redesain-navbar Portlet

Blog

5 Cara Mengatasi Siswa yang Insecure di Kelas

Penyebab siswa insecure, tanda-tanda, dan bagaimana cara untuk mengatasinya

Foto oleh Keira Burton dari Pexels

Apakah Guru Pintar pernah menemukan siswa yang merasa insecure? Tindakan atau treatment apa yang Guru Pintar berikan kepada siswa tersebut? Sebelum membahas bagaimana cara untuk mengatasi persoalan ini, marilah kita bahas terlebih dahulu tentang apa itu insecure dan penyebab terjadinya pada siswa.

Asta dalam website dosenpsikologi.com mengatakan Insecure adalah tindakan dari adanya emosi apabila seseorang menilai dirinya inferior dari orang lain. Orang dengan perasaan insecure biasanya memiliki rasa tidak aman dalam hidupnya. Rasa tidak aman yang dapat terjadi pada siswa ini disebabkan oleh beberapa faktor.

Penyebab Perasaan Insecure Pada Siswa

Ada dua sebab utama siswa mengalami insecurity, yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal yang menyebabkan munculnya insecure pada siswa biasanya dipicu oleh orang lain serta lingkungan. Contoh penyebab insecure dari faktor eksternal adalah:

1. Diperlakukan overprotective oleh orang tua.

2. Sering dibanding-bandingkan dengan orang lain.

3. Kegagalan atau mendapatkan nilai jelek.

4. Trauma kejadian tidak menyenangkan di masa lalu.

5. Cara mendidik anak yang terlalu keras seperti sering membentak atau menyalahkan anak.

Siswa yang mengalami kelima hal di atas sudah pasti mengalami insecurity atau merasa tidak aman. Semakin sering mereka menghadapi perlakuan dan tekanan-tekanan ini, maka siswa-siswa ini akan semakin merasa tidak diinginkan. Akibatnya, mereka akan menganggap dirinya tidak berguna.

 Selain faktor dari luar atau eksternal, insecure bisa juga dipengaruhi oleh faktor internal siswa atau dari dalam diri siswa. Faktor internal yang menjadikan siswa merasa insecure diantaranya adalah perasaan kesepian, tidak percaya dengan diri sendiri, memiliki sifat perfeksionis, dan kecemasan atau takut bersosialisasi. Faktor internal tersebut membuat siswa cemas memikirkan penilaian dari orang lain terhadap dirinya dan sering membayangkan hal-hal buruk, misalnya dijauhi teman, dibully, dan lain sebagainya.

Tanda–Tanda Siswa Insecure


Foto oleh Mikhail Nilov dari Pexels

Perasaan insecure yang berlarut-larut pada siswa akan menimbulkan banyak masalah di kemudian hari yang tentu saja akan sangat merugikan. Maka dari itu, Guru Pintar harus dapat mengenali tanda-tanda insecure di dalam diri siswa supaya dapat membantu mencari cara mengatasi insecure. Berikut ini adalah tanda-tanda siswa merasa insecure:

1. Tidak mau keluar dari zona nyaman

Siswa insecure biasanya tidak suka diberikan tantangan. Mereka juga akan sulit menerima perubahan. Mereka merasa tidak yakin apakah dapat menaklukkan tantangan yang diberikan. Begitupun jika ada perubahan-perubahan, mereka cenderung menolak karena merasa perubahan itu membuatnya merasa tidak aman.

2. Memandang rendah diri sendiri

Contoh siswa insecure di kelas adalah siswa yang tidak percaya diri dan kerap memandang rendah diri sendiri. Mereka selalu merasa tidak bisa jika diberikan tugas dan tanggung jawab. Guru Pintar harus waspada terhadap hal seperti ini dan segera mencari cara mengatasi minder pada siswa.

 3. Harus mendapat pujian dan pengakuan dari orang lain

Seperti disebutkan pada poin di atas, siswa insecure menunjukkan tanda-tanda tidak percaya diri atau minder. Biasanya mereka haus akan pujian dan pengakuan dari orang lain. Contoh yang mungkin sering Guru Pintar temui di kelas adalah siswa yang ke sekolah dengan membawa benda-benda tertentu sehingga dipuji temannya atau melakukan sesuatu secara berlebihan hanya untuk mendapat pujian atau pengakuan dari guru dan teman-temannya.

 4. Menghindari interaksi dengan lingkungan sekitar

Saat Siswa sedang merasa insecure, mereka cenderung untuk menghindari berinteraksi dengan orang lain terlebih interaksi di dalamnya berisi tentang berbagai pencapaian dan prestasi yang diraih orang lain. Mendengar prestasi teman lain membuat sisa insecure merasa down.

Cara Mengatasi Siswa Insecure di Kelas

Cara mengatasi siswa Insecure
Foto oleh Anastasia Shuraeva dari Pexels

1. Ajarkan siswa fokus kelebihannya

Menghilangkan insecure pada siswa bukan pekerjaan sehari saja, tetapi harus dilakukan secara terus menerus. Salah satu caranya adalah dengan mengajarkan siswa untuk fokus pada kelebihannya. Beritahukan pada siswa di kelas bahwa setiap siswa memiliki kelebihannya masing-masing. Jika ada hal yang siswa kurang kuasai, hal itu adalah sebuah kewajaran. Yang harus siswa lakukan adalah fokus pada kelebihan yang dimiliki dan tetap berusaha mempelajari hal atau pelajaran yang kurang dikuasainya.

 2. Tidak membanding-bandingkan dengan temannya

Meskipun tujuannya untuk memberikan motivasi, membanding-bandingkan siswa dengan siswa lainnya justru akan membuat jiwa siswa terluka. Seperti Guru Pintar ketahui bahwa setiap siswa itu unik. Mereka memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Bandingkan siswa dengan dirinya sendiri misalnya “Bapak/Ibu Guru percaya kamu bisa loh mengerjakan hal seperti ini, apakah kamu memiliki kesulitan sehingga tidak dapat mengerjakannya dengan baik?”

 3. Menciptakan lingkungan yang suportif

Cara agar tidak insecure berikutnya adalah dengan menciptakan lingkungan yang suportif. Ajarkan pada setiap siswa untuk selalu menghormati dan menghargai temannya. Latihlah siswa untuk saling mendukung, memotivasi, dan juga membantu saat teman lain mengalami kesulitan. Hal ini akan menumbuhkan simpati dan empati pada siswa sehingga kemungkinan terjadinya bullying dapat dihindari.

4. Berikan Stimulus supaya siswa dapat mengetahui kelebihan dan keunikannya

Supaya insecure tidak terjadi pada siswa di kelas. Dalam setiap pembelajaran berikan stimulus yang membuat siswa menyadari akan kelebihan dan keunikannya. Hal ini selain bermanfaat untuk mengatasi rasa insecure, juga akan membuat siswa hanya fokus pada kegiatan belajar tanpa membanding-bandingkan dirinya dengan teman-temannya.

 5. Ajak siswa selalu bersyukur

Cara terakhir untuk mengatasi siswa insecure adalah dengan mengajak mereka untuk selalu bersyukur. Bagaimana caranya? Dengan memberikan cerita yang inspiratif, atau menceritakan kejadian yang dialami orang lain di tempat lain. Hal ini akan membuka mata siswa bahwa ia beruntung dan harus selalu bersyukur. Hal ini juga akan memberikan motivasi pada diri siswa dan juga menumbuhkan rasa empati siswa kepada orang lain dan lingkungan sekitarnya.

Demikianlah 5 cara mengatasi siswa insecure di kelas. Guru Pintar, pastikan semua siswa merasa aman dan bahagia saat belajar di kelas.

00

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

CssBlog

metablog-web Portlet