesia menyebabkan perubahan masyarakat Indonesia dalam berbagai bidang. Pemerintah kolonial menerapkan kebijakan yang merugikan bangsa Indonesia. Akibatnya, bangsa Indonesia melakukan perlawanan untuk mengusir penjajah.

Monopoli adalah penguasaan pasar yang dilakukan oleh satu atau sedikit perusahaan. Bagaimanakah dampak monopoli? Bagi pelaku perusahaan, monopoli sangat menguntungkan karena mereka dapat menentukan harga beli dan harga jual. Sebagai contoh, pada saat melakukan monopoli rempah-rempah di Indonesia,VOC membuat perjanjian dengan kerajaan-kerajaan di Indonesia. Isinya, setiap kerajaan hanya mengizinkan rakyat menjual hasil bumi kepada VOC. Karena produsen sudah dikuasai VOC, maka pada saat rempah-rempah dijual, harganya sangat turun. Sebaliknya, VOC menjualnya kembali ke Eropa dengan harga yang sangat tinggi.

Seusai perang, Belanda biasanya meminta imbalan berupa monopoli perdagangan atau penguasaan atas beberapa lahan atau daerah. Akibat monopoli, rakyat Indonesia sangat menderita. Mengapa demikian? Dengan adanya monopoli, rakyat tidak memiliki kebebasan menjual hasil bumi mereka. Mereka terpaksa menjual hasil bumi hanya kepada VOC. VOC dengan kekuasaannya membeli hasil bumi rakyat Indonesia dengan harga yang sangat rendah. Padahal apabila rakyat menjual kepada pedagang lain, harganya bisa jauh lebih tinggi.

Untuk meluaskan kekuasaan, VOC mempersiapkan penguasaan dengan cara perang (militer). Beberapa gubernur jenderal, seperti Antonio van Diemen (16351645, Johan Maatsuyker (1653-1678), Rijklof van Goens (1678-1681), Cornellis Jansz Speelman (1681-1684), merupakan tokoh-tokoh peletak dasar politik ekspansi VOC. VOC mengalami kebangkrutan pada akhir abad XVIII. Korupsi dan manajemen perusahaan yang kurang baik menjadi penyebab utama kebangkrutan VOC. Akhirnya, tanggal 13 Desember 1799, VOC dibubarkan. Mulai tanggal 1 Januari 1800, Indonesia menjadi jajahan Pemerintah Belanda, atau sering disebut masa Pemerintahan Hindia Belanda. Mulai periode inilah Belanda secara resmi menjalankan pemerintahan kolonial dalam arti yang sebenarnya. 

Pengaruh kebijakan Kerja Paksa



Sumber : Suara.com

Gubernur Jenderal Daendels, yang memerintah tahun 1808-1811, melakukan berbagai kebijakan seperti pembangunan militer, jalan raya, perbaikan pemerintahan, dan perbaikan ekonomi. Salah satu kebijakan yang terkenal dan buktinya dapat disaksikan hingga masa sekarang adalah pembangunan jalan Anyer-Panarukan (Jalan Raya Pos). Jalan Raya Pos (Anyer-Panarukan) sangat penting  bagi pemerintah kolonial. Jalan tersebut dibangun dengan tujuan utama untuk kepentingan militer pemerintah kolonial. 

Dalam perkembangannya, jalan tersebut menjadi sarana transportasi pemerintahan dan mengangkut berbagai hasil bumi. Hingga sekarang, manfaat jalan tersebut masih dapat dirasakan Pembangunan jalan tersebut merupakan kebijakan pemerintah Republik Bataaf di bawah Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels. Mereka memandang penting pembangunan jalur Anyer-Panarukan. Selain untuk kepentingan pertahanan dan militer, jalur tersebut merupakan penghubung kota-kota penting di Pulau Jawa yang jalur Anyer-Panarukan merupakan penghasil berbagai tanaman ekspor. Dengan dibangunnya jalan tersebut, proses distribusi barang dan jasa untuk kepentingan kolonial semakin cepat dan efisien. 

Pembangunan jalur Anyer-Panarukan sebagian besar dilakukan oleh tenaga manusia. Puluhan ribu penduduk dikerahkan untuk membangun jalan tersebut. Rakyat Indonesia dipaksa Belanda untuk membangun jalan. Mereka tidak digaji dan tidak menerima makanan yang layak. Akibatnya, ribuan penduduk meninggal baik karena kelaparan maupun penyakit yang diderita.

Pengerahan penduduk untuk mengerjakan berbagai proyek Belanda inilah yang disebut kerja rodi atau kerja paksa. Kerja paksa pada masa pemerintah Belanda banyak ditemukan di berbagai tempat. Banyak penduduk yang dipaksa menjadi budak dan dipekerjakan di berbagai perusahaan tambang ataupun perkebunan. Kekejaman Belanda ini masih dapat kalian buktikan dalam berbagai kisah yang ditulis dalam buku-buku sejarah dan novel.
 

Pengaruh Sistem Sewa Tanah



Sumber : Wordpress.com

Pada masa tersebut meletus perang di Eropa antara Prancis dan Belanda. Willem V dari negeri Belanda berhasil lolos dari serangan Prancis dan melarikan diri ke Inggris. Willem V kemudian mengeluarkan maklumat yang memerintahkan para pejabat jajahan Belanda menyerahkan wilayahnya kepada Inggris. Maklumat ini dimaksudkan agar jajahan Belanda tidak jatuh ke tangan

Prancis. Saat Inggris menguasai Indonesia, Gubernur Jenderal Lord Minto membagi daerah jajahan Hindia Belanda menjadi empat gubernemen, yakni Malaka, Sumatra, Jawa, dan Maluku. Lord Minto selanjutnya menyerahkan tanggung jawab kekuasaan atas seluruh wilayah itu kepada Letnan Gubernur Thomas Stamford Raffles. 


Salah satu kebijakan terkenal pada masa Raffles adalah sistem sewa tanah atau landrent-system atau landelijk stelsel. Sistem tersebut memiliki ketentuan, antara lain sebagai berikut. 
a. Petani harus menyewa tanah meskipun dia adalah pemilik tanah tersebut. 
b  Harga sewa tanah tergantung kepada kondisi tanah. 
c. Pembayaran sewa tanah dilakukan dengan uang tunai. 
d. Bagi yang tidak memiliki tanah dikenakan pajak kepala.

Pelaksanaan sistem sewa tanah tersebut dianggap memiliki banyak kelemahan sehingga gagal diterapkan di Indonesia. Beberapa penyebab kegagalan pelaksanaan sistem sewa tanah adalah sebagai berikut. 
a. Sulit menentukan besar kecil pajak bagi pemilik tanah karena tidak semua rakyat memiliki tanah yang sama. 
b. Sulit menentukan luas dan tingkat kesuburan tanah petani. 
c. Keterbatasan jumlah pegawai. 
d. Masyarakat desa belum mengenal sistem uang.

Sistem sewa tanah diberlakukan terhadap daerah-daerah di Pulau Jawa, kecuali daerah-daerah Batavia dan Parahyangan. Daerah-daerah Batavia umumnya telah menjadi milik swasta dan daerah-daerah Parahyangan merupakan daerah wajib tanaman kopi yang memberikan keuntungan besar kepada pemerintah.
 

Pengaruh Sistem Tanam Paksa


Sumber : Kumpara.com

Ketentuan kebijakan tanam paksa yang diberlakukan pemerintah Hindia Belanda sangat memberatkan masyarakat Indonesia. Apalagi, pelaksanaannya penuh dengan penyelewengan sehingga semakin menambah penderitaan rakyat Indonesia. Banyak ketentuan yang dilanggar atau diselewengkan baik oleh pegawai Belanda maupun pribumi. 

Praktik-praktik penekanan dan pemaksaan terhadap rakyat tersebut antara lain sebagai berikut : 

  1. Menurut ketentuan, tanah yang digunakan untuk tanaman wajib hanya 1/5 dari tanah yang dimiliki rakyat. Namun kenyataannya, selalu lebih bahkan sampai ½ bagian dari tanah yang dimiliki rakyat. 
  2. Kelebihan hasil panen tanaman wajib tidak pernah dibayarkan. 
  3. Waktu untuk kerja wajib melebihi dari 66 hari, dan tanpa imbalan yang memadai. 
  4. Tanah yang digunakan untuk tanaman wajib tetap dikenakan pajak.
  5. Penderitaan rakyat Indonesia akibat kebijakan Tanam Paksa ini dapat dilihat dari jumlah angka kematian rakyat Indonesia yang tinggi akibat kelaparan dan penyakit kekurangan gizi. Pada tahun 1848-1850, karena paceklik, 9/10 penduduk Grobogan, Jawa Tengah mati kelaparan. Dari jumlah penduduk yang semula 89.000 orang, yang dapat bertahan hanya 9.000 orang. Penduduk Demak yang semula berjumlah 336.000 orang hanya tersisa sebanyak 120.000 orang. Data ini belum termasuk data penduduk di daerah lain, yang menunjukkan betapa mengerikannya masa penjajahan saat itu. Tentu saja, tingginya kematian tersebut bukan semata-mata disebabkan sistem Tanam Paksa.

Latihan 1

Isilah titik-titik dibawah ini !

Salah satu faktor internal yang menjadi latar belakang munculnya pergerakan nasional Indonesia adalah ….

 

A. munculnya kaum terpelajar di Indonesia

B. mulai berkembangnya industri di Indonesia

C. kesadaran rakyat untuk meningkatkan kesejahteraan

D. kepentingan dalam negeri yang semakin mendesak

Latihan 2

Isilah titik-titik dibawah ini !

Organisasi yang dianggap sebagai pelopor berdirinya organisasi pergerakan di Indonesia adalah ….

 

A. Budi Utomo

B. Indische Partij

C. Sarekat Islam

D. Tri Koro Darmo

Latihan 3

Isilah titik-titik dibawah ini !

Konsep Manifesto Politik yang dikemukakan oleh Perhimpunan Indonesia dimuat dalam majalah ….

 

A. De Expres

B. Medan Prijaji

C. Bromartani

D. Hindia Poetra

Latihan 4

Isilah titik-titik dibawah ini !

Berikut ini adalah organisasi pergerakan nasional yang menempuh cara radikal dan taktik nonkooperatif terhadap pemerintah kolonial Belanda, kecuali ….

 

A. Partai Indonesia

B. Perhimpunan Indonesia

C. Gerakan Rakyat Indonesia

D. Indische Partij

Latihan 5

Isilah titik-titik dibawah ini !

Berdasarkan hasil Kongres Pemuda II semua organisasi kepemudaan dilebur dalam satu wadah organisasi dengan nama ….

 

A. Indonesia Raya

B. Indonesia Pusaka

C. Pemuda Indonesia

D. Indonesia Muda

Latar Belakang Munculnya Nasionalisme Indonesia



Sumber : Kitabelajargithub.io

Bangsa Indonesia sadar, berbagai penyebab kegagalan perjuangan kemerdekaan pada masa lalu. Salah satu penyebab kegagalan adalah perlawanan yang bersifat kedaerahan. Kalian ingat lagi beberapa perjuangan bangsa Indonesia di berbagai daerah. Bagaimana seandainya para tokoh seperti Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, Pattimura, Sultan Hasanudin, dan para tokoh lainnya bersatu mengusir penjajah? Tentu Belanda akan mudah ditaklukkan.

Pada awal abad XX, corak perjuangan bangsa Indonesia berubah dari yang bersifat kedaerahan menuju perjuangan yang bersifat nasional. Bangsa Indonesia telah menemukan identitas kebangsaan sebagai pengikat perjuangan bersama. Paham  kebangsaan atau nasionalisme telah tumbuh dan menjelma menjadi sarana perjuangan yang sangat kuat.

Faktor apa saja yang melatarbelakangi terjadinya pergerakan nasional di Indonesia? Dari mana saja faktor-faktor tersebut muncul? Ditinjau dari asal pengaruhnya, pergerakan nasional dilatarbelakangi berbagai kejadian di dalam negeri Indonesia dan berbagai kejadian di luar negeri. Berbagai kejadian dari dalam negeri atau sering disebut faktor internal yang melatarbelakangi pergerakan nasional, misalnya perluasan pendidikan, kegagalan perjuangan di berbagai daerah, rasa senasib sepenanggungan, dan perkembangan berbagai organisasi etnik kedaerahan.

Adapun berbagai hal dari luar Indonesia (faktor eksternal) yang melatarbelakangi terjadinya pergerakan nasional, antara lain munculnya paham-paham baru di dunia seperti pan-Islamisme, nasionalisme, sosialisme, liberalisme, dan demokrasi. Beberapa peristiwa seperti  kemenangan Jepang atas Rusia dalam perang 1905 dan perkembangan berbagai  organisasi pergerakan nasional di berbagai negara juga menjadi faktor eksternal pendorong pergerakan nasional di Indonesia. 


 

Latihan 1

Isilah titik-titik dibawah ini !

Tanah adalah milik negara, maka rakyat harus menyewa tanah kepada negara. Hal inilah yang melatarbelakangi sistem sewa tanah pada masa pemerintahan...

 

A. Daendels

B. Raffles

C. Janssen

D. Lord Minto

Latihan 2

Isilah titik-titik dibawah ini !

Pelaksanaan tanam paksa telah menghancurkan perekonomian Indonesia dan merupakan beban yang berat karena…

 

A. rakyat dipaksa menyerahkan 1/5 tanah pertanian pada Belanda

B. rakyat tidak punya waktu lagi mengerjakan tanah pertaniannya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri

C. dalam praktiknya tanah yang harus ditanami tanaman industri hampir 2/3 dari tanah yang terbaik

D. selain menanami 1/5 tanaman, wajib juga harus menyerahkan 1/5 dari hari kerjanya

Latihan 3

Isilah titik-titik dibawah ini !

Berikut ini yang bukan karakteristik perjuangan bangsa Indonesia sebelum abad XX, adalah … (kecuali)

A. tidak tergantung pada satu pemimpin

B. menggunakan persenjataan tradisional

C. bersifat lokal, kedaerahan

D. kurang menggunakan siasat perjuangan diplomasi

Latihan 4

Isilah titik-titik dibawah ini !

Perjuangan Kemerdekaan Indonesia ditandai dengan era kebangkitan nasional. Kebangkitan nasional yang dimaksud adalah . . . .

 

A. dinyanyikannya lagu Indonesia Raya oleh para pemuda

B. kesadaran untuk membentuk pergerakan nasional

C. munculnya organisasi kedaerahan

D. perang melawan penjajah

Latihan 5

Isilah titik-titik dibawah ini !

Pelaksanaan politik etis yang paling dirasakan dalam pergerakan nasional bangsa Indonesia adalah …
 

 

A. pendidikan dengan munculnya golongan terpelajar

B. irigasi telah memajukan pertanian khususnya di Jawa

C. perpindahan penduduk telah mengangkat kesejahteraan kaum miskin

D. kemajuan ekonomi akibat politik kolonial liberal

redesain-navbar Portlet